Selama menetap di kota ini, sudah tiga kali Saya harus berpindah tempat dengan berbagai alasan. pertama ngekos di daerah Cilandak KKO karena harganya yang terjangkau, Ibu kos yang baik kalau tidak salah ingat namanya Mpok Erna. memang sih kamar kosnya lumayan sempit namun cukuplah buat perantau pemula di kota ini. Saya ngekos disana sekitar 4 bulan.
Setelah bekerja di daerah Rawamangun, Saya kemudian pindah kos ke Jln Bambu Kuning di belakang pasar Rawamangun. kamarnya hampir sama dengan yang di Cilandak namun kamar mandinya diluar. kos tersebut sebelumnya ditempati oleh teman kantorku yang dimutasi ke daerah Kebayoran. jarak dari kos ke kantornya hanya sekitar 5-10 menit jika naik motor.
Tepat setahun bermukin di Rawamangun, Saya kembali harus berpindah sesaat sebelum memutuskan menikah. bukan oktober 2015, Saya pindah ke daerah Mampang karena daerah tersebut dekat dari tempat Isteri beraktivitas. hanya ada 1 ruangan dan dapur. sering merasa tidak enak hati ketika mertua datang menjenguk atau ada keluarga yang menginap karena cuma 1 kamar. alhasil setelah menempati kontrakan di Mampang Prapatan VII selama 5 bulan, Saya dan Isteri kembali berkeliling mencari rumah kontrakan yang lebih luas.
Ini ada beberapa rumah kontrakan yang kami survey namun tak satupun yang nyantol di hati karena berbagai alasan. ada yang bagus tapi harga terlalu mahal, ada pula yang murah namun lokasi ataupun rumah kontrakannya yang tidak sesuai di hati.
Ini rumah yang berada di Mampang IV. sebenarnya untuk harga sudah pas. ada kamar namun akses masuknya yang tidak terlalu cocok karena kita harus masuk melalui pagar si Empunya. kontrakan ini berada di belakang rumah.
 |
| Tampak dari depan ke belakang |
 |
| Akses masuk |
 |
| Dapur |
Ini rumah yang berada di Mampang III. untuk ukuran luas dan harganya pun terjangkau. tidak ada masalah dengan tata ruang meski tidak mempunyai kamar namun setidaknya ada 2 sekat.namun kembali lagi ke akses masuk. kita harus melalui gang kecil yang bahkan motor vega R sekalipun hampir tidak muat. kemudian di depan kontrakan terdapat kos-kosan yang menurutku terlalu ramai.
 |
| Dapur |
 |
| Ruang depan |
 |
| Akses masuk |
Ini yang di tegal Parang. kalau yang ini sih tidak memenuhi banyak kriteria. lokasi yang kemungkinan besar banjir karena berada di dataran rendah. akses masuk yang tidak bisa dilalui motor dan ruangan yang terlalu sempit meski terdapat 3 sekat.ah, kalau yang ini Aku hanya bisa ngasih 1 bintang.
 |
| Dari depan ke belakang |
 |
| Bagian depan |
Ini yang di Jln Bangka Buncit 5. lumayan sih tempatnya dan ruangannya. harganya pun masih terjangkau namun satu hal yang membuat ragu karena kontrakan ini modelnya seperti kos. satu rumah yang di bagi empat dijadikan kontrakan. menurutku untuk ukuran rumah tangga, masih kurang bagus karena terlihat seperti tidak ada privasi.
 |
| Ruang tengah |
 |
| Dapur |
kalau ini yang di kemang. kontrakannya rapi dan harganya sama dengan kontrakan lama yang tidak punya kamar namun kembali lagi pada lokasi yang tidak terlalu menguntungkan. terlalu ramai dan tidak ada pembatas kontrakan.
 |
| Dapur |
 |
| Dapur+kamar Mandi |
 |
| Kamar |
Akhirny setelah penat mencari kontrakan, Kami memutuskan untuk menyewa sebuah kontrakan di Mampang XIII deka kantor camat Mampang. harganya terlalu mahal sih sebenarnya namun berhubung karena sudah jatuh tempo di kos lama maka untuk sementara Kami memutuskan untuk tinggal disitu. ruangannya sih sudah seperti yang Kami inginkan karena ada kamarnya namun bangunannya tua dan tegelnya masih yang lama ditambah lagi tidak ada wastafel dan lantai yang amat sangat kotor. untuk sementara tidak apaa-apa. mulai nyari lagi yang lebih layak
Rawamangun, 9/02/2016
No comments:
Post a Comment