May 8, 2014

MUHASABAH


Mungkin untuk kesekian kalinya aku berjanji untuk memperbaiki diri. Menjelang pribadi yang lebih bisa menahan diri tanpa mengumbar keinginan-keinginan duniawi. Aku memang sudah terlalu jauh berpaling dari diriku dan melakukan hal yang melampaui batas. Aku tahu telah berbuat khilaf yang disengaja dan tidak kuasa untuk membalikkan semua yang telah berlalu namun aku juga punya waktu sekarang dan masa depan untuk tidak mengulangi lagi seperti itu. Nafsu dan keinginan yang diumbar hanya akan merusak hati dan ketika hati sudah rusak maka identitas sebagai manusia sudah kabur.

Aku telah banyak berjanji kepada ibuku, kepada ibumu dan bahkan kepada temanku bahwa aku bisa menjaga kepercayaan ini. Kepercayaan yang tidak main sulitnya untuk dipertahankan. Aku sampai harus berlutut untuk berperang melawan siksa nafsu yang menggelora. Aku memang kalah di beberapa segmen namun untuk saat itu, semoga saja aku tetap diingatkan Tuhan berada di jalur yang benar dan mengambil jalan yang lurus tanpa harus mengikuti nafsu yang terlepas.

Mungkin saja suatu saat nanti aku kembali lupa akan beberapa hal yang kupertahankan namun aku akan tetap berusaha untuk mengingat dan menjaganya. Hidup adalah tentang bersabar akan semua hal dan sabar yang sedang aku jalani adalah sabar untuk menjaga diriku dari keinginan dan nafsu duniawi yang tidak diridhai. Sabar di saat seperti ini memang bukan hal yang enteng karena menyangkut harga diri namun aku tetap berdoa kepada Tuhan semoga saja Dia memberikanku kekuatan melewati semua ini dan memetik hasilnya di kemudian hari.



Kemarin adalah yang terakhir dan tidak lagi sampai Tuhan merestui..






Cilandak, 8 mei 2014

No comments: