July 30, 2015

Kantor dan Aktivitas Bercanda

Bercanda adalah sesuatu yang diperlukan bagi setiap manusia. tertawa bahkan mempunyai khasiat yang positif terhadap kesehatan mental dan fisik, salah satunya mampu mencegah stress dan beberapa manfaat lain. bahkan ada terapi kesehatan yang menganjurkan untuk tertawa.

Saya memang percaya bahwa orang yang terlalu serius dalam berbagai hal disebabkan karena belum bertemu banyak orang dalam banyak kondisi dan mungkin juga kurang wawasan ditambah lagi kefanatikannya terhadap sesuatu karena saya sendiri percaya bahwa orang yang sudah berilmu tinggi akan menjadi humoris, Gus Dur, Cak Nun, Gus Mus adalah sebagian dari panutan saya yang sudah begitu luas wawasannya namun terkenal juga dengan pribadi mereka yang humoris bahkan mayoritas nasehat mereka disampaikan dalam candaan-candaan yang penuh hikmah

Namun kali ini saya tidak sedang ingin membahas tentang tertawa dan tetek bengeknya apatahlagi manfaat bagi kesehatan namun saya ingin membahas antitesa dan manfaat tertawa apatahlagi ketika seseorang butuh konsentrasi namun di sekitarnya mengharuskan tertawa tanpa batas sehingga terkesan tertawa karena terpaksa

Lebih spesifik lagi saya ingin menelisik aktivitas bercanda di kantor yang mungkin terlalu over. berangkat dari ketidaksengajaan membaca artikel ini dan sepertinya saya berada di suatu kondisi tersebut. 

Humor Para Kyai sama sekali tidak sama dengan candaan yang tidak berbobot yang sering saya jumpai bahkan diakhiri dengan tertawa terbahak-bahak yang dipaksakan. bekerja memang tidak perlu terlalu seserius sang profesor yang sedang meneliti namun juga bekerja harus tetap fokus. 

Ada rasa yang bisa membedakan kapan kita harus bercanda dalam batas candaan yang berbobot dan kapan harus serius apatahlagi ketika candaan hanya menjurus pada hal yang bahkan dilarang seperti hubungan intim antara suami istri. Bahkan menceritakan aktivitas hubungan intim suami istri adalah sesuatu yang amat dilarang.

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي 
  إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا


"Seburuk-buruk manusia dipandangan Allah pada hari kiamat ialah suami yang  melakukan hubungan intim dengan isterinya kemudian menceritakan keintimannya kepada orang lain" ( Hadits riwayat Muslim No: 1427)

Dari Abu Hurairah RA, Ia berkata :
" Bahwasanya Rasulullah SAW pernah melalukan shalat dan ketika Beliau telah mengucapkan salam maka beliau menghadapkan mukanya kepada mereka (Jamaah) dan bersabda , berhati-hatilah terhadap majelis-majelis kaum. apakah diantara kamu ada seorang laki-laki yang menyetubuhi isterinya dengan menutup pintu dan melabuhkan tirainya kemudian dia keluar dan bercerita , saya telah berbuat dengan isteriku begini dan begini..!! kemudian mereka diam semua lantas Rasulullah SAW mengadap kepada para perempuan dan menanyakan " adakah diantara kamu yang bercerita begitu..? tiba-tiba ada sesorang gadis memukul-mukul salah satu tulang lututnya sampai lama sekali supaya diperhatikan oleh Nabi dan supaya mendengarkan omongannya. kemudian gadis itu berkata " demi Allah, kaum laki-laki bercerita dan kaum perempuan juga bercerita! lantas Nabi bertanya " Tahukah kamu seperti apa yang mereka lakukan itu? sesungguhnya orang yang berbuat demikian tak ubahnya dengan syaitan laki-laki dan syaitan perempuan yang satu sama lain bertemu di jalan kemudian melakukan persetubuhan sedang orang lain banyak yang melihatnya"  (Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Bazaar)
        
Sekali lagi bahwa yang saya maksud disini bukan candaan seperti para kyai yang mengandung hikmah dan pelajaran namun candaan yang tidak saya sepakati adalah candaan yang sama sekali tidak berbobot dan menjadikan hubungan intim suami istri sebagai bahan candaan. terlalu konyol menurut saya.

Kita tidak perlu merasa sungkan untuk meninggalkan majelis yang didalamnya bercanda mengenai hubungan suami istri. Tidak ada manfaat didalam majelis seperti itu dan hanya akan membawa pada kesia-siaan bahkan murka dari setiap doa-doa suci.

Selebihnya kita hanya perlu untuk memilih candaan yang memang perlu meski saya sendiri adalah seorang yang suka menertawai diri sendiri karena pada akhirnya semua hanya akan ditertawai seperti kata Cak Nun dan mungkin itu pula kenapa Para Kyai yang luas ilmunya suka humor dan sekali lagi bukan humor rendahan apatahlagi humor yang dilarang keras oleh ajaran agama karena sejatinya humor haruslah mengandung nasehat seperti yang selalu dilontarkan Gus Dur.


 300715

No comments: