May 16, 2014

CERITA DALAM JALANAN #6


dalam perjalanan panjang di kota ini, Aku berhasrat untuk menulis setiap hari semua hal tentang kejadian jalanan kota ini. Selalu saja ada yang menarik untuk ditulis setiap mengarungi jalanan yang dipadati kendaraan. Entah itu mereka yang saling mengumpat, kecelakaan, pelanggaran lalu lintas dan semua kejadian yang tentunya membutuhkan kesabaran namun hal sebaliknya yang kujumpai bahwa setiap orang di jalanan kota ini cepat sekali menaikkan tensi emosinya saat ada hal yang tidak sesuai dengan keinginnya.
Beberapa hari lalu, aku membaca sebuah berita tentang tilang yang dendanya di bayar langsung di tempat. Denda yang tidak tanggung-tanggung sebesar 500 ribu ketika menerobos jalur busway. Namun peraturan itu hanyalah sebuah peraturan yang tidak akan membuat jera. 500 ribu adalah lembaran rupiah yang menurutku sangat banyak hanya untuk membayar denda namun di kota ini, waktu adalah segalanya dan ketergesa-gesaan adalah kehidupan sebenarnya. Saat jalur busway terlihat lengang maka mereka akan menerobos masuk tanpa memperdulikan setiap konsekuensi misalnya di tilang kemudian di denda atau bahkan di seruduk busway. Bagi mereka, waktu dimaknai sebagai sesuatu yang sangat berharga untuk bereproduksi dan bekerja terus menerus.
Mereka seakan tidak menghargai dirinya sebagai sesuatu yang patut untuk diapresiasi. Aku bahkan harus mengusap dada setiap kali melihat pengendara dengan amat tergesa-gesa mengendarai motor dan melaju bahkan menerobos lampu merah di kota ini adalah pemandangan biasa yang setiap hari terjadi.
Ah kota ini mengajarkan setiap detik untuk melatih kesabaran,


Cilandak, 16’5’14

No comments: