Suaranya masih khas seperti dulu. Canda tawa kami selalu saja mengiringi percakapan kerapkali ketika kutelepon dirinya. Entah sudah berapa kali aku menulis cerita tentangnya dan tentang semua kebaikannya terhadapku. Memang manusia mengingat dengan baik karena dua hal, pertama karena dijahati dan yang kedua karena kebaikan. hal yang kedua inilah yang membuatku selalu mengingat setiap momen interaksi kami saat masih kuliah.
Kemarin saat sudah terlalu lama menghubunginya. aku akhirnya mencoba menekan nomor teleponnya yang ada di daftar kontak ku. Memang sejak dia sudah bersuami, aku menghormati privasinya karena bagaimanapun juga, dia punya suami yang harus dia hormati. meski kutahu bahwa suaminya pun bukan orang yang terlalu kaku sehingga setidaknya aku bebas meneleponnya sepanjang masih dalam waktu yang bisa ditolerir.
Banyak hal yang kami pebincangkan setiap kali kami mengobrol lewat telepon, mulai dari saling tukar kabar, cerita tentang masa kuliah dulu dan menanyakan kabar teman yang lain sampai pada masalah serius tentang keluarga. kemarin kami bercerita tentang relasi antara anak dan orang tua. Dia mungkin salah satu teman yang masih meneguhkan idealismenya sebagai seorang wanita maupun sebagai seorang isteri sekaligus ibu. dia bercerita bahwa seorang anak itu akan selalu membutuhkan orang tuanya saat masih berusia bocah sampai pada saat SMP.
Berangkat dari obrolan kami tentang relasi anak dan orang tua, dia memaparkan dengan lirih pengalaman masa kecilnya ketika orang tuanya tidak punya waktu menemaninya untuk sekedar mengambil raport di sekolah ataupun bahkan menemaninya ikut cerdas cermat. Dengan suara yang lirih, dia mengatakan bahwa ketika teman-temannya diantar oleh orang tuanya, dia hanya seorang diri.
Entah apa yang terlintas dipikirannya saat itu namun sejatinya dia dan bahkan aku pun percaya bahwa masa disaat bocah sampai ketika kita menginjak masa remaja adalah masa yang selalu terekam di dalam memori bahkan di masa itu, kita selalu ingin ditemani oleh orang tua di momen-momen pengambilan raport di sekolah, momen diantar ke sekolah, momen liburan dan momen lain yang nantinya akan menjadi kenangan masa kecil.
Kawan tadi menambahkan bahwa terkadang orang tua keliru ketika mengatakan bahwa nantinya saat saat menginjakkan dewasa baru aku menemani anakku. satu hal yang harus diamini bahwa ketika anak sudah menginjakkan masa abg maka terkadang mereka lebih memilih untuk mencari orang lain untuk bergaul bahkan terkadang tidak terlalu perduli dengan keluarganya karena masa itu adalah masa pencarian jati diri ataupun aktualisasi dirinya. orang tua punya Quality time sejak anaknya mulai bocah sampai saat memasuki masa ABG karena masa itu anak-anak masih sangat ingin ditemani terus oleh orang tuanya.
Relasi anak dengan orang tua seringkali memang direduksi oleh keinginan dan ambisi yang terlalu merajai. sementara itu, anak tumbuh menjadi pribadi yang membawa memori masa kecil dengan segala pengalaman yang pernah ditemuinya. sampai pada saat ini, aku berkeyakinan bahwa lingkungan keluarga adalah variabel paling berpengaruh dari perkembangan karakter seorang anak. mereka akan tumbuh sesuai dengan pendidikan keluarganya. lingkungan masyarakat hanyalah variabel pelengkap.
Ah, edisi sok tahu. hehe.
kerjo.kerjo.kerjo
050415
No comments:
Post a Comment