Mungkin untuk kesekian kalinya
aku berjanji untuk memperbaiki diri. Menjelang pribadi yang lebih bisa menahan
diri tanpa mengumbar keinginan-keinginan duniawi. Aku memang sudah terlalu jauh
berpaling dari diriku dan melakukan hal yang melampaui batas. Aku tahu telah
berbuat khilaf yang disengaja dan tidak kuasa untuk membalikkan semua yang
telah berlalu namun aku juga punya waktu sekarang dan masa depan untuk tidak
mengulangi lagi seperti itu. Nafsu dan keinginan yang diumbar hanya akan
merusak hati dan ketika hati sudah rusak maka identitas sebagai manusia sudah
kabur.
Aku telah banyak berjanji
kepada ibuku, kepada ibumu dan bahkan kepada temanku bahwa aku bisa menjaga
kepercayaan ini. Kepercayaan yang tidak main sulitnya untuk dipertahankan. Aku sampai
harus berlutut untuk berperang melawan siksa nafsu yang menggelora. Aku memang
kalah di beberapa segmen namun untuk saat itu, semoga saja aku tetap diingatkan
Tuhan berada di jalur yang benar dan mengambil jalan yang lurus tanpa harus
mengikuti nafsu yang terlepas.
Mungkin saja suatu saat nanti
aku kembali lupa akan beberapa hal yang kupertahankan namun aku akan tetap
berusaha untuk mengingat dan menjaganya. Hidup adalah tentang bersabar akan
semua hal dan sabar yang sedang aku jalani adalah sabar untuk menjaga diriku
dari keinginan dan nafsu duniawi yang tidak diridhai. Sabar di saat seperti ini
memang bukan hal yang enteng karena menyangkut harga diri namun aku tetap
berdoa kepada Tuhan semoga saja Dia memberikanku kekuatan melewati semua ini
dan memetik hasilnya di kemudian hari.
Kemarin adalah yang terakhir
dan tidak lagi sampai Tuhan merestui..
Cilandak, 8 mei 2014

No comments:
Post a Comment