kemarin aku menulis disini. di paragrap terakhir tentang janjiku untuk menulis seorang guru SMA ku yang notabene berperan dalam menstimulasi gelora menulisku. sebenarnya aku punya pengalaman yang mungkin bisa dianggap "kelam" saat diajar beliau. semoga saja apa yang kutulis disini bukan sebuah gibah karena sejatinya, aku tetap respek kepada beliau seperti yang kutulis diawal bahwa beliau salah satu yang memacu semangat menulisku.
namanya Ibu H namun kami sering memanggilnya ibu hasna. beliau adalah salah satu guru mata pelajaran di SMA ku dulu. beliau pun termasuk guru senior. seingatku, beliau baru mengajarku saat duduk di kelas II. saat itu aku masuk di kelas IIA yang termasuk dalam kelas unggulan dalam sekolah kami. saat kelas I, semua yang masuk dalam peringkat lima besar dikumpulkan menjadi satu kelas di kelas IIA. kelas tersebut menjadi seperti kelas favorit dan pastinya bahwa saat masuk di kelas tersebut, prestisenya lebih tinggi dari kelas yang lain. perasaanku saat masuk pun tidak terlalu senang karena memang sejak dulu, pengklasifikasian seperti itu sama sekali tidak ada dalam kamusmu yang ada malah perasaan tidak senang saat belajar karena ada perasaan untuk saling menjadi yang terbaik. jujur saja, aku adalah orang yang tidak suka dengan hal yang kompetitif dalam belajar.
di kelas IIA tersebut, hal yang kukhawatirkan benar-benar terjadi atau entah hanyalah ilusiku namun semangat belajarku tidak se militan saat masih SMP. semua orang terlihat ingin menjadi lebih baik sehingga interaksi mereka hanyalah sekadar menanyakan hal seputar pelajaran.
di kelas pun aku menjadi pesakitan. aku dan salah seorang temanku yang bernama si O menjadi siswa underdog yang tidak dilirik oleh guru. aku pun acuh tak acuh dalam setiap pelajaran. klimaksnya saat pelajaran bahasa Indonesia. aku dan s O duduk di deretan bangku paling depan. saat itu Ibu H menerangkan pelajaran. di satu sesi, Dia sempat melucu sehingga kami tertawa namun entah apa yang ada di benaknya, aku dan si O apes karena tiba-tiba saja dia marah dan menyuruh kami keluar kelas.
seingatku, selama 2 minggu aku dan okky tidak boleh mengikuti pelajarannya. ada hal yang lucu karena kami harus ke rumahnya minta maaf bahkan si O membawa bunga sebagai permintaan maaf supaya diikutkan lagi di mata pelajarannya. sedangkan aku, harus meminta jasa dari kakak iparku yang kebetulan adalah sepupu dari ibu Hasna. pengalaman yang mungkin tidak pernah terlupakan.
memasuki semester II, aku dan si O akhirnya terdepak dari kelas IIA ke kelas IIE. saat itu, aku kembali menikmati masa belajar, lepas dari tingginya tensi persaingan di dalam kelas.
masa SMA yang indah
100415
No comments:
Post a Comment