Sampai saat ini, saya sudah pernah bekerja di tiga Perusahaan. dari ketiga tempatku bekerja, saya berkesimpulan bahwa setiap kerja punya tanggung jawab masing-masing. hal yang paling menggelikan menurutku adalah menjumpai para pekerja yang selalu tidak puas atas setiap pencapaiannya atau bahkan selalu merasa cukup atas pendapatan yang diterima.
tidak, sama sekali tidak ingin mengamini Perusahaan-Perusahaan yang memeras keringat pekerja terutama buruh Pabrik yang dikebiri haknya. saya hanya ingin berbicara tentang Karyawan kantoran yang sedang menapaki jalan menjadi kelas menengah yang selalu mengeluh namun tetap saja berada dalam bayang-bayang kekuasaan Perusahaannya dimana mereka sebenarnya punya pilihan lain jika tidak sepakat sama peraturan sebuah Perusahaan.
Mereka atau bahkan mungkin saya, tidak puas atas gaji yang diterima sedangkan pada dasarnya kita sudah sadar bahwa memilih menjadi Karyawan berarti siap atas konsekuensi dari Peraturan Perusahaan yang mengikat dan pendapatan yang flat. maka sangat absurd ketika pada perjalanannya, Para serdadu Perusahaan mulai menggugat kesepakatan awal.
Karyawan yang selalu merasa sudah berjasa sekaligus merasa bahwa apresiasi dari Perusahaan tidak sebanding dengan karyanya maka mereka akan memilih resign atau jika mereka tidak berani mengambil resiko maka pelariannya hanya mengomel di kantor dan menggugat perusahaan.
Saya bukan sok idealis namun saya juga menyadari bahwa pilihan menjadi seorang Karyawan otomatis akan berkorelasi dengan aturan yang mengikat, jika sudah tidak sepakat dengan aturan tersebut maka resign adalah cara yang paling efektif.
pilihan pindah kerja dengan alasan tidak puas atas apresiasi Perusahaan menurutku sangat absurd karena pada intinya, semua perusahaan punya aturan dan saya yakin, karakter karyawan yang pindah perusahaan dengan alasan tidak puas dengan gaji ataupun suasana kantor pada akhirnya akan mengalami hal yang sama di perusahaan lain.
sampai saat ini, saya masih menyakini pilihanku bahwa saya hanya akan pindah perusahaan jika menyangkut hal prinsipil. jika perusahaan sudah berseberangan dengan prinsip yang kuanut maka waktunya mencari tempat yang baru. saya tidak pernah punya rencana pindah perusahaan hanya karena tidak suka suasana kantor ataupun hal-hal kecil yang berada di lingkungan kerja karena menurutku, hal seperti itu ada pada semua Perusahaan.
7 2 17
Saya bukan sok idealis namun saya juga menyadari bahwa pilihan menjadi seorang Karyawan otomatis akan berkorelasi dengan aturan yang mengikat, jika sudah tidak sepakat dengan aturan tersebut maka resign adalah cara yang paling efektif.
pilihan pindah kerja dengan alasan tidak puas atas apresiasi Perusahaan menurutku sangat absurd karena pada intinya, semua perusahaan punya aturan dan saya yakin, karakter karyawan yang pindah perusahaan dengan alasan tidak puas dengan gaji ataupun suasana kantor pada akhirnya akan mengalami hal yang sama di perusahaan lain.
sampai saat ini, saya masih menyakini pilihanku bahwa saya hanya akan pindah perusahaan jika menyangkut hal prinsipil. jika perusahaan sudah berseberangan dengan prinsip yang kuanut maka waktunya mencari tempat yang baru. saya tidak pernah punya rencana pindah perusahaan hanya karena tidak suka suasana kantor ataupun hal-hal kecil yang berada di lingkungan kerja karena menurutku, hal seperti itu ada pada semua Perusahaan.
7 2 17