Mungkin menulis memang adalah salah satu jurus ampuh untuk menggoreskan semua jejak yang sudah berlalu bahkan bisa pula menjadi wadah akan seperti apa kita nantinya. mungkin juga jejak terekam dalam potret namun dia hanya terbatas pada sebuah visual tanpa gambaran dan cerita yang jelas. menulis memang adalah penemuan paling dahsyat yang pernah ada karena semua hal yang tak terlihat bisa dibayangkan dengan jelas melalui cerita tulisan.
Semalam saat iseng mengutak atik media sosial, aku secata tak sengaja membaca status guruku. dia menuliskan sebuah status di media sosialnya secara singkat bahwa "salah satu sebab belum menggapai keinginan karena belum tertuliskan." aku mengamini apa yang beliau tuliskan karena seringkali memang keinginan kita akan tercapai entah beberapa tahun kedepan hanya saja ketika impian itu berkutat di kepala tanpa di tuliskan maka seringkali berganti dan bahkan terhapus oleh perjalanan waktu. menuliskan impian adalah cara untuk mengawetkan impian kita untuk masa depan.
Harus kuakui bahwa ada bukti yang membuatku semakin yakin dengan status guruku diatas karena dua tahun terakhir ini, aku dan adek selalu saja menuliskan semua keinginan kami dalam setahun yang akan berjalan di setiap awal tahun, mungkin sebagian orang menyebutnya resolusi. Entah miracle atau apapun namanya, beberapa keinginanku dan adek yg kami tulis di setiap awal tahun selalu tercapai. kami kerapkali membuka lembaran tulisan kami di akhir tahun yang kami buat pada awal tahun dan nyatanya sebagian besar dari impian tersebut benar-benar tercapai.
Kekuatan menulis memang benar nyata. sesuatu tidak akan pernah usang jika disimpan dalam barisan kata-kata. Kata Om Pram "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah. menulis adalah bekerja untuk keabadian."
Entah dari mana awalnya aku mulai suka menulis namun satu hal yang kuingat sejak smp bahwa aku suka meniru setiap jenis tulisan dan mencoba semua style memegang pulpen saat menulis. mungkin itu adalah awal dari kesukaanku akan menulis. satu hal pun yang kuingat saat SMA kelas 2 bahwa pernah saat mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru kami yang bernama ibu Hasna, aku punya kenangan dengan guru ini namun kapan-kapan aku ceritakan, tiba-tiba saja memberikan kami tugas untuk menuliskan sebuah puisi tentang alam.
Dalam waktu kurang sejam. tentu saja tugas menulis seperti itu yang tiba-tiba membuat kepala bleng. namun apa yang terjadi pada akhirnya, aku menuliskan sebuah puisi yang mendapat nilai hampir sempurna "9." bahkan puisi tersebut pernah dipakai oleh saudara sepupuku saat dia mendapat tugas juga. ini puisi tersebut yang kemudian kutemukan kembali di media sosial yang di posting oleh adikku.
GUNUNG BURONTONG
Kulihat nan jauh disana
Gunung kokoh menjulang tinggi
dibawah mengalir sungai
Gunung burontong namanya
disana kutinggalkan sebuah kenangan
pernah kulalui masa indah
yang takkan sirna dalam hidupku
menjadi seorang anak gembala
burontong dalam mimpiku
burontong dalam anganku
adalah gunung kenangan
anugerah terindah yang pernah kumiliki
malammalam kuimpikan
harihari kunantikan
kembalinya aku ke burontong
memandang pemandangan alam
kini kududuk di kaki gunung
merenungkan masa lalu
merangkaikan masa depan
betapa hidup ini penuh tantangan
kuberserah diri kepadaMu Ya Ilahi
100415
No comments:
Post a Comment