Ah, dua kali engkau membuatku
harus kecewa
Dua kali aku menyusulmu ke
kota tempatmu berdiam namun dua kali pula engkau berpindah ke kota lain
Di awal penghujan tahun
ini
Aku menyusulmu ke kota
pahlawan namun secepat itu pula engkau berpindah ke kota metropolitan
Aku tidak menyerah akan
hal itu
Meski sedikit tertatih dan
modal semangat untuk bersamamu
Aku menyusulmu ke kota ini
tanpa apapa
Namu lagilagi engkau
meninggalkanku
Di pagi buta bulan ini
Engkau berpindah lagi ke
kota hujan
Mengejar asa yang engkau
impikan
Aku hanya mengusap dada
bersabar dalam sepi meniti
titian yang curam
Aku seakan mengejarmu
namun engkau tetap tak pernah lelah menghindar
Ah, memang benar kata
orang
jangan mengejar karena dia
akan lari
Biarkan saja jodoh itu,
nanti dia akan kembali pulang saat penat menghampiri
Yah, aku akan membiarkanmu
berlari
Sampai suatu waktu engkau
penat dan berbalik arah kepadaku.
Cilandak, 18’5’14

No comments:
Post a Comment