Aku sebenarnya tidak terlalu suka untuk memenuhi blog ini hanya sekedar foto-foto karena aku masih percaya kata-kata masih menggetarkan lebih dari sekedar foto namun tak apalah karena hanya ini yang mungkin menjadi momen untuk melihat dan memupuk rindu di kampung halaman.
here they are...!!!!
 |
Bongkar kenclengan sebelum mudik. namun jangan salah karena uang hasil celengan ini bukan modal buat mudik namun buat yang lain dan tentunya tidak perlu untuk kujelaskan untuk apa uang ini. biarlah aku dan adekku saja yang tahu untuk apa uang ini kami pergunakan.
|
|
|
|

|
| Hadiah dari kantor. emas berupa Lempengan. masih ada yang 5 gram tetapi tidak sempat saya abadikan. ini bukti kebaikan seorang kepala cabang di kantorku yang kemudian dimutasi ke cabang Kebayoran. masih banyak lagi kebaikan-kebaikan lain yang tidak perlu saya jelaskan meski bukan dalam bentuk materi namun hikmah yang ada pada dirinya |

|
barang bawaan andra dan ibunya saat akan pulang ke palopo. beginilah tradisi di keluarga kami ketika ada yang akan berangkat ke tempat tujuan. akan ada banyak barang bawaan yang menyertainya. di dalam kardus tersebut, berbagai banyak aneka kue yang dibuat sendiri oleh ibuku dengan penuh kasih sayang
|

|
diatas mobil menuju makassar. mobil kijang LGX yang penuh sesak. aku duduk di bangku paling belakang bersama 3 orang lainnya yang lumayan gemuk alhasil aku tidak bisa nyenyak sepanjang perjalanan. salah satu penumpang di tengah mengomel ketika penumpang lainnya meminta untuk berhenti sejenak sekedar untuk bersalaman dengan keluarganya di Saruran. berbagai argumen dia keluarkan demi untuk membenarkan omelannya apatahlagi didukung oleh ibu di sampingku yang mengiyakan semua omelannya alhasil sang Sopir serba salah. sesampai di Mandai, aku hendak diantar ke rumah teman namun tidak tahu alamat lengkapnya. mobil masuk di peruamhan AURI kemudian balik lagi karena salah alamat. aku menghindari omelan dari penumpang sehingga minta diturunkan saja di pos polisi pertigaan jalan masuk ke bandara baru.
|

|
Ruang tunggu bandara sultan Hasanuddin. masih luamayan lengang di tengah arus mudik. duduk menunggu keberangkatan pesawat yang ternyata harus delay setengah jam sedangkan aku sudah lebih awal datang ke bandara
|

|
Buntu Kapere. gunung ini sering menjadi destinasi bagi warga sekitar khususnya muda-mudi. sebelumnya gunung ini tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat namun sejak kecil aku sudah akrab dengan gunung ini karena di lerengnya terbentang kebunku. saat masih bocah sampai sma, hampir setiap hari aku melewati gunung ini untuk mengambil makanan kambing. sejak ada akses jalanan kendaraan ke gunung ini sejak 3 atau 4 tahun yang lalu, gunung ini selalu ramai dikunjungi bahkan sering dijadikan tempat pacaran atau sekedar kongkow. pada malam lebaran atau tahun baru, gunung ini ramai dan petasan yang dibunyikan dari puncak gunung ini. hari pertama lebaran, aku duduk di gunung ini setelah nyekar dari makam nenek. ada perasaan miris di gunung ini ketika melihat sampah berserakan. terbersit dalam benakku untuk membuat tulisan dilarang membuang sampah namun sampai aku pulang ke Ibukota, hal tersebut tidak terlaksana.
|

|
Sriwijaya Air SJ 599. diambil dari samping ketika aku hendak memasuki pesawat. aku sering mengamati betapa buah akal manusia sebagai karunia dari Tuhan benar-benar luar biasa. aku masih tidak percaya sebuah benda besi yang dirangkai terbang di udara.
|

|
| Meisya dan Andra. kalian suatu waktu akan melihat foto ini dan meresapi perasaan syahdu dan membayangkan betapa hidup ini indah. betapa masa bocah ada momen dimana semua menjadi seperti hidup dalam arena permainan tanpa ada beban |

|
dengan wajah sendu, Meisya mungkin sedang berpikir bahwa hidup tidak sesimple menjadi anak kecil. butuh taktik yang mumpuni untuk menjalani hidup.
|

|
Fadel melihat orang menjemur kopi. barangkali saja dia berkesimpulan bahwa ketika beranjak dewasa, dia bisa saja berada di kondisi seperti para penjemur kopi yang harus berpanas ria demi sesuap nasi
|
 |
Ole-Ole mudik.
|
Jakarta
22 Juli 2105
No comments:
Post a Comment