Aku merindumu gadis yang
sedang di kota hujan. Aku merindumu dalam setiap waktu yang kujalani
Rindu yang mungkin belum
pada waktunya, rindu yang semestinya kusimpan dalam hati dan kusampaikan ketika
waktunya sudah datang
Engkau yang sedang menjani
hidupmu dalam perjalanan yang menuntutmu untuk terus belajar
Namun tak dinanya, aku
tetap merindu kebersamaan kita
Kersamaan di warung kuning
dekat masjid itu
Kebersamaan di indomaret
sambil bersenda gurau
Kebersamaan di setiap
perjalanan macetnya kota ini
Aku selalu saja merindumu
meski kutahu aku seharusnya menyimpan rinduku untukmu suatu waktu
Rindu akan manjamu tentang
semua hal
Tentang senja dikala aku
memapakmu
Dikala akhir pekan disaat
menemanimu di pasar belakang kokas
Ah, tentang semua kenangan
di kota ini
Cilandak, 26’5’14

No comments:
Post a Comment