May 7, 2014

MENIKMATI HIDUP


Entah mulai kapan aku selalu berpikir tentang ini, tentang hidup yang dinikmati. Kekhawatiran demi kekhawatiran telah merampas kenikmatan hidup. Aku sendiri sering mengalami hal seperti itu. Mengkhawatiran dan mencemaskan sesuatu yang belum ada sehingga hidup yang sedang kujalani tidak bisa kunikmati dengan baik. Salah satu momen yang dalam hidup yang dinikmati saat masih bocah, saat belum mengerti tentang hidup dengan berbagai tawaran kemewahan di dalamnya dan saat nafsu menguasai belum merasuk dalam sukma. Hal yang terpikirkan oleh setiap bocah hanyalah bermain dan menikmati permainan dengan sepenuh hati dan saat itulah kita benar-benar hidup.

Sejak menginjakkan kaki di SMA, terkadang kita berpikir untuk cepat selesai dan menjadi seorang mahasiswa dengan berbagai kekerenan yang kerap terlihat. Kuliah tanpa seragam dan seabrek kegiatan lain. Setelah kuliah, terkadang kita ingin cepat selesai dengan berbagai alasan, ingin cepat kerja, tidak mau berlama-lama kuliah dan alasan lainnya yang pada akhirnya kita tidak menikmati hidup saat itu. Setelah sarjana dan bekerja, kita ingin menikah dengan alasan tidak fokus bekerja ketika belum ada anak isteri bahkan ada juga yang sedang bekerja namun setiap hari selalu saja mengeluh dan melihat pekerjaan lain selain pekerjaannya amat sangat menyenangkan. Mereka selalu berpikir bahwa pekerjaan yang sedang dijalaninya adalah pekerjaan yang paling berat.

Pikiran-pikiran semacam itu benar-benar menghalangi kita untuk menikmati hidup yang sedang dijalani. Kita terpasung oleh keinginan-keinginan yang belum ada, kita terbelenggu oleh masa lalu dan anehnya lagi, kerap kali ketika melewati masa yang dulu sangat mereka hindari namun saat sudah melewati masa itu, mereka baru merasakan nikmatnya bahkan berandai-andai untuk kembali ke masa itu. Betapa banyak dari kita yang ingin cepat selesai sma atau kuliah namun ketika sudah selesai, kita selalu berpikir ternyata begitu menyenangkan menjadi seorang pelajar sma ataupun mahasiswa dan parahnya ingin kembali ke masa itu.

Menikmati hidup adalah persoalan bersyukur. Bagaimana kita menyikapi hidup yang sedang dijalani dan menganggap bahwa inilah jalan hidup yang pantas dijalani untuk sekarang ini tanpa harus ada kekhawatiran untuk masa depan dan memori masa lalu yang melenakan.



Cilandak, 7 mei 2014

No comments: