Showing posts with label Inter Milan. Show all posts
Showing posts with label Inter Milan. Show all posts

February 19, 2017

Andrea Ranocchia, Mencari diri di Iiga Inggris

http://www.andrearanocchia.com/2014/04/08/visita-in-sede/
Saya pernah menulis tentang para Pemain Inter Milan yang pantas untuk dijual dan Ranocchia adalah Pemain yang saya tempatkan berada di urutan pertama. alasan saya karena sejak bergabung dengan Nerazurri, dia tidak pernah benar-benar mampu menarik perhatian saya malahan dia sering melakukan blunder yang berujung kekalahan. postur tubuh yang mumpuni untuk menjadi seorang palang pintu ternyata tidak mampu dimanfaatkan dengan baik.

keinginan saya melihat Ranocchia untuk keluar dari pintu Inter Milan akhirnya terwujud. dia dipinang oleh salah satu klub Liga inggris, Hull City. penampilan perdananya membawa hoki ketika mengalahkan Liverpool dan ikut menyumbangkan satu assist, namun hal tersebut belum jua membuatku terkesan.

keputusannya untuk pindah ke Liga Inggris benar-benar di luar dugaanku. bagaimana tidak, Liga Inggris yang sejak dulu dikenal sebagai Liga yang mengandalkan kecepatan sangat berbanding terbalik dengan apa yang diperlihatkan oleh Ranocchia selama berbaju Nerazurri. dia selalu keteteran meladeni seorang striker yang mempunyai kecepatan di atas rata-rata.

Meski berstatus pemain pinjaman, saya berharap bahwa Ranocchia akan dipermanenkan oleh Hull City karena penampilannya selama berada di klub tersebut terbilang lumayan. mungkin saja Ranocchia adalah pemain yang potensial namun tidak cocok dengan pola permainan Inter Milan.

Semoga saja betah di Liga Premier bersama Hull City, Om Rano. cayoooo!!!!

Februari 2017

December 29, 2016

Pemain yang harus dijual oleh Inter Milan

http://www.soccerticketsonline.com/inter-milan-tickets/

Seretnya prestasi Inter Milan di paruh musim 16/17 sama sekali diluar ekspektasi. barisan pemain kelas atas mengisi line up klub di musim ini namun hasil tidak sesuai dengan harapan. Inter bahkan berada di bawah Atalanta.

Inter belum jua menunjukkan perbaikan di awal musim 2016/17. masih angin-anginan di beberapa pertandingan yang dilakoni. belum mampu menemukan racikan yang pas untuk bersaing di papan atas klasmen serie A. sampai pekan ke-18, Inter masih ketetaran di posisi 7.

Kegagalan paling menyakitkan dialami Inter di Liga Eropa. Mereka gagal lolos dari babak penyisihan setelah dua kali dikalahkan oleh klub dari Israel, Hapoel Be'er Sheva. Inter Milan benar-benar menunjukkan performa di bawah titik nadir kejayaan. pasca menjadi jawara Eropa bahkan dunia di tahun 2010, Inter mulai ngos-ngosan di semua kompetisi yang diikuti.

Kegagalan di Liga Eropa membuat Inter harus membenahi skuad supaya tidak terlalu gemuk. jalan satu-satunya adalah meminjamkan beberapa pemain yang tidak terlalu signifikan pengaruhnya atau bahkan menjualnya secara permanen.

Inilah beberapa pemain yang seharusnya direshuffle dari komposisi skuad Inter Milan :
  •  Andre Ranocchia
Sempat menjabat sebagai kapten dan diproyeksikan menjadi pemimpin di tubuh Inter semenjak ditinggal I Capitano, Ranocchia malah bermain jauh dari harapan. penampilannya seringkali membawa malapetaka karena blunder yang memalukan dan seringnya keteteran ketika membendung serangan striker lawan yang memiliki kecepatan di atas rata-rata.

Sebagai seorang pemain berkewarganegaraan Italia, saya sempat menaruh harapan kepadanya sebagai suksesor Materazzi yang mampu meraih seabrek prestasi di Inter Milan maupun timnas Italia. doi sebenarnya punya potensi menyamai prestasi Materazzi dengan berpostur tubuh tidak jauh beda namun ternyata visi bermain sebagai pemain belakang yang membedakannya. tidak hanya lugas menjaga pertahanan, Materazzi juga rajin menyumbang pundi-pundi gol.

sempat dipinjamkan ke Sampdoria paruh kedua musim lalu, kini kembali ke Inter namun permainannya sama sekali tidak meningkat, masih sangat jauh dari harapan. inilah alasan utama saya menempatkannya di daftar urutan pertama pemain yang harus dijual permanen di jendela transfer kedua.
  • Yuto Nagatomo
menempati posisi sebagai bek kiri dan punya kecepatan yang mumpuni membuat Nagatomo masih dipercaya berada di skuad Inter Milan, namun saya pribadi menilai bahwa Nagatomo memiliki kekurangan yang fundamental yang membuatnya layak dijual secara permanen oleh Inter Milan. 

kemampuan membaca permainan lawan yang kurang, ketenangan dalam menguasai bola dan umpan yang tidak bertenaga dan sering tidak menjangkau sasaran membuat saya menempatkannya di urutan kedua pemain yang harus didepak secara permanen.
  • Felipe melo
Melo yang memiliki postur tubuh yang kekar sebenarnya sudah sangat mendukung sebagai pra syarat seorang gelandang bertahan yang mempunyai peran utama mematahkan serangan lawan sebelum memasuki jantung pertahanan, namun permainan yang terlalu keras menjurus kasar dan visi menyerang yang tidak terlalu baik menjadi nilai minus dan harus dijual segera.

Melo memiliki type permainan seperti De Jong yang hanya berpikir bagaimana merebut bola dari kaki lawan bagaimanapun caranya. sangat berbeda jauh dari pemain jangkar seperti Patrick Viera yang pawai merebut bola dari kaki lawan, penguasaan bola yang baik dan memikirkan kapan dan bagaimana bola dialirkan ke striker yang nantinya dikonversi menjadi gol.

kedatangan Joao Mario menurutku sudah cukup sebagai alasan untuk menjual Melo. meski posisi mereka tidak persis sama namun Mario bisa mengambil peran Melo.
  • Geoffrey Kondogbia
Kondogbia sama sekali belum membuktikan bahwa dia layak dibeli dengan harga mahal. permainannya masih sangat jauh dari harapan. seringkali salah mengumpan, kerap kehilangan bola dan visi bermain yang kurang membuat dirinya belum layak mengisi skuad Inter Milan untuk saat ini.

salah satu nilai plus karena dia masih sangat muda. tahun depan, Kondogbia baru akan memasuki umur 24 tahun dan menurutku, dia masih punya banyak waktu untuk memperbaiki permainannya. untuk saat ini, Inter hanya perlu meminjamkannya ke klub lain demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. kekhawatirannya jika doi dijual permanen, suatu saat dia akan mencapai level permainan seperti yang diharapkan.
  • Jonathan Biabiany
hanya mengandalkan kecepatan menurutku tidak cukup sebagai alasan bagi Inter untuk mempertahankannya. sempat beberapa kali dipinjamkan ke klub lain sebelum kembali ke Inter tahun lalu namun permainannya tidak pernah mencapai level yang menjanjikan.

Biabiany sepertinya hanya mengandalkan kecepatan menyisir pinggir lapangan namun dribel yang payah dan stamina yang hanya cukup untuk bermain satu babak. kehadiran Candreva seharusnya sudah menjadi alasan rasional bagi Inter untuk menjualnya secara permanen. toh Inter memiliki kelebihan stok pemain setelah gagal di Liga Eropa.
  • Rodrigo Palacio
sudah memasuki umur senja bagi ukuran pemain profesional yang bermain di level liga Serie A, Inter Milan seharusnya sudah harus memikirkan melego Palacio. kontribusi pemain dengan ciri khas kuncir ini pun tidak terlalu signifikan sejak bergabung 4 tahun yang lalu.

Palacio sepertinya berada pada persimpangan antara striker murni dan penyerang lubang namun menurutku, ketika ditempatkan di kedua posisi tersebut, Palacio terlalu nanggung dalam menjalankan perannya. dia tidak terlalu baik sebagai seorang striker murni karena posiotioning yang tidak terlalu mumpuni dan finishing yang masih jauh dari harapan. Palacio pun tidak terlalu baik sebagai penyuplai bola. seringkali kalah dalam perebutan bola.
  • Stevan Jovetic
Saya masih ragu menempatkan Jovetic dalam daftar pemain yang harus dijual. naluri mencetak gol yang tinggi rasanya menjadi pertimbangan, apatahlagi kemampuan olah bolanya yang mumpuni.

namun dengan sangat terpaksa, Jovetic harus dijual demi memaksimalkan peran Eder dan menjajal kemampuan Gabriel Barbosa. ketakutan terbesar saya adalah Barbosa dijual terlalu cepat sedangkan dia belum diberikan menit bermain yang cukup untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pemain muda yang potensial. apatahlagi dalam beberapa kesempatan, agennya sudah mulai berkoar-koar tentang peluang Barbosa minggat dari skuad Inter Milan. penjualan Jovetic mungkin menjadi pertimbangan bagi Barbosa untuk lebih bersabar tinggal di Giueseppe Meazza.

Forza Inter
29 12 16

December 16, 2016

Anomali Inter Milan di Paruh Musim 2016/17

http://www.worldfootball.net/teams/inter/2017/2/
Siapa yang tidak optimis melihat skuad Inter Milan menjelang kick off Serie A 2016/17?

deretan Pemain berlabel bintang mendarat di Guiseppe Meazza. kualitas tim musim ini jelas lebih menterang dibanding musim lalu yang hanya diisi oleh beberapa pemain senior dikombinasikan dengan pemain muda. tengok saja, ada Joao Mario yang baru saja menjuarai Piala Eropa. ada Ever Banega yang datang dari Sevilla dengan free transfer dan baru saja menjuarai Liga Eropa. winger Italia yang sebelumnya bermain di Lazio dan deretan pemain bintang lainnya yang tidak perlu lagi diragukan kemampuan olah bolanya.

kekacauan mulai terjadi di tubuh internal klub dua minggu sebelum kick off Seria A dimulai. Roberto Mancini yang notabene sebagai otak dari kerangka tim yang sudah terbentuk, tiba-tiba saja diganti oleh Frank De Boer, juru taktik yang berasal dari belanda yang sama sekali belum memiliki pengalaman melatih di Serie A.

masih banyak yang percaya bahwa Inter Milan akan tetap mampu bersaing mengejar Scudetto meski mengalami pergantian pelatih menjelang liga dimulai. mereka beranggapan bahwa toh kualitas pemain Inter Milan bisa menyesuaikan dengan skema Frank.

pemikiran seperti itu terlalu naif menurutku. sepakbola profesional bukan semata kualitas pemain. tidak seperti pertandingan tarkam yang hanya mengandalkan kualitas individu, sepakbola profesional apatahlagi dalam tataran Eropa, maka kita berbicara tentang sebuah manajemen, perencanaan dan semua tetek bengek yang terkait dengan klub.

seorang pemain yang jago sekalipun bisa saja tidak bisa berbuat apa-apa ketika pelatih tidak mampu menempatkannya pada posisi baik dan dalam skema sesuai dengan skill sang pemain.

tengoklah bagaimana alex Ferguson memimpin Manchester United dalam periode 1986–2013. dia sama sekali tidak terpaku kepada seorang pemain bahkan jika seorang bintang pun dirasa berseberangan dengan rencananya maka konsekuensinya, sang pemain akan disingkirkin. contoh nyata David Bechkam yang harus hijrah ke Real Madrid di saat performanya sedang berada di puncak.

kenyataan tersebut di atas menggambarkan bahwa pergantian pelatih Inter Milan 2 minggu sebelum liga dimulai jelas berdampak buruk bagi prestasi tim. kerangka tim yang sudah terbentuk adalah hasil olah pikir Mancini yang kemudian harus diarsiteki oleh Frank. apatahlagi kita ketahui bahwa setiap pelatih memiliki cara pandang dan skema yang berbeda.

benar saja, Frank terbukti gagal mempertankan dirinya sebagai kepala tim di Inter Milan karena kekalahan demi kekalahan yang dialami di awal musim. kegagalan paling memilukan diderita Inter Milan di Liga Eropa. mereka harus tersingkir dari babak penyisihan padahal klub yang berada satu group jelas lebih bawah kualitasnya.

Inter Milan sekarang diarsiteki oleh Pioli. pelatih yang notabene tidak termasuk sebagai pelatih papan atas. di awal kepemimpinannya, dia sudah membawa Inter Milan menaklukkan Fiorentina namun digebuk Napoli dengan 3 gol tanpa balas. masih tersisa harapan bagi Pioli untuk membawa Inter kembali ke jalur yang benar.

Anomali yang terjadi di tubuh Inter sampai saat ini jelas menimbulkan banyak analisa. banyak yang beranggapan bahwa manajemen Inter Milan adalah penyebab seretnya prestasi klub. logikanya, bagaimana mungkin klub sebesar Inter Milan memilih Presiden yang berasal dari Indonesia, bahkan tidak meluangkan sepenuh waktunya untuk memimpin Inter dari dekat karena harus bolak balik ke Indonesia apatahlagi pemilik Inter sudah diakuisisi oleh Pengusaha China. posisi vital ditempati oleh orang yang tidak selalu dekat dengan klub.

Inter Milan dibawah kepemimpinan Erick Thohir sangat berbeda jauh saat Moratti masih mendaku dirinya sebagai presiden klub. Morattti selalu ada dan menyerahkan sepenuhnya hati dan pikirannya bagi klub namun tidak dengan Thohir. seringkali dia berada di Indonesia mengurus bisnisnya di saat klub sedang bertanding.

semoga manajemen Inter Milan segera berbenah. sedih melihat prestasi klub yang ngos-ngosan bersaing di Serie A bahkan melawan tim papan bawah pun, Inter kewalahan. 

16 12 16

December 15, 2016

Nagatomo, Persimpangan Kualitas dan Keuntungan Finansial

http://www.gettyimages.com/detail/news-photo/inter-milans-japanese-defender-yuto-nagatomo-reacts-during-news-photo/494101538#inter-milans-japanese-defender-yuto-nagatomo-reacts-during-the-serie-picture-id494101538
Saya merasa bangga melihat warga Asia masuk dalam jajaran Pemain Inter Milan apatahlagi sering dimainkan dan tidak sekedar penghuni bench. perasaan seperti itu mungkin sesuatu yang lumrah karena setidaknya menjadi penyemangat bahwa ada potensi warga Indonesia bersaing di kancah sepakbola Eropa.

Yuto Nagatomo yang berasal dari Jepang setidaknya menjadi bukti bahwa orang Asia bisa bersaing di dataran Eropa. postur tubuh yang terbilang mungil untuk ukuran pesepakbola tidak menjadi halangan berarti bagi Nagatomo untuk berkarir di Serie A. bahkan banyak pemain Indonesia yang posturnya lebih ideal daripada Nagatomo.

Bek kiri yang bermain di Inter Milan sejak 2011 juga tercatat sebagai salah satu pemain cerdas di luar lapangan. dia menyandang status sebagai Sarjana Ekonomi.

Yuto Nagatomo membawa berkah dari sisi finansial. keuntungan penjualan jersey Nagatomo termasuk yang tertinggi. Nagatomo seperti ladang emas untuk menambah pundi-pundi keuangan Inter Milan. apatahlagi pangsa pasar Asia.

terlepas dari fakta di atas dan kebanggaan saya terhadap Nagatomo sebagai pemain Asia yang bermain di Inter Milan namun saya menilai bahwa Nagatomo tidak terlalu membawa dampak signifikan bagi perkembangan klub. perannya di sisi kiri menurutku masih sangat sering bolong dan menjadi sasaran empuk bagi pemain sayap lawan yang dijadikan celah membobol gawang Handanovic.

Nagatomo hanya mengandalkan kecepatan tetapi pressingnya lemah dan tendangannya tidak bertenaga. meskipun sering menembus pertahanan lawan dari sisi sayap namun ketika hendak melakukan umpan lambung, bola hasil sepakan Nagatomo sering tidak tepat sasaran atau bahkan tidak menjangkau Striker yang sudah menunggu di depan gawang.

Menurutku, Nagatomo lebih menguntungkan dari sisi finansial daripada prestasi tim. namun demikian, Pelatih yang punya otoritas untuk menentukan siapa pemain yang cocok dalam skema yang diterapkan.

15 12 16

December 8, 2016

Kondogbia, harapan yang hampir sirna

http://www.desktopimages.org/wallpaper/122229/geoffrey-kondogbia-2015-fc-internazionale-milano-wallpaper

Satu hal yang terbersit dalam benakku ketika pertama kali membaca berita bahwa Geoffrey Kondogbia sudah deal pindah ke Inter Milan dari As Monaco di tahun 2015 adalah dia akan menjadi suksesor Patrick Viera. postur tubuh yang menjulang benar-benar mengingatkan akan sosok Viera sebagai jenderal lapangan dengan penguasaan bola yang sangat baik, bahkan mereka berasal dari negara yang sama.

Proses transfer Kondogbia ramai karena nilai jual yang mahal dan banyak klub yang menginginkannya. salah satu klub yang paling ngotot menggunakan jasa Kondogbia adalah klub tetangga, AC Milan. sesaat setelah memenangkan transfer Kondogbia, Inter Milan seakan menang dalam pertandingan derby Milano. harapan besar pun dibebankan di  pundak Kondogbia untuk mengangkat prestasi Inter Milan yang seret akan prestasi pasca memenangkan treble winner di tahun 2010.
Interisti menaruh harapan pada Kondogbia dengan membandingkan keberhasilan Pogba di Juventus mengingat keduanya adalah rekan sejawat di timnas Prancis. menurut saya, harapan yang dibebankan kepadanya terlalu berat bagi seorang Kondogbia mengingat umurnya yang masih muda dan sama sekali belum memiliki pengalaman bermain di Serie A.

Kisaran harga 35 juta Euro yang digelontorkan Inter Milan untuk mendaratkan Kondogbia ke Giuseppe Meazza seakan sia-sia setelah satu setengah musim berjalan, sang Pemain tidak menampakkan tanda-tanda sebagai pemain penting dalam tim bahkan sampai pekan 15 musin 2016/17, Kondogbia lebih sering mengakrabi bangku cadangan.

kekhawatiran berikutnya saat melihat penampilan Kondogbia adalah kemungkinan dia akan masuk dalam daftar transfer gagal Inter Milan. sejarah mencatat bahwa seringkali Inter Milan melakukan transfer gagal. seorang Pemain dibeli dengan harga tinggi namun ekspektasi jauh dari harapan. faktor ketidakcocokan dengan gaya bermain mungkin menjadi alasan utama. meski permasalah seputar transfer yang gagal sudah hal yang jamak terjadi di dunia sepakbola namun tetap saja menyayangkan jika hal tersebut terjadi pada seorang Kondogbia yang sudah dibeli dengan harga yang mahal namun tidak menghasilkan apa-apa.

satu hal lagi yang saya khawatirkan ketika Kondogbia sudah dilego ke klub lain namun ternyata dia berubah menjadi pemain hebat. hal seperti ini sudah sering dialami oleh Inter Milan. tengok saja penjualan Coutinho ke Liverpool yang sampai sekarang menjadi penyesalan yang sangat mendalam bagi semua elemen klub mengingat Countinho menjadi pilar penting di Liverpool. contoh lainnya mungkin andrea Pirlo yang dijual ke AC Milan. sederet pemain lain pun pernah mengalami hal yang sama di Inter Milan.

sangat rumit bagi Inter Milan menyikapi persoalan Kondogbia yang tak kunjung membaik penampilannya. di satu sisi, kekhawatiran seperti yang saya tuliskan di atas selalu menghantui namun di sisi yang lain, ketika Kondogbia tetap berada di dalam tim namun hanya menghuni bangku cadangan, maka kerugian besar bagi klub mengingat gaji sang pemain sangat tinggi. Inter harus membayar 4,5 juta euro per musimnya ke rekening Kondogbia. gaji tersebut tertinggi di antara pemain lain.

solusi paling realistis saat ini adalah meminjamkan Kondogbia ke klub lain untuk mengasah kemampuannya. menjual secara permanen pun bukan solusi yang terbaik mengingat umurnya yang baru akan memasuki 24 tahun pada februari 2017.

atau mungkin saja kita para interisti harus memasukkannya ke dalam daftar pemain yang gagal di Inter Milan.

8 12 16

December 6, 2016

Mauro, Pemuda yang sedang mencari jati diri


http://mulpix.com/instagram/digitalart_seriea.html


Ditakdirkan menjadi seorang Interisti di saat seperti sekarang memang butuh kesabaran tingkat dewa. penampilan yang angin-anginan dengan materi pemain yang mumpuni semakin menyesakkan dada. bayangkan saja, di Liga Eropa, Inter Milan sudah mengepak koper pulang kampung ketika turnamen masih menyisakkan 2 pertandingan.

coba tengok para pesaing Inter Milan di Liga Eropa yang berada satu group. ada Hapoel Be'er Sheva, Southampton dan Sparta Prague. untuk ukuran kualitas pemain dan nilai jual para pemain, jelas Inter Milan di atas tiga klub tersebut. namun seperti yang diketahui, Inter Milan tergopoh-gopoh menjalani pertandingan di Liga Eropa bahkan Inter Milan dikalahkan dua kali oleh Hapoel Be'er Sheva. 

Begitu memilukan perjalanan Inter Milan dari awal musim sampai 2016/17 sampai akhir tahun ini. tetapi saya tidak akan membahas Inter Milan secara keseluruhan kali ini. saya lebih tertarik menulis tentang sang bomber yang sedang on fire, Mauro Emanuel Icardi Rivero.

Seperti layaknya mayoritas Pemuda Argentina, Mauro dianugerahi talenta yang luar biasa dalam mengolah si kulit bundar. memilih menjadi seorang Striker adalah pilihan yang tepat bagi Mauro, badan yang tegap dengan tinggi badan 1,81 meter membuatnya lebih kuat dalam perebutan bola. tembakan kaki dengan akurasi yang sangat baik dan juga kemampuan heading di atas rata-rata. total 12 gol dari 15 pertandingan menahbiskan seorang Mauro sebagai top skor sementara serie A bersama Edin Dzeko.

meski kemampuan dribel yang tidak terlalu menonjol namun finishing di depan gawang lawan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. di umur yang masih terhitung muda, Mauro sudah membuktikan sebagai kandidat striker masa depan. mungkin Mauro tidak seperti Aguero yang bisa melewati beberapa pemain bertahan sebelum mencebloskan bola ataupun bahkan jauh dari tipe seorang Messi yang bisa meliuk-liuk dari tengah lapangan ke depan gawang lawan. Mauro nampaknya lebih mirip striker Argentina lainnya seperti Crespo, Julio Cruz ataupun Higuain.

Ukuran mencetak gol, Mauro sudah tidak diragukan lagi. akademi La Masia membuatnya lebih matang dalam mengolah si kulit bundar.

sayangnya, kehidupan pribadi Mauro menjadi polemik. pernikahannya dengan seorang perempuan menjadi cerita yang tidak mengenakkan karena dia dianggap merebut isteri orang lain, apatahlagi orang tersebut adalah seniornya dari negara yang sama.

saya sebenarnya fans yang tidak terlalu peduli dengan kehidupan pribadi seorang pemain sepanjang tidak mempengaruhi penampilannya di atas lapangan hijau, toh Mauro tetap produktif dalam mencetak gol. namun masalah muncul ketika sang Isteri, Wanda Nara menjadi agen Mauro. seluk beluk masalah Mauro dengan klub menjadi tanggung jawab si isteri termasuk negoisasi kontrak dan perihal transfer.

"Mauro akan sangat sedih meninggalkan Inter, tapi kami memahami situasi ekonomi klub dan mereka tidak bisa mempertahankan Icardi. Tidak ada klausul pelepasan di kontraknya. Kami berharap Inter tidak meminta jumlah yang di luar nila pasar, melainkan cocok untuk kontraknya," tegas Nara."

Seandainya saja  Wanda lebih profesional saat bertindak lebih baik sebagai agen Mauro, mungkin tidak ada yang mempersoalkannya namun kenyataannya, dia terlalu gegabah dalam berbicara bahkan untuk hal yang belum pasti apatahlagi ditengarai bahwa Wanda sepertinya menjalankan trik tentang kepindahan Mauro supaya pihak klub mau menaikkan gaji sang Pemain.

polemik tersebut secara tidak langsung mempengaruhi psikologi elemen klub termasuk fans.Wanda dianggap terlalu materialistis. dia seharusnya menyadari bahwa Mauro sama sekali belum memberikan satu gelar pun kepada klub meskipun tanpa menafikan produktivitasnya sebagai striker.

Masalah kedua mungkin kecerobohan Mauro menulis dalam biografinya, Mauro pun menjelaskan bahwa dirinya siap menghadapi Curva Nord satu lawan satu. “Berapa jumlah mereka? 50?100? 200? OK. Saya tidak takut. Saya akan bawa 100 penjahat dari Argentina yang akan membunuh mereka di mana pun mereka bersembunyi. Camkan ini!”

Mauro memang terlalu berani berkonfrontasi dengan fans apatahlagi Curva Nord meski saya sendiri menganggap bahwa hal tersebut karena Mauro masih terbilang mudah dan dalam setiap tindakannya terkadang mengikuti emosi. saya meyakini bahwa seandainya saja Mauro bisa menghadirkan banyak gelar di lemari Inter Milan, permasalahan tersebut akan dianggap masa lalu.

satu hal lagi, Mauro terlalu cepat menulis biografinya di saat karirnya sebagai seorang pemain sepakbola baru saja memasuki babak awal. terlalu prematur menurutku.

terlepas dari semua itu, Mauro tetap menjadi amunisi paling diharapkan oleh Inter Milan mengingat torehan golnya yang tidak pernah berhenti.

Semangat bung Mauro. buktikan bahwa kau bisa menjadi suksesor Bung Javier Zanetti meski tidak akan pernah bisa menggantikannya dalam semua hal.

06 12 16