July 27, 2015

Menghitung Khilaf

mari sejenak menunduk
menghitung batu hitam di belakang langkah
mata mungkin buta
atau kah hati yang terhijab nista
hingga tak terbedakan putih dan hitam

sejauh jejak yang hitam
namun selalu saja tak terhindarkan
ketika gelora syahwat yang merajai
maka diam adalah jawaban

dalam lara jiwa yang gersang
menjemput maaf yang tak kunjung tiba
hati ikut hening
menuntut raga yang lelah dalam nyata

di persinggahan jiwa
270715
 

No comments: