Sebenarnya malam ini saya berniat shalat tarawih di mesjid yang terletak di bilangan Tebet, rute yang sering kulewati saat pulang dari mall ambassador ke Rawamangun namun jalanan yang padat merayap mengharuskanku untuk memutar balik motor ke masjid pendurenan yang sering saya tempati salat tarawih.
Saya sudah paham shalat tarawih di mesjid ini. setelah salat Isya dan shalat sunnah, pengurus masjid lalu naik ke mimbar dan menyampaikan beberapa pengumuman kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih delapan rakaat kemudian ceramah agama sekitar tiga puluh menit, barulah setelah ceramah agama, ditutup dengan shalat sunnah witir tiga rakaat.
Muballiq malam ini nampaknya sudah pernah membawakan ceramah agama. Pembahasannya tentang malam lailatul Qadar. Muballiq bercerita tentang seorang israel bernama sam'un. Dia dicari kelemahan oleh isterinya. Isterinya merantai tangan dan kakinya tanpa tetap saja bisa lewat. Setelah itu turun tangan iblis. Kemudian diberitahu isterinya dan merayu sam'un. Diurai rambut yang digulung delapan dan diikatkan tangannya. Setelah itu sam'un bisa dilumpuhkan. Setelah itu, sam'un mengingat dan meminta pertolongan Allah.
Cerita ini ingin mengulas tentang lamanya Sam'un beribadah kepada Allah selama seribu tahun namun unur manusia sekarang tidak sampai selama itu sehingga umat sekarang disediakan malam lailatul Qadar dimana ketika beribadah di malam tersebut, seperti beribadah seribu bulan.
Saya selalu tidak habis pikir dengan orang-orang yang pemburu malam lailatul Qadar namun disisi lain mereka tidak memperbaiki akhlaqnya. Sampai saat ini saya yakin bahwa malam lailatul Qadar itu tidak seperti door prize yang setiap orang tiba-tiba saja mendapatkannya entah itu orang dzalim ataupun orang alim. Saya yakin bahwa hadiah Malam lailatul Qadar adalah diperuntukkan bagi orang yang secara istiqamah memperbaiki diri dari hari ke hari bukan kepada orang yang dzalim.
Wallahu Alam bissawab
Mesjid Al-Ishlah Pendurenan
24 Ramadhan 1436 H
No comments:
Post a Comment