Showing posts with label resolusi. Show all posts
Showing posts with label resolusi. Show all posts

December 31, 2024

Semacam Resolusi

Saya sangat menyadari bahwa resolusi yang saya buat setiap akhir tahun/awal tahun baru selalu berakhir pada arsip berdebu, tetapi entah kenapa, menyusun resolusi semacam candu atau mungkin rutinitas yang harus dituliskan. 

Tahun ini pun demikian adanya. Saya tahun perjalanan 2025 pada akhirnya bagaimana bertahan dari satu masalah ke masalah yang lain tetapi menulis resolusi wajib saya lakukan, setidaknya komitmen mengisi blog ini.

Awal tahun seringkali serasa sangat panjang tetapi entah kenapa, rasanya sedetik berlalu, kita akan sampai lagi pada akhir tahun dan menyalakan kembang api. Selalu begitu setiap tahunnya dan kita melewati kesedihan demi kesedihan yang diselingi sedikit canda tawa.

Tahun ini, saya menuliskan resolusi yang repetitif dari tahun-tahun sebelumnya dan sedikit penambahan. Resolusi ini secara random dan urutan penulisan tidak berdasarkan prioritas. 

Here's the resolution I'm aiming for:

Melanjutkan study S3 jurusan HI (konsentrasi EPI/Studi keamanan dan HAM/politik Islam) di kampus luar negeri dengan beasiswa full funding. Mendapatkan sertifikat toefl ITP minimal skor 550. Membaca buku minimal 3 buku sebulan. Earning a salary at least equal to my wife's salary. Mengurangi kontak dengan gadget yang tidak produktif. a vacation abroad with my family. Rutin salat Tahajud. Became a guest speaker at various events. Mengajar di kampus yang sekota dengan istri* (pass pppk). Lingkungan pekerjaan yang kondusif dan saling mendukung. Menemukan mentor dalam pekerjaan dan hidup. Menguasai satu bidang keilmuan secara mendalam. Melunasi cicilan rumah. Mengunjungi orang tua di kampung minimal 2x setahun. Membelikan mobil untuk istri. Menerbitkan tiga buku termasuk buku keilmuan dan buku renungan. Mampu mengelola emosi dan menghilangkan penyakit hati.

* Mengajar di kampus dengan jurusan HI dan kampus yang memenuhi kuota minimal mahasiswa per kelas sehingga tidak mengharuskan setiap dosen terlibat aktif dalam tim PMB.
Demikianlah, mungkin saja selanjutnya perjalanan melewati tahun hanyalah perjalanan untuk bertahan atas setiap masalah yang akan menghadang, mungkin pada akhirnya kita hanya bicara bagaimana bertahan, bahkan tidak sempat memikirkan impian-impian besar.

Pada akhirnya, setelah menjalani hari demi hari di tahun 2025, saya akan mengutip lirik lagu Melly Goeslow yang berjudul Catatanku.

"… Tuhan terserah padamu
Aku ikut maumu TuhanKu catat semua ceritakuDalam harianku"

December 31, 2022

2023

Saya tidak punya banyak hal yang ingin saya refleksikan tentang 2022 selain beberapa momen yang cukup signifikan akan mengubah haluan hidupku di masa depan. Saya percaya bahwa setiap tahun akan berjalan sebagaimana adanya dalam suka dan duka, selalu seperti itu berganti dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Tidak ada hidup yang berjalan datar dan tak bergelombang.

Namun jika harus merefleksikan apa yang telah terjadi di tahun 2022, maka ada momen yang tidak terlupakan. Di awal 2022 ketika pandemi sedang memasuki gelombang ketiga, saya menjadi salah satu korban yang harus mendekam di kamar selama 2 minggu. Di satu sisi, terpapar covid merupakan musibah namun di sisi yang berbeda, ternyata membawa berkah karena saya punya waktu luang menyelesaikan tugas akhir saya dan saat isoman pun, saya akhirnya bisa ujian akhir dan berhasil menyelesaikan kuliahku.

Begitulah kehidupan dengan berbagai perspektif untuk satu kondisi. Tidak melulu tentang kesedihan namun selalu ada hikmah di dalam sebuah musibah yang diderita. Hanya saja bagaimana manusia memaksimalkan porsi yang ada di dalam jangkauannya tanpa memaki keadaan yang tidak bisa diubah dengan tangan sendiri.

Setelah melewati periode awal tahun 2022, bulan-bulan selanjutnya menjadi rutinitas sebagaimana adanya. Menggeluti rutinitas kantor sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Di pertengahan 2022, saya ikut wisuda online. Sedikit mengurangi euforia kelulusan namun setidaknya semua urusan kuliah akhirnya kelar.

Selanjutnya dengan bermodal selembar ijazah, saya mencari peluang lain untuk mengubah haluan profesi. Beberapa kesempatan saya coba namun belum berhasil. Saya memang berniat untuk mengubah profesi yang sedang saya jalani dengan berbagai pertimbangan, bukan hanya dari satu sudut pandang namun berbagai pertimbangan yang membawa saya sampai pada satu kesimpulan untuk berubah arah.

Sampai lah pada akhir 2022, saya akhirnya mendapat secercah titik terang untuk masuk dalam dunia akademisi. Tentunya sebuah peluang untuk mewujudkan keinginan berpindah bidang meskipun lumayan berat karena banyak pertimbangan namun jika tidak saya putuskan, bisa saja peluang yang sama akan sulit datang untuk kedua kalinya karena umur yang sudah tidak memungkinkan.

Akhirnya, di bulan akhir 2022, dengan meyakinkan diri dan minta pertolangan Sang Maha Pemilik, saya mengajukan pengunduran diri dari perusahaan yang sudah saya tempati selama hampir sembilan tahun. Waktu yang tidak sebentar dalam sebuah karir yang menurut saya agak sedikit mandek namun ada life values yang menegaskan keputusan saya untuk meyakinkan diri bahwa cukup sampai di sini berada di tempat ini.

Minggu I Januari 2023, akan menjadi hari terakhir saya berkantor di perusahaan saya yang sebelumnya. Begitu banyak keresahan namun bagaimana pun, tetap harus dijalani karena saya sudah memutuskan saya mengambil jalan yang saya pilih.

2023 akan menjadi tahun percobaan dalam dunia yang baru. Proses adaptasi akan menjadi hal yang mencemaskan meskipun setelah itu, berbagai hal harus saya pelajari untuk bisa eksis di tempat yang baru. Tidak mudah memang namun bagaimana lagi. Mundur berarti pengecut jadi tetap harus maju dengan sedikit senyum supaya semesta merestui.

Akhirnya di 2023, saya tetap punya harapan-harapan yang saya rapalkan supaya bisa terjadi. Tidak muluk-muluk namun setidaknya harapan untuk saya bisa tetap bertahan. 

Semoga bisa beradaptasi di dunia akademisi dengan berbagai dinamikanya. Semoga saya bisa menemukan cara tersendiri untuk mengajar dalam berbagai hal, dalam berbagai ruang dan waktu. Semoga saya bisa konsisten di dunia akademisi yang sudah saya pilih. Semoga skill dalam bahasa Arab dan Inggris bisa meningkatkan baik lisan dan tulisan dan dengan ukuran bisa menjadi nilai yang memenuhi syarat untuk melanjutkan pendidikan baik di luar maupun dalam negeri. Semoga punya kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya dengan modal beasiswa. 

Selain itu, tentunya saya juga berharap kebaikan-kebaikan menghampiri keluarga saya. Anak saya tumbuh dengan sehat fisik dan batin. Semoga isteri saya lebih kuat dalam dinamika hidup ke depannya dan semoga kami dikarunia kasih saya lahir batin. Semoga ibadah bisa meningkat dan pengetahuan agama bisa lebih baik lagi. Semoga bisa konsisten membaca dan memahami buku minimal 4 buku sebulan.

Semoga kedua orang tua saya sehat selalu dan bisa mengunjungi mereka sesering mungkin minimal tiga kali setahun.

Terlepas dari semua itu, saya mengikhlaskan kepada Sang Maha Pemilik Semesta untuk semua urusan yang akan saya usahakan. Keputusan terbaik ada padaNya.

23:59
31.12.22

December 31, 2020

The end of 2020

Whatever the title that I write in the end of every single year but the mean is same, resolution. yeah, I used to write my vision for the next year in the previous year. I quite sure that all dreams will coming true and blessed by God. when I read some of the previous resolution year by year, mostly of that have came in my life even some isn't definitely with my mind, whatsover. 

2020 was a dark moment in my life even most of people feel it. Pandemi covid-19 hit the earth in early 2020 carry out a unprecedent life. peope lost anything, job, hope and remained just tiny, however, life must go on. we ought to stand strong, trying to move and being normal. in every single history of human, they constantly having a answer for all trouble, how worst it is.

heading for 2021, I will putting effort so hard for life, for my daily life with family, not only about wealth but also the soul, serenity and something that unseen what makes me sane in crazy world. 

I have a dream like everbody has, I do, pray and hope for having these in 2021. some of these are:

- graduating from parmad for my master 

- having a new profession as a lecturer, somewhere of state university in east java or central java

- reading IR books at least 13

- come to see my parent as always at least 2 times in a year

- having a new house which has a carport somewhere in east java or central java. where a road in front of it, accesible to cars and around the good neighbours

- being a good person 

- more tolerant for all things

hope so. I truly believe that some of these will coming true. 

"2020"

December 30, 2016

Semacam Impian 2017

http://sijorikepri.com/tujuh-resolusi-keuangan-tahun-baru/
 
Sudah sangat banyak olok-olok pada setiap kebiasaan menuliskan resolusi di akhir tahun. menuliskan resolusi berarti sudah siap lahir batin menjadi bahan bullyan oleh beberapa teman. namun saya tidak pernah kapok menulis niatan yang menurutku baik di setiap akhir tahun sebagai rencana dan harapan tahun berikutnya.

Resolusi 2016 :
"Melanjutkan resolusi 2015 yang belum tercapai yang dibuat pada tahun 2014 dan direncakan tahun 2013 serta dicita-citakan tahun 2012."

Menggelikan memang. setiap akhir tahun, kita bersemangat menghadapi tahun berikutnya dengan kobaran semangat dalam mencapai target hidup namun seringkali, belum sampai pertengahan tahun, semangat tersebut meredup digerus kerikil-kerikil hidup meski saya sendiri berpendapat bahwa seringkali komitmen kita yang tidak terlalu kuat.

Saya lupa dari tahun berapa saya ikut-ikutan membuat resolusi di setiap akhir tahun. dua tahun belakangan, beberapa resolusi yang kubuat di tahun sebelumnya tercapai. seperti ada energi dari semesta yang ikut mendoakan ketika niatan baik diabadikan dalam tulisan sehingga ketika semangat sedang dalam titik nadir, tulisan tersebut menjadi reminder bahwa ada niatan baik yang harus saya tuntaskan.

Untuk akhir tahun ini, saya tidak terlalu muluk-muluk merencanakan apa yang harus kucapai tahun depan, mungkin juga karena kehadiran bayi mungilku yang membuat perhatianku terfokus padanya. jelas jika harus membuat resolusi maka saya hanya berharap semoga anak isteriku tetap dalam keadaan sehat lahir batin. meski saya kira hal tersebut bukan sebuah resolusi karena setiap saat saya berdoa kepada Tuhan atas kebaikan-kebaikan untuk keluargaku.

Impian yang lebih konkrit ingin kucapai tahun 2017 adalah melanjutkan kuliah ke jenjang S2. rencana yang lain membeli rumah untuk anak isteri dan keluarga. Saya pun berharap semoga di tahun 2017, saya bekerja di bidang yang tidak bersentuhan dengan bidang finance. berpikir untuk tidak bekerja di bidang finance lebih kepada usaha saya mencoba belajar menjaga nafkah untuk keluargaku dari unsur riba, gharar ataupun haram, meski sebenarnya sih ruang riba, haram ataupun gharar dalam kajian yang lebih mendalam bisa ada di semua lini tidak hanya di finance namun mungkin jiwa saya yang tidak settle di dunia finance. semoga  di tahun depan bisa berkarya di bidang pengawasan atau bidang yang bergerak dalam bidang kajian, Penelitian dan riset. Saya juga menyimpan harapan yang amat besar di tahun depan bisa melakukan hal-hal baik yang konkrit bagi orang lain.
 
Terakhir keinginan yang selalu kupendam adalah melihat Ibu dan Bapak umrah, Amin.



Cipaku, 30 12 16