February 29, 2016

Percakapan dengan Seorang Kawan

Entah ini tulisan yang keberapa yang kurangkum setelah berdiskusi via telepon dengan seorang kawan di Makassar. sebenarnya percakapan kami sudah 3 hari yang lalu tepatnya Kamis malam namun baru sempat hari ini untuk menuliskannya.

Selalu saat memulai percakapan, Kami saling menanyakan kabar dan kabar teman-teman yang sudah lama tidak bertemu namun setelah itu, percakapan Kami menjurus ke hal-hal yang lebih variatif dan yang paling sering kami perbincangkan adalah issue yang terjadi saat ini.

Kawan Saya mengkritik Para kelompok yang dengan begitu mudahnya menuduh Bapak Wakil Presiden bahwa Beliau anti Islam karena melarang mesjid memutar kaset radio nonstop. menurut kawan Saya yang juga Saya amini bahwa kemajuan teknologi dibarengi oleh para kelompok yang dengan begitu mudahnya membelokkan kata-kata Para tokoh yang tidak disukainya. JK kemungkinan besar tidak bermaksud untuk melarang kaset mengaji diputar melalui speaker namun menurutnya hal tersebut bisa mengganggu orang disekitar yang mungkin saja sedang istirahat, sakit atau hal lain.
Meme ini Saya copy dari DP BBM seorang kawan

dalam dunia teknologi, ada pola yang selalu terulang. issue selalu timbul tenggelam dan menjadi perdebatan dengan Netizen. menurut kawan tadi bahwa ada pihak-pihak yang diuntungkan dari kejadian seperti ini.

Setelah itu, Kawan menceritakan sedikit keresahannya dengan pihak-pihak di Makassar yang menganggap bahwa sekolah tempat Dia mengajar dianggap sebagai jaringan kelompok Syiah. sebenarnya kawan tadi tidak mempermasalahkan namun sedikit berdampak pula sama pandangan Masyarakat awam terhadap sekolah tempatnya mengajar.

Menurut kawan Saya bahwa tudingan sekolah tempatnya mengajar sebagai bagian dari jaringan kelompok Syiah di dunia pendidikan sama sekali tidak berdasar. selama mengajar disana, Dia tidak pernah menemui ajaran-ajaran mazhab Syiah yang diterapkan di sekolah tersebut bahkan menurutnya sekolah tersebut amat sangat bagus untuk pendidikan.

Kami selalu menyisipkan percakapan-percakapan mengenai inti dari apa sebenarnya yang dicari di Dunia ini. Kami bersepakat bahwa perbedaan Mazhab, perbedaaan, Agama, dan segala perbedaan yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini bukanlah sebuah legitimasi untuk saling menyalahkan dan ataupun saling merendahkan. bagi Kami bahwa hal tersebut sudah berada di perdebatan masa lalu dan sekarang fokus untuk menyerasakan dan menyelami tarian semesta dan ayat-ayatNya.

terakhir dalam sebuah tauziah, Gus Mus mengatakan bahwa " amat sangat mudah untuk mengenai seorang Wali Allah, jika kau menemui Manusia yang tidak sedih atas masa lalunya dan tidak cemas akan masa depannya (masalah duniawai) maka dia seorang Wali."

Jakarta, 29 2 2016

February 26, 2016

Begitulah Ajal Menjemput

Ajal,
Bagaimana kulukiskan kedatanganmu
jika sebenarnya kau tidak pernah pergi
karena kau selalu ada di sisi tiap Manusia
dan pada saatnya tiba, kau mengantar Manusia ke alam berikutnya

Pagi ini, sebuah kabar menyedihkan datang dari kakak Perempuan Ibuku. Beliau mangkat di RS Wahidin setelah 2 hari dirawat di UGD, tadi subuh tepatnya. selalu tergetar ketika mendengar kabar kematian apatahlagi dari keluarga terdekat. mungkin karena mengingatkan bahwa waktu terus memacu kecepatannya dan menghadirkan hal-hal yang tidak terduga bahkan menyadarkan pula bahwa diri ini semakin menua

Tante yang baru mangkat tadi pagi adalah kakak Ibuku yang mungkin umurnya tidak terlalu jauh karena Beliau anak kedua terakhir sedangkan Ibuku adalah anak bungsu. memang Saya tempat tinggalnya jauh dengan kami namun tidak mengurangi kedekatan keluarga yang tinggal di kampung dengan Beliau karena intensitasnya berkunjung ke kampung sangat sering. Beliau tinggal di Mamuju, Sulawesi Barat.

tidak banyak kenangan yang terlintas di benakku tentang Beliau. namun setidaknya, dalam beberapa edisi mudik tiap lebaran, Beliau selalu mampir di rumah kami. sekilas wajahnya mirip dengan Ibuku. pembawaannya yang supel terhadap setiap keponakannya membuatnya cepat akrab dan seperti tidak berjarak meski hanya sekali setahun bertatap muka.

oh iya, Beliau memiliki 4 orang anak. 3 putera dan 1 puteri. putera bungsunya sudah meninggal sekitar 6 tahun lalu karena kecelakaan. anaknya meninggal di tempat yang sama yaitu RS Wahidin. masih segar dalam ingatanku ketika itu, Saya sedang kuliah dan harus mencari teman yang mau mendonorkan darahnya untuk anaknya yang sedang kehabisan darah. kulihat tanteku tidak berani sama sekali memasuki ruang UGD dan hanya duduk terpaku di depan parkiran sambil menangis.

bergegas kumasuki UGD saat ada salah seorang teman yang bersedia mendonorkan darahnya namun Semesta selalu punya cerita untuk tiap Manusia. saat Saya sudah sampai di ruangan UGD, kerabat sudah berkerumun melihat anak tanteku yang sakaratul maut dan tak lama berselang, rohnya sudah terlepas dari ajalnya.

Entah mungkin keinginannya namun akhirnya Beliau meninggal di tempat yang sama dengan putera bungsunya. Beliau amat sangat menyayangi puteranya tersebut.

seperti itulah ajal yang selalu menjemput tanpa pernah memberi kabar sebelumnya. dari 5 saudara perempuan Ibuku, tersisa hanya 2 yang masih hidup.

Jumat pagi Beliau mangkat dan menurut mitos bahwa orang yang meninggal pada hari Jum'at akan selamat. semoga saja benar adanya dan selalu teriring doa kepada Beliau supaya tenang di alam sana.

Jakarta, Jumat  26 2 2016

February 23, 2016

Barisan Cerita para Karyawan

Selalu terkekeh saat membayangkan kejadian-kejadian lucu di Kantor. pengalaman ini mungkin sebagian besar dialami oleh Karyawan. Saya sendiri mengakui bahwa seringkali ketika kerjaan tidak terlalu banyak, maka waktu kupergunakan sekedar untuk browsing atau membaca artikel. teruss lucuuunya dimana ya..?? he. he sabar, semoga tidak garing...!

Anda seorang Karyawan..? jika iya maka mari kita sejenak jujur kepada diri kita masing-masing tentang kepalsuan yang sering kita perbuat di Kantor. Saya mulai dari diri Saya. deskripsi pekerjaan Saya adalah Staff pada Perusahaan finance yang mengurusi tetek bengek masalah administrasi Nasabah. ada kalanya Pekerjaan menumpuk sehingga hanya sekedar mengecek HP pun tidak ada waktu namun ada masa juga ketika pekerjaan sudah beres dan tidak ada Penjualan dari Marketing alhasil Saya sering bengong mau ngerjain apa. 

Nah, hari ini Saya berada dalam kondisi tidak terlalu sibuk bahkan bisa dikatakan hanya duduk saja memantau berita dari situs online. persis disampingku, ada meja kosong yang dikhususkan untuk komputer dan printer untuk ngeprint berkas-berkas. semua karyawan maupun staff Marketing bebas menggunakan komputer tersebut. nah celakanya, barusan Kepala Cabang menggunakan komputer itu untuk ngeprint bejibun berkasnya, alhasil Saya yang lagi tidak ada kerjaan jadi kikuk. coba bayangin Kepala Cabang sibuk persis disampingku sedangkan Saya hanya membaca berita online, uhhh betapa tengsinnya diriku. 

