Entah ini tulisan yang keberapa yang kurangkum setelah berdiskusi via telepon dengan seorang kawan di Makassar. sebenarnya percakapan kami sudah 3 hari yang lalu tepatnya Kamis malam namun baru sempat hari ini untuk menuliskannya.
Selalu saat memulai percakapan, Kami saling menanyakan kabar dan kabar teman-teman yang sudah lama tidak bertemu namun setelah itu, percakapan Kami menjurus ke hal-hal yang lebih variatif dan yang paling sering kami perbincangkan adalah issue yang terjadi saat ini.
Kawan Saya mengkritik Para kelompok yang dengan begitu mudahnya menuduh Bapak Wakil Presiden bahwa Beliau anti Islam karena melarang mesjid memutar kaset radio nonstop. menurut kawan Saya yang juga Saya amini bahwa kemajuan teknologi dibarengi oleh para kelompok yang dengan begitu mudahnya membelokkan kata-kata Para tokoh yang tidak disukainya. JK kemungkinan besar tidak bermaksud untuk melarang kaset mengaji diputar melalui speaker namun menurutnya hal tersebut bisa mengganggu orang disekitar yang mungkin saja sedang istirahat, sakit atau hal lain.
dalam dunia teknologi, ada pola yang selalu terulang. issue selalu timbul tenggelam dan menjadi perdebatan dengan Netizen. menurut kawan tadi bahwa ada pihak-pihak yang diuntungkan dari kejadian seperti ini.
Setelah itu, Kawan menceritakan sedikit keresahannya dengan pihak-pihak di Makassar yang menganggap bahwa sekolah tempat Dia mengajar dianggap sebagai jaringan kelompok Syiah. sebenarnya kawan tadi tidak mempermasalahkan namun sedikit berdampak pula sama pandangan Masyarakat awam terhadap sekolah tempatnya mengajar.
Menurut kawan Saya bahwa tudingan sekolah tempatnya mengajar sebagai bagian dari jaringan kelompok Syiah di dunia pendidikan sama sekali tidak berdasar. selama mengajar disana, Dia tidak pernah menemui ajaran-ajaran mazhab Syiah yang diterapkan di sekolah tersebut bahkan menurutnya sekolah tersebut amat sangat bagus untuk pendidikan.
Kami selalu menyisipkan percakapan-percakapan mengenai inti dari apa sebenarnya yang dicari di Dunia ini. Kami bersepakat bahwa perbedaan Mazhab, perbedaaan, Agama, dan segala perbedaan yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini bukanlah sebuah legitimasi untuk saling menyalahkan dan ataupun saling merendahkan. bagi Kami bahwa hal tersebut sudah berada di perdebatan masa lalu dan sekarang fokus untuk menyerasakan dan menyelami tarian semesta dan ayat-ayatNya.
terakhir dalam sebuah tauziah, Gus Mus mengatakan bahwa " amat sangat mudah untuk mengenai seorang Wali Allah, jika kau menemui Manusia yang tidak sedih atas masa lalunya dan tidak cemas akan masa depannya (masalah duniawai) maka dia seorang Wali."
Jakarta, 29 2 2016
Selalu saat memulai percakapan, Kami saling menanyakan kabar dan kabar teman-teman yang sudah lama tidak bertemu namun setelah itu, percakapan Kami menjurus ke hal-hal yang lebih variatif dan yang paling sering kami perbincangkan adalah issue yang terjadi saat ini.
Kawan Saya mengkritik Para kelompok yang dengan begitu mudahnya menuduh Bapak Wakil Presiden bahwa Beliau anti Islam karena melarang mesjid memutar kaset radio nonstop. menurut kawan Saya yang juga Saya amini bahwa kemajuan teknologi dibarengi oleh para kelompok yang dengan begitu mudahnya membelokkan kata-kata Para tokoh yang tidak disukainya. JK kemungkinan besar tidak bermaksud untuk melarang kaset mengaji diputar melalui speaker namun menurutnya hal tersebut bisa mengganggu orang disekitar yang mungkin saja sedang istirahat, sakit atau hal lain.
![]() |
| Meme ini Saya copy dari DP BBM seorang kawan |
dalam dunia teknologi, ada pola yang selalu terulang. issue selalu timbul tenggelam dan menjadi perdebatan dengan Netizen. menurut kawan tadi bahwa ada pihak-pihak yang diuntungkan dari kejadian seperti ini.
Setelah itu, Kawan menceritakan sedikit keresahannya dengan pihak-pihak di Makassar yang menganggap bahwa sekolah tempat Dia mengajar dianggap sebagai jaringan kelompok Syiah. sebenarnya kawan tadi tidak mempermasalahkan namun sedikit berdampak pula sama pandangan Masyarakat awam terhadap sekolah tempatnya mengajar.
Menurut kawan Saya bahwa tudingan sekolah tempatnya mengajar sebagai bagian dari jaringan kelompok Syiah di dunia pendidikan sama sekali tidak berdasar. selama mengajar disana, Dia tidak pernah menemui ajaran-ajaran mazhab Syiah yang diterapkan di sekolah tersebut bahkan menurutnya sekolah tersebut amat sangat bagus untuk pendidikan.
Kami selalu menyisipkan percakapan-percakapan mengenai inti dari apa sebenarnya yang dicari di Dunia ini. Kami bersepakat bahwa perbedaan Mazhab, perbedaaan, Agama, dan segala perbedaan yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini bukanlah sebuah legitimasi untuk saling menyalahkan dan ataupun saling merendahkan. bagi Kami bahwa hal tersebut sudah berada di perdebatan masa lalu dan sekarang fokus untuk menyerasakan dan menyelami tarian semesta dan ayat-ayatNya.
terakhir dalam sebuah tauziah, Gus Mus mengatakan bahwa " amat sangat mudah untuk mengenai seorang Wali Allah, jika kau menemui Manusia yang tidak sedih atas masa lalunya dan tidak cemas akan masa depannya (masalah duniawai) maka dia seorang Wali."
Jakarta, 29 2 2016

No comments:
Post a Comment