Hari ini, tepatnya mungkin sudah 2 tahun masalah ini nangkring di kehidupanku. entah seperti apa akhirnya nanti namun Aku harus tetap berusaha yakin bahwa ini hanyalah sebuah perkara langkah dalam hidup yang harus dijalani. seringkali Aku merasa sudah berlepas diri namun kadangkali menguatkan hati bahwa tidak harus menyerah hanya karena masalah ini.
tiba-tiba saja membaca postingan seniorku yang sedikit menyadarkan bahwa masalah itu dibebankan Tuhan kepada HambaNya sesuai kemampuannya. klise memang karena itu terdapat di dalam ayat Al-Qur'an dan amat sangat sering dikutip oleh Para Muballiq namun entahlah, jika seniorku tadi yang menuliskan, selalu saja menyentuh dan seperti ada kekuatan untuk mengambil hikmah dari setiap tulisannya.
Aku selalu jatuh tertatih sejak beberapa tahun terakhir. namun selalu saja ada keyakinan bahwa ketika ada hal yang menimpa entah itu fisik ataupun psikis maka Aku percaya bahwa ada khilaf yang telah kulakukan yang membuat semuanya kembali kepadaku.
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)
Aku mengimani ayat diatas dengan sepenuh hati. semua yang menimpa diriku karena ada dosa-dosa yang tidak bisa kuhapuskan hanya dengan istighfar atau permintaan maaf kepada Tuhan sehingga diriku harus merasakan dosa yang dengan sengaja kulakukan.
Masih teringat dengan jelas saat itu di awal tahun 2011, Aku seakan tidak sanggup lagi menanggung beban diriku yang terasa berat, nafas sesak dan semua kekuatan seakan sirna. pada saat itu, yang tersirat di dalam hatiku yang paling dalam adalah jika semua kembali ke keadaan semula, Aku berniat untuk memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sudah terjadi. Tuhan memberiku kesempatan namun ternyata apa yang kulakukan, bahkan khilaf yang lebih besar lagi membuatku kembali harus terjatuh untuk kedua kalinya.
Diawal 2014, kembali Aku dihantam hal yang sama dan Aku amat sangat sadar bahwa khilaf menyertai perjalanan hidupku bahkan saat musibah tersebut menghampiriku, Aku masih melakukan hal yang sama sampai pada hari ini, sudah dua tahun Aku terkapar dalam kepedihan yang nyata. berjalan tertatih bahkan merangkak dalam penderitaan yang amat menyiksaku.
Aku hanya berharap jikalau memang khilaf yang kuperbuat belum terhapuskan semuanya, maka biarkanlah penderitaan ini tetap ada padaku sampai semua terampuni karena keyakinanku, penderitaan di kehidupan berikutnya lebih mengerikan jika berkubang dengan dosa.
اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ
أَذهِبِ البَأسَ
اشفِ…..!!!! أَنتَ الشَّافِيء
لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُكَ
Amin Ya Rabb
Pulogadung, 15 Februari 2016
Aku selalu jatuh tertatih sejak beberapa tahun terakhir. namun selalu saja ada keyakinan bahwa ketika ada hal yang menimpa entah itu fisik ataupun psikis maka Aku percaya bahwa ada khilaf yang telah kulakukan yang membuat semuanya kembali kepadaku.
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)
Aku mengimani ayat diatas dengan sepenuh hati. semua yang menimpa diriku karena ada dosa-dosa yang tidak bisa kuhapuskan hanya dengan istighfar atau permintaan maaf kepada Tuhan sehingga diriku harus merasakan dosa yang dengan sengaja kulakukan.
Masih teringat dengan jelas saat itu di awal tahun 2011, Aku seakan tidak sanggup lagi menanggung beban diriku yang terasa berat, nafas sesak dan semua kekuatan seakan sirna. pada saat itu, yang tersirat di dalam hatiku yang paling dalam adalah jika semua kembali ke keadaan semula, Aku berniat untuk memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sudah terjadi. Tuhan memberiku kesempatan namun ternyata apa yang kulakukan, bahkan khilaf yang lebih besar lagi membuatku kembali harus terjatuh untuk kedua kalinya.
Diawal 2014, kembali Aku dihantam hal yang sama dan Aku amat sangat sadar bahwa khilaf menyertai perjalanan hidupku bahkan saat musibah tersebut menghampiriku, Aku masih melakukan hal yang sama sampai pada hari ini, sudah dua tahun Aku terkapar dalam kepedihan yang nyata. berjalan tertatih bahkan merangkak dalam penderitaan yang amat menyiksaku.
Aku hanya berharap jikalau memang khilaf yang kuperbuat belum terhapuskan semuanya, maka biarkanlah penderitaan ini tetap ada padaku sampai semua terampuni karena keyakinanku, penderitaan di kehidupan berikutnya lebih mengerikan jika berkubang dengan dosa.
اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ
أَذهِبِ البَأسَ
اشفِ…..!!!! أَنتَ الشَّافِيء
لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاوءُكَ
Amin Ya Rabb
Pulogadung, 15 Februari 2016
No comments:
Post a Comment