December 14, 2016

Sensasi ikut Lomba Menulis

Entah sudah berapa kali saya ikut lomba tetapi tidak pernah ada hasil yang signifikan. intinya sih bukan pada hasil karena entah kenapa, setiap saya berhasil mengirim tulisan  untuk sebuaha lomba, ada rasa puas meski saya sadari, saya selalu tidak percaya diri pada setiap tulisanku.

blog ini dipenuhi tulisan norak yang entah kenapa saya tidak jera menulis di sini. saya sendiri jarang sekali membaca ulang tulisan di blog ini bahkan ada beberapa tulisan yang tidak pernah kubaca ulang sama sekali setelah kuposting, alasannya sederhana karena saya selalu merasa bahwa tulisan saya norak dan tidak menarik.

tetapi justifikasi terhadap diriku sendiri tidak serta merta membuatku jera menulis. saya tetap menulis semua cerita yang kulalui. saya pun tidak pernah putus asa mencari lomba menulis di internet. hanya saja, sebagian besar lomba menulis mengharuskan like fanspage, ataupun follow twitter padahal saya sudah memutuskan menutup akun facebook menjelang pernikahanku tahun lalu bahkan saya tidak pernah membuat akun twitter.

saya hanya memilih lomba menulis yang tidak neko-neko syaratnya. meski sangat sedikit dari lomba menulis yang memudahkan kita mengikuti lomba.

saya pernah mengikuti lomba menulis cerpen di mana apresiasinya adalah cerpen akan dibukukan ketika masuk 40 besar. saat itu, ada beberapa tahapan seleksi. cerpenku masuk dalam 100 besar kemudian setelah itu, akan diadakan lagi seleksi 40 besar bagi cerpen yang layak dibubukan dalam satu buku kumpulan cerpen. tetapi belum rezeki, cerpen tidak masuk dalam kategori terbaik 40 besar meski demikian, peserta yang berhasil masuk 100 besar diberi apresiasi berupa sertifikat. hal tersebut sudah sangat membahagiakan.

sensasi menang lomba menulis akhirnya saya rasakan. dalam rangka ulang tahun kantor tempatku bekerja, ada beberapa lomba yang boleh diikuti oleh Karyawan, salah satunya karya tulis ilmiah. saya iseng mengirimkan tulisan meski saya tidak pernah berharap menang. seperti yang saya tulisankan di atas bahwa saya hanya merasakan kepuasan ketika berhasil mengirimkan tulisan untuk diikutkan pada sebuah lomba.

Lomba tersebut sedikit formal mengingat yang diperlombakan adalah karya tulis ilmiah sehingga mengharuskan saya mencari referensi buku ataupun jurnal supaya tulisanku bisa dianggap ilmiah. saya sampai menjelajah ke Gramedia Kalibata namun tidak jua kutemukan buku yang bisa menunjang materi yang hendak kuangkat.

jalan terakhir, saya searching jurnal dan buku yang pada akhirnya, saya menemukan teori L Parasuraman tentang Service Quality. teori tersebut lah yang kemudian kujadikan pijakan dalam membahas materi.

saya tidak pernah berharap banyak karena merasa bahwa saya tidak terlalu maksimal mempersiapkan materi tulisanku. hingga sampai menjelang pengumuman, saya diberitahu oleh panitia lomba bahwa tulisanku masuk nominasi pemenang. lumayan senang lah.

pada tanggal 8 Desember bertepatan dengan pengumuman lomba, saya diundang menghadiri penyerahan hadiah. ternyata saya meraih juara 3 dengan hadiah Rp. 1 juta. akhirnya sensasi menjuarai sebuah lomba menulis meski hanya juara 3, lumayan menggairahkan.

bukan hadiahnya sih cuma semangat menulisnya yang kembali terbaharui.

semoga lebih bersemangat menulis

9 12 16

No comments: