March 3, 2017

# OTS 3

Pekerjaan ini benar-benar membawaku melancong ke sudut Negeri ini. tanpa harus mengeluarkan sepersen dana pun, saya sudah menginjakkan kaki di beberapa tempat dimana seringkali orang lain harus mengumpulkan dana untuk sampai di sana.

bulan kedua tahun ini, saya kembali menjejak langkah di sebuah pulau yang dikenal sebagai tujuan para Turis.menikmati cuaca yang menyengat dan dinamika kehidupan yang lebih variatif. orang-orang yang dengan tampilan nyentrik tanpa harus terganggu pandangan orang lain.

Matahari mulai menanjak ketika Pesawat yang saya tumpangi akan mendarat di Bandara kota ini. saya menjumpai pemandangan yang indah ketika memandangi hamparan laut dari atas Pesawat. Bandara kota ini tepat berada dipinggir laut.

saya menumpang taxi ke arah bilangan ibu kota. sopirnya banyak bercerita tentang kota ini dan segala dinamikanya. saya menenjumpai suasana kota di jawa dari cara berbicara si sopir. ada kesamaan ntonasi suara penduduk kota ini dengan orang-orang di jawa. satu hal yang membuatku kikuk adalah sewa taxi yang menurutku terlalu mahal untuk ukuran jarak dari bandara ke kota apatahlagi taxi tersebut tidak menggunakan argo.

lima hari di kota ini membuatku bisa merasakan atmosfer kota dan penduduknya yang terlampau sangat berbeda dengan kultur di kampung halamanku. kota ini penuh dengan bau dupa setiap pagi. kota yang menurutku tidak terlalu terburu-buru seperti Jakarta.

untuk ukuran makanan, saya harus bisa memilah makanan yang saya konsumsi karena kota ini melegalkan segala macam makanan yang menurut keyakinan yang kuanut haram untuk dikonsumsi. terlalu mudah menemukan babi guling ataupun warung lain yang menyediakan aneka masakan dari daging babi.

Saya mengunjungi beberapa spot wisata yang selama ini hanya bisa kulihat dan kubaca di media. kawasan wisata di kota ini dipenuhi oleh turis asing bahkan seakan orang asli di kota ini yang menjadi minoritas. kesenjangan antara pendatang dan penduduk asli.

pantai di kota ini memang indah. air laut yang bening dan pasir yang terhampar sepanjang bibir pantai. satu hal yang paling penting adalah pengunjung sangat sadar akan pentingnya untuk membuang sampah di tempatnya sehingga sangat jarang melihat sampah berserakan.

keberadaan saya di kota ini bertepatan dengan cuaca yang amat sangat menyengat. seperti membakar tubuh dan melululantahkan ubun-ubun. 

Saya beranjak pergi dari kota ini jumat sore tepat saat Matahari menuju peraduannya. bahkan saya menyaksikan pemandangan yang sangat indah di ruang tunggu bandara. amat sangat jelas melihat sang Mentari perlahan-lahan menghilang dari pandangan mata. Matahari yang berbalik arah tepat di seberang lautan sehingga memandangi sunset dilatari hamparan laut, indah.

semoga suatu saat kembali ke kota ini berlibur bersama keluarga
Pulau Dewata

3 3 17

No comments: