Showing posts with label Ajal. Show all posts
Showing posts with label Ajal. Show all posts

December 31, 2016

Kepergian

Saya benci menulis tulisan penutup tahun ini. Seharusnya resolusi adalah tulisan penutup tahun 2016 di lapak ini namun apa daya, dengan segala keterpaksaan, tulisan tentang kepergianlah yang menutup tahun ini.
Selalu ada rasa hampa yang menggelayut di lubuk hati ketika ditinggal seorang keluarga.

Berbagai kenangan kebersamaan kembali menari-nari di kepalaku. Memoriku dengan jelas menghadirkan wajahnya yang penuh dengan senyuman dan setiap perlakuannya terhadapku dengan penuh kasih.

Nenek hada- seringkali kami cucunya memangilnya dengan julukan nenek tega. Saya tidak tahu asal muasal julukan tersebut- tadi selepas maghrib sudah menunaikan perjalanan hidupnya di bumi. Beliau sedang melakukan perjalanan ke alam selanjutnya.

Jelas akan banyak tangis yang melepas kepergiannya. Kebaikannya sudah menjadi rahasia umum di keluarga besar kami. 

Mayoritas remaja dari kampung kami ketika pertama kali datang ke Makassar melanjutkan kuliah, maka rumahnya menjadi persinggahan pertama. Beliau menyiapkan apapun yang dibutuhkan.

Saya sendiri tidak bisa melupakan semua kebaikannya. Sejak 2006, saya mulai mengakrabi rumahnya di Makassar saat masih kuliah. Meski saat itu saya ngekos namun selalu saja nenek tega menjadi pelarianku ketika stok makanan sudah habis di kos.

Saat saya melangsungkan pernikahan di ujung timur pulau ini, nenek tega hadir menghadiri acara resepsi pernikahanku. Beliau yang menjadi pendampingku.

Terakhir kali bersua dengannya saat saya mudik di akhir tahun 2015. Saya mengunjungi beliau bersama isteriku. Sikapnya tidak pernah berubah. Beliau masih selalu mencurahkan perhatiannya terhadapku. Menanyakan remeh temeh tentangku.

Saya berbicara dengannya lewat telepon sesaat sebelum beliau berangkat menunaikan ibadah haji. 

Sepulang dari tanah suci, beliau mengalami sesak nafas yang kemudian membatasi aktivitasnya. Beliau sudah tidak berjualan di pasar mulai saat itu.

Hidup memang tentang perpisahaan namun tetap saja, setiap kali perpisahan datang menyapa, kita seakan sulit berdamai dengannya.

Ajal kematian adalah keniscayaan. Hidup memang teman sejati dari kematian yang berarti melangkahkan kaki ke keabadian.

Semoga Tuhan menempatkan nenek hada di tempat yang terbaik di sisiNya.

Cilandak, 31 12 16. 22:06 Wib