dalam perjalanan panjang di kota ini, Aku berhasrat untuk menulis setiap hari semua hal
tentang kejadian jalanan kota ini. Selalu saja ada yang menarik untuk ditulis
setiap mengarungi jalanan yang dipadati kendaraan. Entah itu mereka yang saling
mengumpat, kecelakaan, pelanggaran lalu lintas dan semua kejadian yang tentunya
membutuhkan kesabaran namun hal sebaliknya yang kujumpai bahwa setiap orang di
jalanan kota ini cepat sekali menaikkan tensi emosinya saat ada hal yang tidak
sesuai dengan keinginnya.
Beberapa hari lalu, aku membaca sebuah berita tentang
tilang yang dendanya di bayar langsung di tempat. Denda yang tidak
tanggung-tanggung sebesar 500 ribu ketika menerobos jalur busway. Namun peraturan
itu hanyalah sebuah peraturan yang tidak akan membuat jera. 500 ribu adalah
lembaran rupiah yang menurutku sangat banyak hanya untuk membayar denda namun
di kota ini, waktu adalah segalanya dan ketergesa-gesaan adalah kehidupan
sebenarnya. Saat jalur busway terlihat lengang maka mereka akan menerobos masuk
tanpa memperdulikan setiap konsekuensi misalnya di tilang kemudian di denda
atau bahkan di seruduk busway. Bagi mereka, waktu dimaknai sebagai sesuatu yang
sangat berharga untuk bereproduksi dan bekerja terus menerus.
Mereka seakan tidak menghargai dirinya sebagai sesuatu
yang patut untuk diapresiasi. Aku bahkan harus mengusap dada setiap kali
melihat pengendara dengan amat tergesa-gesa mengendarai motor dan melaju bahkan
menerobos lampu merah di kota ini adalah pemandangan biasa yang setiap hari
terjadi.
Ah kota ini mengajarkan setiap detik untuk melatih
kesabaran,
Cilandak, 16’5’14
No comments:
Post a Comment