February 14, 2017

Pendirian

Beberapa waktu lalu sesaat setelah pindah rumah, saya menyempatkan menyortir buku-buku yang menurutku tidak layak kupajang di meja dekat tv. List paling atas adalah buku karya Tere Liye yang satu persatu kusingkirkan dan kusumbangkan ke kakakku.

Penyebabnya karena beberapa waktu yang lalu,Tere Liye menihilkan andil kader PKI dalam perjuangan kemerdekaaan. entah Tere Liye memang tidak membaca secara komprehensif sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia ataukah mungkin saja dia sedang berusaha menghapus andil gerakan yang berhaluan komunis dari sejarah panjang bangsa Indonesia

Fokus saya tidak sedang membahas tentang motif Tere Liye namun lebih kepada sikap saya yang memboikot karyanya padahal hampir pasti semua seri buku karya Tere Liye sudah dibeli isteri saya.

saya harus mengakui bahwa ada beberapa buku Tere Liye yang layak untuk dibaca disaat rindu kampung atau sedang ingin memunculkan rasa sentimental atas kepingan-kepingan masa lalu. salah satu bukunya yang menurutku bagus adalah "Rembulan tenggelam di wajahMu." buku ini sedikit mengandung unsur sufistik di mana setiap potongan-potongan kisah yang dialami di dunia pada akhirnya terangkai pada sebuah cerita utuh.

meski pada akhirnya, saya menyadari bahwa membaca tiga sampai empat buku Tere Liye maka kita akan mengetahui buku karyanya yang belum dibaca. selalu ada kesamaan ketika dia bercerita panjang dalam setiap bukunya.

kesalahan saya berikutnya adalah seringkali pula ketika membeli buku, pertimbangan pertama mengacu pada asumsi umum bahwa buku tersebut dianggap keren dan digandrungi banyak orang padahal saya sendiri terkadang tidak menyukainya.

setidaknya saya harus membaca buku apa saja yang menurutku bermanfaat. lebih pada diri sendiri. toh jika saja memang saya menyukai novel tentang percintaan remaja maka kenapa tidak saya membaca.

14 2 17
Draft tulisan yang mengendap sudah terlalu lama

No comments: