sejak setahun yang lalu saat masih berdomisili di surabaya, saya sering menulis setiap inti ceramah jum'at. entah kenapa hanya bertahan beberapa kali jum'at kemudian hasrat untuk hal tersebut menguap begitu saja. entah karena malas ataupun saya terkadang tidak mendengarkan ceramah bahkan tertidur. sampai saat ini pun semua berlalu tanpa ada yang tergoreskan.
Jum'at lalu sebenarnya saya sudah ingin memulai kembali menulis ceramah namun lagi-lagi alasan menunda dan malas menjadi penghalang ampuh untuk melunturkan keinginanku. barulah Jum'at ini terlaksana meski dengan niat yang ogah-ogahan karena isi ceramah Jum'at tadi yang tidak terlalu menarik buat saya.
saya sampai di Mesjid As-Sakinah saat muadzin sudah mengumandangkan adzan. sedikit telat memang karena saya tidak sempat mendengarkan pembukaan ceramah, meski begitu, saya masih bisa menyimak semua isi ceramah tadi. ceramah yang menurut saya tidak terlalu menarik bahkan untuk membahasnya pun saya tidak berhasrat karena selain itu isu lama, saya juga tidak terlalu punya pengetahuan mendalam tentang materi yang dibawakan. namun demikian, saya tetap punya sikap bahwa saya memilih untuk tidak bersepakat dengan isi ceramah tadi.
meski secara vulgar tidak mengeluarkan kata Syiah namun seyakin-yakinnya saya percaya bahwa Khatib tadi membahas masalah Syiah dan mengatakan bahwa Syiah seharusnya tidak menisbatkan diri mereka sebagai bagian dari Islam karena menurut Khatib, Syiah melaknat para sahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan.
seperti yang saya katakan tadi bahwa saya tidak berpretensi untuk membahas lebih dalam tentang paham Syiah namun sependek pengetahuan saya bahwa Syiah itu banyak faksi. tidak semua faksi dalam Syiah mengkafirkan sahabat Nabi. bahkan perbedaan Syiah-Sunni terjadi saat wafatnya Nabi dan ini semacam perpecahan politis.
banyak hal yang harus dipahami sebelum membahas masalah Syiah karena begitu kompleks dan rumitnya masalah tersebut. orang fanatik dalam kelompok Sunni akan menganggap bahwa Syiah bukanlah golongan dari Islam bahkan mereka berpendapat bahwa Syiah adalah bentukan Yahudi namun disisi lain yang sedikit agak moderat menganggap bahwa perbedaan Syiah-Sunni karena peristiwa politik saat wafatnya Rasulullah dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah Aqidah.
pendapat pribadi saya bahwa masalah Sunni Syiah tidak perlu diperdebatkan sejauh mungkin sampai harus mengancam keamanan. dalam hal ini bahwa saya pun tidak mengamini Syiah yang melaknat Sahabat Nabi namun harus diakui pula bahwa tidak semua Syiah mengkafirkan sahabat Nabi sehingga menggeneralisasi Syiah sebagai golongan sesat pun adalah hal yang sedikit keliru.
Wallahu Alam Bissawab.
Jum'at, 17 April 2015
No comments:
Post a Comment