January 7, 2017

Ibu Pulang Kampung

waktu serasa berlari terlalu cepat. seperti hanya kibasan angin yang tak meninggalkan kesan. sebulan yang lalu, saya menjemput Ibu di Bandara. tak terasa, sudah sebulan berlalu dan esok hari, Ibu akan pulang kampung.

Saya menikmati masa ketika Ibu di sini menemaniku. mencium tangan Ibu ketika hendak berangkat ke kantor dan melihat wajahnya ketika pulang kantor. tidur bersama Ibu di ruang tengah dan bercerita apa saja tentang kabar dari kampung. menyicil rindu pada kenangan masa lalu di setiap detail tubuhnya dan geraknya.

lalu kemudian waktu dengan teganya berlalu begitu saja dan membawa Ibu pulang kampung esok hari. inginku Ibu tetap di sini bersamaku namun saya juga kasihan melihat Ibu tidak bisa melakukan apa-apa di rumah. hidup Ibu ada di kampung, hatinya telah bersemayam indah pada suasana kampung, tentang kesibukannya mengurusi dagangan, menengok kebun dan bercengkerama dengan sanak saudara.

meski hanya sebulan, namun setidaknya dahaga rindu terhadap Ibu sedikit terobati, apalagi setiap malam sebelum memejamkan mata, saya bisa sepuasnya memandang wajahnya.

Ibu pulang kampung

ada kesamaan saya dengan Ibu ketika tidur. kami sama-sama tidak bisa memejamkan mata ketika masa ada cahaya yang memapar wajah kami. alhasil saya dan Ibu pasti mematikan semua lampu ketika hendak tidur.

ah, Ibu adalah salah satu sebab hidupku masih bergairah. melakukan banyak hal demi mereka yang membuat gairah hidupku meledak-ledak.
 
7 1 17

semoga saya punya banyak waktu untuk menengok Ibu kapan saja saya mau.

No comments: