Ada fenomena yang hampir sama kutemui saat memasuki dunia kerja. fenomena kecil yang terluput dari pengamatan orang-orang. mungkin saja saat menulis hal ini, aku dianggap sedang sensitif namun tidak demikian adanya. memang sudah sejak bekerja, fenomena ini selalu mengikut dalam interaksi setiap orang di kantor, entah itu karakter ataupun candaan semata. aku pun tidak terlalu berani untuk menjustifikasi fenomena tersebut karena mungkin saja hanya sebuah lelucon yang memang sudah umum di masyarakat kita.
Di tempat kerja yang dulu, seorang teman sering kali digodain atau lebih tepatnya disindir karena lebih suka makan yang murah dan tidak menguras isi dompet. entah apa yang ada di benak teman tersebut saat seringkali digodain namun akupun merasa bahwa seringnya digodain seperti itu akan membuat kita risih. orang melihat kita seperti selalu harus makan yang enak dan seringkali pula menghitung-hitung pendapatan kita sehingga tidak lazim jika kita hanya makan murahan.
Di tempat kerja yang sekarang pun, fenomena seperti itu masih saja kutemui. ketika makan siang, mereka saling godain ketika belum makan, ataupun ketika sudah makan namun lauknya hanya tempe tahu maka mereka pun seakan tidak berhenti menyindir apatahlagi bagi sebagian temanku yang membawa bekal di rumah, mereka bakalan di sindir habis-habisan bahwa sedang tidak punya uang atau sedang mengirit.
Mungkin saja itu candaan untuk saling mengakrabkan diri namun aku sendiri tidak terlalu suka dengan candaan seperti itu. semakin sering hal tersebut menjadi bahan candaan berarti hal itu bukan lagi candaan namun lebih kepada hal yang serius. orang memang seringkali ingin berkata bahwa kita punya pendapatan segini terus kemudian tidak pantas ketika kita hanya makan ini apatahlagi ketika kita tidak makan, mereka seakan tidak rela jika kita tidak makan atau bahkan makan sedikit. entahlah.
Kita memang hidup di tengah manusia dengan berbagai macam kepala. susah untuk membenarkan semua isi kepala yang sudah jelas berbeda. menurutku bahwa selama kita tidak punya tanggungan ataupun utang kepada orang lain, maka sah-sah saja jika kita ngirit ataupun berbuat seperti perencanaan kita. kita hanya butuh dua tangan untuk menutup telinga bagi suara yang tidak mengenakkan
Mulai tidak nyaman dengan candaan setiap siang tentang sindiran masalah makan.
pulogadung, 080415
No comments:
Post a Comment