"Jangan memberaki piringmu namun kamu pun makan dari piring itu." kata-kata itu sebenarnya adalah plesetan dari sebuah pernyataan panjang dari kepala Cabang di kantorku. mungkin kekesalannya adalah puncak dari kegundahaan yang ditahan selama ini melihat beberapa karyawan di kantorku yang dengan begitu entengnya menjelek-jelekkan perusahaan ketika mereka diluar sedangkan mereka masih saja mengais rejeki di kantor tersebut. kemarahannya ditumpahkan saat kami bercerita di suatu Maghrib. Dia mengatakan bahwa alangkah tidak etisnya ketika seseorang mengotori piringnya namun dari piring tersebut mereka makan. secara sederhana, makna dari pernyataannya bahwa karyawan harusnya tidak menceritakan kejelekan perusahaan sedangkan mereka masih menerima keuntungan bahkan gaji dari Perusahaan tersebut.
Menurut hemat saya bahwa bukan saja ketika mereka masih berstatus sebagai pegawai di perusahaan bahkan ketika mereka sudah resign dari perusahaan maka tidak etis untuk menceritakan keburukan dari perusahaan karena setidaknya mereka sudah pernah hidup dari perusahaan tersebut.
Pada dasarnya, manusia itu suka bercerita dan lebih suka lagi ketika orang lain menyukai cerita mereka sehingga mungkin untuk sebagian orang, keasyikan bercerita menjadi sebuah hal yang akan selalu berulang sehingga terkadang apa saja akan diceritakan. hal yang salah ketika mereka menceritakan tentang kehidupan di kantor yang mungkin dianggap tidak sesuai dengan keinginannya. sebenarnya terkadang alasan seseorang menceritakan kejelekan kantornya adalah adanya kekecewaan meski terkadang mungkin pribadi merekalah yang kurang baik.
Dari beberapa tahun belakang sampai sekarang, saya masih meyakini bahwa orang yang suka menceritakan keburukan orang lain atau bahkan tempat kerjanya kurang baik dijadikan sahabat sebab sangat memungkinkan ketika kita berselisih paham dengan mereka, kejelekan kita akan diceritakan pula kepada yang lain. begitulaah satu rumus hidup yang kupegang sampai sekarang.
Sejatinya bahwa dalam hidup, tidak ada yang terlepas dari diri kita. diri adalah microcosmos sehingga jika ingin mengetahui segalanya maka kenalilah diri sendiri, tidak perlu untuk pergi sejauh mungkin mencari jati diri. semua bersemayam dalam diri kita sehingga saya percaya bahwa ketika masih saja merasa ada yang salah dengan orang maka kemungkinan diri kitalah yang ada salahnya. menjelek-jelekkan orang lain berarti kita yang memiliki banyak kekurangan.
Orang yang suka menceritakan keburukan orang lain sebenarnya dia ingin jika orang lain tersebut jatuh di mata orang karena dia sadar orang itu memiliki banyak kelebihan dibandingkan orang lain. bersihkanlah hati dan tetaplah berbuat baik dan sekali-kali tidak perlu untuk mengharapkan pengakuan dari orang lain karena yakinlah semesta yang akan mengakui kita.
"Kalau kita emas, di got sekalipun kita akan tetap menjadi emas. Jangan pernah menganggap kurang dari apa yang kita miliki," Pesan Didi Petet kepada Nirina Zubir
Rawamangun
Tulisan tertunda
Mei 2015
No comments:
Post a Comment