Peristiwa ini terjadi sekitar dua bulan lalu saat
aku masih berada di surabaya. Seingatku
waktu menjelang maghrib, aku mampir di sebuah indomaret tepat di jalan karang
menjangan. Saat itu situasi di indomaret sangat ramai dan parkiran sangat
penuh. Aku sampai harus mengantri di depan kasih beberapa menit untuk membayar
jajan yang kubeli. Indomaret karang menjangan ini memang sering kali ramai pada
sore hari karena berdekatan dengan beberapa warung.
Di depanku ada seorang ibu paruh baya dan seorang bocah
perempuan yang lucu dan imut berusia sekitar 6 tahun, Biasanya di dekat kasir
itu ada dispenser yang berisi kopi dan tinggal pencet lalu dibayar di kasir.
Namanya anak-anak yang ingin mencoba dan tidak pikir panjang untuk melakukan
sesuatu, tiba-tiba saja anak tersebut memencet dispenser itu. Si ibu sama
sekali tidak menyadari namun kasir indomaret melihat dan mengejar si ibu yang
sudah keluar dari indomaret dan meminta denda bayaran dari segelas kopi
tersebut. Kuingat jelas harga kopi tersebut 5 ribu.
Si ibu yang panik dan mungkin sedikit malu kemudian
kembali ke kasir membayar kopi tersebut. Dengan wajah yang amat sangat kesal,
dia terburu-buru keluar dari indomaret dan menghampiri anaknya yang sudah
menunggu di parkiran. Aku mengikutinya dan ingin tahu apa yang akan dilakukan
terhadap anaknya dan benar dugaanku, dia parkiran dia memarahi dan membentak
anaknya meski aku tidak mendengar apa yang dikatakan karena agak jauh namun
dari gerak tubuh dan mimiknya dia begitu sangat marah terhadap anaknya
Melihat kejadian itu, aku hanya mengelus dada dan
kasihan. Segelas kopi yang bahkan hanya berharga 5 ribu harus dibalas dengan
pendidikan karakter yang tidak mendidik. Sering sekali aku menjumpai perlakuan
seperti itu. Benarlah bahwa guru yang paling baik itu adalah orang tua dan aku
percaya bahwa 90 % karakter anak ditentukan oleh pendidikan dari orang tuanya.
Seringkali orang tua lebih mementingkan ego dari pada kasih sayang terhadap
anaknya. Ibu diatas tidak menyadari
bahwa bentakannya kepada anaknya bahkan di kerumuman banyak orang sama sekali
jauh tidak sebanding dengan uang 5 ribu. Dia tidak bisa membayar kelak karakter
anaknya bahkan hanya dengan uang 5 ribu. Aku selalu ingat pesan Uztads Hamzah
yang sekarang menjadi Pembina pesantren Immin Makassar bahwa
seorang wanita hanya membutuhkun kasih sayang yang tulus untuk menjadi seorang
isteri dan ibu tidak ada yang lain. Harus kuakui bahwa pernyataan itu
benar. Ibu adalah penentu yang paling besar terhadap perkembangan karakter
seorang anak. Ketika dia benar dalam mengurus anak maka seorang anak menjadi
baik.
Nabi Muhammad pun pernah memarahi seorang ibu yang pipis
di gendongannya. Dengan berujar bahwa bekas pipis itu bisa bersih dengan air
namun bentakan terhadap anak sama sekali tidak bisa hilang seumur hidupnya.
Beliau pun sangat menyayangi cucu-cucunya bahkan ketika shalat, Beliau pernah
menggendong cucunya, namun kenapa orang tua sekarang dengan mudahnya
memperlakukan anak-anaknya sesuka hati apalagi yang belum tahu apa-apa. Aku berdoa
semoga isteriku kelak adalah isteri yang berhati tulus dan punya kasih sayang
tanpa batas kepada anak-anaknya.
Cilandak, 31’5’14

No comments:
Post a Comment