Saya mulai melancarkan aksi sok sibuk. Saya ngeprint berkas yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan kemudian tumpukan berkas di bawah meja kutaruh di meja dan sok sibuk mengecek kelengkapan-kelengkapannya meski sebenarnya sudah ada daftar kelengkapan berkas yang kutulis daftar kelengkapan berkas. ha.ha.ha. mau bagaimana lagi, kerjaan tidak ada namun kita terperangkap dalam kondisi yang mengharuskan sok sibuk. palsu.palsu. weka.weka.

Saya yakin bahwa banyak diantara Karyawan yang punya cerita mirip dengan Saya. berlagak sok sibuk saat diperhatikan atasan namun ketika tidak ada atasan maka deretan alamat situs yang terbuka di chrome adalah sosial media dan berita online. hi.hi untung saja sosial media di jaringan kantorku sudah diblokir. mungkin yang lebih parah adalah Karyawan yang ketahuan mendaftar online di Perusahaan lain.

Syurga bagi para Karyawan ketika Pimpinan sedang ada urusan diluar kantor, kita pun merayakan dengan sepuas-puasnya browsing, ngecek Sosmed ataupun blogging. apatahlagi ketika Pimpinan tugas luar kota, maka Kantor menjadi tempat yang layak dijadikan warnet gratis tanpa harus bersibuk-sibuk ria mengerjakan pekerjaan kantor.

Masih banyak lagi kepalsuan yang kita ciptakan demi merebut citra. pura-pura sibuk ketika Pimpinan mondar-mandir di sekitar kita, mengerahkan segala cara untuk dekat dengan Pimpinan, tidak mau mengakui kesalahan yang dilakukan, tidak suka melihat teman kantor yang promosi jabatan dan deretan kepalsuan lain yang kita ciptakan sendiri dalam diri.

Rawamangun, 23 Februari 2016

February 18, 2016

Senja Bisu

Di Senja yang mulai layu. hanya ada sedikit suara dari sisa semangat siang tadi. hati sudah beranjak sampai di teras gubuk meski raga terpenjara di meja berukuran kecil.
ada suara dari manusia-manusia yang mulai gelisah, ada musik mendayu pertanda semua menanggung rindu untuk keluarga yang sedari subuh terpisah

Aku bertasbih dalam diamku mengumpulkan sedikit nafas, sedangkan Mereka pun masygul dengan perasaan tak menentu. oh dunia ini hampir saja menguburku bahkan sudah menghujamkan beribu belati penat di setiap sudut tubuh. namun Aku punya alasan untuk tetap bertahan disini "Cinta."


Pulogadung, 18/2/2016

February 17, 2016

Sisa Percakapan Semalam dengan Ibu

Saya selalu terhibur ketika berdiskusi dengan Ibu masalah perbedaan Nu dan Muhammadiyah. Saya mafhum bahwa Ibu adalah Muhammadiyah tulen turunan dari orang tuanya sehingga jika ada perbedaan yang tidak sesuai dengan budaya Muhammadiyah maka otomatis Ibu akan sangat resisten terhadap perbedaan tersebut. Namun perlu diketahui bahwa Ibuku sama sekali tidak pernah mengkafirkan kelompok yang berbeda dengannya, hanya sebatas memproklamirkan ketidaksetujuannya.

Bermula ketika Ibu tahu bahwa mertuaku masih merawat kebudayaan berziarah kubur setiap malam Jum'at yang menurut Ibu tidak lazim bagi mayoritas pengikut kelompok Muhammadiyah. Ibu pun heran ketika tahu bahwa mertuaku yang memang notabene hidup di tengah orang-orang NU suka menaburkan aneka kembang di Kuburan.  

Kamu sudah tidak pernah bancaan kan..?? tidak makan daging yang dipotong untuk selamatan orang meninggal kan..? dan beberapa pertanyaan Ibu kepada Saya tentang budaya yang masih lazim dilakukan orang untuk bancaan orang meninggal. Saya hanya tergelak. 

Ibuku adalah potret masyarakat yang memegang teguh apa yang diajarkan dari leluhurnya namun satu hal yang Saya salut terhadap Ibu karena meskipun Beliau tidak terlalu menerima perbedaan namun sama sekali tidak pernah menyalahkan apatahlagi mengkafirkan. Ibu tidak pernah merasa benar atas prinsip yang selama dipegang teguh hanya saja Beliau berusaha menaati setiap detail yang diajarkan oleh para orang tuanya. itulah mengapa Saya tidak pernah terlalu serius berdiskusi dengan Ibu masalah perbedaan karena toh Beliau tidak pernah memaksakan kehendak bahkan Beliau mengijinkan Saya menikahi seorang Gadis Jawa yang besar di lingkungan NU dan masih terpengaruh oleh kebudayaan Kejawen.

Saya tahu bahwa dari setiap hal yang diyakini Ibu, beberapa diantara sebenarnya hanyalah budaya namun entah mungkin Ibu menganggap bahwa hal tersebut adalah perbedaan prinsip. 

"Kau itu suka menceramahi orang tapi dicampur-campur." perkataan satir Ibu terlontar saat Saya berkata bahwa hal yang tidak disepakatinya hanyalah sebuah perbedaan budaya dan tidak menyentuh pada aqidah selama kita meluruskan niat.

Saya akui bahwa sejak memutuskan merantau ke tanah Jawa  4 tahun silam, banyak pemikiran lama yang Saya rekonstruksi, entah tentang pemahaman budaya dan pemahaman Agama yang selama ini diajarkan oleh leluhur di kampung. ambil contoh selamatan orang meninggal. dulu Saya terikat dalam kepercayaan mayoritas orang di kampung kami yang menganggap bahwa mengadakan selamatan bagi orang meninggal adalah bid'ah, bahkan hampir pasti mereka meyakini daging hewan ternak yang disediakan saat selamatan haram dimakan. 

Meski Saya sudah sering ikut bancaan namun sampai sekarang, Saya tidak pernah makan daging yang disediakan entah karena masih terpengaruh oleh ingatan masa kecil yang menganggap bahwa ketika kita makan daging yang dikurbankan untuk orang meninggal maka sama saja kita memakan daging orang tersebut. Saya memang tumbuh dan besar di lingkungan orang-orang Muhammadiyah konvensional. '

ada hal yang paroks di tubuh Muhammadiyah dan NU, setidaknya hal ini sepintas Saya dengar dari Cak Nun yang disampaikannya pada acara Kenduri Cinta 12 Februari 2016. menurut Beliau bahwa sejarah Ziarah kubur dan bedug sebenarnya lahir dari ulama rujukan Muhammadiyah dan bahkan tidak dijumpai pada tradisi NU namun sekarang fenomena tersebut terjadi sebaliknya. Saat ini Muhammadiyah membid'ahkan Ziarah kubur dan Bedug sedangkan Nu menganjurkannya. untuk diskursus ini Saya  masih mencari referensinya karena hanya Saya dengar dari Caknun yang sampai sekarang Saya belum menemukan literaturnya.

Rawamangun, 17 Februari 2016

February 15, 2016

Masalah yang Selalu Berganti

Hari ini, tepatnya mungkin sudah 2 tahun masalah ini nangkring di kehidupanku. entah seperti apa akhirnya nanti namun Aku harus tetap berusaha yakin bahwa ini hanyalah sebuah perkara langkah dalam hidup yang harus dijalani. seringkali Aku merasa sudah berlepas diri namun kadangkali menguatkan hati bahwa tidak harus menyerah hanya karena masalah ini.

tiba-tiba saja membaca postingan seniorku yang sedikit menyadarkan bahwa masalah itu dibebankan Tuhan kepada HambaNya sesuai kemampuannya. klise memang karena itu terdapat di dalam ayat Al-Qur'an dan amat sangat sering dikutip oleh Para Muballiq namun entahlah, jika seniorku tadi yang menuliskan, selalu saja menyentuh dan seperti ada kekuatan untuk mengambil hikmah dari setiap tulisannya.

Aku selalu jatuh tertatih sejak beberapa tahun terakhir. namun selalu saja ada keyakinan bahwa ketika ada hal yang menimpa entah itu fisik ataupun psikis maka Aku percaya bahwa ada khilaf yang telah kulakukan yang membuat semuanya kembali kepadaku.

 “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)

Aku mengimani ayat diatas dengan sepenuh hati. semua yang menimpa diriku karena ada dosa-dosa yang tidak bisa kuhapuskan hanya dengan istighfar atau permintaan maaf kepada Tuhan sehingga diriku harus merasakan dosa yang dengan sengaja kulakukan.

Masih teringat dengan jelas saat itu di awal tahun 2011, Aku seakan tidak sanggup lagi menanggung beban diriku yang terasa berat, nafas sesak dan semua kekuatan seakan sirna. pada saat itu, yang tersirat di dalam hatiku  yang paling dalam adalah jika semua kembali ke keadaan semula, Aku berniat untuk memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sudah terjadi. Tuhan memberiku kesempatan namun ternyata apa yang kulakukan, bahkan khilaf yang lebih besar lagi membuatku kembali harus terjatuh untuk kedua kalinya.

Diawal 2014, kembali Aku dihantam hal yang sama dan Aku amat sangat sadar bahwa khilaf menyertai perjalanan hidupku bahkan saat musibah tersebut menghampiriku, Aku masih melakukan hal yang sama sampai pada hari ini, sudah dua tahun Aku terkapar dalam kepedihan yang nyata. berjalan tertatih bahkan merangkak dalam penderitaan yang amat menyiksaku.

Aku hanya berharap jikalau memang khilaf yang kuperbuat belum terhapuskan semuanya, maka biarkanlah penderitaan ini tetap ada padaku sampai semua terampuni karena keyakinanku, penderitaan di kehidupan berikutnya lebih mengerikan jika berkubang dengan dosa.


اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ
أَذهِبِ البَأسَ
اشفِ…..!!!! أَنتَ الشَّافِيء
لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُكَ
Amin Ya Rabb

Pulogadung, 15 Februari 2016

February 12, 2016

Rekonstruksi Pemikiran

Ada untungnya juga ikut Kenduri Cinta malam ini karena merefresh pikiran saya tentang banyak hal. Oke Saya masih sering berjalan dengan pendapat orang lain, masih sering terganggu dengan asumsi orang terhadap saya. Selalu menjadikan pandangan-pandangan orang lain sebagai ukuran kesenangan Saya yang ternyata malah menyiksa dan melumat semua kesenangan-kesenanganku.

Kemarin saya dan isteri menyewa sebuah rumah kontrakan di daerah mampang XIII. Harganya lumayan mahal untuk ukuran kami yang hanya karyawan pemula dengan gaji pas-pasan. Satu hal yang lebih menyakitkan karena selain mahal, rumah kontrakan tersebut amat kotor bahkan lantainya masih menggunakan ubin lama sehingga sisa kotoran tidak bisa dibersihkan. ah, Kami sedikit menyesal.

BEFORE
Saya dan isteri mengakui bahwa menyewa rumah tersebut memang terlalu tergesa-gesa. Mungkin benar kata orang tua dulu bahwa hasil dari sikap ketergesa-gesaan adalah tidak baik. Semua hal yang sudah terlanjur diputuskan harus dibarengi dengan tanggung jawab.

Butuh waktu beberapa saat sebelum memikirkan solusi. Daripada larut dalam penyesalan atas keputusan yang sudah dibuat maka Aku berpikir lebih baik membenahi sendiri. Setelah nego dengan pemilik rumah agar rumah tersebut dicat ulang namun pemilik rumah tidak menyetujui maka kuputuskan untuk membeli cat sendiri dan beberapa meter terpal plastik untuk menutupi ubin.

AFTER

Hari minggu kemarin, seharian aku dan seorang bapak yang kupekerjakan mengecat ruangan dan membersihkan lantai. Alhasil sekarang rumah kontrakan tersebut sudah lebih rapi.

Ssebenarnya klise menulis kutipan ini tapi biarlah sebagai pengingat bahwa memang sebaiknya dalam hidup ketika sedang diperhadapkan dengan masalah, lebih baik fokus pada solusi bukan masalah

"Lebih baik menyalakan Lilin daripada mengutuk kegelapan."

Rawamangun, 14 Feb 2016

Manipulasi Citra

Biasanya Saya menulis ulasan tentang acara Kenduri Cinta di lapak wordpress namun kali ini saya ingin menulis di lapak ini saja. Kalau di lapak wordpress hanya khusus ocehan-ocehanku kepada si calon junior.

Pulang kerja, saya tidak lantas pulang ke rumah dan memilih untuk langsung menuju bilangan Cikini. Apatahlagi Isteri tercinta sedang berada di Cianjur jadi saya tidak ada beban untuk pulang cepat ke rumah. Ini adalah jumat malam minggu kedua berarti ada lagi acara Kenduri Cinta. Sesampai di TIM tempat dihelatnya acara tersebut, masih terlihat sepi, tidak seperti bulan-bulan kemarin saat saya mengikuti acara ini, peserta sudaj membludak. Mungkin karena bulan ini musim hujan.

Kenduri cinta kali ini mengangkat tema "Kufur Award, Manipulasi Citra, Kapitalisasi Pencitraan. sederhananya seperti ini, ketika kita tidak cukup uang namun memaksakan diri untuk membeli barang-barang mewah supaya dianggap keren maka kondisi seperti itu terjebak dalam pencitraan dengan cara manipulasi. Orang yang tidak memperdulikan pencitraaan seringkai lebih concern pada proses setiap hal.

Diskusi diawali oleh Sabrang yang tumben datang lebih awal karena pada diskusi-diskusi sebelumnya, Sabrang baru muncul pada sesi kedua atau ketiga.

Mbah Nun

Ada empat Panelis malam itu. Hadir juga Ketua PB HMI, Mulyadi. Ada yang menarik ketika Mulyadi memaparkan pandangannya tentang pemerintahan. Menurutnya bahwa presiden terdahulu punya prestasi sehingga meninggalkan kesan yang baik. Bahkan menurutnya lagi bahwa presiden Soekarno punya kenangan yang baik saat memimpin. Beliau meninggalkan banyak pembangunan yang berarti. Setelah Mulyadi bicara, giliran panelis yang lain, seorang Kyai dari Lampung yang langsung menimpali pernyataan Ketua HMI dengan pernyataan satire " Kenapa Anda mengagungkan presiden Soekarno padahal beliau sendiri pada masanya ingin membubarkan HMI..?" Jleb banget pernyataan dari Kyai tersebut yang membuatku tidak bisa menahan tawa

Sabrang Nyanyi lagi
Perjalanan hidup reportase lengkap disini.


February 11, 2016

Mamanya anak-anak #1

Aku ingin menulis setiap bulannya tentang isteriku. apa saja itu yang terlintas di rongga kepalaku. sekedar untuk merawat kenangan-kenangan yang kami jalani. awal pernikahan memang berliku dan menghadirkan semacam shock therapy khususnya bagi Lelaki dalam berbagai hal. memikirkan uang bulanan, tempat tinggal yang layak, dan berbagai remeh temeh yang harus dihadirkan oleh kepala keluarga.

Ibadah Syukur

Aku shalat mulai takbiratul ihram sampai salam
namun tidak sekalipun dalam shalatku mengingatMu
bahkan pikiranku dipenuhi dengan duniawi

Aaku berdoa
layaknya seorang anak yang memaksakan kehendak kepada orang tuanya
meski aku tahu bahwa seharusnya doa sebagai ungkapan rasa syukur
bukan pemaksaan kepadaMu untuk memenuhi nafsu keinginan

Dalam satu riwayat dari Aisyah RA disebutkan bahwa pada suatu malam nabi SAW mengerjakan shalat malam, didalam salat lututnya bergetar karena panjang dan banyak rakaat salatnya. Tatkala rukuk dan sujud terdengar suara tangisnya namun beliau tetap melaksanakan salat sampai azan Bilal bin Rabah terdengar diwaktu subuh. Melihat nabi SAW demikian tekun melakukan salat, Aisyah bertanya: ”Wahai Junjungan, bukankah dosamu yang terdahulu dan yang akan datang diampuni Allah, mengapa engkau masih terlalu banyak melakukan salat?” nabi SAW menjawab:” Aku ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur” (HR.Bukhari dan Muslim).


Hadits diatas menghujam tepat di ulu hatiku Tuhan.
Muhammad kekasihMu beribadah karena bersyukur
tapi aku,
 
Beribadah sebagai bentuk transaksional, padahal aku paham semua hanyalah milikMu
Engkau memberi dan sama sekali aku tidak punya kuasa
dan seharusnya beribadah sebagai kesyukuran atas semua nikmatMu

Mulutku komat kamit bershalawat
namun tidak sekalipun aku berusaha mengikuti ajaran Muhammad, kekasihMu
aku bahkan hanyut dalam remeh temeh duniawi yang tiada arti

Aku berbuat dosa seakan Engkau tidak melihatku
kemudian aku bangga atas dosaku
padahal kutahu bahwa semua aibku telah Engkau tutupi
kemudian aku merasa suci,
aku dzalim kepada diriku, Tuhan

Aku merasa tenang saja ketika manusia lain kelaparan
Mereka berhari-hari tidak makan
kemudian ada yang tibatiba harus kehilangan pekerjaan karena PHK
namun hatiku kecilku tidak terusik sama sekali
bagiku yang penting diriku senang
aku egois Tuhan
tidak menjadikan Manusia lain sebagai bagian dari diriku

Tuhan maafkan aku atas khilafku selama ini
tuntun aku kembali ke jalan keridhaanMu


Rawamangun, 11 Februari 2016 08:17

February 10, 2016

Zikr

Ada momen dalam hidupku yang sangat kunikmati. Aku menyenangi berguru dari seorang senior di Makes. Zikr ini pernah secara rutin ajarkan oleh Beliau saat Aku masih bermukim di Makassar. kita sering menganggap metode seperti itu adalah metode tasawuf yang dijalani oleh Para Sufi, namun bukan berarti mengklaim bahwa Aku sedang belajar tasawuf, tidak sama sekali.

Terkadang Zikr yang diajarkan Beliau masih terngiang-ngiang di dalam rongga kepalaku bahkan saat penat menyergap, Aku selalu merenungi setiap tauziah Beliau yang masih tersisa.

Aku sudah melangkah terlalu jauh dan tersesat dalam rimba dosa yang teramat dalam sehingga pikiran jernih menguap entah kemana. Aku hanya ingin kembali mengisap sari pati kehidupan yang Beliau ajarkan. ketenangan dalam menghadapi setiap persoalan hidup. " tidak bersedih atas masa lalu dan tidak cemas akan masa depan."

Hal tersebut benar-benar tergambar di pribadi Beliau. Aku tidak pernah menangkap kesedihan dan kecemasan akan kehidupan duniawi di binar matanya.

Oke, untuk saat ini, Aku akan berusaha kembali merengkuh jiwaku yang jauh terbang melayang karena dosaku yang sudah terlalu banyak. Aku ingin semua semangat hidup kembali menyelimutiku dan berbuat sesuai jalur yang benar.

semoga

Jakarta, 25 Januari 2016

February 9, 2016

Pindahan

Selama menetap di kota ini, sudah tiga kali Saya harus berpindah tempat dengan berbagai alasan. pertama ngekos di daerah Cilandak KKO karena harganya yang terjangkau, Ibu kos yang baik kalau tidak salah ingat namanya Mpok Erna. memang sih kamar kosnya lumayan sempit namun cukuplah buat perantau pemula di kota ini. Saya ngekos disana sekitar 4 bulan.

Setelah bekerja di daerah Rawamangun, Saya kemudian pindah kos ke Jln Bambu Kuning di belakang pasar Rawamangun. kamarnya hampir sama dengan yang di Cilandak namun kamar mandinya diluar. kos tersebut sebelumnya ditempati oleh teman kantorku yang dimutasi ke daerah Kebayoran. jarak dari kos ke kantornya hanya sekitar 5-10 menit jika naik motor.

Tepat setahun bermukin di Rawamangun, Saya kembali harus berpindah sesaat sebelum memutuskan menikah. bukan oktober 2015, Saya pindah ke daerah Mampang karena daerah tersebut dekat dari tempat Isteri beraktivitas. hanya ada 1 ruangan dan dapur. sering merasa tidak enak hati ketika mertua datang menjenguk atau ada keluarga yang menginap karena cuma 1 kamar. alhasil setelah menempati kontrakan di Mampang Prapatan VII selama 5 bulan, Saya dan Isteri kembali berkeliling mencari rumah kontrakan yang lebih luas.

Ini ada beberapa rumah kontrakan yang kami survey namun tak satupun yang nyantol di hati karena berbagai alasan. ada yang bagus tapi harga terlalu mahal, ada pula yang murah namun lokasi ataupun rumah kontrakannya yang tidak sesuai di hati.

Ini rumah yang berada di Mampang IV. sebenarnya untuk harga sudah pas. ada kamar namun akses masuknya yang tidak terlalu cocok karena kita harus masuk melalui pagar si Empunya. kontrakan ini berada di belakang rumah.
Tampak dari depan ke belakang

Akses masuk

Dapur


Ini rumah yang berada di Mampang III. untuk ukuran luas dan harganya pun terjangkau. tidak ada masalah dengan tata ruang meski tidak mempunyai kamar namun setidaknya ada 2 sekat.namun kembali lagi ke akses masuk. kita harus melalui gang kecil yang bahkan motor vega R sekalipun hampir tidak muat. kemudian di depan kontrakan terdapat kos-kosan yang menurutku terlalu ramai.


Dapur

Ruang depan

Akses masuk


Ini yang di tegal Parang. kalau yang ini sih tidak memenuhi banyak kriteria. lokasi yang kemungkinan besar banjir karena berada di dataran rendah. akses masuk yang tidak bisa dilalui motor dan ruangan yang terlalu sempit meski terdapat 3 sekat.ah, kalau yang ini Aku hanya bisa ngasih 1 bintang.

Dari depan ke belakang

Bagian depan

Ini yang di Jln Bangka Buncit 5. lumayan sih tempatnya dan ruangannya. harganya pun masih terjangkau namun satu hal yang membuat ragu karena kontrakan ini modelnya seperti kos. satu rumah yang di bagi empat dijadikan kontrakan. menurutku untuk ukuran rumah tangga, masih kurang bagus karena terlihat seperti tidak ada privasi.
Ruang tengah

Dapur
kalau ini yang di kemang. kontrakannya rapi dan harganya sama dengan kontrakan lama yang tidak punya kamar namun kembali lagi pada lokasi yang tidak terlalu menguntungkan. terlalu ramai dan tidak ada pembatas kontrakan.

Dapur

Dapur+kamar Mandi

Kamar

Akhirny setelah penat mencari kontrakan, Kami memutuskan untuk menyewa sebuah kontrakan di Mampang XIII deka kantor camat Mampang. harganya terlalu mahal sih sebenarnya namun berhubung karena sudah jatuh tempo di kos lama maka untuk sementara Kami memutuskan untuk tinggal disitu. ruangannya sih sudah seperti yang Kami inginkan karena ada kamarnya namun bangunannya tua dan tegelnya masih yang lama ditambah lagi tidak ada wastafel dan lantai yang amat sangat kotor. untuk sementara tidak apaa-apa. mulai nyari lagi yang lebih layak

Rawamangun, 9/02/2016

February 5, 2016

Alasan Menulis

Alasan Saya kembali bersemangat menulis selain karena iseng juga setelah membaca tulisan ini. selama kuliah, terlalu banyak ketakutan yang berseliweran di dalam rongga otakku yang malah membuat ide-ide mandek menjadi kotoran di kepala.

Menulis bagiku hanyalah meninggalkan jejak yang kemudian nantinya akan kubacakan kepada Anak-anakku lalu Kami menertawakannya bersama-sama, tidak lebih, hanya itu saja keinginanku. namun mungkin ada juga bagian yang harus kutulis sebagai pengingat supaya tidak terulang karena pastinya pasti banyak langkah yang salah arah ketika kita berjalan dan itulah gunanya merekamnya dalam tulisan untuk tidak diulangi.

Oh iya, Saya jarang sekali membaca kembali tulisan yang sudah kutulis karena Saya selalu merasa bahwa tulisanku terlihat norak. nantilah setelah berbulan-bulan jika ingin bertamasya ke masa lalu, maka Saya membaca arsip-arsip tersebut kemudian menertawakannya.