December 14, 2016

Sensasi ikut Lomba Menulis

Entah sudah berapa kali saya ikut lomba tetapi tidak pernah ada hasil yang signifikan. intinya sih bukan pada hasil karena entah kenapa, setiap saya berhasil mengirim tulisan  untuk sebuaha lomba, ada rasa puas meski saya sadari, saya selalu tidak percaya diri pada setiap tulisanku.

blog ini dipenuhi tulisan norak yang entah kenapa saya tidak jera menulis di sini. saya sendiri jarang sekali membaca ulang tulisan di blog ini bahkan ada beberapa tulisan yang tidak pernah kubaca ulang sama sekali setelah kuposting, alasannya sederhana karena saya selalu merasa bahwa tulisan saya norak dan tidak menarik.

tetapi justifikasi terhadap diriku sendiri tidak serta merta membuatku jera menulis. saya tetap menulis semua cerita yang kulalui. saya pun tidak pernah putus asa mencari lomba menulis di internet. hanya saja, sebagian besar lomba menulis mengharuskan like fanspage, ataupun follow twitter padahal saya sudah memutuskan menutup akun facebook menjelang pernikahanku tahun lalu bahkan saya tidak pernah membuat akun twitter.

saya hanya memilih lomba menulis yang tidak neko-neko syaratnya. meski sangat sedikit dari lomba menulis yang memudahkan kita mengikuti lomba.

saya pernah mengikuti lomba menulis cerpen di mana apresiasinya adalah cerpen akan dibukukan ketika masuk 40 besar. saat itu, ada beberapa tahapan seleksi. cerpenku masuk dalam 100 besar kemudian setelah itu, akan diadakan lagi seleksi 40 besar bagi cerpen yang layak dibubukan dalam satu buku kumpulan cerpen. tetapi belum rezeki, cerpen tidak masuk dalam kategori terbaik 40 besar meski demikian, peserta yang berhasil masuk 100 besar diberi apresiasi berupa sertifikat. hal tersebut sudah sangat membahagiakan.

sensasi menang lomba menulis akhirnya saya rasakan. dalam rangka ulang tahun kantor tempatku bekerja, ada beberapa lomba yang boleh diikuti oleh Karyawan, salah satunya karya tulis ilmiah. saya iseng mengirimkan tulisan meski saya tidak pernah berharap menang. seperti yang saya tulisankan di atas bahwa saya hanya merasakan kepuasan ketika berhasil mengirimkan tulisan untuk diikutkan pada sebuah lomba.

Lomba tersebut sedikit formal mengingat yang diperlombakan adalah karya tulis ilmiah sehingga mengharuskan saya mencari referensi buku ataupun jurnal supaya tulisanku bisa dianggap ilmiah. saya sampai menjelajah ke Gramedia Kalibata namun tidak jua kutemukan buku yang bisa menunjang materi yang hendak kuangkat.

jalan terakhir, saya searching jurnal dan buku yang pada akhirnya, saya menemukan teori L Parasuraman tentang Service Quality. teori tersebut lah yang kemudian kujadikan pijakan dalam membahas materi.

saya tidak pernah berharap banyak karena merasa bahwa saya tidak terlalu maksimal mempersiapkan materi tulisanku. hingga sampai menjelang pengumuman, saya diberitahu oleh panitia lomba bahwa tulisanku masuk nominasi pemenang. lumayan senang lah.

pada tanggal 8 Desember bertepatan dengan pengumuman lomba, saya diundang menghadiri penyerahan hadiah. ternyata saya meraih juara 3 dengan hadiah Rp. 1 juta. akhirnya sensasi menjuarai sebuah lomba menulis meski hanya juara 3, lumayan menggairahkan.

bukan hadiahnya sih cuma semangat menulisnya yang kembali terbaharui.

semoga lebih bersemangat menulis

9 12 16

December 9, 2016

Reinkarnasi Serdadu Vietkong dalam Darah Pemain Timnas Vietnam

https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-taktik-perang-vietnam-yang-bikin-tentara-as-prancis-mundur.html

Jangan percaya begitu saja pada beberapa film produksi Hollywood tentang perang Vietnam yang seakan mengabarkan kepada dunia bahwa USA berhasil mengalahkan Tentara Vietkong saat perang Indocina. jangan terbuai pada kehebatan seorang Rambo yang divisualisasikan bisa melawan dan menghancurkan serdadu Vietkong dengan mudah dan membebaskan tentara USA yang disandera Tentara Vietkong. 

percayalah bahwa fakta tersebut hanya ada di dalam film karena pada berbagai sumber, USA mengalami kerugian yang sangaat besar pada pertempuran yang dimulai tahun 1955. fakta-fakta ini tidak pernah diceritakan secara gamblang dalam setiap film produksi Hollywood. mereka benar-benar seakan ingin mengabarkan kepada dunia bahwa USA dan koalisinya tidak pernah sekalipun kalah dalam setiap perang yang dilakoninya di masa lalu.

semangat juang para Serdadu Vietkong tidak benar-benar hilang sampai saat ini. mereka mengilhami semangat tak pantang menyerah dari tentara Vietkong. kalau tidak percaya, coba tengok semangat pantang menyerah dari pemain muda Vietnam saat melawan timnas Indonesia di pertandingan semifinal II AFF cup 2016.

http://banjarmasin.tribunnews.com/2016/12/01/begini-kata-alfred-riedl-soal-kekuatan-skuad-vietnam

Siapa yang tidak berdecak kagum melihat timnas Vietnam yang tanpa menyerbu gawang Kurnia Mega. Pemain timnas Vietnam yang  notabene diisi pemain muda, tidak henti-hentinya memberikan tekanan di pertahanan Indonesia. benar-benar seperti strategi gerilya yang dilancarkan tentara Vietkong saat berperang melawan USA dan sekutunya.

Sesaat setelah kiper Tran Nguyen Manh diganjar kartu merah, tidak lantas membuat 10 pemain lainnya mengendur bahkan semangat mereka sepertinya berlipat. Pemain Indonesia bahu membahu menahan gempuran 10 pemain Vietnam. bahkan Vietnam mampu mencebloskan dua gol ke gawang Kurnia Mega dalam 10 menit terakhir di saat mereka main dengan jumlah 10 pemain, luar biasa.

Suporter Vietnam pun tidak kalah semangatnya dengan Para Pemain yang sedang berlaga. mereka memenuhi stadion dengan kostum merah menyala. tidak henti-hentinya memberi semangat dengan yel-yel yang sama sekali tidak kumengerti.

ciri khas Suporter Vietnam yaitu ketika timnya ketinggalan, mereka bungkam tanpa yel-yel namun di saat mencetak gol, riuhnya minta ampun. mereka benar-benar menancapkan semangat tentara Vietkong di dalam darah mereka. meski sedikit tercoreng akibat ulah oknum suporter yang melempari bus pemain timnas Indonesia sesaat setelah pertandingan usai.

Vietnam memang hampir sama seperti Indonesia, sama-sama menggilai speakbola dan negaranya bercorak agraris. mungkin 1 perbedaannya, Vietnam tidak pernah merepresi para Petaninya seperti Petani di Indonesia yang sering direpresi oleh Pemerintah melalui tangan aparat karena mempertahankan tanahnya yang diserobot perusahaan ataupun Negara.

9 12 16

December 8, 2016

Kondogbia, harapan yang hampir sirna

http://www.desktopimages.org/wallpaper/122229/geoffrey-kondogbia-2015-fc-internazionale-milano-wallpaper

Satu hal yang terbersit dalam benakku ketika pertama kali membaca berita bahwa Geoffrey Kondogbia sudah deal pindah ke Inter Milan dari As Monaco di tahun 2015 adalah dia akan menjadi suksesor Patrick Viera. postur tubuh yang menjulang benar-benar mengingatkan akan sosok Viera sebagai jenderal lapangan dengan penguasaan bola yang sangat baik, bahkan mereka berasal dari negara yang sama.

Proses transfer Kondogbia ramai karena nilai jual yang mahal dan banyak klub yang menginginkannya. salah satu klub yang paling ngotot menggunakan jasa Kondogbia adalah klub tetangga, AC Milan. sesaat setelah memenangkan transfer Kondogbia, Inter Milan seakan menang dalam pertandingan derby Milano. harapan besar pun dibebankan di  pundak Kondogbia untuk mengangkat prestasi Inter Milan yang seret akan prestasi pasca memenangkan treble winner di tahun 2010.
Interisti menaruh harapan pada Kondogbia dengan membandingkan keberhasilan Pogba di Juventus mengingat keduanya adalah rekan sejawat di timnas Prancis. menurut saya, harapan yang dibebankan kepadanya terlalu berat bagi seorang Kondogbia mengingat umurnya yang masih muda dan sama sekali belum memiliki pengalaman bermain di Serie A.

Kisaran harga 35 juta Euro yang digelontorkan Inter Milan untuk mendaratkan Kondogbia ke Giuseppe Meazza seakan sia-sia setelah satu setengah musim berjalan, sang Pemain tidak menampakkan tanda-tanda sebagai pemain penting dalam tim bahkan sampai pekan 15 musin 2016/17, Kondogbia lebih sering mengakrabi bangku cadangan.

kekhawatiran berikutnya saat melihat penampilan Kondogbia adalah kemungkinan dia akan masuk dalam daftar transfer gagal Inter Milan. sejarah mencatat bahwa seringkali Inter Milan melakukan transfer gagal. seorang Pemain dibeli dengan harga tinggi namun ekspektasi jauh dari harapan. faktor ketidakcocokan dengan gaya bermain mungkin menjadi alasan utama. meski permasalah seputar transfer yang gagal sudah hal yang jamak terjadi di dunia sepakbola namun tetap saja menyayangkan jika hal tersebut terjadi pada seorang Kondogbia yang sudah dibeli dengan harga yang mahal namun tidak menghasilkan apa-apa.

satu hal lagi yang saya khawatirkan ketika Kondogbia sudah dilego ke klub lain namun ternyata dia berubah menjadi pemain hebat. hal seperti ini sudah sering dialami oleh Inter Milan. tengok saja penjualan Coutinho ke Liverpool yang sampai sekarang menjadi penyesalan yang sangat mendalam bagi semua elemen klub mengingat Countinho menjadi pilar penting di Liverpool. contoh lainnya mungkin andrea Pirlo yang dijual ke AC Milan. sederet pemain lain pun pernah mengalami hal yang sama di Inter Milan.

sangat rumit bagi Inter Milan menyikapi persoalan Kondogbia yang tak kunjung membaik penampilannya. di satu sisi, kekhawatiran seperti yang saya tuliskan di atas selalu menghantui namun di sisi yang lain, ketika Kondogbia tetap berada di dalam tim namun hanya menghuni bangku cadangan, maka kerugian besar bagi klub mengingat gaji sang pemain sangat tinggi. Inter harus membayar 4,5 juta euro per musimnya ke rekening Kondogbia. gaji tersebut tertinggi di antara pemain lain.

solusi paling realistis saat ini adalah meminjamkan Kondogbia ke klub lain untuk mengasah kemampuannya. menjual secara permanen pun bukan solusi yang terbaik mengingat umurnya yang baru akan memasuki 24 tahun pada februari 2017.

atau mungkin saja kita para interisti harus memasukkannya ke dalam daftar pemain yang gagal di Inter Milan.

8 12 16

December 6, 2016

Mauro, Pemuda yang sedang mencari jati diri


http://mulpix.com/instagram/digitalart_seriea.html


Ditakdirkan menjadi seorang Interisti di saat seperti sekarang memang butuh kesabaran tingkat dewa. penampilan yang angin-anginan dengan materi pemain yang mumpuni semakin menyesakkan dada. bayangkan saja, di Liga Eropa, Inter Milan sudah mengepak koper pulang kampung ketika turnamen masih menyisakkan 2 pertandingan.

coba tengok para pesaing Inter Milan di Liga Eropa yang berada satu group. ada Hapoel Be'er Sheva, Southampton dan Sparta Prague. untuk ukuran kualitas pemain dan nilai jual para pemain, jelas Inter Milan di atas tiga klub tersebut. namun seperti yang diketahui, Inter Milan tergopoh-gopoh menjalani pertandingan di Liga Eropa bahkan Inter Milan dikalahkan dua kali oleh Hapoel Be'er Sheva. 

Begitu memilukan perjalanan Inter Milan dari awal musim sampai 2016/17 sampai akhir tahun ini. tetapi saya tidak akan membahas Inter Milan secara keseluruhan kali ini. saya lebih tertarik menulis tentang sang bomber yang sedang on fire, Mauro Emanuel Icardi Rivero.

Seperti layaknya mayoritas Pemuda Argentina, Mauro dianugerahi talenta yang luar biasa dalam mengolah si kulit bundar. memilih menjadi seorang Striker adalah pilihan yang tepat bagi Mauro, badan yang tegap dengan tinggi badan 1,81 meter membuatnya lebih kuat dalam perebutan bola. tembakan kaki dengan akurasi yang sangat baik dan juga kemampuan heading di atas rata-rata. total 12 gol dari 15 pertandingan menahbiskan seorang Mauro sebagai top skor sementara serie A bersama Edin Dzeko.

meski kemampuan dribel yang tidak terlalu menonjol namun finishing di depan gawang lawan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. di umur yang masih terhitung muda, Mauro sudah membuktikan sebagai kandidat striker masa depan. mungkin Mauro tidak seperti Aguero yang bisa melewati beberapa pemain bertahan sebelum mencebloskan bola ataupun bahkan jauh dari tipe seorang Messi yang bisa meliuk-liuk dari tengah lapangan ke depan gawang lawan. Mauro nampaknya lebih mirip striker Argentina lainnya seperti Crespo, Julio Cruz ataupun Higuain.

Ukuran mencetak gol, Mauro sudah tidak diragukan lagi. akademi La Masia membuatnya lebih matang dalam mengolah si kulit bundar.

sayangnya, kehidupan pribadi Mauro menjadi polemik. pernikahannya dengan seorang perempuan menjadi cerita yang tidak mengenakkan karena dia dianggap merebut isteri orang lain, apatahlagi orang tersebut adalah seniornya dari negara yang sama.

saya sebenarnya fans yang tidak terlalu peduli dengan kehidupan pribadi seorang pemain sepanjang tidak mempengaruhi penampilannya di atas lapangan hijau, toh Mauro tetap produktif dalam mencetak gol. namun masalah muncul ketika sang Isteri, Wanda Nara menjadi agen Mauro. seluk beluk masalah Mauro dengan klub menjadi tanggung jawab si isteri termasuk negoisasi kontrak dan perihal transfer.

"Mauro akan sangat sedih meninggalkan Inter, tapi kami memahami situasi ekonomi klub dan mereka tidak bisa mempertahankan Icardi. Tidak ada klausul pelepasan di kontraknya. Kami berharap Inter tidak meminta jumlah yang di luar nila pasar, melainkan cocok untuk kontraknya," tegas Nara."

Seandainya saja  Wanda lebih profesional saat bertindak lebih baik sebagai agen Mauro, mungkin tidak ada yang mempersoalkannya namun kenyataannya, dia terlalu gegabah dalam berbicara bahkan untuk hal yang belum pasti apatahlagi ditengarai bahwa Wanda sepertinya menjalankan trik tentang kepindahan Mauro supaya pihak klub mau menaikkan gaji sang Pemain.

polemik tersebut secara tidak langsung mempengaruhi psikologi elemen klub termasuk fans.Wanda dianggap terlalu materialistis. dia seharusnya menyadari bahwa Mauro sama sekali belum memberikan satu gelar pun kepada klub meskipun tanpa menafikan produktivitasnya sebagai striker.

Masalah kedua mungkin kecerobohan Mauro menulis dalam biografinya, Mauro pun menjelaskan bahwa dirinya siap menghadapi Curva Nord satu lawan satu. “Berapa jumlah mereka? 50?100? 200? OK. Saya tidak takut. Saya akan bawa 100 penjahat dari Argentina yang akan membunuh mereka di mana pun mereka bersembunyi. Camkan ini!”

Mauro memang terlalu berani berkonfrontasi dengan fans apatahlagi Curva Nord meski saya sendiri menganggap bahwa hal tersebut karena Mauro masih terbilang mudah dan dalam setiap tindakannya terkadang mengikuti emosi. saya meyakini bahwa seandainya saja Mauro bisa menghadirkan banyak gelar di lemari Inter Milan, permasalahan tersebut akan dianggap masa lalu.

satu hal lagi, Mauro terlalu cepat menulis biografinya di saat karirnya sebagai seorang pemain sepakbola baru saja memasuki babak awal. terlalu prematur menurutku.

terlepas dari semua itu, Mauro tetap menjadi amunisi paling diharapkan oleh Inter Milan mengingat torehan golnya yang tidak pernah berhenti.

Semangat bung Mauro. buktikan bahwa kau bisa menjadi suksesor Bung Javier Zanetti meski tidak akan pernah bisa menggantikannya dalam semua hal.

06 12 16

December 1, 2016

Gus Mus dan hal-hal yang meneduhkan

https://www.brilio.net/news/22-quote-gus-mus-yang-bikin-hati-makin-adem-mak-nyess-160323o.html

Saya tidak tahu harus memulai dari mana tulisan ini pun juga ragu menulis tentang pribadi yang dihormati begitu banyak orang. ingin menulis testimoni tentang beliau namun saya rasa, karya-karyanya belum kupahami dengan sesungguh-sungguhnya. toh salah satu cara mengenal seseorang selain berinteraksi langsung adalah menelaah tulisan-tulisannya. 

Mengandalkan google sebagai referensi dalam menulis testimoni tentang seseorang tokoh sebesar Gus Mus adalah sesuatu yang konyol dan tidak akan memiliki kekuatan apa-apa di tulisan tersebut, hanya sekedar barisan kata-kata yang tidak memiliki roh. kita harus memahami dari karya-karyanya, tidak harus seratus persen namun setidaknya, kita sudah paham arah pemikirannya.

nah, syarat yang saya buat di atas untuk menulis tentang seseorang sama sekali belum kupenuhi jika berniat menulis seputar pribadi Gus Mus. punya buku karyanya pun cuma dua. mendengar ceramahnya hanya sesekali ketika ada waktu lowong itupun dari yutub. tetapi satu semangatku bahwa sejauh ini, membaca karyanya dan mendengar tauziah-tauziahnya, saya selalu kagum dengan caranya menyebarkan kasih kepada semesta.

tapi tidak ada salahnya saya mencoba mengulas secuil ingatan saya tentang beliau. Saya pernah sekali bertemu, menyalami kemudian menyempatkan berfoto di Istora Senayan saat peluncuran buku Maman Suherman. kutemukan kesejukan di wajahnya bahkan keramahannya membuatku semakin kagum, beliau melayani semua orang yang menyalami dan mengajaknya berfoto tanpa sedikit guratan rasa kesal di mukanya. pada saat itu, beliau datang bersama alm. isterinya dan salah seorang anaknya.

pada salah satu masjid di kawasan kemang yang kulewati setiap pulang kantor, kulihat wajahnya terpampang di spanduk yang dipasang di masjid lengkap dengan puisi beliau yang berjudul "kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana." saya tidak pernah luput menikmati pemandangan tersebut setiap kali melintasi jalan di depan masjid tersebut.

bagi saya yang tidak berinteraksi dengan beliau, salah satu cara paling ampuh menggali hikmah yang terpancar dari dalam dirinya adalah menelaah karya beliau entah dari artikel maupun puisi dan bahkan ceramahnya yang tersebar luas melalui youtube.

Sependek pengetahuanku, beliau seorang yang sangat toleran dan penuh kasih terhadap semesta. bahkan dalam melontarkan kritik terhadap apa saja, beliau melakukannya dengan amat santun. Beliau mengkritik kelompok fundamentalis dalam puisinya yang berjudul "kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana." Beliau mengekspresikan kerinduannya terhadap Nabi Muhammad melalui puisi "oh Muhammadku." saya punya buku kumpulan puisinya yang berjudul "Aku Manusia," yang memuat kumpulan puisinya.

beberapa waktu lalu, Gus Mus mengupload sebuah lagu berjudul "Laskar Cinta." saya menduga, hal tersebut dilakukan sebagai kritik terhadap seorang yang menyanyikan lagu tersebut pasca orasinya pada aksi 411.

