Aku shalat mulai takbiratul ihram sampai salam
namun tidak sekalipun dalam shalatku mengingatMu
bahkan pikiranku dipenuhi dengan duniawi
Aaku berdoa
layaknya seorang anak yang memaksakan kehendak kepada orang tuanya
meski aku tahu bahwa seharusnya doa sebagai ungkapan rasa syukur
bukan pemaksaan kepadaMu untuk memenuhi nafsu keinginan
Hadits diatas menghujam tepat di ulu hatiku Tuhan.
Muhammad kekasihMu beribadah karena bersyukur
tapi aku,
namun tidak sekalipun dalam shalatku mengingatMu
bahkan pikiranku dipenuhi dengan duniawi
Aaku berdoa
layaknya seorang anak yang memaksakan kehendak kepada orang tuanya
meski aku tahu bahwa seharusnya doa sebagai ungkapan rasa syukur
bukan pemaksaan kepadaMu untuk memenuhi nafsu keinginan
Dalam satu riwayat dari Aisyah RA disebutkan bahwa pada
suatu malam nabi SAW mengerjakan shalat malam, didalam salat lututnya
bergetar karena panjang dan banyak rakaat salatnya. Tatkala rukuk dan
sujud terdengar suara tangisnya namun beliau tetap melaksanakan salat
sampai azan Bilal bin Rabah terdengar diwaktu subuh. Melihat nabi SAW
demikian tekun melakukan salat, Aisyah bertanya: ”Wahai Junjungan,
bukankah dosamu yang terdahulu dan yang akan datang diampuni Allah,
mengapa engkau masih terlalu banyak melakukan salat?” nabi SAW
menjawab:” Aku ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur” (HR.Bukhari dan Muslim).
Hadits diatas menghujam tepat di ulu hatiku Tuhan.
Muhammad kekasihMu beribadah karena bersyukur
tapi aku,
Beribadah sebagai bentuk transaksional, padahal aku paham semua hanyalah milikMu
Engkau memberi dan sama sekali aku tidak punya kuasa
dan seharusnya beribadah sebagai kesyukuran atas semua nikmatMu
Mulutku komat kamit bershalawat
namun tidak sekalipun aku berusaha mengikuti ajaran Muhammad, kekasihMu
aku bahkan hanyut dalam remeh temeh duniawi yang tiada arti
Aku berbuat dosa seakan Engkau tidak melihatku
kemudian aku bangga atas dosaku
padahal kutahu bahwa semua aibku telah Engkau tutupi
kemudian aku merasa suci,
aku dzalim kepada diriku, Tuhan
Aku merasa tenang saja ketika manusia lain kelaparan
Mereka berhari-hari tidak makan
kemudian ada yang tibatiba harus kehilangan pekerjaan karena PHK
namun hatiku kecilku tidak terusik sama sekali
bagiku yang penting diriku senang
aku egois Tuhan
tidak menjadikan Manusia lain sebagai bagian dari diriku
Tuhan maafkan aku atas khilafku selama ini
tuntun aku kembali ke jalan keridhaanMu
Rawamangun, 11 Februari 2016 08:17
Engkau memberi dan sama sekali aku tidak punya kuasa
dan seharusnya beribadah sebagai kesyukuran atas semua nikmatMu
Mulutku komat kamit bershalawat
namun tidak sekalipun aku berusaha mengikuti ajaran Muhammad, kekasihMu
aku bahkan hanyut dalam remeh temeh duniawi yang tiada arti
Aku berbuat dosa seakan Engkau tidak melihatku
kemudian aku bangga atas dosaku
padahal kutahu bahwa semua aibku telah Engkau tutupi
kemudian aku merasa suci,
aku dzalim kepada diriku, Tuhan
Aku merasa tenang saja ketika manusia lain kelaparan
Mereka berhari-hari tidak makan
kemudian ada yang tibatiba harus kehilangan pekerjaan karena PHK
namun hatiku kecilku tidak terusik sama sekali
bagiku yang penting diriku senang
aku egois Tuhan
tidak menjadikan Manusia lain sebagai bagian dari diriku
Tuhan maafkan aku atas khilafku selama ini
tuntun aku kembali ke jalan keridhaanMu
Rawamangun, 11 Februari 2016 08:17
No comments:
Post a Comment