January 20, 2017

OTS #2

Kota pertama yang kudatangi di Pulau Sumatera. tidak ada yang terlalu istimewa dari setiap ruang yang kupandangi di kota ini yang berbeda dengan beberapa kota yang sudah kujejaki. 

kota yang menurutku sudah masuk dalam ketegori panas. bayangkan saja, sesaat setelah masuk hotel, saya masih berkutat dengan keringat yang tidak berhenti mengucur dari pori-pori kulitku. suhu kota ini seakan menyeduh tubuh.

laiknya masakan khas dari daerah Sumatera, kota ini pun menyajikan makanan dengan bumbu aneka rasa dan pastinya santan yang mendominasi. bayangkan saja, ketika selesai makanan dengan lauk penuh santan kemudian disajikan buah durian sebagai hidangan cuci mulut. oh tak terkira ahli kesehatan akan sangat murka dengan menu seperti itu. namun manusia punya pertahanan tubuh alamiah, tidak serta merta rontok hanya karena makanan yang dikategorikan tidak sehat oleh ahli gizi. rumus dalam menjaga tubuh dari penyakit akibat makanan hanyalah berhenti makan sebelum kenyang. jangan terlalu berlebihan dalam memasok makanan ke tubuh kita yang nantinya sari-sari makanan tersebut hanya berakhir di closet.

ruang-ruang kota ini tidak terlalu berbeda. di jantung kota dipenuhi dengan gedung perkantoran dan usaha kuliner. kepadatan terjadi ketika pagi hari dan pada saat sore menjelang maghrib. jalanannya menurutku terlalu sempit untuk ukuran ibu kota Provinsi.

kota ini sangat akrab dengan asap dari hutan-hutan yang dijadikan perkebunan kelapa sawit. saat saya di sana, asap sedang enggan menyambangi kota tersebut. namun menurut warga bahwa ketika terjadi serangan asap maka jarang pandang tidak lebih dari 50 meter atau bahkan kurang. amat sangat mengerikan mengingat masyarakat di kota ini sangat mobile.

kita akan sangat sulit membedakan orang Minang, Melayu dan China yang mendominasi kota ini. mereka memiliki tekstur wajah yang hampir mirip atau mungkin juga saya yang baru pertama kali ke sini sehingga kesulitan mengidentifikasi mereka.

oh, ya. kita ini mengesankan namun tidak terlalu cukup membuatku tertarik untuk tinggal di kota ini. jelas sangat berbeda ketika beberapa tahun silam, saat pertama kali menginjakkan kaki di salah satu kota di Jawa Timur, saya sudah punya firasat akan menetap lama di sana tetapi mungkin juga karena faktor isteriku yang membuatku mau tidak mau harus memantapkan hati untuk menetap di kota tersebut. hmm
20 1 17
sisa cerita di Pekanbaru

January 7, 2017

Ibu Pulang Kampung

waktu serasa berlari terlalu cepat. seperti hanya kibasan angin yang tak meninggalkan kesan. sebulan yang lalu, saya menjemput Ibu di Bandara. tak terasa, sudah sebulan berlalu dan esok hari, Ibu akan pulang kampung.

Saya menikmati masa ketika Ibu di sini menemaniku. mencium tangan Ibu ketika hendak berangkat ke kantor dan melihat wajahnya ketika pulang kantor. tidur bersama Ibu di ruang tengah dan bercerita apa saja tentang kabar dari kampung. menyicil rindu pada kenangan masa lalu di setiap detail tubuhnya dan geraknya.

lalu kemudian waktu dengan teganya berlalu begitu saja dan membawa Ibu pulang kampung esok hari. inginku Ibu tetap di sini bersamaku namun saya juga kasihan melihat Ibu tidak bisa melakukan apa-apa di rumah. hidup Ibu ada di kampung, hatinya telah bersemayam indah pada suasana kampung, tentang kesibukannya mengurusi dagangan, menengok kebun dan bercengkerama dengan sanak saudara.

meski hanya sebulan, namun setidaknya dahaga rindu terhadap Ibu sedikit terobati, apalagi setiap malam sebelum memejamkan mata, saya bisa sepuasnya memandang wajahnya.

Ibu pulang kampung

ada kesamaan saya dengan Ibu ketika tidur. kami sama-sama tidak bisa memejamkan mata ketika masa ada cahaya yang memapar wajah kami. alhasil saya dan Ibu pasti mematikan semua lampu ketika hendak tidur.

ah, Ibu adalah salah satu sebab hidupku masih bergairah. melakukan banyak hal demi mereka yang membuat gairah hidupku meledak-ledak.
 
7 1 17

semoga saya punya banyak waktu untuk menengok Ibu kapan saja saya mau.

December 31, 2016

Kepergian

Saya benci menulis tulisan penutup tahun ini. Seharusnya resolusi adalah tulisan penutup tahun 2016 di lapak ini namun apa daya, dengan segala keterpaksaan, tulisan tentang kepergianlah yang menutup tahun ini.
Selalu ada rasa hampa yang menggelayut di lubuk hati ketika ditinggal seorang keluarga.

Berbagai kenangan kebersamaan kembali menari-nari di kepalaku. Memoriku dengan jelas menghadirkan wajahnya yang penuh dengan senyuman dan setiap perlakuannya terhadapku dengan penuh kasih.

Nenek hada- seringkali kami cucunya memangilnya dengan julukan nenek tega. Saya tidak tahu asal muasal julukan tersebut- tadi selepas maghrib sudah menunaikan perjalanan hidupnya di bumi. Beliau sedang melakukan perjalanan ke alam selanjutnya.

Jelas akan banyak tangis yang melepas kepergiannya. Kebaikannya sudah menjadi rahasia umum di keluarga besar kami. 

Mayoritas remaja dari kampung kami ketika pertama kali datang ke Makassar melanjutkan kuliah, maka rumahnya menjadi persinggahan pertama. Beliau menyiapkan apapun yang dibutuhkan.

Saya sendiri tidak bisa melupakan semua kebaikannya. Sejak 2006, saya mulai mengakrabi rumahnya di Makassar saat masih kuliah. Meski saat itu saya ngekos namun selalu saja nenek tega menjadi pelarianku ketika stok makanan sudah habis di kos.

Saat saya melangsungkan pernikahan di ujung timur pulau ini, nenek tega hadir menghadiri acara resepsi pernikahanku. Beliau yang menjadi pendampingku.

Terakhir kali bersua dengannya saat saya mudik di akhir tahun 2015. Saya mengunjungi beliau bersama isteriku. Sikapnya tidak pernah berubah. Beliau masih selalu mencurahkan perhatiannya terhadapku. Menanyakan remeh temeh tentangku.

Saya berbicara dengannya lewat telepon sesaat sebelum beliau berangkat menunaikan ibadah haji. 

Sepulang dari tanah suci, beliau mengalami sesak nafas yang kemudian membatasi aktivitasnya. Beliau sudah tidak berjualan di pasar mulai saat itu.

Hidup memang tentang perpisahaan namun tetap saja, setiap kali perpisahan datang menyapa, kita seakan sulit berdamai dengannya.

Ajal kematian adalah keniscayaan. Hidup memang teman sejati dari kematian yang berarti melangkahkan kaki ke keabadian.

Semoga Tuhan menempatkan nenek hada di tempat yang terbaik di sisiNya.

Cilandak, 31 12 16. 22:06 Wib


December 30, 2016

Semacam Impian 2017

http://sijorikepri.com/tujuh-resolusi-keuangan-tahun-baru/
 
Sudah sangat banyak olok-olok pada setiap kebiasaan menuliskan resolusi di akhir tahun. menuliskan resolusi berarti sudah siap lahir batin menjadi bahan bullyan oleh beberapa teman. namun saya tidak pernah kapok menulis niatan yang menurutku baik di setiap akhir tahun sebagai rencana dan harapan tahun berikutnya.

Resolusi 2016 :
"Melanjutkan resolusi 2015 yang belum tercapai yang dibuat pada tahun 2014 dan direncakan tahun 2013 serta dicita-citakan tahun 2012."

Menggelikan memang. setiap akhir tahun, kita bersemangat menghadapi tahun berikutnya dengan kobaran semangat dalam mencapai target hidup namun seringkali, belum sampai pertengahan tahun, semangat tersebut meredup digerus kerikil-kerikil hidup meski saya sendiri berpendapat bahwa seringkali komitmen kita yang tidak terlalu kuat.

Saya lupa dari tahun berapa saya ikut-ikutan membuat resolusi di setiap akhir tahun. dua tahun belakangan, beberapa resolusi yang kubuat di tahun sebelumnya tercapai. seperti ada energi dari semesta yang ikut mendoakan ketika niatan baik diabadikan dalam tulisan sehingga ketika semangat sedang dalam titik nadir, tulisan tersebut menjadi reminder bahwa ada niatan baik yang harus saya tuntaskan.

Untuk akhir tahun ini, saya tidak terlalu muluk-muluk merencanakan apa yang harus kucapai tahun depan, mungkin juga karena kehadiran bayi mungilku yang membuat perhatianku terfokus padanya. jelas jika harus membuat resolusi maka saya hanya berharap semoga anak isteriku tetap dalam keadaan sehat lahir batin. meski saya kira hal tersebut bukan sebuah resolusi karena setiap saat saya berdoa kepada Tuhan atas kebaikan-kebaikan untuk keluargaku.

Impian yang lebih konkrit ingin kucapai tahun 2017 adalah melanjutkan kuliah ke jenjang S2. rencana yang lain membeli rumah untuk anak isteri dan keluarga. Saya pun berharap semoga di tahun 2017, saya bekerja di bidang yang tidak bersentuhan dengan bidang finance. berpikir untuk tidak bekerja di bidang finance lebih kepada usaha saya mencoba belajar menjaga nafkah untuk keluargaku dari unsur riba, gharar ataupun haram, meski sebenarnya sih ruang riba, haram ataupun gharar dalam kajian yang lebih mendalam bisa ada di semua lini tidak hanya di finance namun mungkin jiwa saya yang tidak settle di dunia finance. semoga  di tahun depan bisa berkarya di bidang pengawasan atau bidang yang bergerak dalam bidang kajian, Penelitian dan riset. Saya juga menyimpan harapan yang amat besar di tahun depan bisa melakukan hal-hal baik yang konkrit bagi orang lain.
 
Terakhir keinginan yang selalu kupendam adalah melihat Ibu dan Bapak umrah, Amin.



Cipaku, 30 12 16

December 29, 2016

Penat

Penat

dalam diam yang bersekat
entah rasa yang berkali lipat
tak paham akan kalimat

kata
kerja
hampa
dan bosan yang menyergap

statis dalam sebuah kondisi yang menggerus ide
membunuh waktu yang seharusnya berharga

sampai kapan?
harus ada perubahan
belajar adalah jawaban
menemukan visi hidup
semoga bisa sekolah lagi

Amin

29 12 16

Pemain yang harus dijual oleh Inter Milan

http://www.soccerticketsonline.com/inter-milan-tickets/

Seretnya prestasi Inter Milan di paruh musim 16/17 sama sekali diluar ekspektasi. barisan pemain kelas atas mengisi line up klub di musim ini namun hasil tidak sesuai dengan harapan. Inter bahkan berada di bawah Atalanta.

Inter belum jua menunjukkan perbaikan di awal musim 2016/17. masih angin-anginan di beberapa pertandingan yang dilakoni. belum mampu menemukan racikan yang pas untuk bersaing di papan atas klasmen serie A. sampai pekan ke-18, Inter masih ketetaran di posisi 7.

Kegagalan paling menyakitkan dialami Inter di Liga Eropa. Mereka gagal lolos dari babak penyisihan setelah dua kali dikalahkan oleh klub dari Israel, Hapoel Be'er Sheva. Inter Milan benar-benar menunjukkan performa di bawah titik nadir kejayaan. pasca menjadi jawara Eropa bahkan dunia di tahun 2010, Inter mulai ngos-ngosan di semua kompetisi yang diikuti.

Kegagalan di Liga Eropa membuat Inter harus membenahi skuad supaya tidak terlalu gemuk. jalan satu-satunya adalah meminjamkan beberapa pemain yang tidak terlalu signifikan pengaruhnya atau bahkan menjualnya secara permanen.

Inilah beberapa pemain yang seharusnya direshuffle dari komposisi skuad Inter Milan :
  •  Andre Ranocchia
Sempat menjabat sebagai kapten dan diproyeksikan menjadi pemimpin di tubuh Inter semenjak ditinggal I Capitano, Ranocchia malah bermain jauh dari harapan. penampilannya seringkali membawa malapetaka karena blunder yang memalukan dan seringnya keteteran ketika membendung serangan striker lawan yang memiliki kecepatan di atas rata-rata.

Sebagai seorang pemain berkewarganegaraan Italia, saya sempat menaruh harapan kepadanya sebagai suksesor Materazzi yang mampu meraih seabrek prestasi di Inter Milan maupun timnas Italia. doi sebenarnya punya potensi menyamai prestasi Materazzi dengan berpostur tubuh tidak jauh beda namun ternyata visi bermain sebagai pemain belakang yang membedakannya. tidak hanya lugas menjaga pertahanan, Materazzi juga rajin menyumbang pundi-pundi gol.

sempat dipinjamkan ke Sampdoria paruh kedua musim lalu, kini kembali ke Inter namun permainannya sama sekali tidak meningkat, masih sangat jauh dari harapan. inilah alasan utama saya menempatkannya di daftar urutan pertama pemain yang harus dijual permanen di jendela transfer kedua.
  • Yuto Nagatomo
menempati posisi sebagai bek kiri dan punya kecepatan yang mumpuni membuat Nagatomo masih dipercaya berada di skuad Inter Milan, namun saya pribadi menilai bahwa Nagatomo memiliki kekurangan yang fundamental yang membuatnya layak dijual secara permanen oleh Inter Milan. 

kemampuan membaca permainan lawan yang kurang, ketenangan dalam menguasai bola dan umpan yang tidak bertenaga dan sering tidak menjangkau sasaran membuat saya menempatkannya di urutan kedua pemain yang harus didepak secara permanen.
  • Felipe melo
Melo yang memiliki postur tubuh yang kekar sebenarnya sudah sangat mendukung sebagai pra syarat seorang gelandang bertahan yang mempunyai peran utama mematahkan serangan lawan sebelum memasuki jantung pertahanan, namun permainan yang terlalu keras menjurus kasar dan visi menyerang yang tidak terlalu baik menjadi nilai minus dan harus dijual segera.

Melo memiliki type permainan seperti De Jong yang hanya berpikir bagaimana merebut bola dari kaki lawan bagaimanapun caranya. sangat berbeda jauh dari pemain jangkar seperti Patrick Viera yang pawai merebut bola dari kaki lawan, penguasaan bola yang baik dan memikirkan kapan dan bagaimana bola dialirkan ke striker yang nantinya dikonversi menjadi gol.

kedatangan Joao Mario menurutku sudah cukup sebagai alasan untuk menjual Melo. meski posisi mereka tidak persis sama namun Mario bisa mengambil peran Melo.
  • Geoffrey Kondogbia
Kondogbia sama sekali belum membuktikan bahwa dia layak dibeli dengan harga mahal. permainannya masih sangat jauh dari harapan. seringkali salah mengumpan, kerap kehilangan bola dan visi bermain yang kurang membuat dirinya belum layak mengisi skuad Inter Milan untuk saat ini.

salah satu nilai plus karena dia masih sangat muda. tahun depan, Kondogbia baru akan memasuki umur 24 tahun dan menurutku, dia masih punya banyak waktu untuk memperbaiki permainannya. untuk saat ini, Inter hanya perlu meminjamkannya ke klub lain demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. kekhawatirannya jika doi dijual permanen, suatu saat dia akan mencapai level permainan seperti yang diharapkan.
  • Jonathan Biabiany
hanya mengandalkan kecepatan menurutku tidak cukup sebagai alasan bagi Inter untuk mempertahankannya. sempat beberapa kali dipinjamkan ke klub lain sebelum kembali ke Inter tahun lalu namun permainannya tidak pernah mencapai level yang menjanjikan.

Biabiany sepertinya hanya mengandalkan kecepatan menyisir pinggir lapangan namun dribel yang payah dan stamina yang hanya cukup untuk bermain satu babak. kehadiran Candreva seharusnya sudah menjadi alasan rasional bagi Inter untuk menjualnya secara permanen. toh Inter memiliki kelebihan stok pemain setelah gagal di Liga Eropa.
  • Rodrigo Palacio
sudah memasuki umur senja bagi ukuran pemain profesional yang bermain di level liga Serie A, Inter Milan seharusnya sudah harus memikirkan melego Palacio. kontribusi pemain dengan ciri khas kuncir ini pun tidak terlalu signifikan sejak bergabung 4 tahun yang lalu.

Palacio sepertinya berada pada persimpangan antara striker murni dan penyerang lubang namun menurutku, ketika ditempatkan di kedua posisi tersebut, Palacio terlalu nanggung dalam menjalankan perannya. dia tidak terlalu baik sebagai seorang striker murni karena posiotioning yang tidak terlalu mumpuni dan finishing yang masih jauh dari harapan. Palacio pun tidak terlalu baik sebagai penyuplai bola. seringkali kalah dalam perebutan bola.
  • Stevan Jovetic
Saya masih ragu menempatkan Jovetic dalam daftar pemain yang harus dijual. naluri mencetak gol yang tinggi rasanya menjadi pertimbangan, apatahlagi kemampuan olah bolanya yang mumpuni.

namun dengan sangat terpaksa, Jovetic harus dijual demi memaksimalkan peran Eder dan menjajal kemampuan Gabriel Barbosa. ketakutan terbesar saya adalah Barbosa dijual terlalu cepat sedangkan dia belum diberikan menit bermain yang cukup untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pemain muda yang potensial. apatahlagi dalam beberapa kesempatan, agennya sudah mulai berkoar-koar tentang peluang Barbosa minggat dari skuad Inter Milan. penjualan Jovetic mungkin menjadi pertimbangan bagi Barbosa untuk lebih bersabar tinggal di Giueseppe Meazza.

Forza Inter
29 12 16

December 22, 2016

Redefenisi Rumah dan Pulang

https://twitter.com/MNCPlayID/status/546964210039521280

Semenjak Ibu datang menjengukku, tidak ada lagi perasaan rindu yang membuncah untuk pulang kampung menengok masa lalu, menelusuri kepingan-kepingan yang menemani bertumbuh dalam kebahagiaan di masa lampau. sulit rasanya untuk menyimpulkan bahwa Ibu merangkum semua yang kurindukan namun, harus kuakui bahwa dirinya berhasil membuatku menawar semua rindu terhadap kenangan yang ingin kuulang.

Entah berapa kali saya pernah menumpahkan beberapa tetes air mata di perantauan ketika menyadari bahwa begitu jauhnya saya berjalan menjauh dari jangkauan Ibu. ada rasa hampa yang menggelayut di sudut hatiku setiap mengingat wajahnya yang sendu, selalu ada perasaan bersalah untuk tidak menemani Ibu menua. 

Tulisan ini sangat sentimentil pastinya, selalu begitu setiap kali saya menulis tentang Ibu. tapi tak apalah, toh saya memang ingin menulis tentang rumah, pulang dan Ibu. 

Rumah selalu kita asosiasikan dengan bentuk fisik berupa bangunan tempat berteduh bersama handai tauladan. Pulang pun dimaknai sebagai sebuah bentuk perjalanan kembali ke rumah setelah sekian lama menuntaskan perjalanan. 

Semua Perantau pasti pernah merasakan betapa pulang menjadi sebuah oase untuk menyejukkan rasa rindu terhadap keluarga, rumah, kampung dan semua hal yang diakrabi sejak kecil. Lebaran menjadi momen paling ditunggu bagi Perantau untuk menuntaskan kerinduan. segala hal bahkan yang sampai di luar nalar pun akan ditempuh demi sebuah ritual mudik.

Semua gelora kerinduan terhadap rumah dan kampung seketika menjadi jinak ketika kutatap wajah Ibu yang sedang berjalan keluar dari ruang kedatangan di Bandara sesaat ketika menjemputnya dua minggu lalu. rambutnya mulai memutih diselimuti uban, langkahnya sedikit gontai menahan berat tubuhnya yang semakin melar, mukanya menampakkan keriput meski tidak menggerus senyumannya.

Ibu kemudian menemaniku di sini selama sebulan. bersama anak isteri. setiap malam, saya tidur bersama Ibu di ruang tengah. saya punya kesempatan menatap wajahnya setiap kali beliau tidur di sampingku. ada guratan lelah yang bersemayam di wajahnya di usianya yang semakin menua, tidak bisa ditutupi dengan apapun. Ibu butuh istirahat, duduk di rumah sambil menikmati masa tua bersama cucu.

etapi Ibu menolak ide-ide masa tua yang ada di kepalaku. Beliau selalu menolak setiap kali harus berdiam diri di rumah. hal tersebut malah membuat semua badannya pegal-pegal. Ibu menikmati masa tuanya berjualan di pasar, sesekali menengok kebunnya dan bercengkerama dengan handai tauladan di kampung.

dua minggu di sini, Ibu sudah tidak kerasan karena hanya di rumah. diajak jalan-jalan pun, Ibu ogah-ogahan karena tidak kuat naik mobil. Beliau lebih menikmati di rumah bersama si kecil.

Ibu adalah rumah yang sebenarnya. Ibu adalah tempat berpulang setiap kali saya menahan rindu yang bergejolak. tempat bertumpu setiap kali saya goyah dan semua hal yang kubutuhkan menyatu dalam dirinya.

semoga sehat selalu bu.

Selamat hari Ibu
22 Desember 2016

December 19, 2016

Roda Perjalanan Pemain Timnas Indonesia

Lagu Netral “Garuda di dadaku” berkumandang tiada henti di Stadion Pakansari Bogor pada final leg I Piala AFF 2106. Sekitar 30 ribu masyarakat Indonesia memadati bangku penonton dengan penuh semangat yang bergelora mendukung timnas Indonesia.

Tertinggal 0-1 di babak I tidak menyurutkan hasrat suporter Indonesia untuk tetap mendukung tim kesayangan Mereka. Tidak ada kata putus asa sebelum 90 menit berakhir.

Seperti mendapat suntikan energi dari harapan para Suporter, permainan timnas Indonesia membaik di babak II. Mereka mengkreasi permainan dengan lebih rapi, teratur dan terus menekan pertahanan Thailand. Alhasil, Rizky Pora dan Hansamu Yama memuaskan dahaga Suporter Indonesia akan kemenangan atas Thailand. Skor tersebut bertahan sampai pertandingan usai.

Terpilih menjadi salah satu pilar timnas Indonesia selain sebagai sebuah kebanggaan juga menjadi beban yang amat berat. Butuh berkali lipat fisik terlebih mental bagi pemain timnas.

Kita harus menyadari bahwa suporter Indonesia adalah barisan fans yang haus akan kemenangan. Mereka akan melakukan apa saja demi mendukung timnas namun di hal, mereka sangat kejam ketika mengkritik pemain yang dianggap layak mengambil bagian dalam tim.

Hansamu adalah contoh nyata bagaimana suporter Indonesia begitu berlebihan memuji ketika tampil gemilang dan akan sangat sadis mencela ketika melakukan kesalahan sedikit pun. Hansamu menjadi Publik Enemy saat melakukan pelanggaran terhadap Irfan Bachim di ujicoba terakhir sesaat menjelang dimulainya Piala AFF. Berbagai cacian dialamatkan kepadanya. Dia akhirnya membalikkan cacian menjadi pujian setelah pada pertandingan semifinal, dia mampu mencetak gol saat bersua dengan Vietnam. Namanya semakin menterang saat kembali mencetak gol kemenangan di laga Final leg I.

Ada beberapa pemain yang mengalami nasib yang sama dengan Hansamu. Awalnya dihujat tetapi kemudian dipuja, ada juga beberapa pemain yang awalnya dipuja karena penampilannya yang cemerlang di laga ujicoba namun berbalik hujatan di laga Piala AFF ketika penampilan mereka menurun.

Tercatat ada Kurnia Mega dan Ferdinand Sinaga yang bernasib sama seperti Hansamu. Di laga uji coba dicaci namun kemudian berbalik dipuji saat mereka menampilkan permainan menawan di laga piala AFF 2016. serangan terhadap Kurnia Mega begitu masif di sosial media. Dirinya dianggap tidak layak menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang bahkan Andritany dianggap lebih baik dari dirinya. Penyelamatan demi penyelamatan penting di laga Piala AFF membuat Kurnia Mega mampu membungkan kritikan yang dialamatkan kepada dirinya. Begitupun halnya Ferdinand, awalnya dicibir hanya bisa mengandalkan kecepatan lari namun di Piala AFF, meski berstatus pemain pengganti, dirinya mampu membuktikan mampu menyulitkan pertahanan lawan meski sampai pertandingan final leg I, dirinya belum mampu mencebloskan gol.

Stefano Lilipaly juga awalnya dianggap salah satu pemanggilan spekulasi oleh Riedl. Stefano dianggap tidak akan mampu menyatu dengan tim karena pemanggilannya yang mepet dan tidak ikut pemusatan latihan dari awal, namun Stefano benar-benar menjawab kritikan atas dirinya. Selama laga Piala AFF, Stefano berubah menjadi roh permainan di lapangan tengah. Dia tidak tergantikan dalam semua laga Timnas Indonesia di piala AFF.

Lain halnya dengan Yanto Basna. Awalnya dipuji sebagai pemain bertahan yang sangat tenang dan mampu menjaga pertahan Indonesia dengan sangat baik namun kenyataan pahit harus dialami oleh Basna di laga penyisihan piala AFF. Dia tidak mampu menjaga asa Suporter bahkan dianggap lubang menganga di pertahanan Indonesia. Sadisnya lagi, saat dirinya terkena akumulasi kartu dan dipastikan tidak tampil di laga berikutnya, banyak suporter timnas yang malah bersyukur. Hansamu Yama yang menggantikan Basna di pertandingan berikutnya semakin membuat dirinya terlupakan karena Hansamu tampil baik bahkan mencetak gol. Basna bahkan sampai harus merilis Pledoi atas penampilannya.

Lerby menjadi pemain yang dihujat sejak ujicoba sampai perhelatan piala AFF. Dia dianggap hanya bisa berlari tanpa kemampuan dribel dan visi bermain. Meski berhasil membobol gawang Thailand di pertandingan pertama, namun tetap saja tidak berhasil memperbaiki citra penampilannya di mata Suporter. Apatahlagi di Pertandingan berikutnya, dia sama sekali tidak memberikan kontribusi yang nyata bagi tim.

Pemain lain yang notabene jauh dari hingar bingar perbincangan netizen adalah barisan pemain cadangan yang belum diturunkan selama piala AFF. Muchlis Hadi, Bayu Gatra, Gunawan Dwi Cahyo, Andritany, Teja Paku Alam dan Abdul Rahman masuk dalam jajaran pemain yang jarang dibicarakan.

Boaz Salossa adalah primadona dari semua pemain. Kemungkinan tidak ada satu pun masyarakat pencinta sepakbola di negeri ini yang memungkiri keberadaan Boaz di timnas. Selain sebagai kapten, dia juga menjadi mentor bagi para juniornya.

“Kaka Boci selalu menjadi inspirasi saya dan seluruh pemain. Ia tak banyak bicara, tapi kerja kerasnya di lapangan membuat kami terpacu,” kata Fachrudin Aryanto

“Dia sangat rendah hati. Bikin pemain muda seperti saya percaya diri. Dia juga yang menguatkan saya ketika tak sengaja membuat Irfan Bachdim cedera sebelum berangkat ke Filipina,” ujar Hansamu

Boaz yang sekarang adalah antitesa dari pribadi seorang Boaz beberapa tahun lalu. Dulu, Boaz dianggap tidak nasionalis dan sering melakukan tindakan indisipliner. Boaz yang sekarang adalah pribadi yang lebih tenang. Kita jarang sekali melihat tindakannya memprotes keputusan wasit secara berlebihan bahkan Dia lebih banyak menenangkan para juniornya ketika tensi permainan meninggi.

Pada akhirnya, kita sebagai suporter timnas Indonesia seharusnya mendukung semua pemain yang terpilih mengambil bagian di Tim. Entah pemain starter ataupun pemain cadangan. Mereka adalah wakil Indonesia di bidang sepakbola.

Pada dasarnya, kita bisa saja mengkritik penampilan para pemain yang dianggap tidak memuaskan namun perlu diingat bahwa kritik yang dilontarkan seharusnya konstruktif bukan malah melemahkan mental pemain yang bersangkutan.

Sejauh ini, Yanto Basna dan Zulham Zamrun adalah dua pemain yang diserang netizen dengan sangat keras sedangkan kita ketahui, kedua pemain tersebut sudah berjuang sepenuh hati ikut ambil bagian dalam perjuangan Timnas merebut piala AFF.

Pada akhirnya, dibutuhkan kematangan mental bagi semua suporter untuk legowo dalam setiap hasil yang dicapai timnas. Toh kerangka timnas yang sekarang bukan yang terbaik dari generasi pemain Indonesia karena aturan yang ketat.

Jum'at, 16 12 16

December 16, 2016

Anomali Inter Milan di Paruh Musim 2016/17

http://www.worldfootball.net/teams/inter/2017/2/
Siapa yang tidak optimis melihat skuad Inter Milan menjelang kick off Serie A 2016/17?

deretan Pemain berlabel bintang mendarat di Guiseppe Meazza. kualitas tim musim ini jelas lebih menterang dibanding musim lalu yang hanya diisi oleh beberapa pemain senior dikombinasikan dengan pemain muda. tengok saja, ada Joao Mario yang baru saja menjuarai Piala Eropa. ada Ever Banega yang datang dari Sevilla dengan free transfer dan baru saja menjuarai Liga Eropa. winger Italia yang sebelumnya bermain di Lazio dan deretan pemain bintang lainnya yang tidak perlu lagi diragukan kemampuan olah bolanya.

kekacauan mulai terjadi di tubuh internal klub dua minggu sebelum kick off Seria A dimulai. Roberto Mancini yang notabene sebagai otak dari kerangka tim yang sudah terbentuk, tiba-tiba saja diganti oleh Frank De Boer, juru taktik yang berasal dari belanda yang sama sekali belum memiliki pengalaman melatih di Serie A.

masih banyak yang percaya bahwa Inter Milan akan tetap mampu bersaing mengejar Scudetto meski mengalami pergantian pelatih menjelang liga dimulai. mereka beranggapan bahwa toh kualitas pemain Inter Milan bisa menyesuaikan dengan skema Frank.

pemikiran seperti itu terlalu naif menurutku. sepakbola profesional bukan semata kualitas pemain. tidak seperti pertandingan tarkam yang hanya mengandalkan kualitas individu, sepakbola profesional apatahlagi dalam tataran Eropa, maka kita berbicara tentang sebuah manajemen, perencanaan dan semua tetek bengek yang terkait dengan klub.

seorang pemain yang jago sekalipun bisa saja tidak bisa berbuat apa-apa ketika pelatih tidak mampu menempatkannya pada posisi baik dan dalam skema sesuai dengan skill sang pemain.

tengoklah bagaimana alex Ferguson memimpin Manchester United dalam periode 1986–2013. dia sama sekali tidak terpaku kepada seorang pemain bahkan jika seorang bintang pun dirasa berseberangan dengan rencananya maka konsekuensinya, sang pemain akan disingkirkin. contoh nyata David Bechkam yang harus hijrah ke Real Madrid di saat performanya sedang berada di puncak.

kenyataan tersebut di atas menggambarkan bahwa pergantian pelatih Inter Milan 2 minggu sebelum liga dimulai jelas berdampak buruk bagi prestasi tim. kerangka tim yang sudah terbentuk adalah hasil olah pikir Mancini yang kemudian harus diarsiteki oleh Frank. apatahlagi kita ketahui bahwa setiap pelatih memiliki cara pandang dan skema yang berbeda.

benar saja, Frank terbukti gagal mempertankan dirinya sebagai kepala tim di Inter Milan karena kekalahan demi kekalahan yang dialami di awal musim. kegagalan paling memilukan diderita Inter Milan di Liga Eropa. mereka harus tersingkir dari babak penyisihan padahal klub yang berada satu group jelas lebih bawah kualitasnya.

Inter Milan sekarang diarsiteki oleh Pioli. pelatih yang notabene tidak termasuk sebagai pelatih papan atas. di awal kepemimpinannya, dia sudah membawa Inter Milan menaklukkan Fiorentina namun digebuk Napoli dengan 3 gol tanpa balas. masih tersisa harapan bagi Pioli untuk membawa Inter kembali ke jalur yang benar.

Anomali yang terjadi di tubuh Inter sampai saat ini jelas menimbulkan banyak analisa. banyak yang beranggapan bahwa manajemen Inter Milan adalah penyebab seretnya prestasi klub. logikanya, bagaimana mungkin klub sebesar Inter Milan memilih Presiden yang berasal dari Indonesia, bahkan tidak meluangkan sepenuh waktunya untuk memimpin Inter dari dekat karena harus bolak balik ke Indonesia apatahlagi pemilik Inter sudah diakuisisi oleh Pengusaha China. posisi vital ditempati oleh orang yang tidak selalu dekat dengan klub.

Inter Milan dibawah kepemimpinan Erick Thohir sangat berbeda jauh saat Moratti masih mendaku dirinya sebagai presiden klub. Morattti selalu ada dan menyerahkan sepenuhnya hati dan pikirannya bagi klub namun tidak dengan Thohir. seringkali dia berada di Indonesia mengurus bisnisnya di saat klub sedang bertanding.

semoga manajemen Inter Milan segera berbenah. sedih melihat prestasi klub yang ngos-ngosan bersaing di Serie A bahkan melawan tim papan bawah pun, Inter kewalahan. 

16 12 16

December 15, 2016

Nagatomo, Persimpangan Kualitas dan Keuntungan Finansial

http://www.gettyimages.com/detail/news-photo/inter-milans-japanese-defender-yuto-nagatomo-reacts-during-news-photo/494101538#inter-milans-japanese-defender-yuto-nagatomo-reacts-during-the-serie-picture-id494101538
Saya merasa bangga melihat warga Asia masuk dalam jajaran Pemain Inter Milan apatahlagi sering dimainkan dan tidak sekedar penghuni bench. perasaan seperti itu mungkin sesuatu yang lumrah karena setidaknya menjadi penyemangat bahwa ada potensi warga Indonesia bersaing di kancah sepakbola Eropa.

Yuto Nagatomo yang berasal dari Jepang setidaknya menjadi bukti bahwa orang Asia bisa bersaing di dataran Eropa. postur tubuh yang terbilang mungil untuk ukuran pesepakbola tidak menjadi halangan berarti bagi Nagatomo untuk berkarir di Serie A. bahkan banyak pemain Indonesia yang posturnya lebih ideal daripada Nagatomo.

Bek kiri yang bermain di Inter Milan sejak 2011 juga tercatat sebagai salah satu pemain cerdas di luar lapangan. dia menyandang status sebagai Sarjana Ekonomi.

Yuto Nagatomo membawa berkah dari sisi finansial. keuntungan penjualan jersey Nagatomo termasuk yang tertinggi. Nagatomo seperti ladang emas untuk menambah pundi-pundi keuangan Inter Milan. apatahlagi pangsa pasar Asia.

terlepas dari fakta di atas dan kebanggaan saya terhadap Nagatomo sebagai pemain Asia yang bermain di Inter Milan namun saya menilai bahwa Nagatomo tidak terlalu membawa dampak signifikan bagi perkembangan klub. perannya di sisi kiri menurutku masih sangat sering bolong dan menjadi sasaran empuk bagi pemain sayap lawan yang dijadikan celah membobol gawang Handanovic.

Nagatomo hanya mengandalkan kecepatan tetapi pressingnya lemah dan tendangannya tidak bertenaga. meskipun sering menembus pertahanan lawan dari sisi sayap namun ketika hendak melakukan umpan lambung, bola hasil sepakan Nagatomo sering tidak tepat sasaran atau bahkan tidak menjangkau Striker yang sudah menunggu di depan gawang.

Menurutku, Nagatomo lebih menguntungkan dari sisi finansial daripada prestasi tim. namun demikian, Pelatih yang punya otoritas untuk menentukan siapa pemain yang cocok dalam skema yang diterapkan.

15 12 16

December 14, 2016

Sensasi ikut Lomba Menulis

Entah sudah berapa kali saya ikut lomba tetapi tidak pernah ada hasil yang signifikan. intinya sih bukan pada hasil karena entah kenapa, setiap saya berhasil mengirim tulisan  untuk sebuaha lomba, ada rasa puas meski saya sadari, saya selalu tidak percaya diri pada setiap tulisanku.

blog ini dipenuhi tulisan norak yang entah kenapa saya tidak jera menulis di sini. saya sendiri jarang sekali membaca ulang tulisan di blog ini bahkan ada beberapa tulisan yang tidak pernah kubaca ulang sama sekali setelah kuposting, alasannya sederhana karena saya selalu merasa bahwa tulisan saya norak dan tidak menarik.

tetapi justifikasi terhadap diriku sendiri tidak serta merta membuatku jera menulis. saya tetap menulis semua cerita yang kulalui. saya pun tidak pernah putus asa mencari lomba menulis di internet. hanya saja, sebagian besar lomba menulis mengharuskan like fanspage, ataupun follow twitter padahal saya sudah memutuskan menutup akun facebook menjelang pernikahanku tahun lalu bahkan saya tidak pernah membuat akun twitter.

saya hanya memilih lomba menulis yang tidak neko-neko syaratnya. meski sangat sedikit dari lomba menulis yang memudahkan kita mengikuti lomba.

saya pernah mengikuti lomba menulis cerpen di mana apresiasinya adalah cerpen akan dibukukan ketika masuk 40 besar. saat itu, ada beberapa tahapan seleksi. cerpenku masuk dalam 100 besar kemudian setelah itu, akan diadakan lagi seleksi 40 besar bagi cerpen yang layak dibubukan dalam satu buku kumpulan cerpen. tetapi belum rezeki, cerpen tidak masuk dalam kategori terbaik 40 besar meski demikian, peserta yang berhasil masuk 100 besar diberi apresiasi berupa sertifikat. hal tersebut sudah sangat membahagiakan.

sensasi menang lomba menulis akhirnya saya rasakan. dalam rangka ulang tahun kantor tempatku bekerja, ada beberapa lomba yang boleh diikuti oleh Karyawan, salah satunya karya tulis ilmiah. saya iseng mengirimkan tulisan meski saya tidak pernah berharap menang. seperti yang saya tulisankan di atas bahwa saya hanya merasakan kepuasan ketika berhasil mengirimkan tulisan untuk diikutkan pada sebuah lomba.

Lomba tersebut sedikit formal mengingat yang diperlombakan adalah karya tulis ilmiah sehingga mengharuskan saya mencari referensi buku ataupun jurnal supaya tulisanku bisa dianggap ilmiah. saya sampai menjelajah ke Gramedia Kalibata namun tidak jua kutemukan buku yang bisa menunjang materi yang hendak kuangkat.

jalan terakhir, saya searching jurnal dan buku yang pada akhirnya, saya menemukan teori L Parasuraman tentang Service Quality. teori tersebut lah yang kemudian kujadikan pijakan dalam membahas materi.

saya tidak pernah berharap banyak karena merasa bahwa saya tidak terlalu maksimal mempersiapkan materi tulisanku. hingga sampai menjelang pengumuman, saya diberitahu oleh panitia lomba bahwa tulisanku masuk nominasi pemenang. lumayan senang lah.

pada tanggal 8 Desember bertepatan dengan pengumuman lomba, saya diundang menghadiri penyerahan hadiah. ternyata saya meraih juara 3 dengan hadiah Rp. 1 juta. akhirnya sensasi menjuarai sebuah lomba menulis meski hanya juara 3, lumayan menggairahkan.

bukan hadiahnya sih cuma semangat menulisnya yang kembali terbaharui.

semoga lebih bersemangat menulis

9 12 16

December 9, 2016

Reinkarnasi Serdadu Vietkong dalam Darah Pemain Timnas Vietnam

https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-taktik-perang-vietnam-yang-bikin-tentara-as-prancis-mundur.html

Jangan percaya begitu saja pada beberapa film produksi Hollywood tentang perang Vietnam yang seakan mengabarkan kepada dunia bahwa USA berhasil mengalahkan Tentara Vietkong saat perang Indocina. jangan terbuai pada kehebatan seorang Rambo yang divisualisasikan bisa melawan dan menghancurkan serdadu Vietkong dengan mudah dan membebaskan tentara USA yang disandera Tentara Vietkong. 

percayalah bahwa fakta tersebut hanya ada di dalam film karena pada berbagai sumber, USA mengalami kerugian yang sangaat besar pada pertempuran yang dimulai tahun 1955. fakta-fakta ini tidak pernah diceritakan secara gamblang dalam setiap film produksi Hollywood. mereka benar-benar seakan ingin mengabarkan kepada dunia bahwa USA dan koalisinya tidak pernah sekalipun kalah dalam setiap perang yang dilakoninya di masa lalu.

semangat juang para Serdadu Vietkong tidak benar-benar hilang sampai saat ini. mereka mengilhami semangat tak pantang menyerah dari tentara Vietkong. kalau tidak percaya, coba tengok semangat pantang menyerah dari pemain muda Vietnam saat melawan timnas Indonesia di pertandingan semifinal II AFF cup 2016.

http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/12/01/begini-kata-alfred-riedl-soal-kekuatan-skuad-vietnam

Siapa yang tidak berdecak kagum melihat timnas Vietnam yang tanpa menyerbu gawang Kurnia Mega. Pemain timnas Vietnam yang  notabene diisi pemain muda, tidak henti-hentinya memberikan tekanan di pertahanan Indonesia. benar-benar seperti strategi gerilya yang dilancarkan tentara Vietkong saat berperang melawan USA dan sekutunya.

