Perjalanan Gorontalo ke Makassar benar-benar melelahkan. Saya melepas penat tepat di depan tulisan Bnadara sambil menunggu adekku yang sedang dalam perjalanan menjemputku.
Aku menerawang kota ini, langitnya yang sedang disambangi mendung. Ada semacam rasa hampa yang tibatiba menghinggapiku, entah perasaan seperti apa atau mungkin perasaan sentimental ketika menyadari bahwa kota ini hampir saja menjadi asing bagiku.
![]() |
| Bandara Hasanuddin |
Hampir tujuh tahun kota ini kutinggalkan sesaat setelah menyelesaikan kuliahku. Aku menerabas lautan menjadi perantau di pulau sebelah. Entah apa tujuanku namun ternyata, keputusan merantau membuatku menemukan takdir menetap di pulau jauh. Aku berjodoh dengan banyak hal di sana dan harus melepaskan semua kenangan di kota ini.
Kali ini, aku menginjakkan kaki di kota ini. Menyendiri di kerumuman manusia yang sedang beranjak dan datang di bandara. Aku menatap setiap sudut kota dan kemudian berpikir,sebenarnya apa yang sedang kukejar? Toh pada akhirnya semua akan tiba di persinggahan terakhir.
Namun sekali lagi, aku sudah memiliki tanggungan yang harus kujaga dan semoga jadi jalan menyusuri jalan hidupku.
Bandara Makassar. 17 3 17


