February 12, 2016

Manipulasi Citra

Biasanya Saya menulis ulasan tentang acara Kenduri Cinta di lapak wordpress namun kali ini saya ingin menulis di lapak ini saja. Kalau di lapak wordpress hanya khusus ocehan-ocehanku kepada si calon junior.

Pulang kerja, saya tidak lantas pulang ke rumah dan memilih untuk langsung menuju bilangan Cikini. Apatahlagi Isteri tercinta sedang berada di Cianjur jadi saya tidak ada beban untuk pulang cepat ke rumah. Ini adalah jumat malam minggu kedua berarti ada lagi acara Kenduri Cinta. Sesampai di TIM tempat dihelatnya acara tersebut, masih terlihat sepi, tidak seperti bulan-bulan kemarin saat saya mengikuti acara ini, peserta sudaj membludak. Mungkin karena bulan ini musim hujan.

Kenduri cinta kali ini mengangkat tema "Kufur Award, Manipulasi Citra, Kapitalisasi Pencitraan. sederhananya seperti ini, ketika kita tidak cukup uang namun memaksakan diri untuk membeli barang-barang mewah supaya dianggap keren maka kondisi seperti itu terjebak dalam pencitraan dengan cara manipulasi. Orang yang tidak memperdulikan pencitraaan seringkai lebih concern pada proses setiap hal.

Diskusi diawali oleh Sabrang yang tumben datang lebih awal karena pada diskusi-diskusi sebelumnya, Sabrang baru muncul pada sesi kedua atau ketiga.

Mbah Nun

Ada empat Panelis malam itu. Hadir juga Ketua PB HMI, Mulyadi. Ada yang menarik ketika Mulyadi memaparkan pandangannya tentang pemerintahan. Menurutnya bahwa presiden terdahulu punya prestasi sehingga meninggalkan kesan yang baik. Bahkan menurutnya lagi bahwa presiden Soekarno punya kenangan yang baik saat memimpin. Beliau meninggalkan banyak pembangunan yang berarti. Setelah Mulyadi bicara, giliran panelis yang lain, seorang Kyai dari Lampung yang langsung menimpali pernyataan Ketua HMI dengan pernyataan satire " Kenapa Anda mengagungkan presiden Soekarno padahal beliau sendiri pada masanya ingin membubarkan HMI..?" Jleb banget pernyataan dari Kyai tersebut yang membuatku tidak bisa menahan tawa

Sabrang Nyanyi lagi
Perjalanan hidup reportase lengkap disini.


No comments: