Showing posts with label Sepakbola. Show all posts
Showing posts with label Sepakbola. Show all posts

April 18, 2017

Klub lokal yang bernama PSM

Tidak seperti di Jawa Timur yang mayoritas  kota/kabupaten punya klub profesional, Sulawesi Selatan praktis hanya memiliki PSM sebagai salah satu klub yang berlaga di pentas liga tertinggi di tanah air. meski dulu sempat mencuat Persim Maros namun lambat laut hilang dari peredaran. Persipare Pare-Pare belum mampu menancapkan eksistensinya di dunia persepakbolaan Indonesia.

tidak mengherankan jika seluruh penduduk yang berasal dari Sulawesi selatan bahkan juga Sulawesi Barat yang dulunya adalah bagian dari Sulawesi Selatan, mengidolakan PSM Makassar. meski sudah berdiri sendiri sebagai sebuah Provinsi, Warga Sulawesi Barat masih punya ikatan emosional dengan klub PSM apatahlagi, beberapa pemain andalan PSM berasal dari Sulbar. 

PSM Makassar hampir sama dengan Persib Banding yang diidolakan masyarakat se Provinsi. hal ini sebenarnya tidak mengherankan karena klub sepakbola di dua provinsi tersebut hanya satu yang masuk dalam jajaran klub elit. coba bandingkan di Jawa Timur. hampir setiap kota kabupaten memiliki klub yang berkompetisi di liga 1 maupun liga 2. bahkan rivalitas atas suporter Persebaya dan Arema yang notabene masih dalam satu provinsi sangat kental. sejarah perseteruan antar kedua Suporter tersebut sudah memakan banyak korban jiwa. selain kedua klub tersebut, ada Persela Lamongan, Madura United, Persik, Persegres dan beberapa klub lain.

sebagai warga yang lahir dan tumbuh di Sulawesi Selatan, Saya pun tidak ketinggalan mengidolakan PSM. Saya masih ingat di erah awal tahun 2000 sebelum banyaknya TV yang beredar di Kampung, kami sering mengikuti setiap pertandingan PSM lewat radio. ada sensasi tersendiri mengikuti pertandingan lewat radio yang tidak didapatkan saat menonton bola. misalnya saja, ketika bola masih jauh di tengah lapangan, reporter begitu menggebu-gebu dengan nada tinggi layaknya bola sudah hampir gol.

sampai sekarang, meski sudah merantau di beberapa daerah dan menetap di pulau lain, sama sekali tidak mengurangi rasaku untuk mengidolai PSM. meski di beberapa musim, PSM seperti tidak punya taji namun PSM tidak pernah benar-benar tenggelam.

untuk musim liga 1 2017. PSM kembali menggeliat dengan kepengurusan di dalam tubuh internal yang lebih profesional. transfer pemain yang didatangkan pun tidak mengecewakan. salah satu terobosan yang paling membahagiakan adalah kembalinya beberapa pemain asli Sul-Sel yang sudah menjadi bintang sepakbola. Hamka Hamzah dan Zulkifli Syukur adalah representasi dari pemain Makassar yang sukses di blantika sepakbola Nasional. 

kedua pemain tersebut memang bukan jaminan PSM secara otomatis juara namun setidaknya, mentalitas juara yang sudah ada di dalam diri mereka bisa ditularkan ke pemain muda. ada semacam kebahagiaan tersendiri ketika melihat klub idola diisi oleh pemain binaan sendiri.

di pertandingan awal, PSM mampu menundukkan Persela meski secara pribadi, Saya masih belum puas melihat permainan yang ditunjukkan oleh pemain PSM. mereka kurang greget dalam bermain apatahlagi ketika salah satu Pemain Persela terkena kartu merah. 

kredit poin harus diberikan ke Hamka Hamzah melihat totalitasnya dalam menjaga pertahanan PSM. terlihat semangat yang membara di setiap ekspresi wajahnya untuk mempersembahkan yang terbaik untuk klub kelahirannya, bahkan di salah satu momen ketika gawang PSM hampir dibobol syamsul Arif, Ekspresi emosional Hamka diperlihatkan kepada teman-temannya yang terlambat menutup pergerakan Syamsul Arif.

apresiasi yang tinggi pun pantas dialamatkan kepada pemain muda yang berperan penting di sektor gelandang, Asnawi Mangkualam. pemain yang baru berumur 17 tahun tersebut menunjukkan karakter PSM yang keras dan tidak pantang menyerah. jika dia tetap berada di jalur yang benar dan tidak cepat merasa puas maka saya yakin, dia akan menjadi pemain gelandang terbaik di Negeri ini.

oh iya semoga tahun ini PSM Makassar bisa menjuarai Liga 1.
Ewako PSM

18 4 17

March 29, 2017

Impian yang Hilang

membaca artikel ini seakan membawaku kembali ke beberapa tahun yang lalu. kisah yang hampir sama kulalui saat masa-masa remaja. mungkin hanya sebagian potongan kisah yang tidak persis sama, namun semangat yang kumaknai dari tulisan tersebut sama seperti yang kurasakan. layaknya sepakbola adalah pelarian dari setiap masalah sebagai seorang anak yang hidup di pedesaan.

tidak sulit untuk mengidentifikasi stimulan awal kenapa saya sangat mengandrungi permainan sepakbola. di kampungku, terdapat sebuah lapangan bola yang merupakan sentrum hiburan bagi penduduk di kampungku di sore hari sesaat setelah pulang dari kebun. hampir pasti setiap lelaki di kampungku menggemari permainan bola.

pola kehidupan masa kecilku di kampung hanya berputar pada sekolah kebun dan lapangan sepakbola. pagi saya menghabiskan waktu di Sekolah kemudian siang setiba pulang dari sekolah, saya harus mengurus sapi dan kambing kemudian pada sore hari setelah shalat ashar, saya sudah siap di lapangan.

Piala dunia dan Piala Eropa adalah hiburan paling ditunggu mulai anak SD sampai orang tua. seringkali kami menonton bareng dengan menggunakan media layar tancap. 

Saya mulai mengikuti pertandingan sepakbola antar sekolah setingkat SD di kecamatan. seingatku, saat itu, saya baru menginjak kelas 4. tidak ada pemain yang boleh menggunakan sepatu bola sehingga untuk menghindari perihnya telapak kaki akibat gesekan dengan lapangan yang keras maka kami mengakalinya dengan menggunakan kaos kaki beberapa lapis. 

Euforia pertandingan tersebut masih membekas di memoriku. beberapa hari sebelum pertandingan, saya sudah menyiapkan baju yang akan saya kenakan pada saat pertandingan. berhubungan karena pada saat itu belum ada jersey seragam yang disiapkan pihak sekolah dan kami hanya diberitahu bahwa dres scode baju warna putih, maka saya memilih baju warna kuning dengan beberapa tulisan di depannya. pada saat itu, jersey sepakbola masih menjadi hal yang mewah bagi kami yang hidup di kampung.

Tim sekolah kami kalah pada saat itu namun tidak ada kesedihan karena pada dasarnya, pertandingan hanya sebagai sebuah kesenangan semata. saya ditempatkan sebagai Gelandang namun yang menjadi kesulitan adalah kami menggunakan lapangan ukuran orang dewasa sehingga tak terkira tenaga yang terkuras.

hari-hari setelah pertandingan tersebut, saya semakin mencandui permainan ini. ada perasaan tidak senang ketika hujan mengguyur pada sore hari karena banyak teman-teman sebaya yang malas bermain sepakbola akibat lapangan yang berlumpur.

kamar saya dipenuhi dengan poster pemain sepakbola Eropa bahkan semua buku tulis sekolah saya disampul dengan plastik kemudian saya sisipkan gambar pemain sepakbola yang digunting dari lembaran majalah maupun surat kabar. bahkan beberapa sisa tempelan gambar pemain masih ada di dinding rumahku.

menginjak sekolah menengah, saya semakin sering bermain sepakbola apatahlagi sudah dipercaya ikut bermain dengan orang dewasa meski awalnya harus menjadi kiper. memang sudah menjadi preseden di kampungku bahwa ketika bermain sepakbola, anak SMP yang akan menjadi "korban" sebagai penjaga gawang mengingat posisi tersebut amat sangat tidak populer.

saya mulai reguler bermain dengan orang dewasa  saat kelas 2 SMP. saya sangat menyukai posisi Gelandang karena menurutku, posisi tersebut tidak banyak disalahkan ketika kalah. meski sudah sering latihan namun saya belum kunjung mendapatkan kesempatan mengikuti pertandingan tarkam di tim kampungku. saya masih bersetia sebagai Suporter.

Kelas 1 SMA menjadi titik balik dalam karirku di persepakbolaan amatir. pada saat itu pula, saya berhasil membeli sepatu bola hasil tabunganku sendiri. warna metalik namun kebesaran. saya sudah dipercaya sebagai salah satu bagian dari tim 2 yang merupakan kumpulan dari anak-anak yang belum matang dan dikombinasikan dengan orang dewasa yang sudah melewati usia pemain sepakbola. jadi di kampungku, ada dua tim yang diikutkan setiap kali ada helatan turnamen.

tidak terlalu lama untuk mendapatkan kepercayaan menjadi bagian dari tim utama. sejak kelas 2 SMP, saya sudah menjadi bagian dari tim utama yang sering mengikuti turnamen yang diadakan di kecamatan berbeda di kabupaten. namun salah satu turnamen yang membekas di memoriku adalah turnamen tarkam U-18. bahkan di turnamen tersebut, saya dipercaya sebagai seorang kapten meski saya diharuskan mengisi posisi sebagai bek. ada kebanggaan tersendiri mengenakan ban kapten karena secara otomatis, akan menjadi pusat perhatian. kami kalah dari tuan rumah melalui adu pinalti di putaran 8 besar.

kepercayaan diri saya benar-benar memuncak dan meyakini bahwa sepakbola adalah hidupku sehingga pada suatu waktu sesaat setelah makan malam, saya mengutakan niat saya kepada bapak saya bahwa suatu saat saya akan menjadi seorang pemain sepakbola.

"Kau tidak bisa hidup dari sepakbola. lihat mereka yang pintar main sepakbola di kampung, paling jauh hanya main di tarkam" jawaban bapakku benar-benar meluluhkan energiku menjadi seorang sepakbola.

meski masih sering menggiati permainan sepakbola, namun jawaban bapakku perlahan-lahan menggerus niatku menjadi seorang sepakbola. setamat SMA kemudian melanjutkan kuliah di ibu kota provinsi membuatku semakin jarang berlatih sepakbola. meski sesekali saya masih mengikuti turnamen ketika libur kuliah.

Satu hal yang saya sesali pada saat itu adalah tim sepakbola kampungku dikenal sangat temperamen bahkan hampir pasti setiap kami bertanding, akan ada kericuhan di lapangan yang berakhir dengan tawuran. hal tersebut membuat beberapa panpel turnamen tidak mengundang tim dari kampungku dalam waktu yang lama. 

saat ini, permainan sepakbola di kampungku mulai hilang ruhnya. tidak ada lagi permainan sepakbola pada sore hari bahkan lapangan sepakbola sebagian sisinya dijadikan sebagai lapangan bola voli oleh remaja perempuan. tidak ada lagi energi kegembiraan di sore hari.

impian menjadi seorang pemain sepakbola profesional sudah mustahil bagi saya bahkan bermain sepakbola pun jarang. hanya sesekali itupun permainan futsal yang menurutku sama sekali tidak menggairahkan. namun sekarang saya sudah punya seorang anak yang masih bayi. saya berhasrat untuk menceritakannya bahwa ada permainan keren yang bisa menjadi energi hidup yaitu sepakbola. saya tidak akan pernah memaksanya menjadi apa suatu saat nanti dan saya akan tetap bangga atas pilihan-pilihan hidupnya yang bermanfaat namun kebanggaan saya akan berlipat jika dia memilih menjadi seorang pemain sepakbola profesional. satu hal yang lebih penting bahwa saya dan ini mungkin sedikit otoriter bahwa dia harus menjadi fans Inter Milan atau setidaknya tidak boleh memilih Juventus dan Manchester United sebagai klub idola

Rabu, 29 03 17

February 19, 2017

Andrea Ranocchia, Mencari diri di Iiga Inggris

http://www.andrearanocchia.com/2014/04/08/visita-in-sede/
Saya pernah menulis tentang para Pemain Inter Milan yang pantas untuk dijual dan Ranocchia adalah Pemain yang saya tempatkan berada di urutan pertama. alasan saya karena sejak bergabung dengan Nerazurri, dia tidak pernah benar-benar mampu menarik perhatian saya malahan dia sering melakukan blunder yang berujung kekalahan. postur tubuh yang mumpuni untuk menjadi seorang palang pintu ternyata tidak mampu dimanfaatkan dengan baik.

keinginan saya melihat Ranocchia untuk keluar dari pintu Inter Milan akhirnya terwujud. dia dipinang oleh salah satu klub Liga inggris, Hull City. penampilan perdananya membawa hoki ketika mengalahkan Liverpool dan ikut menyumbangkan satu assist, namun hal tersebut belum jua membuatku terkesan.

keputusannya untuk pindah ke Liga Inggris benar-benar di luar dugaanku. bagaimana tidak, Liga Inggris yang sejak dulu dikenal sebagai Liga yang mengandalkan kecepatan sangat berbanding terbalik dengan apa yang diperlihatkan oleh Ranocchia selama berbaju Nerazurri. dia selalu keteteran meladeni seorang striker yang mempunyai kecepatan di atas rata-rata.

Meski berstatus pemain pinjaman, saya berharap bahwa Ranocchia akan dipermanenkan oleh Hull City karena penampilannya selama berada di klub tersebut terbilang lumayan. mungkin saja Ranocchia adalah pemain yang potensial namun tidak cocok dengan pola permainan Inter Milan.

Semoga saja betah di Liga Premier bersama Hull City, Om Rano. cayoooo!!!!

Februari 2017

December 29, 2016

Pemain yang harus dijual oleh Inter Milan

http://www.soccerticketsonline.com/inter-milan-tickets/

Seretnya prestasi Inter Milan di paruh musim 16/17 sama sekali diluar ekspektasi. barisan pemain kelas atas mengisi line up klub di musim ini namun hasil tidak sesuai dengan harapan. Inter bahkan berada di bawah Atalanta.

Inter belum jua menunjukkan perbaikan di awal musim 2016/17. masih angin-anginan di beberapa pertandingan yang dilakoni. belum mampu menemukan racikan yang pas untuk bersaing di papan atas klasmen serie A. sampai pekan ke-18, Inter masih ketetaran di posisi 7.

Kegagalan paling menyakitkan dialami Inter di Liga Eropa. Mereka gagal lolos dari babak penyisihan setelah dua kali dikalahkan oleh klub dari Israel, Hapoel Be'er Sheva. Inter Milan benar-benar menunjukkan performa di bawah titik nadir kejayaan. pasca menjadi jawara Eropa bahkan dunia di tahun 2010, Inter mulai ngos-ngosan di semua kompetisi yang diikuti.

Kegagalan di Liga Eropa membuat Inter harus membenahi skuad supaya tidak terlalu gemuk. jalan satu-satunya adalah meminjamkan beberapa pemain yang tidak terlalu signifikan pengaruhnya atau bahkan menjualnya secara permanen.

Inilah beberapa pemain yang seharusnya direshuffle dari komposisi skuad Inter Milan :
  •  Andre Ranocchia
Sempat menjabat sebagai kapten dan diproyeksikan menjadi pemimpin di tubuh Inter semenjak ditinggal I Capitano, Ranocchia malah bermain jauh dari harapan. penampilannya seringkali membawa malapetaka karena blunder yang memalukan dan seringnya keteteran ketika membendung serangan striker lawan yang memiliki kecepatan di atas rata-rata.

Sebagai seorang pemain berkewarganegaraan Italia, saya sempat menaruh harapan kepadanya sebagai suksesor Materazzi yang mampu meraih seabrek prestasi di Inter Milan maupun timnas Italia. doi sebenarnya punya potensi menyamai prestasi Materazzi dengan berpostur tubuh tidak jauh beda namun ternyata visi bermain sebagai pemain belakang yang membedakannya. tidak hanya lugas menjaga pertahanan, Materazzi juga rajin menyumbang pundi-pundi gol.

sempat dipinjamkan ke Sampdoria paruh kedua musim lalu, kini kembali ke Inter namun permainannya sama sekali tidak meningkat, masih sangat jauh dari harapan. inilah alasan utama saya menempatkannya di daftar urutan pertama pemain yang harus dijual permanen di jendela transfer kedua.
  • Yuto Nagatomo
menempati posisi sebagai bek kiri dan punya kecepatan yang mumpuni membuat Nagatomo masih dipercaya berada di skuad Inter Milan, namun saya pribadi menilai bahwa Nagatomo memiliki kekurangan yang fundamental yang membuatnya layak dijual secara permanen oleh Inter Milan. 

kemampuan membaca permainan lawan yang kurang, ketenangan dalam menguasai bola dan umpan yang tidak bertenaga dan sering tidak menjangkau sasaran membuat saya menempatkannya di urutan kedua pemain yang harus didepak secara permanen.
  • Felipe melo
Melo yang memiliki postur tubuh yang kekar sebenarnya sudah sangat mendukung sebagai pra syarat seorang gelandang bertahan yang mempunyai peran utama mematahkan serangan lawan sebelum memasuki jantung pertahanan, namun permainan yang terlalu keras menjurus kasar dan visi menyerang yang tidak terlalu baik menjadi nilai minus dan harus dijual segera.

Melo memiliki type permainan seperti De Jong yang hanya berpikir bagaimana merebut bola dari kaki lawan bagaimanapun caranya. sangat berbeda jauh dari pemain jangkar seperti Patrick Viera yang pawai merebut bola dari kaki lawan, penguasaan bola yang baik dan memikirkan kapan dan bagaimana bola dialirkan ke striker yang nantinya dikonversi menjadi gol.

kedatangan Joao Mario menurutku sudah cukup sebagai alasan untuk menjual Melo. meski posisi mereka tidak persis sama namun Mario bisa mengambil peran Melo.
  • Geoffrey Kondogbia
Kondogbia sama sekali belum membuktikan bahwa dia layak dibeli dengan harga mahal. permainannya masih sangat jauh dari harapan. seringkali salah mengumpan, kerap kehilangan bola dan visi bermain yang kurang membuat dirinya belum layak mengisi skuad Inter Milan untuk saat ini.

salah satu nilai plus karena dia masih sangat muda. tahun depan, Kondogbia baru akan memasuki umur 24 tahun dan menurutku, dia masih punya banyak waktu untuk memperbaiki permainannya. untuk saat ini, Inter hanya perlu meminjamkannya ke klub lain demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. kekhawatirannya jika doi dijual permanen, suatu saat dia akan mencapai level permainan seperti yang diharapkan.
  • Jonathan Biabiany
hanya mengandalkan kecepatan menurutku tidak cukup sebagai alasan bagi Inter untuk mempertahankannya. sempat beberapa kali dipinjamkan ke klub lain sebelum kembali ke Inter tahun lalu namun permainannya tidak pernah mencapai level yang menjanjikan.

Biabiany sepertinya hanya mengandalkan kecepatan menyisir pinggir lapangan namun dribel yang payah dan stamina yang hanya cukup untuk bermain satu babak. kehadiran Candreva seharusnya sudah menjadi alasan rasional bagi Inter untuk menjualnya secara permanen. toh Inter memiliki kelebihan stok pemain setelah gagal di Liga Eropa.
  • Rodrigo Palacio
sudah memasuki umur senja bagi ukuran pemain profesional yang bermain di level liga Serie A, Inter Milan seharusnya sudah harus memikirkan melego Palacio. kontribusi pemain dengan ciri khas kuncir ini pun tidak terlalu signifikan sejak bergabung 4 tahun yang lalu.

Palacio sepertinya berada pada persimpangan antara striker murni dan penyerang lubang namun menurutku, ketika ditempatkan di kedua posisi tersebut, Palacio terlalu nanggung dalam menjalankan perannya. dia tidak terlalu baik sebagai seorang striker murni karena posiotioning yang tidak terlalu mumpuni dan finishing yang masih jauh dari harapan. Palacio pun tidak terlalu baik sebagai penyuplai bola. seringkali kalah dalam perebutan bola.
  • Stevan Jovetic
Saya masih ragu menempatkan Jovetic dalam daftar pemain yang harus dijual. naluri mencetak gol yang tinggi rasanya menjadi pertimbangan, apatahlagi kemampuan olah bolanya yang mumpuni.

namun dengan sangat terpaksa, Jovetic harus dijual demi memaksimalkan peran Eder dan menjajal kemampuan Gabriel Barbosa. ketakutan terbesar saya adalah Barbosa dijual terlalu cepat sedangkan dia belum diberikan menit bermain yang cukup untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pemain muda yang potensial. apatahlagi dalam beberapa kesempatan, agennya sudah mulai berkoar-koar tentang peluang Barbosa minggat dari skuad Inter Milan. penjualan Jovetic mungkin menjadi pertimbangan bagi Barbosa untuk lebih bersabar tinggal di Giueseppe Meazza.

Forza Inter
29 12 16

December 19, 2016

Roda Perjalanan Pemain Timnas Indonesia

Lagu Netral “Garuda di dadaku” berkumandang tiada henti di Stadion Pakansari Bogor pada final leg I Piala AFF 2106. Sekitar 30 ribu masyarakat Indonesia memadati bangku penonton dengan penuh semangat yang bergelora mendukung timnas Indonesia.

Tertinggal 0-1 di babak I tidak menyurutkan hasrat suporter Indonesia untuk tetap mendukung tim kesayangan Mereka. Tidak ada kata putus asa sebelum 90 menit berakhir.

Seperti mendapat suntikan energi dari harapan para Suporter, permainan timnas Indonesia membaik di babak II. Mereka mengkreasi permainan dengan lebih rapi, teratur dan terus menekan pertahanan Thailand. Alhasil, Rizky Pora dan Hansamu Yama memuaskan dahaga Suporter Indonesia akan kemenangan atas Thailand. Skor tersebut bertahan sampai pertandingan usai.

Terpilih menjadi salah satu pilar timnas Indonesia selain sebagai sebuah kebanggaan juga menjadi beban yang amat berat. Butuh berkali lipat fisik terlebih mental bagi pemain timnas.

Kita harus menyadari bahwa suporter Indonesia adalah barisan fans yang haus akan kemenangan. Mereka akan melakukan apa saja demi mendukung timnas namun di hal, mereka sangat kejam ketika mengkritik pemain yang dianggap layak mengambil bagian dalam tim.

Hansamu adalah contoh nyata bagaimana suporter Indonesia begitu berlebihan memuji ketika tampil gemilang dan akan sangat sadis mencela ketika melakukan kesalahan sedikit pun. Hansamu menjadi Publik Enemy saat melakukan pelanggaran terhadap Irfan Bachim di ujicoba terakhir sesaat menjelang dimulainya Piala AFF. Berbagai cacian dialamatkan kepadanya. Dia akhirnya membalikkan cacian menjadi pujian setelah pada pertandingan semifinal, dia mampu mencetak gol saat bersua dengan Vietnam. Namanya semakin menterang saat kembali mencetak gol kemenangan di laga Final leg I.

Ada beberapa pemain yang mengalami nasib yang sama dengan Hansamu. Awalnya dihujat tetapi kemudian dipuja, ada juga beberapa pemain yang awalnya dipuja karena penampilannya yang cemerlang di laga ujicoba namun berbalik hujatan di laga Piala AFF ketika penampilan mereka menurun.

Tercatat ada Kurnia Mega dan Ferdinand Sinaga yang bernasib sama seperti Hansamu. Di laga uji coba dicaci namun kemudian berbalik dipuji saat mereka menampilkan permainan menawan di laga piala AFF 2016. serangan terhadap Kurnia Mega begitu masif di sosial media. Dirinya dianggap tidak layak menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang bahkan Andritany dianggap lebih baik dari dirinya. Penyelamatan demi penyelamatan penting di laga Piala AFF membuat Kurnia Mega mampu membungkan kritikan yang dialamatkan kepada dirinya. Begitupun halnya Ferdinand, awalnya dicibir hanya bisa mengandalkan kecepatan lari namun di Piala AFF, meski berstatus pemain pengganti, dirinya mampu membuktikan mampu menyulitkan pertahanan lawan meski sampai pertandingan final leg I, dirinya belum mampu mencebloskan gol.

Stefano Lilipaly juga awalnya dianggap salah satu pemanggilan spekulasi oleh Riedl. Stefano dianggap tidak akan mampu menyatu dengan tim karena pemanggilannya yang mepet dan tidak ikut pemusatan latihan dari awal, namun Stefano benar-benar menjawab kritikan atas dirinya. Selama laga Piala AFF, Stefano berubah menjadi roh permainan di lapangan tengah. Dia tidak tergantikan dalam semua laga Timnas Indonesia di piala AFF.

Lain halnya dengan Yanto Basna. Awalnya dipuji sebagai pemain bertahan yang sangat tenang dan mampu menjaga pertahan Indonesia dengan sangat baik namun kenyataan pahit harus dialami oleh Basna di laga penyisihan piala AFF. Dia tidak mampu menjaga asa Suporter bahkan dianggap lubang menganga di pertahanan Indonesia. Sadisnya lagi, saat dirinya terkena akumulasi kartu dan dipastikan tidak tampil di laga berikutnya, banyak suporter timnas yang malah bersyukur. Hansamu Yama yang menggantikan Basna di pertandingan berikutnya semakin membuat dirinya terlupakan karena Hansamu tampil baik bahkan mencetak gol. Basna bahkan sampai harus merilis Pledoi atas penampilannya.

Lerby menjadi pemain yang dihujat sejak ujicoba sampai perhelatan piala AFF. Dia dianggap hanya bisa berlari tanpa kemampuan dribel dan visi bermain. Meski berhasil membobol gawang Thailand di pertandingan pertama, namun tetap saja tidak berhasil memperbaiki citra penampilannya di mata Suporter. Apatahlagi di Pertandingan berikutnya, dia sama sekali tidak memberikan kontribusi yang nyata bagi tim.

Pemain lain yang notabene jauh dari hingar bingar perbincangan netizen adalah barisan pemain cadangan yang belum diturunkan selama piala AFF. Muchlis Hadi, Bayu Gatra, Gunawan Dwi Cahyo, Andritany, Teja Paku Alam dan Abdul Rahman masuk dalam jajaran pemain yang jarang dibicarakan.

Boaz Salossa adalah primadona dari semua pemain. Kemungkinan tidak ada satu pun masyarakat pencinta sepakbola di negeri ini yang memungkiri keberadaan Boaz di timnas. Selain sebagai kapten, dia juga menjadi mentor bagi para juniornya.

“Kaka Boci selalu menjadi inspirasi saya dan seluruh pemain. Ia tak banyak bicara, tapi kerja kerasnya di lapangan membuat kami terpacu,” kata Fachrudin Aryanto

“Dia sangat rendah hati. Bikin pemain muda seperti saya percaya diri. Dia juga yang menguatkan saya ketika tak sengaja membuat Irfan Bachdim cedera sebelum berangkat ke Filipina,” ujar Hansamu

Boaz yang sekarang adalah antitesa dari pribadi seorang Boaz beberapa tahun lalu. Dulu, Boaz dianggap tidak nasionalis dan sering melakukan tindakan indisipliner. Boaz yang sekarang adalah pribadi yang lebih tenang. Kita jarang sekali melihat tindakannya memprotes keputusan wasit secara berlebihan bahkan Dia lebih banyak menenangkan para juniornya ketika tensi permainan meninggi.

Pada akhirnya, kita sebagai suporter timnas Indonesia seharusnya mendukung semua pemain yang terpilih mengambil bagian di Tim. Entah pemain starter ataupun pemain cadangan. Mereka adalah wakil Indonesia di bidang sepakbola.

Pada dasarnya, kita bisa saja mengkritik penampilan para pemain yang dianggap tidak memuaskan namun perlu diingat bahwa kritik yang dilontarkan seharusnya konstruktif bukan malah melemahkan mental pemain yang bersangkutan.

Sejauh ini, Yanto Basna dan Zulham Zamrun adalah dua pemain yang diserang netizen dengan sangat keras sedangkan kita ketahui, kedua pemain tersebut sudah berjuang sepenuh hati ikut ambil bagian dalam perjuangan Timnas merebut piala AFF.

Pada akhirnya, dibutuhkan kematangan mental bagi semua suporter untuk legowo dalam setiap hasil yang dicapai timnas. Toh kerangka timnas yang sekarang bukan yang terbaik dari generasi pemain Indonesia karena aturan yang ketat.

Jum'at, 16 12 16

December 16, 2016

Anomali Inter Milan di Paruh Musim 2016/17

http://www.worldfootball.net/teams/inter/2017/2/
Siapa yang tidak optimis melihat skuad Inter Milan menjelang kick off Serie A 2016/17?

deretan Pemain berlabel bintang mendarat di Guiseppe Meazza. kualitas tim musim ini jelas lebih menterang dibanding musim lalu yang hanya diisi oleh beberapa pemain senior dikombinasikan dengan pemain muda. tengok saja, ada Joao Mario yang baru saja menjuarai Piala Eropa. ada Ever Banega yang datang dari Sevilla dengan free transfer dan baru saja menjuarai Liga Eropa. winger Italia yang sebelumnya bermain di Lazio dan deretan pemain bintang lainnya yang tidak perlu lagi diragukan kemampuan olah bolanya.

kekacauan mulai terjadi di tubuh internal klub dua minggu sebelum kick off Seria A dimulai. Roberto Mancini yang notabene sebagai otak dari kerangka tim yang sudah terbentuk, tiba-tiba saja diganti oleh Frank De Boer, juru taktik yang berasal dari belanda yang sama sekali belum memiliki pengalaman melatih di Serie A.

masih banyak yang percaya bahwa Inter Milan akan tetap mampu bersaing mengejar Scudetto meski mengalami pergantian pelatih menjelang liga dimulai. mereka beranggapan bahwa toh kualitas pemain Inter Milan bisa menyesuaikan dengan skema Frank.

pemikiran seperti itu terlalu naif menurutku. sepakbola profesional bukan semata kualitas pemain. tidak seperti pertandingan tarkam yang hanya mengandalkan kualitas individu, sepakbola profesional apatahlagi dalam tataran Eropa, maka kita berbicara tentang sebuah manajemen, perencanaan dan semua tetek bengek yang terkait dengan klub.

seorang pemain yang jago sekalipun bisa saja tidak bisa berbuat apa-apa ketika pelatih tidak mampu menempatkannya pada posisi baik dan dalam skema sesuai dengan skill sang pemain.

tengoklah bagaimana alex Ferguson memimpin Manchester United dalam periode 1986–2013. dia sama sekali tidak terpaku kepada seorang pemain bahkan jika seorang bintang pun dirasa berseberangan dengan rencananya maka konsekuensinya, sang pemain akan disingkirkin. contoh nyata David Bechkam yang harus hijrah ke Real Madrid di saat performanya sedang berada di puncak.

kenyataan tersebut di atas menggambarkan bahwa pergantian pelatih Inter Milan 2 minggu sebelum liga dimulai jelas berdampak buruk bagi prestasi tim. kerangka tim yang sudah terbentuk adalah hasil olah pikir Mancini yang kemudian harus diarsiteki oleh Frank. apatahlagi kita ketahui bahwa setiap pelatih memiliki cara pandang dan skema yang berbeda.

benar saja, Frank terbukti gagal mempertankan dirinya sebagai kepala tim di Inter Milan karena kekalahan demi kekalahan yang dialami di awal musim. kegagalan paling memilukan diderita Inter Milan di Liga Eropa. mereka harus tersingkir dari babak penyisihan padahal klub yang berada satu group jelas lebih bawah kualitasnya.

Inter Milan sekarang diarsiteki oleh Pioli. pelatih yang notabene tidak termasuk sebagai pelatih papan atas. di awal kepemimpinannya, dia sudah membawa Inter Milan menaklukkan Fiorentina namun digebuk Napoli dengan 3 gol tanpa balas. masih tersisa harapan bagi Pioli untuk membawa Inter kembali ke jalur yang benar.

Anomali yang terjadi di tubuh Inter sampai saat ini jelas menimbulkan banyak analisa. banyak yang beranggapan bahwa manajemen Inter Milan adalah penyebab seretnya prestasi klub. logikanya, bagaimana mungkin klub sebesar Inter Milan memilih Presiden yang berasal dari Indonesia, bahkan tidak meluangkan sepenuh waktunya untuk memimpin Inter dari dekat karena harus bolak balik ke Indonesia apatahlagi pemilik Inter sudah diakuisisi oleh Pengusaha China. posisi vital ditempati oleh orang yang tidak selalu dekat dengan klub.

Inter Milan dibawah kepemimpinan Erick Thohir sangat berbeda jauh saat Moratti masih mendaku dirinya sebagai presiden klub. Morattti selalu ada dan menyerahkan sepenuhnya hati dan pikirannya bagi klub namun tidak dengan Thohir. seringkali dia berada di Indonesia mengurus bisnisnya di saat klub sedang bertanding.

semoga manajemen Inter Milan segera berbenah. sedih melihat prestasi klub yang ngos-ngosan bersaing di Serie A bahkan melawan tim papan bawah pun, Inter kewalahan. 

16 12 16

December 15, 2016

Nagatomo, Persimpangan Kualitas dan Keuntungan Finansial

http://www.gettyimages.com/detail/news-photo/inter-milans-japanese-defender-yuto-nagatomo-reacts-during-news-photo/494101538#inter-milans-japanese-defender-yuto-nagatomo-reacts-during-the-serie-picture-id494101538
Saya merasa bangga melihat warga Asia masuk dalam jajaran Pemain Inter Milan apatahlagi sering dimainkan dan tidak sekedar penghuni bench. perasaan seperti itu mungkin sesuatu yang lumrah karena setidaknya menjadi penyemangat bahwa ada potensi warga Indonesia bersaing di kancah sepakbola Eropa.

Yuto Nagatomo yang berasal dari Jepang setidaknya menjadi bukti bahwa orang Asia bisa bersaing di dataran Eropa. postur tubuh yang terbilang mungil untuk ukuran pesepakbola tidak menjadi halangan berarti bagi Nagatomo untuk berkarir di Serie A. bahkan banyak pemain Indonesia yang posturnya lebih ideal daripada Nagatomo.

Bek kiri yang bermain di Inter Milan sejak 2011 juga tercatat sebagai salah satu pemain cerdas di luar lapangan. dia menyandang status sebagai Sarjana Ekonomi.

Yuto Nagatomo membawa berkah dari sisi finansial. keuntungan penjualan jersey Nagatomo termasuk yang tertinggi. Nagatomo seperti ladang emas untuk menambah pundi-pundi keuangan Inter Milan. apatahlagi pangsa pasar Asia.

terlepas dari fakta di atas dan kebanggaan saya terhadap Nagatomo sebagai pemain Asia yang bermain di Inter Milan namun saya menilai bahwa Nagatomo tidak terlalu membawa dampak signifikan bagi perkembangan klub. perannya di sisi kiri menurutku masih sangat sering bolong dan menjadi sasaran empuk bagi pemain sayap lawan yang dijadikan celah membobol gawang Handanovic.

Nagatomo hanya mengandalkan kecepatan tetapi pressingnya lemah dan tendangannya tidak bertenaga. meskipun sering menembus pertahanan lawan dari sisi sayap namun ketika hendak melakukan umpan lambung, bola hasil sepakan Nagatomo sering tidak tepat sasaran atau bahkan tidak menjangkau Striker yang sudah menunggu di depan gawang.

Menurutku, Nagatomo lebih menguntungkan dari sisi finansial daripada prestasi tim. namun demikian, Pelatih yang punya otoritas untuk menentukan siapa pemain yang cocok dalam skema yang diterapkan.

15 12 16

December 9, 2016

Reinkarnasi Serdadu Vietkong dalam Darah Pemain Timnas Vietnam

https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-taktik-perang-vietnam-yang-bikin-tentara-as-prancis-mundur.html

Jangan percaya begitu saja pada beberapa film produksi Hollywood tentang perang Vietnam yang seakan mengabarkan kepada dunia bahwa USA berhasil mengalahkan Tentara Vietkong saat perang Indocina. jangan terbuai pada kehebatan seorang Rambo yang divisualisasikan bisa melawan dan menghancurkan serdadu Vietkong dengan mudah dan membebaskan tentara USA yang disandera Tentara Vietkong. 

percayalah bahwa fakta tersebut hanya ada di dalam film karena pada berbagai sumber, USA mengalami kerugian yang sangaat besar pada pertempuran yang dimulai tahun 1955. fakta-fakta ini tidak pernah diceritakan secara gamblang dalam setiap film produksi Hollywood. mereka benar-benar seakan ingin mengabarkan kepada dunia bahwa USA dan koalisinya tidak pernah sekalipun kalah dalam setiap perang yang dilakoninya di masa lalu.

semangat juang para Serdadu Vietkong tidak benar-benar hilang sampai saat ini. mereka mengilhami semangat tak pantang menyerah dari tentara Vietkong. kalau tidak percaya, coba tengok semangat pantang menyerah dari pemain muda Vietnam saat melawan timnas Indonesia di pertandingan semifinal II AFF cup 2016.

http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/12/01/begini-kata-alfred-riedl-soal-kekuatan-skuad-vietnam

Siapa yang tidak berdecak kagum melihat timnas Vietnam yang tanpa menyerbu gawang Kurnia Mega. Pemain timnas Vietnam yang  notabene diisi pemain muda, tidak henti-hentinya memberikan tekanan di pertahanan Indonesia. benar-benar seperti strategi gerilya yang dilancarkan tentara Vietkong saat berperang melawan USA dan sekutunya.

Sesaat setelah kiper Tran Nguyen Manh diganjar kartu merah, tidak lantas membuat 10 pemain lainnya mengendur bahkan semangat mereka sepertinya berlipat. Pemain Indonesia bahu membahu menahan gempuran 10 pemain Vietnam. bahkan Vietnam mampu mencebloskan dua gol ke gawang Kurnia Mega dalam 10 menit terakhir di saat mereka main dengan jumlah 10 pemain, luar biasa.

Suporter Vietnam pun tidak kalah semangatnya dengan Para Pemain yang sedang berlaga. mereka memenuhi stadion dengan kostum merah menyala. tidak henti-hentinya memberi semangat dengan yel-yel yang sama sekali tidak kumengerti.

ciri khas Suporter Vietnam yaitu ketika timnya ketinggalan, mereka bungkam tanpa yel-yel namun di saat mencetak gol, riuhnya minta ampun. mereka benar-benar menancapkan semangat tentara Vietkong di dalam darah mereka. meski sedikit tercoreng akibat ulah oknum suporter yang melempari bus pemain timnas Indonesia sesaat setelah pertandingan usai.

Vietnam memang hampir sama seperti Indonesia, sama-sama menggilai speakbola dan negaranya bercorak agraris. mungkin 1 perbedaannya, Vietnam tidak pernah merepresi para Petaninya seperti Petani di Indonesia yang sering direpresi oleh Pemerintah melalui tangan aparat karena mempertahankan tanahnya yang diserobot perusahaan ataupun Negara.

9 12 16