Sesaat setelah kiper Tran Nguyen Manh diganjar kartu merah, tidak lantas membuat 10 pemain lainnya mengendur bahkan semangat mereka sepertinya berlipat. Pemain Indonesia bahu membahu menahan gempuran 10 pemain Vietnam. bahkan Vietnam mampu mencebloskan dua gol ke gawang Kurnia Mega dalam 10 menit terakhir di saat mereka main dengan jumlah 10 pemain, luar biasa.

Suporter Vietnam pun tidak kalah semangatnya dengan Para Pemain yang sedang berlaga. mereka memenuhi stadion dengan kostum merah menyala. tidak henti-hentinya memberi semangat dengan yel-yel yang sama sekali tidak kumengerti.

ciri khas Suporter Vietnam yaitu ketika timnya ketinggalan, mereka bungkam tanpa yel-yel namun di saat mencetak gol, riuhnya minta ampun. mereka benar-benar menancapkan semangat tentara Vietkong di dalam darah mereka. meski sedikit tercoreng akibat ulah oknum suporter yang melempari bus pemain timnas Indonesia sesaat setelah pertandingan usai.

Vietnam memang hampir sama seperti Indonesia, sama-sama menggilai speakbola dan negaranya bercorak agraris. mungkin 1 perbedaannya, Vietnam tidak pernah merepresi para Petaninya seperti Petani di Indonesia yang sering direpresi oleh Pemerintah melalui tangan aparat karena mempertahankan tanahnya yang diserobot perusahaan ataupun Negara.

9 12 16

December 8, 2016

Kondogbia, harapan yang hampir sirna

http://www.desktopimages.org/wallpaper/122229/geoffrey-kondogbia-2015-fc-internazionale-milano-wallpaper

Satu hal yang terbersit dalam benakku ketika pertama kali membaca berita bahwa Geoffrey Kondogbia sudah deal pindah ke Inter Milan dari As Monaco di tahun 2015 adalah dia akan menjadi suksesor Patrick Viera. postur tubuh yang menjulang benar-benar mengingatkan akan sosok Viera sebagai jenderal lapangan dengan penguasaan bola yang sangat baik, bahkan mereka berasal dari negara yang sama.

Proses transfer Kondogbia ramai karena nilai jual yang mahal dan banyak klub yang menginginkannya. salah satu klub yang paling ngotot menggunakan jasa Kondogbia adalah klub tetangga, AC Milan. sesaat setelah memenangkan transfer Kondogbia, Inter Milan seakan menang dalam pertandingan derby Milano. harapan besar pun dibebankan di  pundak Kondogbia untuk mengangkat prestasi Inter Milan yang seret akan prestasi pasca memenangkan treble winner di tahun 2010.
Interisti menaruh harapan pada Kondogbia dengan membandingkan keberhasilan Pogba di Juventus mengingat keduanya adalah rekan sejawat di timnas Prancis. menurut saya, harapan yang dibebankan kepadanya terlalu berat bagi seorang Kondogbia mengingat umurnya yang masih muda dan sama sekali belum memiliki pengalaman bermain di Serie A.

Kisaran harga 35 juta Euro yang digelontorkan Inter Milan untuk mendaratkan Kondogbia ke Giuseppe Meazza seakan sia-sia setelah satu setengah musim berjalan, sang Pemain tidak menampakkan tanda-tanda sebagai pemain penting dalam tim bahkan sampai pekan 15 musin 2016/17, Kondogbia lebih sering mengakrabi bangku cadangan.

kekhawatiran berikutnya saat melihat penampilan Kondogbia adalah kemungkinan dia akan masuk dalam daftar transfer gagal Inter Milan. sejarah mencatat bahwa seringkali Inter Milan melakukan transfer gagal. seorang Pemain dibeli dengan harga tinggi namun ekspektasi jauh dari harapan. faktor ketidakcocokan dengan gaya bermain mungkin menjadi alasan utama. meski permasalah seputar transfer yang gagal sudah hal yang jamak terjadi di dunia sepakbola namun tetap saja menyayangkan jika hal tersebut terjadi pada seorang Kondogbia yang sudah dibeli dengan harga yang mahal namun tidak menghasilkan apa-apa.

satu hal lagi yang saya khawatirkan ketika Kondogbia sudah dilego ke klub lain namun ternyata dia berubah menjadi pemain hebat. hal seperti ini sudah sering dialami oleh Inter Milan. tengok saja penjualan Coutinho ke Liverpool yang sampai sekarang menjadi penyesalan yang sangat mendalam bagi semua elemen klub mengingat Countinho menjadi pilar penting di Liverpool. contoh lainnya mungkin andrea Pirlo yang dijual ke AC Milan. sederet pemain lain pun pernah mengalami hal yang sama di Inter Milan.

sangat rumit bagi Inter Milan menyikapi persoalan Kondogbia yang tak kunjung membaik penampilannya. di satu sisi, kekhawatiran seperti yang saya tuliskan di atas selalu menghantui namun di sisi yang lain, ketika Kondogbia tetap berada di dalam tim namun hanya menghuni bangku cadangan, maka kerugian besar bagi klub mengingat gaji sang pemain sangat tinggi. Inter harus membayar 4,5 juta euro per musimnya ke rekening Kondogbia. gaji tersebut tertinggi di antara pemain lain.

solusi paling realistis saat ini adalah meminjamkan Kondogbia ke klub lain untuk mengasah kemampuannya. menjual secara permanen pun bukan solusi yang terbaik mengingat umurnya yang baru akan memasuki 24 tahun pada februari 2017.

atau mungkin saja kita para interisti harus memasukkannya ke dalam daftar pemain yang gagal di Inter Milan.

8 12 16