June 5, 2015

Engkau

berguguranlah semua rasa di percintaan kita, serupa puisi dari sapardi yang melepaskan busur tepat di sasarannya.
aku selalu gagal menjadi pujangga amatir untuk mencintaimu
karena yang kupunya hanyalah sisasisa mawar yang ingin kupasangkan di kuping kirimu

"itu cukup untukku." bisikmu meyakinkanku tentang perkara hati yang terkadang tersembunyi di dasar sukma yang terdalam.

Khutbah Jum'at

Seperti jumat-jumat sebelumnya, saya selalu menyempatkan untuk menulis inti sari dari khutbah jumat yang kudengarkan setidaknya dari sudut pandangku sendiri. Baik yang saya sepakati maupun yang kurang saya sepakati.

Pengetahuan memang selalu berubah secara periodik tergantung siapa yang menjadi teman diskusi dan jenis buku bacaan. Terkadang kita menemui orang yang pada mulanya adalah seorang yang fanatik namun ketika banyak bertemu orang dan membaca buku, mereka berubah menjadi toleran ataupun sebaliknya. variabel paling menentukan adalah pengalaman hidup, buku bacaan dan teman diskusi.

Saya mungkin adalah salah satu orang yang amat sangat parno terhadap apa yang namanya perbedaan. Apapun itu terlebih agama dan suku namun ketika saya sudah mulai mengenal banyak orang dan bertemu dengan berbagai macam orang dengan segala perbedaannya, pola pikir saya berubah dan lebih menerima perbedaan bahkan menganggap indah perbedaan itu.

Prolog diatas sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan khutbah jumat tadi. Khatib hanya menyampaikan hal-hal yang umum dan mainstream seperti kita seharusnya selalu membasahi mulut kita dengan dzikir dan bershalawat kepada Rasulullah karena orang yang tidak pernah luput bersalawat kepada Baginda Nabi akan mendapat syafaat nanti di akhirat.

Khatib juga menyampaikan uneg-unegnya tentang adab mendirikan shalat. khatib mengatakan bahwa kita belum dikategorikan sebagai orang yang menghadapkan muka kepada Allah ketika saat shalat, kita masih memakai pakaian yang seadanya. memakai baju yang penuh dengan tulisan dan tidak memilih pakaian yang terbaik.

Sebenarnya, khutbah jumat tadi lumayan lama, hampir sekitar setengah jam namun saya tidak terlalu banyak menangkap isi khutbah karena sebagian besar yang disampaikan seputar mengingat Allah SWT. setidaknya khutbah jumat tadi lumayan tidak membuat ngantuk atau mungkin karena saya lapar. hehe

050615

Sisa Pelukan Semalam

bermuaralah air dari pipimu yang menggemaskanku. tiada tersisa dari nestapa yang kita tinggalkan di sudut taman penuh dengan noda tak bersisa

"kita terlalu lama mencumbui yang tak dimiliki" begitu ujarmu sambil nafasmu yang menyisakan aroma di baju singletku yang sudah bernoda
kita selalu mempermainkan ikrar yang kita rangkai untuk tidak melepas semua peluru yang salah sasaran

"kau tahu kan apa yang telah kita tinggalkan untuk kenangan yang nista, aku merindukanmu dalam setiap pelukan yang penuh dosa namun entah kenapa tak dapat kulepas dari semua yang kuingkari". begitu petuahku setelah memuaskan dahaga mencicipimu.

Malam semakin mencemaskan kita yang masih dipeluk sepi. aku menari diantara rerumputan yang mengumpat busa sisa bualan. semakin sirna saja bau tanah yang ditebarkan oleh hujan senja kemarin. aku dan kau mencarinya di sekujur waktu yang lampu namun tak sedikitpun jejak yang dijumpai.

aku ingin sekali berenang di dasar sukmamu kemudian menyatukan semua rasa yang masih terisa untukmu namun dimanakah dia?

beginilah nasib mempermainkan rasa yang engkau tanam semenjak perkenalan kita di kota itu. aku pun membenci nasib itu karena dia mengambang dalam asa yang tak kunjung berakhir.

"kita masih harus menunggu ijab untuk menyatu dalam raga yang tak terpisah" begitu ujarmu saat kumulai melangkah dalam rasamu yang terdalam.

sekarang aku harus menari dan melupakan sejenak aroma tubuhmu, membuang sampai di dasar jurang yang terdalam dan mungkin akan kupungut di waktu yang tepat

tepatnya di tanggal 3 Oktober 2015

Rawamangun.050615

June 3, 2015

Rindu yang Hilang

mengalirlah rasa yang memudar di pertemuan kita kali ini. semenjak kumencintaimu dengan setiap helaan nafasku, waktu seakan berputar melambat di kala engkau jauh dari sisiku berpijak bahkan rasa seakan mati dalam penantian untukmu. begitupan adanya waktu mempermainkanku dengan dirinya karena dia akan berlari begitu cepatnya ketika aku menggenggammu di sudut kota yang sunyi.

aku terkadang berpikir bahwa percintaanku hanyalah pemainan waktu dan perasaan yang terpendam bersama hening ataukah bahkan karena kutak mampu mencintai sepiku sehingga aku menjerumuskan diriku berbagi kasih denganmu. aku tak tahu karena mungkin hanya waktu dan sepi yang tidak beranjak meninggalkanku sedetik pun.

senja terus memburu percintaanku dengan gelap karena kutahu bahwa kali ini engkau akan menepati janjimu bertemu denganku disini. takkan tersisa lagi rindu yang menghantam jauh ke dalam sukma. aku tahu bahwa percintaan itu adalah seputar waktu dan rindu bahkan terkadang berakhir dengan dendam, namun untukmu aku tak mau mengusik mereka karena cinta menjadi menggairahkan dengan hadirnya rindu

sebelum puisi ini kutulis, aku menunggumu. rindu yang berbatas dengan jarak yang engkau genggam untukku. semoga saja sakit hatinya hanyalah bayangbayang tak berwujud. aku hanya ingin ada rindu dan waktu yang merajai.

untukmu dalam pertemuanku. meleburlah semua rasa yang pedih. entah kenapa semua energi dalam diriku hanyalah ingin menuntunmu untuk selalu ada disetiap detik hidup yang kujalani. cinta, kata orang seperti itu namun tidakkah itu menyiksa.

yah, cinta menyiksa setiap yang merindu. dia memusnahkan rasa yang ada. entahlah ini apa artinya karena setiap kata yang keluar dari mulutku adalah menyebut diksi tentang namamu. engkaulah melebur dengan apa yang ada diingatku sampai pada titik dimana air mata mengalir deras di sudut mataku.

engkau mungkin tidak pernah menatap lelaki yang menangis.? akulah dalam penantian rindu yang perih

3-6-15

June 2, 2015

Kejadian Adalah Akibat dari Diri

Saya selalu percaya pada setiap kehidupan yang selalu terjadi karena ada sebab meski saya sadari bahwa sebab yang saya maksud bukanlah sebuah sebab yang kasat mata. Misalnya saja, pernah suatu waktu ketika baru beberapa bulan di kota ini, saya dan win mengitari sisi kota dengan kendaraan motor, pada saat akan pulang di bilangan jalan merdeka, seingatku itu setelah maghrib. Dengan jumawa saya berkoar kepada win bahwa saya sudah sangat hapal jalan pulang alhasil baru beberapa menit kalimat tersebut keluar dari mulutku, saya seakan tidak tahu jalan pulang bahkan berputar-putar sampai bilangan harmoni. Sekitar satu kemudian baru menemukan jalan pulang. Aku berujar kepada win bahwa hal tersebut terjadi karena kepongahanku yang sok hapal. Semua terjadi karena kehendakNya.

Hal serupa kemudian terjadi lagi tadi siang. Meski tidak sama persis namun sebab akibat pun terjadi pada hal yang kualami tadi. Saat pulang dari pasar senen membeli beberapa buku, saya mengajak windi ke bilangan tanah abang membeli jaket. Tepat di jalan merdeka, ada tukang parkir yang berteriak bahwa jangan jalan ke arah situ karena dilarang. Saya dengan angkuhnya berceloteh diatas motor sambil tetap memacu motor bahwa tukang parkir tersebut ingin supaya saya memarkir motor di areanya. Memang sih harus bayar 10 rb. Namun salahku bahwa saya seakan terkesan mencacinya. Baru 5 menit, saya ditilang karena memang jalan protokol tersebut tidak boleh dilalui motor.

Setelah menyelesaikan perkara dan membayar 30 rb, saya dan win meninggalkan tempat tersebut kemudian kukatakan bahwa saya ditilang bukan karena melanggar tetapi karena mencaci tukang parkir yang mengingatkan.

Mungkin sebagian orang menganggap bahwa itu mitos. Orang akan menganggap bahwa kejadian pertama diatas terjadi karena memang saya belum hapal jalanan sehingga kesasar dan kejadian kedua terjadi karena saya memang melanggar. Saya pun mengamini alasan seperti itu namun entah kenapa, sebab yang lebih kearah tak kasat mata yang timbul dalam hati saya anggap sebagai causa proxima yang membuat kejadian-kejadian tersebut nyata adanya.

Saya selalu percaya bahwa apa kejadian "Negatif" yang menimpaku selalu diawali dengan hatiku yang dzalim entah itu kepada diri sendiri maupun orang lain. Saya selalu sadar bahwa untuk membuat hidup disekitarku bahagia maka yang pertama adalah bhatinku dan itu berlaku untuk semua hal.

Sudah seringkali saya menulis bahwa diri adalah mikrokosmos dan apa yang terjadi dalam mikrokosmos akan memantulkan akibatnya dalam rupa musibah yang nyata. Bahkan sampai pada khilaf yang laten sekalipun akan muncul dalam bentuk akibat negatif bagi diri.

Satu hal yang perlu diingat bahwa jika ingin hidup menjadi bebas dari semua yang tidak diingankan maka jaga hati dan selalu bersihkan hati dari penyakit-penyakitnya yang laten. Meski tak terlihat namun dampaknya lebih besar.

020615

June 1, 2015

Hening

mendera setiap lara yang bersemayam di sudut hati yang sepi
Tuhan, dimakah gerangan ketenangan,
aku penat dengan setiap hal yang menghantui
terurai semua sepiku yang menemani

ah, kalaupun semua telah menguap
sepi yang menemani
aku ingin tenang bersama kekasihku

menikmati nafas yang teratur
hidup yang lepas dari bayangbayang kejaran waktu
melepas penat di setiap waktu
bercengkerama dalam diam

kekasihku,

Dunia Anna

DUNIA ANNA
Judul     : Dunia Anna, Sebuah Novel Filsafat Semesta

Pengarang : Jostein Gaarder
Penerjemah : Irwan Syahrir
Penyunting : Esti Budihapsari
Tebal: 244 hlm
Cetakan : 1, Oktober 2014
Penerbit : Mizan





“Umat manusia di Bumi ini tidak selalu hidup secara bersamaan. Keseluruhan umat manusia tidak hidup hanya dalam satu kurun waktu. Telah hidup manusia sebelum kita, lalu kita yang hidup saat ini, dan generasi selanjutnya yang akan hidup sesudah kita. Dan mereka yang hidup sesudah kita haruslah diperlakukan sebagai satu kesatuan. Kita harus memperlakukan mereka seperti perlakuan yang kita harapkan dari mereka jika saja mereka hidup di planet ini sebelum kita.” [hal 62-63].

Perkenalan saya dengan karya Jostein Gaarder hanya sebatas ketika membaca sepintas buku Dunia Sophie, karya paling penomenal dari Jostein Gaarder. Pria yang seumuran dengan ayahku ini memang paiawai dalam membumikan Filsafat. dari novel-novelnya yang dikemas dengan cerita yang sederhana namun mampu membawa pesan yang sebagian dari kita tidak pernah berpikir ke arah kesitu

Novel Dunia Anna adalah karya Jostein Gaarder yang mengandung pesan tentang masalah lingkungan. jostein memang terlihat sangat rapi dalam menceritakan setiap detail isi cerita dengan tidak terlepas dalam menyisipkan setiap pesan yang ingin disampaikan. Dia melihat kehidupan ini secara komprehensif.

Jostein Gaarder nampaknya amat sangat concern dengan masalah lingkungan. di novelnya kali ini, Jostein benar-benar menyusun sebuah cerita yang menggambarkan betapa ia dengan amat sangat khawatir bahwa suatu saat nanti, bumi akan mengalami degradasi yang begitu rusaknya karena ulah perbuatan manusia.

saya berangan-angan seandainya saja Jostein sedikit meluangkan waktunya dan merendahkan hatinya untuk mempelajari Al-Qur'an maka dia akan menemukan ayat yang persis menerangkan seperti kekhwatirannya akan kerusakan bumi yang diungkapkan dalam novelnya tersebut.

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar, katakanlah Muhammad ; Bepergianlah di Bumi lalu lihatlah bagaiman kesudahan orang-orang terdahulu, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah"
(Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)

manusia bukan sentra dari kehidupan ini namun ada saling keterkaitan antara semua makhluk hidup meski pada dasarnya manusia sering kali menempatkan dirinya sebagai yang paling berkuasa di muka bumi dan menganggap elemen semesta yang lain adalah objek bagi kepuasaan mereka, alhasil yang terjadi kemudian adalah kerusakan parah di bumi yang juga sebenarnya sangat merugikan generasi berikutnya.

sudah seharusnya manusia mulai berpikir bahwa hidup bukanlah tentang bagaimana mengeksploitasi bumi untuk kemewahan mereka namun hidup adalah tentang merawat bumi demi kelangsungan spesies manusia. jika manusia melakukan kerusakan di bumi maka ada dosa turunan yang akan terus berlanjut ke generasi berikutnya sampai akhirnya bumi hancur karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

seringkali menyalahkan binatang buas yang keluar dari hutan menghabiskan tanaman masyarakat atau mungkin kejadian alam lainnya yang kita anggap tidak biasa namun pernahkah kita mencoba untuk kembali merenungi apa causa proxima dari setiap kejadian tersebut karena tidak mungkin ada fenomena di semesta ini yang ujug-ujug terjadi begitu saja tanpa ada sebab.

ketika kita sudah mampu menempatkan diri kita bagian dari alam semesta maka di situ titik tolak dimana kita mampu merasakan setiap akibat dari apa yang akan kita lakukan di bumi ini. contoh kecil saja ketika kita membuang sampah sembarang maka kita akan merasa risih ketika sudah menjadi bagian dari bumi. kita akan merasakan bagaimana beratnya bumi mengurai sampah plastik yang memakan waktu sampai jutaan tahun lamanya.

Bumi adalah rumah kita dan harus diperlakukan sebagai milik sendiri.  dijaga layaknya kita membutuhkan untuk selamanya dan selalu dibersihkan. mencintai bumi seperti rumah yang akan diwariskan kepada anak-anak kita sehingga tidak ada kerusakan bahkan ketika kita berpikir untuk mewariskan kepada generasi, rumah itu diperbaiki sedemikian rupa dan tanpa cacat sedikitpun





cuap-cuap tentang novel Dunia Anna
Akhir Mei 2015

Mei dan Juni Dalam Waktu

Perjalanan yang cukup melelahkan dari Mei ke Juni. entah apa yang membuat asaku selalu mengepul setiap kali pergantian waktu entah itu bulan ataupun tahun. kali ini tepat pergantian bulan yang memasuki pertengahan tahun 2015 tepatnya bulan juni. aku kembali merapikan kerah bajuku yang acak-acakan di bulan mei. penuh noda dan lumpur. memulai bulan Juni dengan perasaan yang ceria.

Aku bukan pribadi yang terlalu perfeksionis di dalam semua hal meski akupun menyadari bahwa dalam hal tertentu, menjadi pribadi yang perfeksionis sekali-kali dibutuhkan misalnya dalam hal yang prinsipil entah itu pekerjaan ataupun dalam kehidupan sehari-hari. lain halnya ketika hal yang bukan prinsipil seperti penampilan, terkadang aku tidak terlalu ingin menjadi sempurna karena penampilan luar hanyalah berhenti di pandangan mata orang lain, cukuplah saja penampilan yang sopan dan bersih dan tidak perlu terlalu mewah dan mencolok apatahlagi ingin menjadi pusat perhatian.

Juni sedang memasuki langkah awal. aku menyadari bahwa perjalanan bulan ini mungkin sedikit lebih diperlambat dan diisi dengan hal yang baik karena di pertengahan bulan ini pun, Ramadhan akan tiba. tentu saja bahwa momen itu akan merubah beberapa rutinitas di bulan lainnya. aku harus menyusun ulang beberapa schedule yang sudah aku terapkan sebelum Ramadhan menghampiri.

Aku butuh nutrisi lebih untuk mengarungi bulan ini. fisikku yang belum kunjung segar bugar pun terkadang ikut mempengaruhi aktivitas rohaniku meski bukan alasan untuk melemahkan energi rohani karena aku yakin bahwa terkadang keadaan seperti ini pula yang membuat manusia kuat dan mengolah mata batin yang terdalam.

Pekerjaan di kantor pun berjalan seperti apa adanya. tidak ada perubahan signifikan meski terkadang ada pekerjaan yang menumpuk namun hal yang lumrah karena terkadang ada pula momen dimana tidak terlalu padat perkerjaan. Teman kantor pun tidak ada masalah karena seringkali aku berpikir bahwa ketika ada perbedaan maka bukan sebuah masalah.

Aku sedikit harus lebih menebalkan perasaan terhadap hal-hal yang sifatnya sentimental. Membuang perasaan rendah diri kemudian bersabar untuk hal-hal yang orang lain tidak mengerti akan diriku karena disitulah letak memulai menjadi pribadi yang rendah hati. Banyak hal yang mungkin menjadi jalan untuk melawan diri sendiri, disaat orang lain merendahkan kita dan di saat orang lain meremehkan apa yang kita miliki. ingatlah bahwa hidup bukan untuk menyenangkan orang lain dan bukan untuk menjadi terlihat jago di mata orang lain namun hiduplah untuk menjadi diri sendiri.

Masalah utama ketika kita merasa terganggu dengan omongan orang lain adalah karena kemungkinan besar kita masih ada perasaan ingin terlalu sempurna di mata orang lain. Hal yang mungkin harusnya kuperbaiki lagi adalah menjaga mulut menceritakan kejelekan orang lain bahkan meski dalam hal yang sederhana. Aku yakin bahwa menjelekkan orang lain di belakang mereka akan mematikan energi positif dari dalam diri.

Ah, aku ngomong opo toh
tapi lumayanlah untuk memulai juni yang hangat
Pulogadung, 010615 08:18

May 29, 2015

Khutbah Jum'at Hari Ini

Kembali lagi merangkum sari pati dari khutbah jumat hari ini. lain dari hari jumat sebelumnya, tadi saya agak terlambat ke mesjid karena ada nasabah yang datang klaim motor alhasil sampai pukul 12:00, nasabah masih saja menanyakan seputar masalah klaimnya sedangkan adzan sudah dikumandangkan.

Setelah itu, saya dan nasabah tersebut berangkat shalat jumat di mesjid yang berada di belakang kantorku. tiba di mesjid, jamaah sudah meluber sampai halaman mesjid sehingga kami tidak punya tempat. saya bahkan harus mencari cela di setiap jamaah yang mungkin masih kosong namun sial, saya mendapat space yang kena matahari.

Khatib sudah masuk inti ceramah ketika saya baru saja selesai melaksanakan shalat sunnah. sebenarnya inti dari khutbah jumat tadi seputar Al-Qur'an yang dibaca dengan Langgam Jawa. ketidaksetujuannya tersebut diekspresikan dengan meledak-ledak diatas mimbar bahkan dengan sangat keras mengatakan bahwa orang yang sengaja membaca Al-Qur'an dengan Langgam Jawa adalah orang fasik dan tidak diampuni dosanya oleh Allah SWT.

Entah sikap apa yang saya harus ambil hal tersebut namun sampai sekarang, saya masih menganggap bahwa itu hal yang tidak terlalu prinsipil untuk diperdebatkan. bahkan pandangan membaca Al-Qur'an dengan Langgam selain Arab masih ada dua versi. ulama masih berbeda pendapat tentang hal tersebut sehingga kita sebagai orang awam seharusnya tidak ujug-ujug menjustifikasi orang yang berbeda pandangan dengan kita karena ulama saja masih berbeda.

Cara menyikapi perbedaan seperti Khatib tadi sangat tidak saya sepakati. sikapnya yang terlalu cepat mengambil pendapat dan menyalahkan orang yang berbeda pendapat dengannya sangat diluar batas kewajaran. kita seharusnya tidak mengambil wilayah Tuhan untuk menyalahkan manusia masalah perbedaan yang dimana perbedaan itu pun masih menjadi perdebatan diantara para ulama.

Syeikh Ali Bashar menganggap bahwa membaca Al-Quran dengan Langgam jawa itu dilarang sedangkan disisi lain, KH. Prof. Dr. Ahsin Sakho Muhammad, mantan rektor dan guru besar di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta dan tim pentashih terjemahan Al-Quran di Departemen Agama RI. menganggap bahwa bacaan dengan langgam tradisional dianggap sebagai perpaduan yang baik antara seperti langit kallamullah yang menyatu dengan bumi, yakni budaya manusia. Itu sah diperbolehkan. Hanya saja, bacaan pada langgam budaya harus telap berpacu seperti yang diajarkan Rasul dan para sahabatnya, yakni sesuai dengan kaedah fonologi bahasa Arab al-Quran (tajwid). baca disini beritanya.

Seharusnya kita sebagai orang awam tidak ikut mengeluarkan pendapat serampangan atas perbedaan tersebut.

Rawamangun. 290515

May 28, 2015

Lelaki Dalam Pelukan Senja

Sebenarnya cerpen ini sudah saya 2,5 tahun yang lalu. tepatnya saat saya ke Malang dan menjumpai ironi kehidupan anak jalanan di sini. Cerpen ini pula pernah saya publikasikan disini dengan judul yang berbeda. saya posting kembali karena ada beberapa perubahan setelah saya ikutkan di sebuah lomba cerpen

LELAKI DALAM PELUKAN SEPI
Perkenalkan namaku adalah salafuddin. dari nama tersebut Orang bisa menebak diriku berasal dari timur. namun saat bersama teman-teman, saya lebih sering dipanggil dengan nama pendek " Udding." Hidupku penuh dengan lika-liku yang tak henti mengeja waktu yang keras. aku sering menyanyikan sunyi dan mendebat malam ketika nasib tak kunjung bertemu dengan hal yang baik.
Semua orang mencibirku, mereka bahkan menganggapku tak lebih berharga dari setumpuk sampah. bagaimana tidak, aktivitasku beraneka ragam dan sayangnya tidak ada yang dianggap terhormat bagi manusia-manusia itu. tetapi apa peduliku, yang aku pikirikan adalah bagaimana bisa mengganjal perut hari ini dengan sebungkus nasi atau bahkan sekerat roti basi. aku terkadang mengamen, seringpula jadi pemulung, kernet angkot, tukang angkut barang di terminal sampai saat kepepet, akupun duduk dengan wajah memelas di setiap lampu merah ataupun stasiun kereta untuk meminta belas kasihan manusia.
Setiap bertemu manusia-manusia bermobil dan pakaian yang mengkilap, sering pikiranku ngelantur, sering pula menelan ludah dengan lidah yang kelu. jika saja uang pembeli baju mereka kugunakan untuk membeli nasi bungkus, mungkin bisa sampai berbulan lamanya. 
aku tidak ingin membiarkan pikiranku terlalu larut dalam membayangkan ilusi tersebut karena kenyataannya aku harus banting tulang membeli sebungkus nasi di angkringan. beginilah nasib membawaku ke duni ini.
orang tuaku meninggalkanku sejak kecil entah kemana. jalananlah yang kemudian membentuk karakterku yang keras. tak peduli panas ataupun hujan, aku tetap harus mencari apa yang bisa kutukar dengan uang. pekerjaan yang berat membuat badanku semakin kekar meski umurku baru menginjak 14 tahun namun aku seperti layaknya binaraga.
namun aku seperti layaknya binaraga. Ketika melihat otot-ototku mungkin saja orang-orang akan mengira bahwa aku rutin fitness namun saja rambut kumal, kulit kecoklatan dan rambut pirang akibat terbakar matahari menjelaskan bahwa aku tidak pernah ftness di ruang ber-AC tetapi tidak lebih fitness alami yang membentuk badanku.
Cemohan-cemohan adalah santapan sehari-hariku yang sudah menjadi kata puitis buatku, saat aku menjadi gembel peminta-minta di samping perlintasan rel kereta api, berbagai tatapan sinis harus kuterima, ada yang sama sekali tidak menggubris keberadaanku, ada yang sok bijaksana mengguruiku untuk mencari pekerjaan lain namun yang lebih menyayat hati adalah orang yang memberikan recehan dan kemudian membuang muka seakan jijik melihatku. Mereka seakan menyatakan dalam diamnya bahwa aku tidak lebih dari seonggok sampah. 
Pemerintah yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kami kaum marginal bahkan mempersulit kehidupan kami dengan menerbitkan Larangan untuk mengemis atau menggelandang diatur dalam Pasal 504 dan Pasal 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), Buku ke-3 tentang Tindak Pidana Pelanggaran.
Alhasil pekerjaan sebagai peminta kutinggalkan saat terbitnya peraturan tersebut dan seakan pemerintah sendiri lepas tangan akan penderitaan rakyatnya. Hal yang lebih konyol dan menyebalkan adalah pemuka agama pun ramai-ramai ikut berfatwa haram bagi orang-oranag yang dengan ikhlas memberikan kelebihan rezekinya kepada kami. Sejak saat itu, satpol PP semakin giat menggrebek kami hingga beberapa kali aku harus merasakan perihnya sepatu lars mereka yang tepat mengenai pelipisku. 
Aku kemudian beralih profesi menjadi sedikit terhormat yaitu pengamen, dengan berbekal gitar butut hasil pinjaman temanku, suara yang agak cempreng, aku berpindah dari satu warung ke warung yang lain menyanyikan lagu yang sama karena hanya lagu itulah yang aku hafal selain liriknya pas dengan kondisiku. Lagu iwan fals yang berjudul manusia setengah dewa dan lirik yang paling aku suka bahkan kuulang terus menerus adalah “berikan kami, pekerjaan”. Akupun sering mencipta lagu-lagu yang tak karuan nadanya. Malam menyanyi dalam sepinya, menunggu pagi yang tak sudi bertandang, waktu yang enggan berputar semakin menyiksa harapannya, rindu sesak seakan menaburinya racun namun tak kunjung musnah” sebagian lirik lagu tersebut kunyanyikan untuk menggambarkan perasaanku.
Aku memang penikmat musik dan penyuka musik underground. Band Nirvana menjadi salah satu idolaku dengan Curt Cobain yang sangat Idealisme. Dia yang kemudian memilih mengakhiri hidupnya tepat disaat puncak popularitasnya. Curt menganggap bahwa dia diperalat oleh Industri musik ditambah lagi dengan ketergantungannya pada kokain membuat hidupnya tanpa gairah. Sempalan kata-katanya yang paling kusuka adalah “It’s better to be hated for what you are than to be loved for what you’re not.” kalimat tersebut seakan menjadi sihir bagiku tetap menjalani hidup apa adanya diriku.
Pekerjaan sebagai Pengamen tak lama kugeluti. hasil dari ngamen tidak cukup banyak untuk makan sehari-hari bahkan yang lebih menyedihkan dari kami sebagai pengamen karena banyak warung maupun toko yang memasang tulisan di pintu masuk “tidak menerima sumbangan”, namun itu tidak seberapa dengan salah satu tulisan di sebuah toko yang membuat hati para pengamen merana “Masuk ngamen, gratis”, bahkan tulisan tersebut terpampang di salah satu restoran terbesar di kota ini yang dimiliki oleh anggota DPR. Begitulah nasibku menjadi seorang pengamen.
Aku uring-uringan, namun satu keyakinanku bahwa ketika manusia masih bernafas, maka rezekinya masih ada di bumi ini. Aku berganti profesi yang kesekian kalinya menjadi sopir angkot. Meskipun umurku masih sangat belia, namun aku menjadi sopir tembak yang digaji rendah namun lebih besar dari hasil mengamen. Aku melakukan pekerjaan sebagai sopir angkot dengan senang hati karena tidak terlalu berat bahkan saat malam menjelang, aku mendapat tempat tidur yang lebih layak dari biasanya, aku tidur di angkot. dibanding saat aku masih menjadi pengemis dan pengamen, aku kadang di mesjid, di stasiun, emperan toko, taman kota dan dimanapun tempat yang bisa kubaringkan badanku sambil terlelap dalam mimpi. Seringkali kuberharap sesaat sebelum tidur supaya aku bermimpi indah dan tak terbangun lagi atau bahkan bangun dengan membawa mimpi indah tersebut kedunia nyataku namun ternyata aku harus kembali merenggut kecewa karena kujumpai duniaku yang kelam dan kelabu bahkan yang lebih mengerikan dari yang kubayangkan, setiap kali aku tidur, aku sering mimpi buruk dan saat terbangun dari tidur, mimpi yang lebih buruk lagi telah menjadi kenyataan dalam hidupku.  
Hari-hari menjadi sopir angkot mulai kunikmati dan berfikir bahwa profesi inilah yang akan kutekuni namun sampai akhirnya kenyataan kembali tidak sesuai dengan asaku, aku bahkan harus kembali mengelus dada setelah beberapa bulan menjadi sopir angkot, pemerintah kota ini kembali menerbitkan sebuah kebijakan tentang pengadaan angkutan trans kota, tak pelak lagi, dengan adanya angkutan trans kota tersebut, pendapatan angkutan umum menurun drastis dan imbasnya aku harus ikhlas tidak dipakai lagi sebagai sopir angkot karena para juragan angkot mencoba untuk mengurangi biaya operasionalnya. 
aku semakin tak mengerti dengan pemerintah, dua kali mereka menerbitkan kebijakan yang selalu merenggut pekerjaanku, saat pertama mereka menerbitkan UU tentang pelarangan memberi uang kepada pengemis yang membuatku harus beralih profesi dan kali ini mereka kembali menerbitkan proyek pengadaan bus trans kota yang lagi-lagi mengharuskanku angkat kaki sebagai sopir angkot. Terkadang kuberpikir bahwa pemerintah selalu saja menguntit profesiku dan menciptakan profesi tandingan yang akan membuatku harus kembali menjadi gelandangan. benar-benar harapanku hancur karena aku tidak tahu lagi profesi apa yang harus kujalani bahkan saat menjadi sopir angkot, aku sudah bisa membeli beberapa potongan pakaian untuk mengganti pakaianku yang lusuh nan kumal.
Otakku kerap kali diracuni pikiran negatif untuk menjadi pencuri saja atupun perampok namun selalu gagal. Entahlah, yang pasti bahwa meskipun aku tidak pernah mendapat pelajaran agama sejak kecil namun seakan ada dorongan yang sangat kuat dari dalam hatiku untuk menolak hal-hal yang dilarang agama dan dorongan tersebut tidak pernah sekalipun mampu kulawan. Aku putuskan untuk mendaftar sebagai office boy di salah satu kantor perbankan. Saat mendaftar di perusahaan outsourcing penerima office boy, aku dimintai ijazah SMP. “aku tidak punya sama sekali ijazah pak..!!” Kataku saat itu. Akupun ditolak, dalam hatiku memaki mereka, apakah ijazah itu yang akan membuat kopi atau membersihkan lantai kantor, meskipun aku tidak punya ijazah, namun aku piawai melakukan kerja-kerja office boy. Jangankan SMP, TK saja bahkan aku tidak tamat. Aku hanya bisa membaca dengan terbata-bata karena ikut program belajar gratis yang diadakan oleh sekelompok mahasiswa di samping stasiun buat para gepeng. Saat itu aku masih umur 8 tahun, umur yang cukup tua buat anak yang baru belajar membaca.

Aku tak punya apa-apa sekarang. saat kelaparan, aku mencari sisa-sisa nasi di warteg. Aku tak ingin lagi menjadi pengemis, aku berprinsip bahwa aku tidak mau menjalani pekerjaan yang sebelumnya sudah prnah kujalani.
Aku akhirnya memilih menjadi tukang parkir di sebuah terminal. Meskipun pendapatannya tidak begitu banyak pekerjaannya pun tidak berat. Aku harus jaga malam karena masih baru, menjadi tukang parkir di kota ini bukan tanpa resiko, aksi-aksi curanmor sangat nekat dan tak segan-segan melukai setiap orang yang menghalangi aksi mereka, dan ternyata mereka pulalah yang menggiringku ke takdir berikutnya yaitu jurang kematian, mereka yang akhirnya mengakhiri cerita hidupku di dunia.

Malam itu, tepat malam minggu saat kendaraan ramai, aku ditugaskan untuk jaga malam. menjelang tengah malam, aku melihat sekelompok orang yang mencurigakan. Saat kutegur, mereka gugup dan salah satu dari mereka langsung menyerangku tiba-tiba, aku masih bisa melawan dan namun akhirnya terdengar tembakan dengan senjata rakitan. Dua butir peluru tepat bersarang di dadaku. Aku tersungkur ke tanah, bayang pekat terlintas di kepalaku, setiap potongan hidupku kembali hadir dalam ingatanku dan semua terlihat kabut. Samar-samar kudengar suara masyarakat yang mengejar para curanmor. aku tak sanggup lagi berbuat apa-apa. Kurasakan tubuhku digotong oleh orang-orang ke sebuah mobil pick up menuju rumah sakit. Tak ada orang yang bersedih layaknya ketika orang di bawah ke rumah sakit. Aku memang tak punya siapa-siapa dan takkan ada yang perduli terhadap kondisiku
Di sebuah rumah sakit, aku masih merasakan sakit yang luar biasa. Kudengar bosku yang juru parkir berdebat dengan petugas rumah sakit yang menolak untuk merawatku karena tak punya sepersen pun dana untuk biaya administrasi rumah sakit. Setelah lama berdebat, akhirnya kurasakan juga tubuhku masuk ruang operasi. Pisau operasi mulai membelah dadaku, betapa perih yang luar biasa menghinggapi seluruh tubuhku. dua butir peluru dikeluarkan dari dadaku namun darah seakan tak berhenti menetes. Tubuhku menggigil, pendengaranku kabur dan semakin gelap dan rasa perih tak terhingga ketika ada sesosok bayang putih yang mengajakkku terbang dengan sayapnya kemudian melayang-layang mengitari tubuhku lalu tertunduk sejenak dan bagai roket meluncur ke atas. Tiba-tiba semua menjadi gelap. Bos juru parkir menggoyangkan tubuhku, kusapa dia namun tak bergeming. Semua orang berkerumun dan tubuhku mulai ditutupi dengan bebrapa lembar sarung. Aku kemudian pergi dan menyeberang ke alam sana.

Begitulah potongan hidup yang kujalani. Tulisan ini kurangkai dengan terburu-buru sesaat sebelum menghadapi pengadilan di hadapan Tuhan, pengadilan dimana tak ada saksi selain diriku sendiri dan tulisan ini kutujukan Buat manusia-manusia yang masih berada di alam dunia. entah apa hasil timbangan hidupku nantinya namun aku pasrah menghadapinya karena berbagai ketidakadilan di dunia telah kualami bahkan saat ini mereka tidak adil terhadapku karena para pembunuhku tidak pernah diadili sebab aku tidak punya pengacara untuk menuntut mereka dan tidak punya uang untuk membayar hakim yang haus uang.

Alamat Domisili : Jln Bambu kuning 1, Rawamangun, Jakarta Timur

Mengejar Uang Tanpa Keringat

Saya sungguh tidak bisa lagi menakar pikiran manusia tentang ketergantungan terhadap materi. meski saya sadari bahwa kebutuhan akan materi khususnya uang memang begitu mendesak bahkan untuk diri saya sendiri namun saya masih tetap membatasi diri dalam beberapa hal untuk tidak terlalu menjadi gila dalam mengejar materi, bahkan untuk hal yang diluar nalar pun ditempuh dengan cara pintas demi yang namanya uang.

Begitu banyak orang yang menempuh jalan berbelok demi mendapatkan materi bahkan semua pertimbangan baik moral maupun pertimbangan sosial sudah dicampakkan kedalam got karena sudah tidak berlaku lagi dalam kamus mereka. orientasi hidup mereka adalah uang demi semua kesenangan duniawi.

Saya masih ingat dengan sangat jelas saat masih duduk di bangku SD. ada usaha simpan pinjam koperasi yang sedang booming di kabupaten sebelah kotaku, namanya Koperasi simpan pinjam atau yang lebih akrab disebut Kospin. letak usaha kospin tersebut dijalankan di Kabupaten Pinrang, berjarak 3 jam perjalanan mobil dari kampungku.

Seingat saya dulu bahwa Kospin tersebut menawarkan bunga uang yang sangat besar yaitu 100% dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Kospin tersebut booming seantero Sulawesi Selatan bahkan ke beberapa daerah di luar sulawesi. salah satu sepupu ayahku ikut menginvestasikan uangnya kalau tidak salah ingat 1 juta, sebulan kemudian dia menarik uangnya dengan total 2 juta. banyak dari mereka yang sudah menabung di awal dan menariknya sebulan kemudian, uang berlipat tersebut di kembalikan lagi ke kospin dengan harapan uang tersebut beranak pinak. alhasil beberapa bulan setelah Kospin berjalan, pemiliknya melarikan diri dan membawa uang miliaran Rupiah. saya tidak ingat persis apakah pemiliknya ditangkap atau tidak namun yang masih segar dalam ingatku adalah kantor Kospin dibakar oleh nasabah yang tidak mendapatkan lagi uangnya.

Praktek investasi seperti kospin memang menggiurkan apatahlagi jaman saya masih SD yang masih langka. sampai sekarang pun prakter investasi dengan tawaran uang berlipat bahkan menjamur sampai sekarang ini dan anehnya lagi bahwa sudah banyak yang tertipu namun masyarakat masih saja banyak yang percaya.

Investasi bodong seperti ini sudah menjadi keresahan masyarakat bahkan  Otoritas Jasa Keuangan sudah memperingatkan kepada Masyarakat untuk tidak percaya terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, 
Kusumaningtuti S Soetiono‎ membeberkan beberapa ciri investasi bodong yang bisa Anda perhatikan 
sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk investasi :
  • Produk investasinya selalu Mengemukakan imbal hasil yang menggiurkan, dengan presentase yang mustahil dan tidak rasional sebagai contoh imbal hasil keuntungan 30% per bulan, sedangkan yield tertinggi di bidang investasi saham saja 27% per tahun. reksadana campuran menawarkan imbal hasil 22% per tahun dan produk deposito atau tabungan cuma 6-7% per tahun
  • produk investasi bodong mudah dipahami, sedangkan produk investasi yang sah perlu waktu untuk mencernanya. kalau mudah dipahami, bagaimana menjalankan usahanya itu yang perlu dicurigai.
  • setiap produk investasi bodong yang ditawarkan menggunakan tokoh masyarakat misalnya di sumatera utara, pelaku kejahatan investasi bodong akan menawarkan produknya lewat referensi tokoh masyarakat di wilayah tersebut agar masyarakat respek dan tergerak untuk menanamkan uangnya hingga mengabaikan resikonya
  • produk investasi bodong tanpa booklet atau penjelasan panjang lebar tulisan saat produknya kecil-kecil  sehingga tidak mudah terbaca, ini patut dicurgia terlebih jika tidak jelas siapa lembaga yang mengawasinya. sumber 
secar logika sederhana saja bahwa ketika ada yang menawarkan kepada kita investasi modal untuk diputar di sebuah usaha tertentu dengan keuntungan yang sudah ditentukan waktunya. pertanyaannya adalah orang tidak menggunakan akal saja yang tidak berpikir bahwa mana mungkin sebuah usaha itu sudah pasti berhasil dalam waktu yang ditentukan kemudian keuntungan pun sudah mereka tentukan, kan sebuah kebohongan yang sudah jelas jika seperti itu. namanya usaha pasti ada saatnya untung maupun rugi maka tidak mungkin setiap jangka waktu yang ditentukan akan terus untung dengan keuntungan yang sudah ditentukan.

begitulah uang membuat sebagian dari kita mengabaikan akal sehat kita. entah karena dorongan kebutuhan atau gelap mata memikirkan keuntungan yang fantastis sehingga tidak ada lagi pertimbangan rasional untuk menempuh jalan mendapatkan uang.

ini sebagian prinsip Asuransi yang sesuai syariah. saya kutip dari sini

Prinsip-prinsip Investasi Syariah
Beberapa prinsip yang harus perhatikan dalam investasi menurut Islam :
1. Halal
Suatu bentuk investasi harus terhindar dari bidang bisnis yang syubhat atau haram. Kehalalan juga menyangkut pada penggunaan barang atau jasa yang ditransaksikan. Contoh industri yang dikategorikan haram adalah: industri alkohol, industri pornografi, jasa keuangan ribawi, judi, dll.
Prosedur juga harus terhindar dari  hal-hal yang syubhat atau haram tersebut. Selain itu,  kehalalan juga meliputi niat seseorang saat bertransaksi dan selama prosedur pelaksanaan transaksi.
Kehalalan juga ternyata terkait dengan niat atau motivasi. Motivasi yang halal ialah transaksi yang berorientasi  kepada hasil yang dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
2. Maslahah
Maslahah  (manfaat) merupakan hal yang paling esensial dalam semua tindakan muamalah. Para pihak yang terlibat dalam investasi, masing-masing harus dapat memperoleh manfaat sesuai dengan porsinya. Misalnya, manfaat yang timbul harus dirasakan oleh pihak yang bertransaksi dn harus dapat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya.
Manfaat-manfaat investasi itu antara lain :
a. Manfaat bagi yang menginvestasikan Mendapatkan bagi hasil sesuai dengan besar investasi yang ditanamkan dan sesuai dengan akad awal menurut prinsip syariah.
b. Manfaat bagi yang mendapat tambahan investasi
Mendapatkan tambahan modal sehingga memiliki kemampuan untuk meneruskan usahanya.
Untuk melindungi perusahaan dalam lilitan hutang karena tidak mampu mengembalikan modal yang diterima dan tidak mampu memberikan manfaat bagi investor, maka diatur secara syariah oleh DSN (Dewan Syariah Nasional) bahwa perusahaan yang memenuhi syarat untuk dijadikan lahan investasi adalah perusahaan yang:
- mendapatkan dana pembiayaan atau sumber dana dari hutang tidak lebih dari 30% dari rasio modalnya
- pendapatan bunga yang diperoleh perusahaan tidak lebih dari 15%
- memiliki aktiva kas atau piutang yang totalnya tidak lebih dari 50%
Sesuai dengan peringatan Allah dalam firmannya QS. Al-Baqarah:280 bahwa: ”Orang yang berhutang tidak pernah tenang dalam tidurnya”, maka dengan fatwa yang ditetapkan oleh DSN tersebut diharapkan perusahaan debitur dapat mengembalikan investasi sesuai dengan perjanjian yang dilakukan.  QS Al-Maidah:1 bahwa: ”Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu .....”
c. Manfaat bagi masyarakat secara luas
Besarnya investasi yang ditanamkan dalam berbagai bidang haruslah memberi manfaat bagi masyarakat.  Investasi bisa digunakan untuk penelitian dan pengembangan supaya bisa meningkatkan produk-produk baru atau meningkatkan kualitas produksi, selain itu investasi juga dapat bermanfaat dalam mengurangi harga barang sehingga pada akhirnya menguntungkan pelanggan.
Dengan investasi juga menggairahkan sektor industri sehingga mampu mengurangi jumlah pengangguran.
Maka sesuai dengan tafsir Al-Misbah, bahwa pada akhirnya harta yang dimiliki individu memiliki fungsi sosial.
Selain memperhatikan faktor kehalalan dan kemaslahatan, investasi harus terhindar dari  praktek sistem  riba, gharar, maysir (spekulasi)
  1. Transaksi dalam investasi yang dilakukan harus terbebas dari riba (bunga). Karena itu inevstasi kepada perusahaan yang menjalankan sistem riba seperti perbankan, asuransi, pegadaian, dsb, adalah dilarang. Membeli saham bank konvensional juga adalah terlarang karena mengandung riba yang diharamkan.
  2. Setiap transaksi harus bebas dari gharar, yaitu penipuan dan ketidak-jelasan. Dengah demikian  transaksi bisnis harus  transparan, tidak menimbulkan kerugian atau unsur penipuan disalah satu pihak baik secara sengaja maupun tidak sengaja.. Gharar dapat pula diartikan sebegai bentuk jual beli saham dimana penjual belum membeli (memiliki) sahamnya tetapi telah dijual kepada pihak lain.  Karena itu Islam melarang praktek margin trading, short selling, insider trading, Demikian pula najasy (rumor) untuk mengelabui investor.
  3. Setiap transaksi harus terbebas dari kegiatan maysir (spekulasi). Maysir dalam konteks ini bukanlah hanya perjudian biasa, tetapi  adalah segala bentuk spekulasi di pasar uang atau pasar modal. Islam melarang spekulasi uang, karena menurut Islam uang  bukan komoditas. Karena itu Islam melarang spekulasi valuta asing. Uang adalah alat pertukaran yang menggambarkan daya beli suatu barang atau harta. Sedangkan manfaat atau keuntungan yang ditimbulkannya berdasarkan atas aktivitas riil, seperti penjualan harta (bay’) atau pemakaian barang (ijarah).
  4. Risiko yang mungkin timbul harus dikelola sehingga tidak menimbulkan risiko yang besar atau melebihi kemampuan menanggung risiko (maysir).Untuk itu diperlukan ilmu manajemen resiko. Ini adalah aplikasi konsep fath zariah dalam ilmu ushul fiqh. Dalam Islam setiap transaksi yang mengharapkan hasil harus bersedia menanggung risiko sesuai kaedah Al-Kharaj bidh Dhaman dan Al-Ghurm bil ghurmi.
  5. Manajemen yang diterapkan manajemen Islami yang tidak mengandung unsur spekulatif dan menghormati hak asasi manusia serta menjaga lestarinya lingkungan hidup.
semoga saya selalu diingatkan bahwa hidup bukan sekedar kesenangan duniawi mengejar keberlimpahan materi namun lebih dari itu, hidup haruslah lebih bermanfaat dan jika bisa zuhud dunia dalam artian tidak tertipu oleh kemewahan dunia yang absurb.

tulisan ini atas kegelisahanku terhadap suatu masalah
saya saklek terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aqidah
ingat itu
280515

May 27, 2015

Sepi yang Beranjak

Senja yang menua, semua memudar kecuali suara hingar bingar kendaraan yang liar di sepanjang jalan yang rela dengan sabarnya menjadi penuntut setiap pejalan tanpa sedikitpun mengeluh menahan beban dari setiap bebal yang tak berperasaan

Kemana harus kurebahkan raga yang semakin penat mengejar mimpi yang tak ada habisnya. ada mereka yang menghabiskan waktunya seperti diriku dan ada mereka yang membagi waktunya dengan jeda dan membuat raga mereka tidak terlalu lelah.

Aku mengeja waktu yang berlalu, aku berpelukan dengan sepi yang selalu saja hadir disaat ramai bahkan hiruk pikuk mereka yang menertawakan dunianya tidak membuatku melirik sedikitpun. Entah dimana ramai itu dan entah sepi kapan beranjak. peluh melumuri seluruh tubuh layaknya sungai yang mengalir dari gunung

Aku membeku. hasrat hidup ingin menepi dan bermimpi menggenggam asa namun tidaklah pantas untuk melepas semua dengan mengejar yang tak pasti.

Dua orang bercengkerama. bercerita tentang keluarga mereka yang menahan lapar. tidak ada beras untuk hari ini dan besok pun masih menjadi misteri. aku gemetar, membayangkan mereka yang meradang karena rakusnya para begal kehidupan. Menganggap mereka adalah hidup yang tak berguna.

Aku menunggu kekasihku di ujung senja ini. waktu bukan lagi soal jarum jam yang berputar karena semua musnah dengan harapan untuk memeluk dalam rindu yang memuncak. perasaan meredakan sakit yang ditanggung raga.

Seorang gadis menatap langit temaram. dari sudut mata meleleh butiran air dan tak henti mengusap dengan sapu tangan lusuh di genggamannya.

Sepi adalah keramaian dalam arti lain karena hanya berupa perasaan yang pada diri setiap orang dirasakan dengan cara yang berbeda. kata-kata hanyalah kamuflase dari ketidaksanggungan membumikan pikiran-pikiran yang sudah semakin berkecamuk.

Rawamangun.270515

Tentang Blog Ini

Blog ini sudah bertahan selama lima tahun. Saya tak ingat pasti sejarah awal saya membuat blog ini namun yang pastinya bahwa dua tahun pertama saat blog ini eksis di dunia maya, saya amat jarang mengisinya dengan tulisan-tulisan karena saat itu, saya masih masuk dalam kategori sok perfeksionis yang hanya ingin menulis tulisan yang  dalam standar baik dalam segala hal.

Akhir 2012 menjadi awal saya lebih intens mengisi blog ini dengan tulisan apa saja yang menurutku bisa untuk dijadikan pelajaran setidaknya untuk diriku sendiri. Saya tidak terlalu ingat nama yang kupilih di alamat blog ini namun seingat, manhaj menjadi yang terlama setelah itu saya ubah menjadi ingat diri kemudian jangan lupa diri. 

Mungkin setelah ini, alamat blogku akan kuubah lagi menjadi ingatdiri.blogspot.com dan display name nya Serenity. Entahlah kenapa saya lebih memilih itu namun setidaknya, untuk beberapa tahun belakang, saya selalu berusaha untuk sadar diri, ingat diri dan berusaha untuk tidak menjauh dari diriku meski kuakui bahwa semakin keras saya untuk tetap ingat diri dan tidak jauh diri namun sekeras itu pula nafsuku menjauhkanku dari diriku sendiri. akibatnya bisa saya rasakan pertengahan tahun 2013 sampai pertengahan tahun 2015. Saya jatuh dalam nista yang mungkin harus kusesali karena itu yang menjadi hijab untuk mengenal diri.

Blog ini telah mengalami berbagai pergeseran nilai saat pertama kali ada. Niat awalnya adalah sebagai wadah penyimpan tulisan materi kuliah dan tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan pelajaran kuliah namun kemudian seiring berjalanannya waktu, blog ini hanyalah menampung remeh temeh tentang perjalanan hidup yang kujalani. Entah itu tentang suka maupun duka atau bahkan keadaan sekitar yang menurut saya bisa dijadikan pelajaran.

Saya bukanlah orang yang terlalu pintar memilih diksi dan merangkai menjadi tulisan yang indah meski demikian saya bukan pula yang suka menulis serampangan meski terkadang saya harus memaksa diri menulis satu dua kata demi menjaga libido menulisku.

Saya sudah sering membaca teori menulis dari berbagai penulis besar namun setidaknya tidak ada yang lebih ampuh dari tips yang mereka tawarkan selain terus menulis dan mengasah kemampuan menulis. memang cara paling ampuh untuk menjadi penulis hanya tiga, menulis, kemudian menulis dan yang terakhir jangan pernah bosan menulis. sampai pada saatnya, kita menemukan gaya menulis yang kita sukai.

Satu variabel penting saat menulis yang tidak boleh dinafikan adalah banyak membaca. Instrumen paling penting untuk mengetahui dan mempelajari teknik menulis didapat saat kita banyak membaca buku dan cara penulisan yang baik.

Untuk hari-hari selanjutnya, blog ini akan menjadi wadah bagi banyak kecamuk pikiran di kepalaku yang tak tahu harus kemana saya curahkan. semua seakan sudah semakin abu-abu di dunia ini. Tak ada lagi hitam putih. musuh menjadi teman dan teman menjadi musuh sehingga yang tersisa dari semua itu adalah kata-kata dalam tulisan.

Blog ini semacam pelampiasan yang akan menanggung beban-benan kepalaku.
26 Mei 2015
Pulogadung