July 31, 2015

Ingatan Masa Kecil

Banyak ingatan masa kecil yang membuat saya menyesal kenapa tidak menyimpannya kuat-kuat di dalam memoriku. Bukan untuk kembali ke masa lalu namun lebih dari itu bahwa ada banyak hal yang seharusnya menjadi pembelajaran penting bahkan hikmah yang nampaknya baru saya sadari sekarang.

Salah satu ingatan masa kecil yang tertanam kuat di kepalaku adalah shalawat yang diputar di mesjid menjelang adzan dan lebih sering diperdengarkan menjelang adzan subuh, zhuhur dan ashar.

Belakang baru saya tahu bahwa shalawat tersebut dikenal sebagai shalawat tarhim. Ada kesejukan yang menyelimuti seluruh tongga tubuhku ketika mendengar shalawat tersebut namun jujur saya amat sangat menyesal karena beberapa tahun belakangan ini, shalawat tarhim sudah tidak lagi diperdengarkan di mesjid kampungku dengan adanya ajaran Islam fundamental yang masuk dan melarang pemutaran kaset di mesjid. Membid'ahkan pemutaran Shalawat lewat kaset sebelum adzan padahal syiar Sholawat tersebut seakan meremukkan kesombonganku samapi hancur lebur. Ada yang hilang dari kesenangan masa kecilku mendengarkan shalawat tersebut.

Ternyata shalawat tarhim tersebut memiliki sejarah yang panjang. Shalawat yang saya akrabi melalui radio mesjid dan saya harus mengakui bahwa shalawat tersebut terkadang membuat saya tersungkur dalam kerinduan bersama Sang Kekasih. meski pada akhirnya, banyak pertentangan yang kemudian melarang untuk memperdengarkan bunyi-bunyian melalui kaset sebelum adzan dikumandangkan. terlepas dari semua itu, ada kesejukan yang amat sangat ketika mendengar shalawat tarhim.

Ingatan saya berjalan mundur ketika mendengar shalawat tersebut. Ingatan kembali ke masa lalu, tentang suasana kampung masa lampau, damai dan tentram, ingatan tentang para orang tua di kampung yang tergopoh-gopoh ke mesjid setelah sholawat tersebut di putar dan dari wajah-wajah mereka memancarkan ketenangan bhatin.

ada bagian yang selalu dinegasikan oleh para pembaharu. ada kenangan yang mereka renggut dan menurut saya sesuatu yang amat sangat saya rindukan karena mengantarkan menikmati irama alam semesta namun dengan dalil yang kontekstual, semua mereka jungkalkan.

Diakhir Juli 2015

No comments: