July 31, 2015

Cak Nun, Asal Usul dan Aktivitas Luang di Kantor

Saya beberapa kali mendengar mantan direktur Pemasaran di kantorku ketika memberikan wejangan selalu bertumpu pada 4 hal. menurutnya bahwa dalam hidup ini, keempat hal tersebut adalah :
  1. Harus Beragama / Spritualis
  2. harus Memahami sejarah
  3. Mengerti kebudayaan
  4. Menguasai IPTEK
Saya tidak berpretensi untuk menjelaskan satu persatu poin tersebut diatas namun jauh sebelum Dia menjelaskan tentang landasannya dalam hidup, saya sudah sering membaca atau mendiskusikannya dengan teman-teman di kampus meski dalam penjelasan yang berbeda.

Seminggu ini, pekerjaan saya di kantor tidak terlalu padat sehingga banyak waktu yang kupergunakan hanya mendengarkan musik, membaca blog bahkan mendownload youtube. pengajian Cak Nun yang paling banyak saya download kemudian saya dengarkan ketika sedang menginput pekerjaan di PC. 

Saya akui bahwa saya menggandrungi pemahaman penuh toleran yang dicontohkan oleh Gus Dur, Gus Mus maupun Cak Nun yang dari mereka saya belajar bahwa sebenarnya hidup itu indah dan pada akhirnya, kita hanya akan menertawakan apa saja di dunia ini termasuk diri kita. dari mereka pula, saya belajar bahwa semakin orang menambah wawasannya maka semakin humoris mereka dan sampai pada pemahaman  bahwa hidup ini hanyalah senda gurau dan panggung sandiwara meski demikian, kita sebagai aktor harus bergurau dengan serius.

Satu bagian yang ingin saya tuliskan disini adalah saran Cak Nun untuk mengetahui asal usul kita atau jika dipadankan dengan pion yang dijelaskan oleh Mantan Direktur di kantorku bahwa kita harus mengetahui sejarah. kak Hamzah yang merupakan sosok panutan saya di Makes pun pernah menyarankan beberapa kali untuk belajar tentang sejarah. ada hal yang kemudian membuat saya selalu bingung belajar sejarah ada harus memulai dari mana.

Kembali ke pengajian Cak Nun bahwa kita harus mengetahui asal usul kita. dari pengajiannya tersebut baru saya ketahui bahwa Beliau adalah keturunan campuran Jawa, arab demikian pula Gus Dur yang merupakan Campuran dari 3 etnis Jawa, Arab dan Cina. seperti apa kita harus memahami semua asal usul kita maka kita akan menjadi lebih toleran dalam hidup.

Saya sendiri bahkan tidak tahu sama sekali asal usulku. hal yang saya ketahui bahwa kedua orang tua saya berasal dari sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan yaitu Enrekang dan lebih tepatnya sebuah kampung bernama Buntu Lamba. seingat saya, pernah orang tua saya kalau tidak salah ingat ayah saya bercerita bahwa kami asli dari kampung tersebut namun saya masih harus kroscek kebenarannya karena pada dasarnya kampung kami hanya seukuran kampung kecil dan saya rasa tidak mungkin leluhur saya berasal dari situ, pasti ada campuran dari kampung lain atau bahkan dari suku lain.

Berbicara suku di Sulawesi Selatan sudah terlalu banyak apatahlagi jika scoupnya secara luas di pulau sulawesi, namun mari saya ceritakan saja suku di Sulawesi Selatan. ada dua suku yang mayoritas di Sulawesi Selatan, Suku Makassar dan Suku Bugis meski ada pula suku Toraja dulu ada Mandar yang sekarang terpisah menjadi Sulawesi Barat. 

Jika berdasarkan sejarah yang ditulis di wikipedia bahwa suku Bugis adalah suku yang tergolong dalam Melayu. mereka adalah salah satu dari sebagian bangsa yang bermigrasi pertama ke Nusantara dari dataran Tinggi Yunan. jika ditilik lebih jauh lagi maka kemungkinan besar suku melayu yang ada di Indonesia berasal dari bangsa yang sama sehingga  perpecahan karena perbedaan suku di Indonesia adalah hal yang konyol karena berasal dari suku yang sama.

mungkin terlalu pelik untuk menjelaskan satu persatu suku di Indonesia dan lagian saya masih cetek pemahaman sejarah tentang suku di Indonesia. selebihnya mungkin menulis tentang suku Enrekang. ada kebingungan tersendiri yang dari dulu tidak pernah menemukan jawabannya tentang sejarah orang Enrekang dan juga suku Toraja. secara Geografis, sangat berdekatan dengan suku Bugis namun kedua suku tersebut memiliki banyak perbedaan dengan suku Bugis.

Saya tidak ingin terlalu jauh tentang asal usul. saya sebenarnya hanya ingin mengetahui asal usul leluhurku. namun pengetahuanku mandek hanya sampai di kakek nenek. begitupun windi yang ingin kuketahui asal usulnya namun hanya sampai pada kakek neneknya. dari bapaknya berasal dari Tuban sedangkan kakek neneknya orang asli caruban.

mungkin suatu waktu saya bisa menelusuri asal usul kami dan  mencari tahu kearifan dari setiap asal kami.

Pulogadung, 310715

Referensi
-(1)
-(2)
-(3)
-(4)
-(5)

No comments: