"Jika kita selalu menyalahkan situasi, keadaan dan orang lain kita sebenarnya sedang kehilangan kuasa atas diri kita sendiri." sumber
Tulisan ini adalah rangkuman tentang sisa obrolan saya, E, Ek dan Babe semalam di samping Musala kantor. sebenarnya sebuah ketidaksengajaan karena Ek yang notabene adalah staff kp secara tidak sengaja mampir di kantor karena terjebak hujan sehabis dari kantor Kelapa Gading dalam rangka audit tahunan.
sebenarnya hanya seperti obrolan santai seperti sore-sore sebelumnya. berbicara tentang apa saja dan tentang perusahaan. meski memang semalam ada yang beda karena hanya saya, E dan babe yang masih di kantor sehingga percakapan menjurus lebih serius. saya tidak bisa merinci detail setiap percakapan kami namun intinya bahwa ada batasan yang dikasi oleh babe kepada saya dan E dalam hal klaim "saya berikan kalian kebebasan yang bertanggung jawab dalam hal klaim." begitu pernyataan babe sore kemarin.
tidak lama setelah shalat maghrib, Ek tiba-tiba saja datang dan ternyata dia mampir karena hujan deras sehabis pulang dari kantor kelapa gading. percakapan semakin serius dan mengarah kepada situasi kantor, terkadang diselingi oleh canda tawa. "saya tidak akan pindah ke tempat lain." penegasan babe tersebut menunjukkan bahwa integritasnya terhadap perusahaan ini sudah tidak diragukan lagi.
Sekitar pukul 20:00, babe kemudian pulang, tinggallah saya, ek dan E masih melanjutkan percakapan. E memulai obrolan dengan beberapa saran yang disampaikan untuk perusahaan ini. pertama bahwa dia tidak terlalu sepakat dengan keputusan manajemen dalam hal mutasi. dia menambahkan bahwa manajemen harusnya bisa menempatkan karyawan dekat dengan keluarganya karena dengan seperti itu maka si karyawan akan selalu bersemangat dalam bekerja mengingat dia dekat dengan rumah dan keluarganya. kritikan keduanya adalah dihapuskannya tunjangan penanggung jawab data dan tunjangan survey.
Ek dengan gaya yang diplomatis ataupun mungkin menempatkan dirinya sebagai staff KP menyikapi saran E. menurutnya, ada tiga hal yang terjadi ketika seorang karyawan merasa terusik haknya atau dalam artian ada hak yang tidak diterima dari perusahaan. pertama bahwa si karyawan tersebut akan memutuskan untuk resign, kedua bahwa karyawan tersebut akan tetap bertahan dengan performa seadanya dan ketiga yang paling membahayakan perusahaan adalah si karyawan akan bertahan sambil mencari cela mendapatkan keuntungan yang tidak semesti dan kemungkinan besar merugikan perusahaan.
Mungkin terlalu banyak teori yang ada di kepalanya namun dia pun kemudian menambahkan bahwa idealisme seseoang sedikit banyak pasti akan berpengaruh terhadap orang sekitarnya. kalau hal yang ini saya sepakat. bahkan mungkin semua hal yang ada pada diri kita akan berpengaruh terhadap orang yang berinteraksi terhadap kita.
ek pun menambahkan bahwa saat ini perusahaan mengalami defisit sampai pada minus 14 M. ibaratnya bahwa perusahaan sedang dalam keadaan sakit sehingga butuh minum obat. semua obat pasti tidak ada yang enak dan kerangka tubuh pun akan merasakan imbas dari hal tersebut. karyawan yang dalam hal ini pun diibaratkan sebagai bagian-bagian dari tubuh perusahaan pun harus ikut merasakan bahwa perusahaan sedang sakit.
Saya tidak terlalu banyak menimpali obrolan tersebut dan kesannya hanya mendengarkan dengan wajah yang sudah letih. hanya saja ketika ditanya pendapat mengenai tunjangan survey yang tidak keluar maka dengan sok bijak saya mengatakan bahwa sampai saat ini, saya belum merasa terusik dengan tidak adanya uang tunjangan survey tersebut karena alasan saya jelas, di kontrak kerja yang saya tandatangani, tidak ada rincian mengenai uang survey dan jika saya menuntut maka dasar saya sama sekali tidak kuat.
Hal kedua yang saya tanggapi adalah tentang karyawan yang sering jadi kutu loncat. sejatinya bahwa tidak ada yang salah dari karyawan seperti itu namun yang salah ketika dia keluar karena kecewa ataupun karena ada permintaan pribadi yang tidak dipenuhi seperti kenaikan gaji ataupun menuntut disekolahkan oleh persusahaan dan ketika itu tidak dipenuhi maka dia pun resign.
"saya sendiri dengan kesadaran penuh yang melamar dan bekerja di
perusahaan tersebut bahkan berdoa setiap malam supaya lulus namun kenapa
ketika sudah bekerja saya mengeluh dan kemudian mengkritik sana sini
tentang perusahaan"
Pernyataan pamungkas di atas yang selalu saya camkan dalam hati ketika mulai sampai pada titik jenuh ketika bekerja dan tidak puas terhadap perusahaan. saya selalu sadar bahwa apa yang telah saya dapatkan sampai saat ini adalah pilihan sadar yang mesti harus saya pertanggungjawabkan dan salah satu bentuk pertanggungjawaban saya terhadap pilihan-pilihan saya adalah tidak mengeluh.
Mendiskusikan tentang kesadaran dan ketidakpuasan yang sifatnya terletak di dalam hati seseorang memang tidak akan ada habisnya karena tergantung pada pribadi masing-masing. semua akan kembali bagaimana cara menyikapi. sekali lagi ini tentang kesyukuran. ketika hati sudah merasa syukur maka kepuasan akan datang dengan niscaya. kesyukuran dalam hal ini bahwa tidak ada hal kita yang dikebiri.
Jangan bersedih, sebab kesedihan hanya akan membuat air yang segar
terasa pahit, dan sekuntum bunga mawar yang indah tampak seperti
sebongkok labu, taman yang rimbun tampak seperti gurun pasir yang gersang,
dan kehidupan dunia menjadi penjara yang pengap.
"Buku La Tahzan Hal 63"
No comments:
Post a Comment