February 12, 2016

Rekonstruksi Pemikiran

Ada untungnya juga ikut Kenduri Cinta malam ini karena merefresh pikiran saya tentang banyak hal. Oke Saya masih sering berjalan dengan pendapat orang lain, masih sering terganggu dengan asumsi orang terhadap saya. Selalu menjadikan pandangan-pandangan orang lain sebagai ukuran kesenangan Saya yang ternyata malah menyiksa dan melumat semua kesenangan-kesenanganku.

Kemarin saya dan isteri menyewa sebuah rumah kontrakan di daerah mampang XIII. Harganya lumayan mahal untuk ukuran kami yang hanya karyawan pemula dengan gaji pas-pasan. Satu hal yang lebih menyakitkan karena selain mahal, rumah kontrakan tersebut amat kotor bahkan lantainya masih menggunakan ubin lama sehingga sisa kotoran tidak bisa dibersihkan. ah, Kami sedikit menyesal.

BEFORE
Saya dan isteri mengakui bahwa menyewa rumah tersebut memang terlalu tergesa-gesa. Mungkin benar kata orang tua dulu bahwa hasil dari sikap ketergesa-gesaan adalah tidak baik. Semua hal yang sudah terlanjur diputuskan harus dibarengi dengan tanggung jawab.

Butuh waktu beberapa saat sebelum memikirkan solusi. Daripada larut dalam penyesalan atas keputusan yang sudah dibuat maka Aku berpikir lebih baik membenahi sendiri. Setelah nego dengan pemilik rumah agar rumah tersebut dicat ulang namun pemilik rumah tidak menyetujui maka kuputuskan untuk membeli cat sendiri dan beberapa meter terpal plastik untuk menutupi ubin.

AFTER

Hari minggu kemarin, seharian aku dan seorang bapak yang kupekerjakan mengecat ruangan dan membersihkan lantai. Alhasil sekarang rumah kontrakan tersebut sudah lebih rapi.

Ssebenarnya klise menulis kutipan ini tapi biarlah sebagai pengingat bahwa memang sebaiknya dalam hidup ketika sedang diperhadapkan dengan masalah, lebih baik fokus pada solusi bukan masalah

"Lebih baik menyalakan Lilin daripada mengutuk kegelapan."

Rawamangun, 14 Feb 2016

No comments: