Hari ini aku diingatkan
banyak tentang shalat. Entahlah apa makna dari ini semua namun dari pagi tadi
sampai khutbah jumat, shalat selalu dibahas. Begini ceritanya. Pagi-pagi
sekali, aku ditelepon oleh temanku di Makassar. Dia menceritakan masalahnya
yang lagi galau. Dia sedang dalam dua pilihan, ada seorang pemuda yang sudah
melamarnya namun dia sama sekali tidak sreg dengan pemuda itu. Di satu sisi,
ada pemuda lain yang dia suka dan akan melamarnya juga dua minggu kemudian,
permasalahannya adalah pemuda yang dia suka itu suka merokok dan tidak tertib
dalam shalat. Masalah shalat inilah yang menjadi ganjalan karena tidak bisa di
tolerir. Mungkin kebiasaan merokok masih bisa dikompromikan namun ketika shalat
sudah ditinggalkan dan tidak diperhatikan maka sudah menjadi masalah yang tidak
bisa dikompromikan.
Setelah itu, di khutbah
jumat yang aku ikuti tadi, lagi-lagi membahas tentang shalat. Shalat adalah
tiang agama dan meninggalkan shalat berarti sebuah pelanggaran besar. Shalat memang adalah kewajiban yang harus
dilaksanakan ketika tidak ada unsur yang menghalangi.
Di satu sisi, khutbah
jumat tadi mengingatkan bahwa ketika
shalat belum mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar maka shalat itu
sia-sia. Mungkin di bagian inilah pembelajaranku tentang shalat karena setiap
saat aku masih saja melakukan hal yang dilarang agama. Mungkin saja shalatku
masih sia-sia karena belum mampu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan
mungkar. Namun bukan pula pembenaran untuk meninggalkan shalat karena sambil
memperbaiki diri, harusnya kita tetap melaksanakan perintah shalat dengan
bersungguh-sungguh untuk memperbaiki kualitas shalat kita
Cilandak, 16’5’14

No comments:
Post a Comment