Serupa merpati yang sedang meneduh di sebuah titian sambil mendekap romansa yang bergelora
Aku menggenggam tanganmu seakan mengalirkan aliran kasih yang tak pernah padam
Wajahmu merona padam laiknya senja yang sedang malumalu menanti
derai hujan yang tak kunjung datang.
derai hujan yang tak kunjung datang.
Jika saja setiap malam adalah keheningan tanpa suara hening
Aku aku menjadi sepi itu sendiri.
leburlah semua rindu yang menyesak di sekujur tubuh.
ada gadis berwajah manis menyimpul senyum di sudut malam yang panjang. didekatnya ada sesosok ibu tegar dengan bijak membelai dan membenarkan kerudung gadis yang kerap kali tak beraturan diterpa sepoi.
ada ibu berwajah sendu menyeduh teh hangat untuk gadisnya yang sedang penat dihantam gelombang hidup yang kian meremukkan tulang punggung. kerapkali menyeka butirbutir air mata yang tak henti menetes dari kelopak mata yang sendu
serupa sepi yang menyayat nurani di kala malam. aku memilih diam menyulam puisiku untuk kujadikan kado di penghujung tahun saat bunyi petasan memekakkan gendang telinga.
suara itu telah berlalu.
seakan tersesat di dalam jeratan kasihmu yang tak pernah pudar.
aku memilih bertahan
menyimpulkan semua baitbait rindu dalam hujan sore kemarin
aku memilih diam dan meramu doaku
untuk setiap senyum yang dihadirkan
aku disini untukmu sayang
150415
leburlah semua rindu yang menyesak di sekujur tubuh.
ada gadis berwajah manis menyimpul senyum di sudut malam yang panjang. didekatnya ada sesosok ibu tegar dengan bijak membelai dan membenarkan kerudung gadis yang kerap kali tak beraturan diterpa sepoi.
ada ibu berwajah sendu menyeduh teh hangat untuk gadisnya yang sedang penat dihantam gelombang hidup yang kian meremukkan tulang punggung. kerapkali menyeka butirbutir air mata yang tak henti menetes dari kelopak mata yang sendu
serupa sepi yang menyayat nurani di kala malam. aku memilih diam menyulam puisiku untuk kujadikan kado di penghujung tahun saat bunyi petasan memekakkan gendang telinga.
suara itu telah berlalu.
seakan tersesat di dalam jeratan kasihmu yang tak pernah pudar.
aku memilih bertahan
menyimpulkan semua baitbait rindu dalam hujan sore kemarin
aku memilih diam dan meramu doaku
untuk setiap senyum yang dihadirkan
aku disini untukmu sayang
150415
No comments:
Post a Comment