Sudah terlalu lama saya tidak menjumpai seorang Tukang Semir sepatu keliling. hal yang lumrah yang pernah ada di kota saya di makassar dulu namun sejak merantau ke pulau ini, tak sekalipun kujumpai mereka yang dengan sabar mencari rejeki menjadi tukang semir sepatu sampai kemarin siang, akhirnya saya kembali menjumpai seorang laki-laki yang kutaksir umurnya 30an tahun dengan muka sendu menawarkan jasa semir sepatu di mesjid Rawamangun
![]() |
| Bapak Tukang Semir Sepatu |
Entah apa yang ada dipikiranku ketika melihat bapak tersebut namun sejenak terlintas dalam kepalaku untuk memakai jasanya menyemir sepatuku yang memang sudah sangat kusam bahkan sejak sepatu tersebut saya beli di pinggir jalan Manggarai seharga Rp. 200.000.
saya selalu kagum dengan orang yang dengan ikhlas terpancar dari mukanya menjalani sebuah profesi yang mungkin sebagian orang dianggap profesi kelas bawah. Bapak kemarin siang mengajarkan saya bagaimana sebuah profesi selayaknya dijalani dengan penuh keridhaan.
ingin rasanya kemarin berbincang banyak tentang kehidupannya dan berapa lama dia menjalani profesi tersebut namun hatiku sedikit agak ragu disamping karena menghargai perasaannya juga karena dia amat sibuk bergelut dengan beberapa pasang sepatu yang masih harus diselesaikan olehnya. mungkin juga rezeki bapak kemarin siang karena di dekat mesjid tersebut ada hajatan orang nikah dan para tamu undangan mampir di mesji shalat Dhuhur sehingga memudahkan bapak tersebut mengais rezeki dari mereka.
![]() |
| Sepatuku sudah disemir |


No comments:
Post a Comment