August 1, 2015

Tentang Agustus Yang Menyapa

Tidak ada yang spesial dari datangnya bulan agustus selain euforia masyarakat yang sebentar lagi menyambut hari kemerdekaan. Bagi saya pun bulan ini akan menjadi seperti biasa layaknya pengulangan bulan sebelumnya. Namun Setidaknya di akhir bulan ini, saya menunggu kepastian dari kantor tentang status karyawanku. Entah akan tetap dperpanjang, dipermanenkan atau bahkan diputus kontrak. 

Layaknya manusia biasa, saya tetap cemas saja menunggu status di kantor ini apatahlagi ada rencana besar dalam kehidupan saya yang akan saya wujudkan dua bulan kedepannya. Itu saja yang membuat sedikit kecemasan selalu menghantui saya dalam setiap kesendirian meski di lain waktu saya hati saya tenang, saya kemudian tidak mengkorelasikan rencana saya tersebut dengan pekerjaan karena sejatinya semua akan berjalan sesuai takdirnya.

Sebenarnya bagiku, semua hal tersebut tidak masalah sama sekali hanya saja bahwa rencana saya akan sedikit membebani saya dengan keputusan di kantorku. Bagaimanapun saya adalah lelaki dan bertanggung jawab terhadap keluarga meski sering kuakui bahwa rejeki tidak akan pernah tertukar namun tetap saja bahwa kecemasan meliputi segenap ragaku.

Entahlah apa yang akan menjadi sebuah wujud nyata dari semesta namun setidaknya semua telah saya bicarakan secara terbuka dengan calon partner hidup saya dan dengan amat legowo, dia tidak mempermasalahkan apapun tentang keputusan pekerjaanku.

Ah, saya akan biarkan semesta ini yang mengaturlah, biarlah saya seperti debu yang akan terbang kemana saja sesuka angin dan biar pula saya menjadi air yang rela dibawa kemana saja oleh arah sungai karena sejatinya saya tidak punya kekuatan apa-apa sekarang selain keteguhan hati untuk berdamai dengan hidup yang hanyalah sebuah banyolan nyata.
 
Jakarta, 1 Agustus 2015

No comments: