July 13, 2015

Tarwih #26

Malam ini saya shalat tarwih di mesjid samping terminal Rawamangun. Acara malam tarwih di mesjid ini layaknya mesjid di kampungku hanya saja tidak ada pembacaan Al-Qur'an sebelum ceramah agama. mesjid ini termasuk salah satu mesjid yang masih ramai di saat akhir Ramadhan karena pada umumnya mesjid yang lain sudah tinggal sebaris.

Ceramah mesjid kali ini bercerita tentang hari qiamat. Pada pembukaan ceramah, Mubaliq bercerita tentang dahsyatnya kejadian di hari qiamat. Dia kemudian mengambil contoh fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu di Kanada dimana ada suara aneh seperti suara terompet yang terdengar juga di Australia. Mubaliq mengatakan bahwa sama sekali itu bukan terompet Malaikat Israfil karena pada saat Malaikat Israfil meniup terompetnya maka semua yang ada akan musnah.

Secara garis besarnya, mubaliq membahas secara skriptualis tentang bagaimana itu hari kiamat dan bagaimana keadaan manusia pada saat hari kiamat. bagaimana suhu yang begitu panas ketika manusia sudah dikumpulkan di padang Masyar. matahari hanya sejengkal di atas ubun-ubun.

Pada sesi terakhir ceramahnya, Dia menjelaskan macam-macam hati menurut Imam Al-Ghazali di dalam bukunya ihya Ulumuddin. Bahasan ini sudah pernah dibawakan oleh mubaliq yang juga berceramah di mesjid ini beberapa malam yang lalu.

Ada tiga macam hati manusia, hati yang mati, hati yang sakit dan hati yang selamat/sehat.

Mesjid Jami' Rawamangun
26 Ramadhan 1436 H

No comments: