Showing posts with label Khutbah Jum'at. Show all posts
Showing posts with label Khutbah Jum'at. Show all posts

January 20, 2017

Khutbah Jum'at

Pernah saya berniat rutin menuliskan kembali ceramah Jum'at. sekedar mengisi blog dan merawat ilmu yang disampaikan oleh para Khatib di setiap hari Jum'at, namun saya lupa tepatnya kapan niat saya tersebut terhenti. isi ceramah Jum'at yang membuatku malas untuk mewujudkan niatku bahkan terkadang saat khutbah Jum'at, saya memilih untuk menunduk dan menahan kepalaku dengan tangan kemudian mulai merapatkan mata. 

saya tidak kuat mendengar khutbah yang dipenuhi caci maki dan teriakan mengajak untuk membenci umat lain. khutbah seperti itu sangat sering bahkan hampir kudengar setiap Jum'at di Masjid yang berbeda. benar-benar membuatku menutup telinga untuk menghalau satu katapun kebencian yang merasuki kepalaku. bahkan serasa seperti hanya menyanggupi syarat sah shalat Jum'at ketika saya memilih untuk duduk menunggu shalat jum'at.

kali ini, meskipun khutbahnya termasuk lama namun tak sedikit pun mataku terpejam. saya menikmati tuturan lugas dari Khatib yang membahas hakekat Fisabilillah yang berbeda dari pemaparan Khatib pada umumnya. beliau tidak mempertentangkan antara Ibadah Mahdhah dan Ghaira Mahdhah. penjelasan yang runut dan mengajak jamaah untuk memahami secara komprehensif hal tersebut di atas.

beliau mengajak kita untuk bekerja keras dengan niat karena Allah untuk menjaga kehormatan kita. beliau menganjurkan jangan sesekali memiliki mentalitas peminta-minta. bekerja pada hakekatnya adalah berjuang Fisabilillah ketika diniatkan untuk mencari nafkah karena Allah, meniatkan untuk memberi hasil keringat kepada orang tua, kepada anak isteri yang menjadi tanggungan dan menafkahi diri sendiri untuk menjaga kehormatan diri.

Khatib kemudian menceritakan sebuah kisah tentang seorang Pengemis yang datang ke Rasulullah. pengemis tersebut hanya mempunyai tikar yang sudah terbakar dan sebuah cangkir. Rasulullah kemudian melelang dua barang milik pengemis tersebut. hasil penjualannya senilai 2 dirham sebagian diserahkan ke Pengemis tersebut untuk dibelikan makanan kepada keluarganya dan sisanya dibelikan sebuah kapak.

kapak tersebut diserahkan ke Pengemis kemudian Rasulullah menyuruhnya untuk mencari kayu di hutan dan dijual di Pasar. Pengemis tersebut tidak boleh menemui Rasulullah dalam rentang waktu 15 hari. pada hari yang telah ditentukan, Pengemis tersebut datang ke Rasulullah dan menyampaikan bahwa sekarang dia sudah punya 10 dirham.

Khutbah seperti itu benar-benar sudah langka ditemui pada masa sekarang. mayoritas Khatib meneriakkan takbir pada saat khutbah dan menebar kebencian. mereka yang menebar benih kebencian selalu merasa bahwa umat lain sedang membangun grand design untuk menghancurkan Islam. 

pada akhirnya, saya kembali menemukan kesejukan dalam sebuah khutbah Jum'at.

20 1 16