April 11, 2015

Impian Menetap di Surabaya

Fakta Google "Tragedi kapal Titanic 1912 mempunyai 95% kemiripan dengan Novel fiksi karya Morgan Robertson 'The Wreck of the Titan' tahun 1898."

sekilas tidak ada kaitan antara fakta google yang kukutip seperti diatas dengan apa yang akan aku tulis namun dalam olah pikirku yang masih mengawang, kutipant tersebut bahkan memiliki magnet yang luar biasa dari apa yang hendak kutulis.

Sejak aku yakin bahwa menulis impian adalah cara paling ampuh untuk mengabadikannya maka setiap kali aku punya impian, maka yang kulakukan ada menuliskannya. tulisan mungkin membuat jejak kita tidak akan pernah hilang dari memori.

entah apa yang memang sering terjadi kemudian namun ada yang percaya bahwa semua yang terjadi pada masa kini telah tertuliskan oleh orang di masa lalu bahkan mungkin hanya berupa imajinasi dalam sebuah novel atau cerita pendek.

aku pernah menulis disini tentang keyakinanku bahwa impian yang sebelumnya tertulis kemungkinan besar akan terwujudkan dalam sebuah kenyataan yang benar-benar terjadi. keyakinanku pun tidak berdasar atas asumsi belaka karena berangkat dari beberapa impianku dan adek yang kami rangkai di tulisan ini dan ternyata secara amat nyata, sebagian dari apa yang kami tulis tersebut tercapai di tahun 2014. di penghujung tahun kemarin, kami pun mencatat beberapa impian di artikel ini dan kurasa bahwa sebagian dari apa yang kami tulis sudah tercapai.

kenyataan-kenyataan tersebut diatas menggugah seleraku untuk menuliskan apa saja keinginan baik yang terlintas di benakku kemudian akan kutulis di blog ini sebagai cacatan sejarah dan kemudian diaminkan oleh semesta yang nantinya akan terwujud dikemudian hari.

kali inipun, aku akan menulis sebuah keinginanku di masa yang akan datang yang beberapa hari terakhir ini selalu menari-nari di kepalaku. keinginan untuk menetap di kota surabaya. sebuah kota di ujung timur pulau jawa yang menakdirkan aku dan adek bertemu kemudian menjalin relasi untuk saling melengkapi hidup . 

sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota pahlawan, aku sudah jatuh cinta kepada kota tersebut. meski sama halnya dengan kota lain yang padat karena kota tersebut adalah kota terbesar kedua namun entah mengapa, hatiku selalu bermimpi untuk menetap dan menua di kota itu.

hidup bersama windi dan mempunyai rumah di surabaya adalah impianku kali ini yang aku cita-citakan terwujud 5 atau 6 tahun mendatang. entah kenapa aku dan adek memang mengidam-idamkan untuk hidup di kota tersebut. mungkin karena hati kami sudah tertinggal di kota itu semenjak kebersamaan yang kami lalui disana. bayangan akan kota surabaya tidak pernah lepas dari angan-angan sampai sekarang.

aku dan adek amat sangat merindukan suasana di kota itu. mempunyai rumah. mungkin mungkin sekarang atau tahun depan namun tetap saja kami akan terus berdoa semoga Allah memperkenankan kami untuk pindah dan merangkai hidup di kota surabaya.

adek harus bekerja minimal 5 tahun untuk bisa mengajukan mutasi sedangkan aku sampai sekarang masih berkecimpung sebagai karyawan swasta. keinginanku adalah adek bisa pindah ke surabaya dan aku juga bisa mendapat pekerjaan sebagai pegawai BUMN ataupun karyawan media cetak di surabaya.

biarkankah waktu berjalan sesuai adanya dan kami akan menjalani takdir seperti seharusnya sambil tetap menyimpan asa untuk pindah ke kota surabaya. tulisan ini akan tetap kucamkan dan seringkali kubaca supaya semesta benar-benar menyakini kekuatan hati adek dan aku untuk pindah ke surabaya suatu saat nanti.

kantor rawamangun.130415



No comments: