July 31, 2015

Ingatan Masa Kecil

Banyak ingatan masa kecil yang membuat saya menyesal kenapa tidak menyimpannya kuat-kuat di dalam memoriku. Bukan untuk kembali ke masa lalu namun lebih dari itu bahwa ada banyak hal yang seharusnya menjadi pembelajaran penting bahkan hikmah yang nampaknya baru saya sadari sekarang.

Salah satu ingatan masa kecil yang tertanam kuat di kepalaku adalah shalawat yang diputar di mesjid menjelang adzan dan lebih sering diperdengarkan menjelang adzan subuh, zhuhur dan ashar.

Belakang baru saya tahu bahwa shalawat tersebut dikenal sebagai shalawat tarhim. Ada kesejukan yang menyelimuti seluruh tongga tubuhku ketika mendengar shalawat tersebut namun jujur saya amat sangat menyesal karena beberapa tahun belakangan ini, shalawat tarhim sudah tidak lagi diperdengarkan di mesjid kampungku dengan adanya ajaran Islam fundamental yang masuk dan melarang pemutaran kaset di mesjid. Membid'ahkan pemutaran Shalawat lewat kaset sebelum adzan padahal syiar Sholawat tersebut seakan meremukkan kesombonganku samapi hancur lebur. Ada yang hilang dari kesenangan masa kecilku mendengarkan shalawat tersebut.

Ternyata shalawat tarhim tersebut memiliki sejarah yang panjang. Shalawat yang saya akrabi melalui radio mesjid dan saya harus mengakui bahwa shalawat tersebut terkadang membuat saya tersungkur dalam kerinduan bersama Sang Kekasih. meski pada akhirnya, banyak pertentangan yang kemudian melarang untuk memperdengarkan bunyi-bunyian melalui kaset sebelum adzan dikumandangkan. terlepas dari semua itu, ada kesejukan yang amat sangat ketika mendengar shalawat tarhim.

Ingatan saya berjalan mundur ketika mendengar shalawat tersebut. Ingatan kembali ke masa lalu, tentang suasana kampung masa lampau, damai dan tentram, ingatan tentang para orang tua di kampung yang tergopoh-gopoh ke mesjid setelah sholawat tersebut di putar dan dari wajah-wajah mereka memancarkan ketenangan bhatin.

ada bagian yang selalu dinegasikan oleh para pembaharu. ada kenangan yang mereka renggut dan menurut saya sesuatu yang amat sangat saya rindukan karena mengantarkan menikmati irama alam semesta namun dengan dalil yang kontekstual, semua mereka jungkalkan.

Diakhir Juli 2015

Khutbah Jumat

Saya bersepakat dengan Khatib yang mengatakan bahwa kita masuk syurga bukan karena amal perbuatan kita tetapi semata karena rakhmat Allah. khatib pun menganjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah sunnah

Cak Nun, Asal Usul dan Aktivitas Luang di Kantor

Saya beberapa kali mendengar mantan direktur Pemasaran di kantorku ketika memberikan wejangan selalu bertumpu pada 4 hal. menurutnya bahwa dalam hidup ini, keempat hal tersebut adalah :
  1. Harus Beragama / Spritualis
  2. harus Memahami sejarah
  3. Mengerti kebudayaan
  4. Menguasai IPTEK
Saya tidak berpretensi untuk menjelaskan satu persatu poin tersebut diatas namun jauh sebelum Dia menjelaskan tentang landasannya dalam hidup, saya sudah sering membaca atau mendiskusikannya dengan teman-teman di kampus meski dalam penjelasan yang berbeda.

Seminggu ini, pekerjaan saya di kantor tidak terlalu padat sehingga banyak waktu yang kupergunakan hanya mendengarkan musik, membaca blog bahkan mendownload youtube. pengajian Cak Nun yang paling banyak saya download kemudian saya dengarkan ketika sedang menginput pekerjaan di PC. 

Saya akui bahwa saya menggandrungi pemahaman penuh toleran yang dicontohkan oleh Gus Dur, Gus Mus maupun Cak Nun yang dari mereka saya belajar bahwa sebenarnya hidup itu indah dan pada akhirnya, kita hanya akan menertawakan apa saja di dunia ini termasuk diri kita. dari mereka pula, saya belajar bahwa semakin orang menambah wawasannya maka semakin humoris mereka dan sampai pada pemahaman  bahwa hidup ini hanyalah senda gurau dan panggung sandiwara meski demikian, kita sebagai aktor harus bergurau dengan serius.

Satu bagian yang ingin saya tuliskan disini adalah saran Cak Nun untuk mengetahui asal usul kita atau jika dipadankan dengan pion yang dijelaskan oleh Mantan Direktur di kantorku bahwa kita harus mengetahui sejarah. kak Hamzah yang merupakan sosok panutan saya di Makes pun pernah menyarankan beberapa kali untuk belajar tentang sejarah. ada hal yang kemudian membuat saya selalu bingung belajar sejarah ada harus memulai dari mana.

Kembali ke pengajian Cak Nun bahwa kita harus mengetahui asal usul kita. dari pengajiannya tersebut baru saya ketahui bahwa Beliau adalah keturunan campuran Jawa, arab demikian pula Gus Dur yang merupakan Campuran dari 3 etnis Jawa, Arab dan Cina. seperti apa kita harus memahami semua asal usul kita maka kita akan menjadi lebih toleran dalam hidup.

Saya sendiri bahkan tidak tahu sama sekali asal usulku. hal yang saya ketahui bahwa kedua orang tua saya berasal dari sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan yaitu Enrekang dan lebih tepatnya sebuah kampung bernama Buntu Lamba. seingat saya, pernah orang tua saya kalau tidak salah ingat ayah saya bercerita bahwa kami asli dari kampung tersebut namun saya masih harus kroscek kebenarannya karena pada dasarnya kampung kami hanya seukuran kampung kecil dan saya rasa tidak mungkin leluhur saya berasal dari situ, pasti ada campuran dari kampung lain atau bahkan dari suku lain.

Berbicara suku di Sulawesi Selatan sudah terlalu banyak apatahlagi jika scoupnya secara luas di pulau sulawesi, namun mari saya ceritakan saja suku di Sulawesi Selatan. ada dua suku yang mayoritas di Sulawesi Selatan, Suku Makassar dan Suku Bugis meski ada pula suku Toraja dulu ada Mandar yang sekarang terpisah menjadi Sulawesi Barat. 

Jika berdasarkan sejarah yang ditulis di wikipedia bahwa suku Bugis adalah suku yang tergolong dalam Melayu. mereka adalah salah satu dari sebagian bangsa yang bermigrasi pertama ke Nusantara dari dataran Tinggi Yunan. jika ditilik lebih jauh lagi maka kemungkinan besar suku melayu yang ada di Indonesia berasal dari bangsa yang sama sehingga  perpecahan karena perbedaan suku di Indonesia adalah hal yang konyol karena berasal dari suku yang sama.

mungkin terlalu pelik untuk menjelaskan satu persatu suku di Indonesia dan lagian saya masih cetek pemahaman sejarah tentang suku di Indonesia. selebihnya mungkin menulis tentang suku Enrekang. ada kebingungan tersendiri yang dari dulu tidak pernah menemukan jawabannya tentang sejarah orang Enrekang dan juga suku Toraja. secara Geografis, sangat berdekatan dengan suku Bugis namun kedua suku tersebut memiliki banyak perbedaan dengan suku Bugis.

Saya tidak ingin terlalu jauh tentang asal usul. saya sebenarnya hanya ingin mengetahui asal usul leluhurku. namun pengetahuanku mandek hanya sampai di kakek nenek. begitupun windi yang ingin kuketahui asal usulnya namun hanya sampai pada kakek neneknya. dari bapaknya berasal dari Tuban sedangkan kakek neneknya orang asli caruban.

mungkin suatu waktu saya bisa menelusuri asal usul kami dan  mencari tahu kearifan dari setiap asal kami.

Pulogadung, 310715

Referensi
-(1)
-(2)
-(3)
-(4)
-(5)

July 30, 2015

Kantor dan Aktivitas Bercanda

Bercanda adalah sesuatu yang diperlukan bagi setiap manusia. tertawa bahkan mempunyai khasiat yang positif terhadap kesehatan mental dan fisik, salah satunya mampu mencegah stress dan beberapa manfaat lain. bahkan ada terapi kesehatan yang menganjurkan untuk tertawa.

Saya memang percaya bahwa orang yang terlalu serius dalam berbagai hal disebabkan karena belum bertemu banyak orang dalam banyak kondisi dan mungkin juga kurang wawasan ditambah lagi kefanatikannya terhadap sesuatu karena saya sendiri percaya bahwa orang yang sudah berilmu tinggi akan menjadi humoris, Gus Dur, Cak Nun, Gus Mus adalah sebagian dari panutan saya yang sudah begitu luas wawasannya namun terkenal juga dengan pribadi mereka yang humoris bahkan mayoritas nasehat mereka disampaikan dalam candaan-candaan yang penuh hikmah

Namun kali ini saya tidak sedang ingin membahas tentang tertawa dan tetek bengeknya apatahlagi manfaat bagi kesehatan namun saya ingin membahas antitesa dan manfaat tertawa apatahlagi ketika seseorang butuh konsentrasi namun di sekitarnya mengharuskan tertawa tanpa batas sehingga terkesan tertawa karena terpaksa

Lebih spesifik lagi saya ingin menelisik aktivitas bercanda di kantor yang mungkin terlalu over. berangkat dari ketidaksengajaan membaca artikel ini dan sepertinya saya berada di suatu kondisi tersebut. 

Humor Para Kyai sama sekali tidak sama dengan candaan yang tidak berbobot yang sering saya jumpai bahkan diakhiri dengan tertawa terbahak-bahak yang dipaksakan. bekerja memang tidak perlu terlalu seserius sang profesor yang sedang meneliti namun juga bekerja harus tetap fokus. 

Ada rasa yang bisa membedakan kapan kita harus bercanda dalam batas candaan yang berbobot dan kapan harus serius apatahlagi ketika candaan hanya menjurus pada hal yang bahkan dilarang seperti hubungan intim antara suami istri. Bahkan menceritakan aktivitas hubungan intim suami istri adalah sesuatu yang amat dilarang.

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي 
  إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا


"Seburuk-buruk manusia dipandangan Allah pada hari kiamat ialah suami yang  melakukan hubungan intim dengan isterinya kemudian menceritakan keintimannya kepada orang lain" ( Hadits riwayat Muslim No: 1427)

Dari Abu Hurairah RA, Ia berkata :
" Bahwasanya Rasulullah SAW pernah melalukan shalat dan ketika Beliau telah mengucapkan salam maka beliau menghadapkan mukanya kepada mereka (Jamaah) dan bersabda , berhati-hatilah terhadap majelis-majelis kaum. apakah diantara kamu ada seorang laki-laki yang menyetubuhi isterinya dengan menutup pintu dan melabuhkan tirainya kemudian dia keluar dan bercerita , saya telah berbuat dengan isteriku begini dan begini..!! kemudian mereka diam semua lantas Rasulullah SAW mengadap kepada para perempuan dan menanyakan " adakah diantara kamu yang bercerita begitu..? tiba-tiba ada sesorang gadis memukul-mukul salah satu tulang lututnya sampai lama sekali supaya diperhatikan oleh Nabi dan supaya mendengarkan omongannya. kemudian gadis itu berkata " demi Allah, kaum laki-laki bercerita dan kaum perempuan juga bercerita! lantas Nabi bertanya " Tahukah kamu seperti apa yang mereka lakukan itu? sesungguhnya orang yang berbuat demikian tak ubahnya dengan syaitan laki-laki dan syaitan perempuan yang satu sama lain bertemu di jalan kemudian melakukan persetubuhan sedang orang lain banyak yang melihatnya"  (Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Bazaar)
        
Sekali lagi bahwa yang saya maksud disini bukan candaan seperti para kyai yang mengandung hikmah dan pelajaran namun candaan yang tidak saya sepakati adalah candaan yang sama sekali tidak berbobot dan menjadikan hubungan intim suami istri sebagai bahan candaan. terlalu konyol menurut saya.

Kita tidak perlu merasa sungkan untuk meninggalkan majelis yang didalamnya bercanda mengenai hubungan suami istri. Tidak ada manfaat didalam majelis seperti itu dan hanya akan membawa pada kesia-siaan bahkan murka dari setiap doa-doa suci.

Selebihnya kita hanya perlu untuk memilih candaan yang memang perlu meski saya sendiri adalah seorang yang suka menertawai diri sendiri karena pada akhirnya semua hanya akan ditertawai seperti kata Cak Nun dan mungkin itu pula kenapa Para Kyai yang luas ilmunya suka humor dan sekali lagi bukan humor rendahan apatahlagi humor yang dilarang keras oleh ajaran agama karena sejatinya humor haruslah mengandung nasehat seperti yang selalu dilontarkan Gus Dur.


 300715

July 29, 2015

Habislah Ideku

Entah apa yang membuat kepalaku begitu kosong tentang ide-ide yang ingin aku tulis. semua menguap tanpa sebab bahkan ketika hasrat menulisku sedang berada di puncak namun kembali terbentur pada apa yang hendaknya aku tulis. aku juga tidak ingin cuma mengejar kesenangan melihat blog ini penuh dengan tulisan namun miskin hikmah, aku ingin keduanya berjalanan beriringan namun sampai detik ini, tidak ada satu ide yang melintas di dalam pikiranku.

Ingin aku menulis resensi novel Dunia Sofie namun aku baru membaca novel tersebut 1/3 halaman maka aku urungkan. ingin pula menulis tentang momen menjelang berakhirnya liburan di kampung namun lagi-lagi ide utama yang ingin kutulis tidak lantas muncul di rongga otakku. ingin pula menulis antitesa dari kritikanku terhadap acara reunian yang menurutku menjadi ajang pamer namun aku merasa endapan ide yang ada di kepalaku belum terlalu matang sehingga butuh kontemplasi yang lebih lama lagi untuk memantapkan diri menulis hal tersebut.

Banyak keinginan-keinginan yang ada namun tidak didukung oleh hikmah dari ide tersebut maka kubiarkan saja dia membusuk. sebenarnya selalu saja terjadi paradoks ketika aku mulai menulis. saat ide membuncah seringkali minat yang menyurut namun disisi lain saat hasrat menulis begitu besarnya, ide lenyap entah kemana.

Aku berpikir keras untuk menulis apa lagi namun tak kunjung jua ada yang ingin ditulis. memupuk harapan dengan menanam kenangan dalam setiap tulisan terkadang harus terkendala bagaimana memulainya karena sejatinya bahwa kenangan itu akan abadi dalam tulisan yang bercerita dan gambar sebagai pendukungnya.

Terlepas dari itu semua, aku tetap akan menulis entah itu hanya berupa tulisan yang tak berarti. aku biarkan saja memenuhi ruang ini.

30.07.15

July 27, 2015

Menghitung Khilaf

mari sejenak menunduk
menghitung batu hitam di belakang langkah
mata mungkin buta
atau kah hati yang terhijab nista
hingga tak terbedakan putih dan hitam

sejauh jejak yang hitam
namun selalu saja tak terhindarkan
ketika gelora syahwat yang merajai
maka diam adalah jawaban

dalam lara jiwa yang gersang
menjemput maaf yang tak kunjung tiba
hati ikut hening
menuntut raga yang lelah dalam nyata

di persinggahan jiwa
270715
 

July 23, 2015

Hari Ini Pertama Kali Engkau Sekolah

Saya masih bingung mau memberimu kado apa hari ini karena kau telah resmi menjadi siswa SD. kelihatannya tidak ada yang istimewa karena semua berjalan naluriah. Kau sudah selesai TK dan sekarang melanjutkan pendidikan di SD, kemudian kenapa saya harus memikirkan kado untukmu..?? Tidak nak, selalu ada istimewa bagi saya ketika momen pertama kali dalam setiap lembaran hidup, apapun itu. 

Hari pertama masuk sekolah pun adalah momen yang seharusnya bisa diabadikan. tahukah engkau nak bahwa sudah begitu banyak orang yang menentang institusi pendidikan formal seperti yang engkau akan masuki. Banyak perdebatan di dalamnya karena institusi pendidikan di Negeri kita sudah sangat jauh melenceng dari hakekat pendidikan itu sendiri. baiklah, kado tulisan ini akan kuhadiahkan kepadamu dalam bentuk surat nak, bukan artikel ilmiah karena saya bukan pakar dalam menyusun kata-kata formal.

Saya ingin mengutip pendapat Ki Hajar Dewantara bahwa " Pendidikan dalam arti sesungguhnya ada proses memanusiakan manusia (Humanisasi), pengangkatan manusia ke taraf insani. banyak lagi paparan yang lebih detail dari hasil oleh pikir Beliau tentang pendidikan yang saya ambil disini

Nak, di titik ini memang sudah njlimet untuk dipahami namun yakinlah bahwa suatu waktu ketika kau sudah banyak membaca, engkau akan paham dengan sendirinya apa yang dimaksud kalimat diatas. bahkan saya sendiri pun masih berusaha untuk memahaminya dari sesedikit tafsiran-tafsiran yang saya pahami karena sejatinya, pendapat seseorang akan berbeda ketika sudah ditafsirkan.

Mungkin ada baiknya saya menuliskan surat ini kepadamu tentang apa yang kurasakan selama menjadi siswa sekolah formal. saya amat sangat yakin bahwa mayoritas siswa merasakan hal yang sama seperti yang pernah kualami. kita pasti akan melalui titik jenuh dimana setiap pagi harus berangkat ke sekolah kemudian pulang pada saat menjelang asar. Menjenuhkan memang nak namun begitulah pendidikan di negeri kita apatahlagi ketika guru yang mengajar adalah guru yang kaku dan tidak fleksibel dalam segala hal ditambah lagi dengan guru yang killer. 

Kau harus mempersiapkan dirimu untuk menghadapi model guru seperti itu. bukan mendoakanmu supaya kau bertemu dengan guru killer namun setidaknya engkau punya mental kuat ketika benar-benar guru seperti itu kelak mengajar di kelasmu. namun percayalah nak bahwa dibalik semua itu, engkau akan belajar banyak hal meski disisi lain, ada hal yang hilang dari dirimu. kita memang sudah di design oleh generasi tua bahwa anak yang baik adalah anak yang rajin sekolah dan peringkat di sekolahnya masuk 10 besar. 

Itu amat sangat membebani nak dan saya percaya bahwa stereotype seperti itu pula yang mematikan kreativitas dan menjatuhkan mental kita. saya sudah rasakan itu nak. hal yang perlu kau persiapkan adalah mental sekuat baja untuk menghalau semua anggapan dari orang di sekitarmu karena terkadang orang di sekitar kita yang mempunyai andil paling besar membuat mental kita terpuruk. 

Ada banyak hal yang sudah tidak saya sepakati tentang sekolah formal nak. saya sama sekali tidak ingin melihatnya terkurung dalam situasi dimana kau dituntut untuk menjadi terbaik dan menguasai semua mata pelajaran. itu hal yang mustahil nak namun orang tua kita tidak pernah belajar dari pengalaman mereka. saya amat sangat yakin bahwa dulu mereka merasakan hal yang sama namun kenapa saat mempunyai anak kemudian menyekolahkan anak-anak, mereka menuntut hal yang mustahil seperti memahami semua pelajaran sekolah yang mereka sendiri tidak bisa melakukannya pada saat mereka sekolah dulu.

nak Fadel, camkan ini baik-baik

aya tidak akan pernah memintamu untuk harus memburu ranking ataupun jago dalam setiap mata pelajaran. saya bahkan ingin melihatmu menemukan passionmu dalam hidup yang dari awal saya menduga engkau amat sangat suka menggambar sehingga saya selalu antusias membelikanmu peralatan apa saja mengenai aktivitas menggambar. saya tidak ingin melihatmu ambisius dalam prestasi sekolah, biarkan semua berjalan seperti apa adanya. semoga saja kau tidak selalu mengkorelasikan sekolah dan pekerjaan karena engkau tidak akan menemukan inti pendidikan jika itu ada di dalam pikiranmu.

Nak, itu taraf Sekolah Dasar, kau hanya perlu belajar membaca, menulis dan berhitung. itu modal yang cukup untukmu nak selebihnya engkau bersekolah untuk memperbanyak teman dan bersenang-senang kemudian menemukan passionmu dalam hidup.

Nantinya di sekolah, ada masa dimana gairah anak mudamu keluar dan ingin mencoba hal baru bahkan yang sering dianggap "nakal" namun saya hanya pesan ketika masa "kenakalanmu" tiba, jangan sekali-kali menyakiti orang lain karena melukai orang perasaan orang lain tidak akan pernah ada obatnya. jangan pula menyentuh minuman keras meskipun setetes karena hal itu akan membuatmu tidak akan lepas darinya. jika waktu "nakalmu" tiba, cukuplah nakal dalam batasan yang wajar-wajar saja. belajar merokok, ataupun sesekali membolos dari sekolah masih bisa saya maklumi.


Sedang memperbaiki celana baru
Nak, pada saatnya kau sekolah, jangan pernah ragu ataupun menjadi penakut apalagi pecundang. beranilah untuk mengatakan apa yang menurutmu benar karena hal itu akan membentuk pribadimu berkarakter yang kuat. selebihnya jangan terlalu banyak bicara hal yang sama sekali tidak engkau pahami dan mengerti karena sebodoh-bodohnya orang adalah orang yang sok tahu dan merasa paling pintar padahal isi kepalanya kosong.

Perkuat dirimu untuk banyak membaca apa saja dan belajar dari kehidupan. hal pertama yang akan membuka wawasanmu adalah banyak membaca terserah apa saja yang bisa kau baca. Sesekali jangan sombong jika engkau menjumpai keberhasilan dan juga jangan menjadi rendah diri ketika kegagalan menghampirimu karena terkadang kedua hal tersebut berkebalikan, maksud saya bahwa terkadang kegagalan adalah hal yang baik untuk diri kita dan keberhasilan adalah yang sebaliknya. jadi bijaklah dalam menyikapi apa saja yang akan engkau temui dalam hidup karena sejatinya semua berjalan bukan semata kehendak kita.

Di Sekolah nantinya, akan banyak pertentang yang kau temui nak. sekolah formal memang sudah dianggap merampas kebebasan kita sebagai manusia karena harus ditentukan waktu maupun seragamnya. saya ingin ceritakan seorang anak yang dengan pribadinya yang keras keluar dari sekolah formal dan ingin menjadi penulis meski harus berkonflik dengan orang tuanya karena kehendaknya tersebut. nama anak itu Muh. Izza ahsin Sidqi. Dia adalah salah satu siswa di Salatiga, Jawa Tengah. aku lebih tua 4 tahun dari anak itu namun keteguhannya keluar dari sekolah Formal saat usianya baru menginjak 15 tahun dan duduk di bangku SMP kemudian memutuskan keluar karena menganggap sekolah penghalang baginya untuk menulis buku. nak, saya punya buku anak itu yang judulnya "Dunia Tanpa Sekolah." 

Nanti kalau kau sudah bisa membaca, kau bisa pinjam dan baca bukunya meski memang keputusannya anomali menurut masyarakat umum. saya tidak menyarankan kau mengikuti jejak seperti itu karena masih banyak hal yang kau temui jika terus sekolah. hidup bukan hanya tentang cita-cita dek tetapi juga bergaul dan bermanfaat pada sesama bahkan terkadang kita banyak belajar dari pengalaman yang tidak kita inginkan.

Intinya bersekolah itu adalah bersenang-senang bersama kawan-kawan sambil tetap belajar, banyak membaca dan diskusi. tidak perlu mengejar ranking dan tidak perlu juga berkompetisi. tidak perlu takut dianggap bodoh karena sejatinya kita belajar karena ingin tahu.

Masih banyak lagi teori tentang pendidikan nak. ada lagi seorang Bapak dari Brasil dikenal sebagai tokoh dan teoritikus pendidikan yang berpengaruh di seluruh dunia, namanya paulo Freire. saya mungkin tidak mau terlalu membahas karyanya nak karena saya sendiri betul khatam semua karyanya, hanya saja saya baca sempalan pemikirannya dari sumber internet yang ditulis serampangan. ada banyak karyanya dalam bentuk buku nak yang kesemuanya

Nak, surat ini mungkin belum kau baca hari ini ataupun mungkin jika engkau melihatnya, engkau masih terbata-bata membacanya dan tidak mengerti apa yang kutulis namun percayalah, ada suatu waktu ketika engkau paham apa yang akan kuceritakan kepadamu.

Rawamangun, Jakarta Timur
230715  14:54
kutulis saat menerima fotomu di WA

July 22, 2015

Selamat Idul Fitri 1436 H

Cerita tentang hari raya idul fitri selalu menghadirkan momen yang menyenangkan bahkan sering menjadi momen berkumpul bagi sanak saudara yang 11 bulan lamanya tidak bertemu. aku pernah melewati satu momen Idul Fitri yang ironis karena harus mendekam diri di sebuah kamar kos sempit di cilandak. aku menumpahkan rasa rindu saat itu jauh dari keluarga.

Kali ini waktu kembali bersahabat denganku. setelah bekerja hampir setahun lamanya, aku diberi kesempatan untuk mudik berkumpul dengan keluarga. rasa bahagia menyelimuti relung hatiku. lebaran sendiri di perantauan memang adalah ironi yang menyakitkan sekaligus memilukan.

Di tulisan ini, aku tidak ingin membahas tentang suasana mudik. aku ingin berkontemplasi tentang sebulan penuh Ramadhan yang kujalani maupun 11 bulan sebelumnya yang pastinya terdapat begitu banyak dosa dari dalam diriku. aku ingat tahun lalu ketika selesai Ramadhan, aku sudah berhasrat untuk lepas dari cengkeraman nafsu yang menggelora dan ternyata bulan berikutnya, dosa itu masih mengalir deras. aku yakin bahwa Ramadhan belum cukup mencuci semua dosaku karena itu, sejatinya aku setiap detiknya melebur dosa dengan permohonan maaf dan intropeksi diri.

Sudah terlalu lama tenggelam dalam lubang hitam kenistaan yang tak sanggup lagi kubasuh dengan sejuknya air keimanan karena aku sendiri lah yang membiarkan diriku diliputi oleh nafsu yang menggelora. aku adalah pesakitan dalam pertarungan diri yang dikalahkan oleh ego dan entah sampai suatu waktu, aku mampu menjadi Raja dari nafsuku.

Idul Fitri yang digadang-gadang sebagai momen lahirnya kembali diri secara bhatiniah haruslah dimaknai dengan sungguh-sungguh karena terkadang kembali menjadi titik balik perbuatan yang berulang seperti sebelum Ramadhan. aku pernah merasakan hal seperti itu tahun lalu namun kali ini semoga saja Tuhan memberkatiku dengan keteguhan iman untuk terhindar dari setiap jengkal maksiat baik lahiriah maupun batiniah.

taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum

1 Syawal 1436 H

Foto Momen Lebaran

Aku sebenarnya tidak terlalu suka untuk memenuhi blog ini hanya sekedar foto-foto karena aku masih percaya kata-kata masih menggetarkan lebih dari sekedar foto namun tak apalah karena hanya ini yang mungkin menjadi momen untuk melihat dan memupuk rindu di kampung halaman.

here they are...!!!!

Bongkar kenclengan sebelum mudik. namun jangan salah karena uang hasil celengan ini bukan modal buat mudik namun buat yang lain dan tentunya tidak perlu untuk kujelaskan untuk apa uang ini. biarlah aku dan adekku saja yang tahu untuk apa uang ini kami pergunakan.

 





Hadiah dari kantor. emas berupa Lempengan. masih ada yang 5 gram tetapi tidak sempat saya abadikan. ini bukti kebaikan seorang kepala cabang di kantorku yang kemudian dimutasi ke cabang Kebayoran. masih banyak lagi kebaikan-kebaikan lain yang tidak perlu saya jelaskan meski bukan dalam bentuk materi namun hikmah yang ada pada dirinya




barang bawaan andra dan ibunya saat akan pulang ke palopo. beginilah tradisi di keluarga kami ketika ada yang akan berangkat ke tempat tujuan. akan ada banyak barang bawaan yang menyertainya. di dalam kardus tersebut, berbagai banyak aneka kue yang dibuat sendiri oleh ibuku dengan penuh kasih sayang



diatas mobil menuju makassar. mobil kijang LGX yang penuh sesak. aku duduk di bangku paling belakang bersama 3 orang lainnya yang lumayan gemuk alhasil aku tidak bisa nyenyak sepanjang perjalanan. salah satu penumpang di tengah mengomel ketika penumpang lainnya meminta untuk berhenti sejenak sekedar untuk bersalaman dengan keluarganya di Saruran. berbagai argumen dia keluarkan demi untuk membenarkan omelannya apatahlagi didukung oleh ibu di sampingku yang mengiyakan semua omelannya alhasil sang Sopir serba salah. sesampai di Mandai, aku hendak diantar ke rumah teman namun tidak tahu alamat lengkapnya. mobil masuk di peruamhan AURI kemudian balik lagi karena salah alamat. aku menghindari omelan dari penumpang sehingga minta diturunkan saja di pos polisi pertigaan jalan masuk ke bandara baru.



Ruang tunggu bandara sultan Hasanuddin. masih luamayan lengang di tengah arus mudik. duduk menunggu keberangkatan pesawat yang ternyata harus delay setengah jam sedangkan aku sudah lebih awal datang ke bandara



Buntu Kapere. gunung ini sering menjadi destinasi bagi warga sekitar khususnya muda-mudi. sebelumnya gunung ini tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat namun sejak kecil aku sudah akrab dengan gunung ini karena di lerengnya terbentang kebunku. saat masih bocah sampai sma, hampir setiap hari aku melewati gunung ini untuk mengambil makanan kambing. sejak ada akses jalanan kendaraan ke gunung ini sejak 3 atau 4 tahun yang lalu, gunung ini selalu ramai dikunjungi bahkan sering dijadikan tempat pacaran atau sekedar kongkow. pada malam lebaran atau tahun baru, gunung ini ramai dan petasan yang dibunyikan dari puncak gunung ini.
hari pertama lebaran, aku duduk di gunung ini setelah nyekar dari makam nenek. ada perasaan miris di gunung ini ketika melihat sampah berserakan. terbersit dalam benakku untuk membuat tulisan dilarang membuang sampah namun sampai aku pulang ke Ibukota, hal tersebut tidak terlaksana.



Sriwijaya Air SJ 599. diambil dari samping ketika aku hendak memasuki pesawat. aku sering mengamati betapa buah akal manusia sebagai karunia dari Tuhan benar-benar luar biasa. aku masih tidak percaya sebuah benda besi yang dirangkai terbang di udara.



Meisya dan Andra. kalian suatu waktu akan melihat foto ini dan meresapi perasaan syahdu dan membayangkan betapa hidup ini indah. betapa masa bocah ada momen dimana semua menjadi seperti hidup dalam arena permainan tanpa ada beban



dengan wajah sendu, Meisya mungkin sedang berpikir bahwa hidup tidak sesimple menjadi anak kecil. butuh taktik yang mumpuni untuk menjalani hidup.



Fadel melihat orang menjemur kopi. barangkali saja dia berkesimpulan bahwa ketika beranjak dewasa, dia bisa saja berada di kondisi seperti para penjemur kopi yang harus berpanas ria demi sesuap nasi

Ole-Ole mudik.

Jakarta
22 Juli 2105

Cerita Dalam Pesawat

Pernah aku berpikir tentang bagaimana angkuhnya para Pramugari yang dengan langkah tegap dan tidak ada senyum saat mereka berjalan di bandara ketika mereka baru saja landing ataupun hendak melakukan perjalanan. langkah yang tegap dan muka yang serius dengan dandanan yang mulus.

Pernah aku berpikir bagaimana mereka dengan senyum dipaksakan saat melayani para penumpang diatas pesawat. aku berpikir mereka melakukan semua itu hanyalah karena tuntutan pekerjaan dan selebihnya kemudian mereka kembali merasa lebih jauh berada di udara tanpa melihat ke bumi.

Namun itu semua mulai kukikis dari pikiran-pikiranku setelah menemui banyak hal tentang mereka. Aku punya senior seorang pramugari Maskapai terbesar di indonesia milik Pemerintah. Aku beberapa kali pernah bertemu dan dia adalah pribadi yang baik. Dia seringkali menulis kisah rindunya terhadap keluarganya ketika dalam tugas. aku kenal baik dengan Suaminya yang juga bekerja di sebuah perusahaan perminyakan di Timur Tengah. 

Seandainya saja keluarga mereka ingin memamerkan apa yang sudah didapatkan maka sudah sangat pantas untuk itu namun tidak, sama sekali tidak, bahkan Suaminya yang memang akrab denganku kukenal sebagai pribadi yang amat sangat sabar, low profile dan tidak pernah menampilkan kemewahan seperti apa yang sudah didapatkannya. berinteraksi dengannya seakan kita berinteraksi dengan teman yang selalu mengalah. tidak terdapat sedikit pun garis kesombongan pada setiap ucapannya.

Cerita tentang Pramugari pun berlanjut diatas pesawat Sriwijaya Air yang aku tumpangi dari Makassar ke Jakarta. Ketika pesawat sudah mengudara, aku tidak tahan melepas hasrat untuk membuang sisa air di kantong kemih. Karena toilet pesawat masih penuh, aku memilih untuk menunggu di belakang pesawat. Pandanganku tertuju kepada seorang Pramugari yang selesai melaksanakan tugasnya di pesawat dan memilih duduk di belakang pesawat. Tahu apa yang dia lakukan..? 

Dia sedang membaca kitab suci. Yah, dia sedang mengaji. aku terenyuh bahwa dibalik manis mereka ternyata punya sisi religius yang tinggi. aku bahkan berpikir bahwa keselamatan para penumpang Pesawat selain doa dari keluarga juga doa-doa suci dari para Pramugari yang "mungkin saja" menjadi washilah keselamatan dalam penerbangan karena sejatinya ketika ketika melakukan perjalanan udara maka kita telah menyerahkan hidup pada nasib.

Sepanjang perjalanan diatas Pesawat, pikiranku tertuju pada setiap tindakan para Pramugari dan mencoba menyadari betapa berat menjadi mereka. tanggung jawab untuk memastikan setiap Penumpang nyaman dan aman. mereka sama seperti pekerja lainnya yang harus banting tulang untuk keluarganya. tidak ada lagi pikiran untuk mencibir mereka. Mungkin  hal yang biasa Pramugari yang mengaji di Pesawat namun aku baru sekali ini menjumpai. Seketika semua asumsi-asumsiku tentang pramugari kucampakkan. Memang mungkin banyak dari mereka yang merasa hebat namun masih banyak juga yang tetap membumi.

selalu saja ada hikmah di setiap lembaran perjalanan hidup.

Bandara Soetta
210715

Selamat Ulang Tahun, Dek

Tulisan yang amat sangat telat untuk cerita ulang tahunmu kali ini. Bukan bermaksud melupakan ataupun pura-pura lupa kemudian memberikanmu kejutan, tidak sama sekali. Aku bukan tipe orang seperti itu. bahkan tepat di hari ulang tahunmu, aku sama sekali tidak mengirimimu ucapan selamat seperti sebagian besar pasangan akan menjadi orang pertama memberikan selamat ulang tahun kepada pasangannya. aku yakin engkau sudah mafhum dengan setiap apa yang ada di pikiranku bahwa aku bukanlah orang yang terlalu mengagungkan hari ulang tahun bahkan budaya tersebut sama sekali tidak ada di dalam tradisi keluarga kami. mungkin engkau tidak percaya bahwa aku sama sekali tidak menghapal tanggal lahir keluargaku bahkan kedua orang tuaku.

Aku memang tidak terlalu suka untuk menunggu momen kemudian mendoakanmu seperti di hari ulang tahunmu karena aku sudah menanam doa untukmu di setiap lima kali sujudku. Bahkan mungkin setiap saat di bhatinku selalu terselip segenggam doa untukmu di sela doa untuk keluargaku yang lain. tidak banyak memang namun cukup untuk mengharapkan kebaikan untukmu dan untuk setiap apa yang akan engkau hadapi.

Aku hanya ingin bercerita apa saja disini sekedar pengingat bahwa engkau sedang merayakan ulang tahun. 2,6 tahun kebersamaan kita mungkin belum cukup untuk menyingkap siapa sebenarnya aku di depanmu meskipun engkau sudah sering menjumpai perangaiku yang buruk bahkan aku sendiri pun menyadari itu adalah tabiat yang harusnya kuubah demi diriku sendiri namun setiap apa yang kuperbuat untukmu tidak pernah sekalipun membuatmu berjalan berbalik arah dariku bahkan setiap detik bertambah kebersamaan kita, kasihmu pun semakin menebal. aku terkadang masih belum percaya bertemu dengan perempuan yang se sabar denganmu dan mencintaiku begitu dalam. tidak perlu kuuraikan satu persatu setiap bukti kesabaranku karena cukup kuukir di dalam memoriku untuk menjadi pengingat betapa di setiap langkahku kedepan, ada seorang wanita dengan semangat karang menuntunku mengarungi samudera kehidupan ini.

marilah kita bercerita tentang biduk rumah tangga dan teori apa saja yang akan kita jadikan referensi di dalamnya. Jika Allah meridhai, 2 bulan lagi kita akan menyatu dalam restu semesta dengan ikatan  yang halal menurut apa yang kita yakini. aku sudah menunggu momen itu pun juga dirimu sudah tidak sabar untuk menjadi seorang bidadari bersanding bersamaku di pelaminan, namun kita berdua telah sepakat bahwa kebahagiaan tidak berhenti di hari itu. masih banyak rintangan yang mestinya kita lewati untuk menggenggam kebahagiaan itu walau aku sendiri meyakini bahwa setiap badai ataupun duka yang kita hadapi nantinya adalah bagian dari bahagia itu sendiri. uppss, tunggu dulu. engkau pasti tertawa terbahak-bahak membaca kalimat diatas karena sudah tahu bahwa aku adalah teoritis paling ulung namun miskin implementasi. semua teori kulahap habis dan mental saat berhadapan dengan realitas dan itulah aku. kita seakan dua insan yang sangat paradoks.

ijinkan aku berteori apa saja ditulisan ini. semoga saja engkau tidak menjustifikasiku dengan ke-soktahuanku yang teramat tinggi. ada banyak teori dalam biduk rumah tangga dalam menghadapi konflik yang sewaktu-waktu terjadi antara lain
  1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama’ah. pesan ini sebenarnya sudah sering kudengar dari orang di kampungku meski dalam penuturan yang berbeda. sejatinya bahwa jika salah seorang pasangan sedang emosi maka seharusnya yang satu diam dan menahan diri karena amarah yang dilawan dengan amarah akan menjadi berkali-kali lipat. kita berdua beberapa kali mempraktekkan ini namun masih sering gagal karena kita sama-sama emosi.
  2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa. dibagian ini, mungkin saya yang paling sering gagal karena aku terkadang suka mengungkit masa lalu kita saat masih labil. aku bahkan tidak pernah menemukan dirimu mengungkit masa laluku ketika sedang marah karena engkau mampu berdamai dengan setiap khilaf di masa lalu namun tidak bagiku, aku mengakui sering gagal untuk teori ini.
  3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga. ini juga termasuk salah satu hal yang paling vital karena suka tidak suka, kita punya keluarga yang sejak kecil kita sayangi dan jika mereka disakiti maka kita pun akan merasa sakit. aku akan berusaha untuk tidak membawa masalah keluarga ketika kita bertengkar. engkau mungkin berpikir bahwa aku sering menanyakan apa yang dilakukan keluarga mas mu dan sering menentang hal yang tidak sejalan denganku namun jika saja engkau tahu bahwa semua itu karena aku sayang  ibumu dan tidak tega jika keluarga mas mu masih saja merepotkan bahkan aku bilang menyusahkan ibumu. aku tahu betapa berat beban ibumu dan selalu berpikir harusnya dia menikmati masa tuanya tanpa ada lagi tanggungan namun ternyata tidak, tanggungannya semakin bertambah menjadi empat orang, selain mas mu juga isterinya dan kedua cucunya. semoga kita tidak menyusahkan orang tua kita. aku sayang ibumu.
  4. Kalau marah jangan di depan anak-anak ! ini kita sering perbincangkan dan tinggal menunggu waktu untuk kita praktekkan. sejatinya bahwa marah di depan anak-anak akan merusak mentalnya karena aku sudah merasakan hal yang sama.  
  5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat ! ada juga yang mengatakan bahwa kalau marah jangan lebih dari 3 hari namun rentang waktu satu waktu shalat lebih bagus lagi meski betapa sulitnya menjadi cepat pulih dari amarah namun kita sering pada kondisi ini. ketika kita marah dan engkau sudah menangis, bahkan amarahku selalu pudar kemudian berbalik arah dan memelukmu erat kemudian mengusap sisa air matamu dan mendaratkan kecupan manis di keningmu.  engkau pasti ingat beberapa momen seperti itu ketika amarahku menguap disaat tangisanmu menjadi-jadi
  6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema’afkan. aku menyayangimu tanpa tanda tanya.  SUMBER 
sudah terlalu banyak cerita yang kubagi di tulisan ulang tahunmu meski masih banyak lagi yang belum sampai. ada alasan kenapa di ulang tahunmu kali ini, isinya berupa teori berumah tangga karena itu tadi, Jika Allah mengijinkan dan meridhai, 2 bulan lagi kita akan menjadi sepasang manusi yang saling mengikat janji suci.

aku sisipkan Hadits untuk diriku sendiri pada penghujung tulisan untukmu “Bila engkau melihat seorang wanita yang menjadikanmu tertegun kagum maka segeralah engkau pulang menjumpai istrimu dan lampiaskanlah hasratmu padanya, karena semua yang ada pada wanita tersebut ada pula pada istrimu” (HR. Ibnu Hibban dan lainnya, dishahihkan Al Albani dalamShahih Al Jami).

semoga selalu sehat dek dalam hidup yang berberkah
selama mencapai umur seperempat abad

Rawamangun
22 Juli 2015

Di Bandara dan Orang-Orang Yang Sedang Berpisah

Perpisahan memang selalu mengharukan. entah kenapa ada perasaan yang pergi saat berpisah dengan orang terkasih. seperti layaknya sekeping hati ikut pergi menjauh. ada rasa perih dalam dada kemudian menggumpal dan menghasilkan perasaan sesak yang seakan tertahan. itulah mengapa terkadang orang menangis tersedu.

Aku tiba di bandara lebih cepat dari jadwalnya sehingga aku memilih untuk duduk di pintu keberangkatan dan mengamati setiap orang yang akan berpisah dengan sanak saudaranya. ada butiran air mata di setiap kelopak mata orang yang ditinggalkan maupun orang yang akan pergi. ada bapak yang terlihat menahan rasa haru meski wajah dan matanya tidak bisa berbohong bahwa dia sedang dalam perasaan haru. ada ibu yang melepaskan tangisnya melepas keluarganya sambil memuaskan diri memeluk anggota keluarga yang akan berangkat sebelum masuk ke bandara. ada pula yang menutupi haru mereka dengan memilih berfoto bersama di sekitar pintu keberangkatan.

Walau tidak diantar langsung ke bandara namun perpisahan dengan ibu sehari sebelumnya memang menyesakkan dadaku. aku memuaskan hasrat menanam rindu untuk ibu dengan cara mendaratkan kecupan di sekujur wajah ibu sesaat sebelum naik ke mobil yang membawaku ke Makassar. Ibu nampak membiarkan momen itu dan kulihat Ibu tidak berekspresi sama sekali entah apa yang sedang berkecamuk di dalam pikirannya. aku pun sudah mulai bisa menguasai diriku dan tidak terlalu sentimentil ketika berpisah entah karena sudah sering ataupun karena sudah berdamai dengan setiap kondisi perpisahan meski pada akhirnya semua akan berakhir dengan rasa haru.

Di atas mobil, aku masih seperti merasakan wajah keriput ibu yang kehujani dengan ciumanku dan wajahnya masih menggelantung indah di sudut hatiku. tidak pernah mau beranjak selangkah pun. namun anehnya, tidak sebutir air mata pun menetes dari kelopak mataku seperti tahun-tahun pertama saat aku akan pergi jauh. aku tahu bahwa Ibu dan mungkin juga aku sudah berdamai dengan setiap momen perpisahan.

Begitulah perpisahan. selalu meninggalkan lubang di dalam hati yang teramat perih. meski dari setiap perpisahan kita bisa memaknai tentang kebersamaan. pertemuan dan perpisahan silih berganti datangnya. perpisahan mengajarkan kita bagaimana menjaga cinta dan menghargai kebersamaan.

Pulogadung.
220715

July 15, 2015

Cerita Perjalanan Mudik

Akhirnya momen yang ditunggu kaum urban tiba. Mudik ke kampung halaman ada penyemangat bagi mereka yang memutuskan untuk bergabung dalam barisan kaum urban sembari meninggalkan suasana tenang di kampung. Akupun larut dalam euforia ini.

03:10
Aku mulai sadar dari mimpi dan bangkit mencari sesuap nasi untuk sahur. selesai menyantap sahur dengan lauk seadanya, aku menunggu adzan subuh dan bergegas ke mesjid dekat terminal Rawamangun. dengan dua tas ransel penuh baju baru untuk keluarga tersayang di kampung.

05:30
aku duduk dengan manis di atas damri bandara sambil menunggu penumpang yang lain. mengambil tempat duduk paling depan tepat di belakang sopir. sambil menikmati teduhnya ibu kota di subuh dini hari meski pikiran sudah melayang jauh sampai di kampung halaman. pikiran berkecamuk dan tidak sabar berjumpa dengan masa lalu setelah dua tahun bergelut dengan kerasnya kehidupan.

06:20
aku sudah sampai di depan bandara terminal 1B. terlalu dini memang mengingat pesawat yang akan membawaku ke makassar baru akan berangkat pukul 09:20. akhirnya harus menunggu di halte sambil menikmati lalu lalang manusia yang hendak mudik sepertiku. kehidupan selalu seperti itu dan sepertinya mengasyikkan menikmati setiap jejak hidup yang berjalan dengan rapi.

08:10
aku beranjak dari halte dan menuju tempat chek in. memperlihatkan tiket ke petugas kemudian bergegas menuju ke ruang tunggu dengan tas yang lumayan berat. sekitar 10 menit di ruang tunggu, kulihat kak ochan juga memasuki ruang tunggu yang sama denganku. kemungkinan satu pesawat denganku. dia menuju ruang tunggu yang berbeda arah dengan tempat dudukku kemudian aku menghampirinya dan memperkenalkan nama. tidak banyak yang keluar dari mulutnya hanya senyum khasnya dan menanyakan apakah aku sudah menikah. aku beriringan dengannya menuju ke dalam pesawat dan dia sempat berujar bahwa di dalam tasnya terdapat mukena ole-ole untuk ibundanya. setelah itu, dia menanyakan nomor kursiku dan selanjutnya kami berpisah karena tempat duduk kami yang berjauhan. sempat kulirik Dia mengambil sebuah buku yang tidak sempat kulihat sampul kemudian hanyut dalam kata-kata. aku berpikir bahwa memang untuk menjadi orang hebat, bijak dan cerdas haruslah banyak membaca.

09:20
Pesawat sudah lepas landas dan meninggalkan kota Jakarta menuju Makassar. suara yang ada hanya mesin Pesawat dan Para Pramugari yang memperagakan simulasi jika ada kecelakaan. selanjutnya lalu lalang Pramugari yang menjual souvenir. aku sama sekali tidak tertarik membeli dan hanya mengambil koran yang dibagikan oleh pramugari.

13:30
pesawat akhirnya landing di bandara Sultan Hasanuddin setelah 2 jam lamanya mengudara. aku mengemasi tas yang kutaruh di kabin kemudian antri keluar dari pesawat. aku masih sempat berpapasan dengan kak Ochan di Mushalah dan shalat bersama kemudian dia berjalan duluan setelah itu. setelah melaksanakan shalat zuhur dijamak dengan shalat Ashar, aku menuju pintu kedatangan bandara dan menunggu kakakku yang memang sedang dalam perjalanan menjemputku. lumayan lama menunggu karena dia terjebak macet di daerah Maros.

14:10
Mobil avanza DP 1225 akhirnya muncul di depanku dan aku naik duduk di kursi tengah. selanjutnya kami menuju gudang penjualan kopi karena kakakku masih punya urusan di sana. 

19:30
kami baru melaju ke kampung karena urusan kakakku baru saja selesai di gudang penjualan kopi. jalanan sedikit padat berhubungan karena mudik lebaran yang sudah mencapai puncaknya. sesekali kupejamkan mata kemudian terbangun ketika mobil terantuk di jalanan rusak. aku kemudian tertidur pulas saat di Barru menuju Cakke. baru tersadar ketika mobil sudah tiba di pasar Cakke.

02:10
kami sudah tiba di Cakke dan menunggu mobil lain yang akan membawaku ke Buntu Lamba karena kakakku hendak melanjutkan perjalanan ke Sudu sedangkan arah kedua daerah tersebut berlawanan. setengah jam menunggu mobil namun nihil maka aku putuskan untuk ikut kakakku ke Sudu dan baru akan diantar siang harinya ke Buntu Lamba. aku di Sudu sampai siang harinya karena kakakku masih punya beberapa urusan di Pasar Sudu

12:20
akhirnya aku sampai di rumah. tidak banyak yang berubah di kampung ini, hanya saja di bawah rumahku sudah ada rumah dan di pertigaan masuk lorong rumahku, dibangun rumah mewah untuk ukuran rumah di kampung oleh salah seorang masyarakat di kampungku yang memang adalah pejabat di kantor pajak. 

setelah itu, cerita di kampung seperti apa adanya. menikmati setiap serpihan yang masih tertinggal di kampung. memuaskan hasrat memandang wajah sendu ibuku yang semakin menua. uban yang semakin menjamur diatas kepalanya namun satu yang tidak pernah luntur darinya, rasa sayangnya terhadap anak-anaknya. aku selalu merindukan teriakannya menyuruhku apa saja. merindukan senyumnya yang merekah saat bercengkerama dengan cucunya.

aku selalu menyimpan wajahnya di sudut hatiku karena aku menyisakan separuh untuknya.

200715

Tarwih #28

Ini adalah malam tarwih terakhir di ibukota tahun ini. Saya rencana akan ikut merayakan pesta mudik besok pagi. Saya memutuskan untuk shalat tarwih di bilangan blok M, mesjid Al-Azhar yang sering kujadikan persinggahan ketika penat sudah sampai di urat leher.

Setelah menyelesaikan rutinitas buka puasa di samping mesjid Al-Azhar dengan segelas es kelapa, saya beranjak ke mesjid menunaikan shalat maghrib kemudian melanjutkan makan malam ikan bakar.

Acara Malam Ramadhan di mesjid ini seperti biasanya, setelah selesai shalat isya dilanjutkan dengan ceramah agama.

Ceramah agama kali ini membahas tentang hakekat hidup. mubaliq mencontohkan tentang seorang yang diberi oksigen dengan persediaan yang cukup untuk menyelam ke laut dan diwajibkan memperoleh 50 berlian dengan persediaan oksigen yang cukup. Ketika mulai menyelam, dia terpesona dengan kehidupan bawah laut yang amat indah sehingga lupa tujuan awalnya mencari berlian. Ketika sisa oksigennya tinggal sedikit, dia baru menyadari tujuan awalnya dan terburu-buru mencari berlian namun apa saya, sudah tidak mampu memperoleh 50 berlian. Begitulah hakekat hidup manusia di dunia ini.

Ceramah malam ini lumayan menginspirasi meski mata saya tidak sanggup berkompromi karena letih memandang PC seharian di kantor.

Mesjid Al-Azhar Blok M
28 Ramadhan 1436 H

July 14, 2015

Doadoa

Di dalam setiap patahan kataku
terselip sebutir doa untukmu
tidak panjang memang
cukup pengharapan tentang hari baikmu

di dalam setiap nyanyian bisu
ada syair suci untuk setiap dirimu
tidak merdu memang
hanya sebagai penanda bahwa engkau sehat adanya

dalam setiap diamku
ada sebaris kata yang terucap
apa kabarmu disana

kita adalah kata yang tak ber spasi
kita rangkaian huruf yang berderet
dan membentuk suatu makna
cinta

Rawamangun
14.7.15

Tarwih #27

tidak ada cerita malam ini. shalat Isya kemudian dilanjutkan dengan shalat tarwih di mesjid Baitul Mashum. jamaah di mesjid ini masih tetap stabil meski pada rakaat kedelapan kemudian berkurang.

Mesjid Baitul Mashum Rawamangun
27 Ramadhan 1436 H

July 13, 2015

Mudik dan Kisah Di Dalamnya

Saya berencana mudik dua hari lagi. setelah dua puluh empat bulan merantau, akhirnya saya berencana mudik. euforia mudik selalu saja meninggalkan berbagai kesan bagi siapa saja yang pernah merasakan getirnya merantau entah bekerja ataupun sekolah.cerita tentang mudik memang tidak akan pernah habis untuk dituturkan melalui kata-kata meski setiap orang menuliskannya. 

Tentu saja yang membuat orang selalu antusias menanti momen mudik karena perasaan emosional dan keterikatan terhadap kampung halaman. memang manusiawi bahwa orang yang lahir dan bertumbuh di sebuah daerah akan merasakan keterikatan yang tidak mungkin dilepaskan begitu saja entah suatu waktu ketika dia akan jauh merantau namun selalu saja ada serpihan hatinya yang tertinggal.

Ada banyak kisah yang tersimpan disetiap mudik dan selalu saja kaum urban menantikan momen tersebut. saya yang akhirnya akan merasakan sensasi mudik yang lain karena mudik kali ini dengan pesawat meski dua tahun lalu pun saya sudah mudik dengan angkutan udara seperti ini.

Cerita di kampung halaman akan menjadi lebih seru dengan kedatangan para perantau yang dianggap "sukses' oleh orang yang tetap memilih untuk tetap tinggal di kampung. momen lebaran akan ditandai dengan ramainya suasana kampung yang sebelumnya sepi senyap. berbagai mobil mewah akan lalu lalang di jalanan kampung yang sebelumnya hanya dilalui oleh mobil butut. orang perantau yang notabene berasal dari kampung akan tampil mencolok dengan balutan pakaian bermerek atau dengan gadget mewah di tangan dan langkah yang sok di gagah-gagahin.

Saya tidak sedang menjustifikasi secara general orang kampung yang merantau kemudian mudik lebaran namun harus diakui bahwa sebagian dari mereka "semoga saja saya tidak termasuk" seperti memamerkan apa yang sudah didapatkan di kota. cerita mereka seperti sudah terbang ke langit dan tidak pernah menyadari bahwa mereka pun berasal dari kampung yang kebetulan saja merantau dan ketiban rejeki.

Satu hal yang membuat kesenjangan antara desa dengan kota adalah perilaku kaum urban ketika mudik yang memperlihatkan kemewahan sehingga orang yang memilih untuk tetap di kampung dan menjadi Petani kemudian silau dan merasa tertantang pula untuk merantau ke kota alhasil kota semakin sesak dan desa semakin tidak berpenghuni. hal yang perlu dicatat bahwa hidup di kota apatahlagi di ibukota tidak seindah di sinetron. memilih untuk merantau ke ibu kota berarti memilih untuk menggadaikan hidup baik waktu maupun ketenangan hati.

Momen mudik Lebaran juga menjadi ajang reuni bagi kawan lama. reuni kemudian berubah wujud dari hakekatnya adalah untuk menjalin silaturrahim kemudian lebih seperti lomba pamer kesuksesan. cerita dari mereka yang sudah merasa sok paling berhasil. reuni ini pula yang selalu dihindari oleh kawan lama yang tetap di kampung dan menjadi petani tetapi sangat dinanti oleh mereka yang sudah merasa sukses di perkotaan.

Mungkin lebih baik ketika menjadi kaum urban yang sedang merayakan momen mudik, tidak perlu untuk terlalu mencolok apatahlagi kalau masih memungkinkan mudik dengan kendaraan umum meski memiliki kendaraan pribadi. demi untuk menjaga harmoni saat bertemu sanak saudara di kampung. mudik bukan untuk ajang pamer namun tidak lebih sekedar untuk menyicil rindu kampung halaman yang masih tersisa di sanubari dan juga menjalin silaturrahim dengan handai tauladan. itu saja hakekat mudik

Selamat mudik
hati-hati di jalan

Pulogadung
13 Juli 2015


Tarwih #26

Malam ini saya shalat tarwih di mesjid samping terminal Rawamangun. Acara malam tarwih di mesjid ini layaknya mesjid di kampungku hanya saja tidak ada pembacaan Al-Qur'an sebelum ceramah agama. mesjid ini termasuk salah satu mesjid yang masih ramai di saat akhir Ramadhan karena pada umumnya mesjid yang lain sudah tinggal sebaris.

Ceramah mesjid kali ini bercerita tentang hari qiamat. Pada pembukaan ceramah, Mubaliq bercerita tentang dahsyatnya kejadian di hari qiamat. Dia kemudian mengambil contoh fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu di Kanada dimana ada suara aneh seperti suara terompet yang terdengar juga di Australia. Mubaliq mengatakan bahwa sama sekali itu bukan terompet Malaikat Israfil karena pada saat Malaikat Israfil meniup terompetnya maka semua yang ada akan musnah.

Secara garis besarnya, mubaliq membahas secara skriptualis tentang bagaimana itu hari kiamat dan bagaimana keadaan manusia pada saat hari kiamat. bagaimana suhu yang begitu panas ketika manusia sudah dikumpulkan di padang Masyar. matahari hanya sejengkal di atas ubun-ubun.

Pada sesi terakhir ceramahnya, Dia menjelaskan macam-macam hati menurut Imam Al-Ghazali di dalam bukunya ihya Ulumuddin. Bahasan ini sudah pernah dibawakan oleh mubaliq yang juga berceramah di mesjid ini beberapa malam yang lalu.

Ada tiga macam hati manusia, hati yang mati, hati yang sakit dan hati yang selamat/sehat.

Mesjid Jami' Rawamangun
26 Ramadhan 1436 H

July 12, 2015

Cerita Salat Subuh

Saya mencari suasana baru shalat subuh di sebuah mesjid yang jaraknya lumayan sedikit jauh dari kosku. Suasana temaram lampu di pinggir jalan saat subuh memang menimbulkan perasaan damai.

Cerita tentang shalat subuh di Mesjid Baitul mu'minin samping terminal Rawamangun kutemui saat saya selesai shalat dan beranjak pulang. saat di pintu keluar mesjid, ada tiga jamaah yang  maaf "tunanetra" membuatku terkagum melihat mereka. Saya mengikuti mereka sampai di jalan raya dan betapa saya harus percaya tentang apa yang namanya intuisi atau apapun namanya karena dengan lancarnya dan hanya dibantu tongkat besi berukuran kecil, mereka bertiga seperti layaknya orang yang sehat penglihatannya meski jelas tidak melihat sama sekali. Mereka hanya dibantu sopir Bajaj ketika menyebarangi jalan raya, selebihnya mereka jalan sendiri.

Tarawih #25

Malam ini saya shalat tarawih di mushalah dekat pos. Telalu saja tidak ada ceramah agama di mushalah ini. Setelah shalat isya langsung dilanjutkan dengan shalat tarawih. Sebenarnya pilihan untuk shalat tarawih ada 4 mesjid, 2 diantaranya rutin mengadakan ceramah agama setelah shalat isya namun ketika lagi malas, saya cari mesjid yang langsung shalat tarawih.hehe


Mushalah dekat pos
25 Ramadhan 1436 Hq

July 10, 2015

Tarawih #24

Sebenarnya malam ini saya berniat shalat tarawih di mesjid yang terletak di bilangan Tebet, rute yang sering kulewati saat pulang dari mall ambassador ke Rawamangun namun jalanan yang padat merayap mengharuskanku untuk memutar balik motor ke masjid pendurenan yang sering saya tempati salat tarawih.
 
Saya sudah paham shalat tarawih di mesjid ini. setelah salat Isya dan shalat sunnah, pengurus masjid lalu naik ke mimbar dan menyampaikan beberapa pengumuman kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih delapan rakaat kemudian ceramah agama sekitar tiga puluh menit, barulah setelah ceramah agama, ditutup dengan shalat sunnah witir tiga rakaat.

Muballiq malam ini nampaknya sudah pernah membawakan ceramah agama. Pembahasannya tentang malam lailatul Qadar. Muballiq bercerita tentang seorang israel bernama sam'un. Dia dicari kelemahan oleh isterinya. Isterinya merantai tangan dan kakinya tanpa tetap saja bisa lewat. Setelah itu turun tangan iblis. Kemudian diberitahu isterinya dan merayu sam'un. Diurai rambut yang digulung delapan dan diikatkan tangannya. Setelah itu sam'un bisa dilumpuhkan. Setelah itu, sam'un mengingat dan meminta pertolongan Allah.

Cerita ini ingin mengulas tentang lamanya Sam'un beribadah kepada Allah selama seribu tahun namun unur manusia sekarang tidak sampai selama itu sehingga umat sekarang disediakan malam lailatul Qadar dimana ketika beribadah di malam tersebut, seperti beribadah seribu bulan.

Saya selalu tidak habis pikir dengan orang-orang yang pemburu malam lailatul Qadar namun disisi lain mereka tidak memperbaiki akhlaqnya. Sampai saat ini saya yakin bahwa malam lailatul Qadar itu tidak seperti door prize yang setiap orang tiba-tiba saja mendapatkannya entah itu orang dzalim ataupun orang alim. Saya yakin bahwa hadiah Malam lailatul Qadar adalah diperuntukkan bagi orang yang secara istiqamah memperbaiki diri dari hari ke hari bukan kepada orang yang dzalim.
Wallahu Alam bissawab

Mesjid Al-Ishlah Pendurenan
24 Ramadhan 1436 H

Khutbah Jum'at

Hari ini adalah jumat terakhir di bulan Ramadhan kali ini. rasa kantuk menyerangku namun tetap kukuatkan langkah menuju mesjid

Khutbah kali ini membahas tentang hikmah-hikmah yang berceceran di sekitar kita dan bagaimana kita memahami  hikmah tersebut. Sang khatib menceritakan sebuah kisah yang sarat akan hikmah. Kisah tersebut sejatinya sudah kubaca dari sebuah buku beberapa bulan yang lalu. Tentang seorang petani yang hidup di desa bersama seorang putra satu-satunya. Tetangganya kemudian berkata bahwa alangkah malangnya nasibmu pak tani, hanya punya anak satu, hidup pas-pasan dan kuda tua dan hilang. Pak tani hanya menjawab, malang dan untung hanya Allah yang tahu. 

Kemudian bebebarapa hari kemudian, kuda tersebut datang bersama dengan gerembolan kuda hutan lain. Melihat hal tersebut, tetangga pak tani bilang, alangkah mujurnya hidupmu pak tani. Dia kemudian berujar, malang dan mujur, hanya Allah yang tahu. Setelah itu, kuda-kuda dijual dan hanya menyisakan kuda yang gagah perkasa. Anaknya ditugasi untuk menjinakkan kuda tersebut namun ketika sedang menjinakkan kuda, kaki anaknya patah dan tak bisa berjalan. Tetangganya kemudian berujar, alangkah sialnya nasibmu pak tani, hanya punya satu anak dan cacat. Pak tani kemudian berujar, mujur dan malang hanya Allah yang tahu. Beberapa saat kemudian, kerajaan mewajibkan semua anak muda untuk ikut berperang kecuali yang cacat. Alhasil anak pak tani tidak ikut berperang dan semua pemuda desa yang ikut berperang mati di medan perang.

Sebenarnya cerita tersebut disajikan dalam beberapa versi, namun yang diceritakan oleh khatib tadi adalah versi yang kutuliskan diatas.inti dari cerita diatas adalah bagaimana menyerap setiap hikmah yang ada. Terkadang kita mendapati suatu kondisi yang kelihatannya sangat buruk namun ternyata baik buat kita. Cerita tersebut sangat sesuai dengan ayat Al-Qur'an 

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Hidup memang bukan melulu tentang hal yang empiris karena sejatinya hidup punya beribu makna yang butuh dipelajari. Kita hanya butuh hati yang jernih untuk memahami pelajaran-pelajaran hidup

10 Juli 2015

Tarawih #23

Malam ini saya shalat tarawih di mushalah kecil dekat pos. Musala ini tidak mengadakan ceramah agama setelah salat isya alhasil jam 8 kurang, saya sudah pulang tarawih.

mushalah
24 Ramadhan 1436 H

July 9, 2015

Tarawih #22

Aku membenci waktu yang tergesa-gesa beranjak pergi. Aku menginginkannya untuk berjalan perlahan supaya kehadirannya bisa kuresapi dalam-dalam namun apa yang dilakukan waktu untukku..? dia selalu berbuat hal paradoks terhadapku. Ketika derita menyelimuti raga dan luka yang menganga di mana-mana, maka dia berjalan begitu pelan seakan mreayakan diriku bergumul dengan nestapa namun ketika bahagia menghampiriku, waktu berjalan dengan energi penuh bahkan berlari seakan menginginkan bahagia itu cepat raib dari genggamanku.

Ramadan seperti itu adanya. Waktu membawanya lari dan serasa mimpi sudah memasuki malam ke 22. Aku memutuskan untuk melaksakan shalat tarawih di mesjid Baitul Ma'shum. Mesjid yang suasananya adem karena full AC. Jika dua malam sebelumnya ada ceramah agama, maka kali ini tidak ada ceramah agama di mesjid tersebut. Setelah shalat Isya langsung dilanjutkan dengan shalat Tarawih.

Seperti biasanya, ketika selesai rakaat kedelapan, aku meninggalkan jamaah dan melanjutkan shalat witir di kos. Tidak ada ceramah malam ini maka tidak ada yang bisa aku ceritakan tentang malam ini. Hanya keterkejutanku tentang waktu yang sudah hampir di pintu gerbang Ramadhan dan sebentar lagi keluar meninggalkannya lalu berganti dengan hari-hari seperti biasanya untuk mengulang khilaf-khilaf.

Mesjid Baitul Ma'shum
22 Ramadhan 1436 H

July 8, 2015

Cerita Tentang THR

Hidup memang dengan begitu mudahnya bisa di bolak balik oleh Sang Pemilik hidup tanpa kita pernah merasakan prosesnya bahkan seperti kedipan mata, peruabahan dalam hidup seperti kilatan cahaya yang tak terhentikan. Perubahan akan selalu begitu adanya, tidak akan pernah menunggu setiap manusia yang berleha-leha dan tak akan pernah mengenal kata berhenti.

Masih segar dalam ingatanku dua tahun yang lalu saat masih di Ngawi sebagai marketing salah satu penerbit buku sekolah terbesar di negeri ini. Saat-saat menjelang hari raya, aku dan team Ngawi menyiapkan begitu banyak parcel yang nantinya akan dikirimkan ke beberapa nasabah Pareto ( Baca Prioritas ) bahkan aku sendiri yang mengantarkannya ke beberapa diantara nasabah tersebut. Yang kutahu bahwa satu-satunya alasan siapa saja yang akan kami berikan parcel lebaran adalah pertimbangan bisnis semata. Jika sang guru mempunyai peranan penting di suatu sekolah dalam pengadaan buku maka kami akan memanjakannya dengan parcel atau hadiah lebaran yang harganya tidak menjadi persoalan. disini aku masih percaya teori bahwa yang abadi di dunia ini adalah kepentingan.

Seperti yang aku bayangkan sebelumnya bahwa hidup berganti begitu saja dan tidak perlu prosedur macam-macam karena memang seperti itulah sunnahtullahnya berjalan. akhirnya aku sampai di masa ini dan menjadi staf klaim di salah satu perusahaan finance. Pekerjaan yang mengahuskanku untuk selalu berurusan dengan nasabah. terkadang aku berpikir jauh kebelakang bahwa mungkin saja aku memang ditakdirkan pada pekerjaan yang lebih banyak berinteraksi dengan manusia.

Mendekati hari raya idul fitri, perusahaan di seluruh nusantara punya kebiasaan membagi bagikan parcel kepada klien mereka meski pada sampai titik ini, aku percaya dengan haqqul yakin bahwa pemberian parcel tersebut didasarkan pada kepentingan bisnis semata. Di kantorku yang sekarang pun begitu adanya. Semua klien direkap dan dipilih dari perusahaan rekanan yang memang berkontribusi menguntungkan perusahaan setahun terakhir, aku melihat sendiri rekapan tersebut.

Akupun sampai saat ini sudah tiga rekanan yang ingin memberiku "THR." Perusahaan yang satu bahkan sudah mengirimiku kartu ucapan yang disisipkan didalamnya uang senilai 500 ribu. Uang tersebut akhirnya kuserahkan kepada bosku dan dibagi rata kepada teman-teman staff. Aku dua perusahaan rekanan lain yang meneleponku dan ingin memberikanku THR namun kuacuhkan saja.

Pulogadung
090115

Tarawih #21

Malam ini saya shalat tarawih di masjid Baitul Ma'sum Rawamangun. Dugaan saya melenceng bahwa malam ini tidak ada ceramah agama ternyata setelah shalat Isya dan shalat sunnah, imam mesjid maju kedepan dan menyampaikan beberapa pesan-pesan yang durasinya sekitar 30 menit.

Inti dari ceramah Imam mesjid mengenai 10 hari malam terakhir Ramadhan. Penceramah kembali mengingatkan tentang hadist Nabi yang berbunyi "


رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
 "Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga"


Penceramah juga mengingatkan tentang kewajiban membayar zakat. Penceramah mengatakan bahwa menurut Jumhur para ulama bahwa zakat seharusnya dibayarkan berupa makanan pokok. Kemudian dia menambahkan bahwa jika ada jamaaah yang ingin membayar zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok maka panitia sudah menyiapkan beras untuk dibeli dan dizakatkan.

Secara umum, penceramah mengulas banyak tentang 10 hari terakhir ramadhan dimana pada momen seperti ini, Baginda Nabi mengencangkan perutnya dan mengurangi tidurnya untuk memperbanyak beribadah kepada Allah SWT.

Mesjid Baitul Ma'shum
21 Ramadhan 1436 H