Gus Mus adalah pribadi yang sangat mencintai keluarganya. saya sering mengikuti status sosmed anak-anaknya yang selalu tulus mengungkapkan kecintaan mereka terhadap Gus Mus. bahkan Alm. isternya selalu berada di sampingnya selama hidupnya.

pernah saya membaca bagaimana cara Gus Mus mengatasi saat ada sesuatu yang tidak disenangi terhadap isterinya. beliau mengurung diri di kamar kemudian menulis kekesalannya lalu kemudian merobek-robek tulisannya, esok hari, hatinya akan kembali tenang.  

kesabaran dan keluasan hati Gus Mus diperlihatkan saat beberapa waktu lalu, Beliau dicaci dengan amat tidak pantas oleh Pandu, salah seorang karyawan BUMN. melalui twitter, Pandu menuliskan "Ndasmu" yang ditujukan kepada Beliau. sebagai seorang yang tidak khatam bahasa jawa namun sempat menetap di jawa timur beberapa tahun, saya menyadari betul bahwa kata "Ndasmu" adalah penghinaan yang sudah melampau batas apatahlagi diucapkan kepada seorang yang lebih tua. kata tersebut sepadan dengan umpatan "matamu" , "Cangkemmu", "mukamu" dan kata-kata lain yang disandingkan dengan panca indera. memang sih di jawa timur, kata-kata tersebut kadang menjadi kata sapaan akrab bagi anak muda yang sudah begitu akrab.

Gus Mus menanggapi cacian yang ditujukan kepadanya dengan memaafkan. begitu luas hatinya dan alangkah arif pribadi beliau. 

 masih banyak lagi hal-hal terlewatkan tentang pribadi beliau namun jika menilai secara kasat mata, terlihat dari wajahnya yang teduh dan bercahaya.

1 12 16

November 30, 2016

Gabbar is Back (2015)

"Bahkan polisi tidak diperbolehkan di dalam kampus ini."

Akhsay Kumar selalu mempesona dalam setiap filmnya. akting yang mendekati paripurna. mimik muka yang meyakinkan dalam setiap perubahan suasana hatinya. 

kali ini, Akhsay berperan sebagai Aditya, seorang Dosen Fisika di sebuah kampus terkenal. Aditya mengajar Mahasiswanya dengan cara learning by doing. 

Selain sebagai seorang Dosen, Aditya juga mengorganisir beberapa orang yang melakukan tindakan melawan hukum. Mereka menculik setiap pejabat yang diindentifikasi melakukan korupsi kemudian menghukum mereka dengan cara digantung di tempat umum.

Aditya menggunakan nama samaran dengan julukan Gabbar. sebelum melancarkan aksinya, Gabbar (aditya) merekam suaranya kemudian dikirim ke pihak kepolisian.

Gabbar menggunakan taktik dengan cara merekrut setiap orang jujur yang bekerja di sebuah instansi. kumpulan rekrutan ini yang menjadi informan siapa saja yang terindikasi melakukan tindak korupsi.

Film ini banyak menguap praktek keji di tataran borjuasi yang sering mengelabui rakyat biasa.

di satu bagian episode, Gabbar bertemu dengan seorang ibu yang dikelabui oleh rumah sakit. suaminya sebenarnya sudah meninggal namun untuk menguras uang dari si ibu, rumah sakit memanipulasi surat kematian dan mengatakan bahwa suaminya masih ditangani dokter ahli. setelah itu, si wanita diberi tahu oleh pihak rumah sakit bahwa suaminya meninggal dan boleh membawanya pulang dengan catatan harus menebus biaya rumah sakit yang amat sangat mahal. Gabbar tahu akan permainan tersebut kemudian membongkar kelicikan rumah sakit dengan membuktikan bahwa sebelumnya, si suami sudah meninggal.

cerita lain berputar pada masalah penculikan pejabat ataupun pengusaha yang korupsi kemudian dieksekusi oleh kelompok Gabbar.

tindakan Gabbar tersebut sejatinya sedikit berbau balas dendam karena beberapa tahun sebelumnya, isterinya meninggal akibat musibah runtuhnya apartemen yang baru ditempatinya. keruntuhan bangunan tersebut bukan murni kecelakaan tetapi ada kecurangan saat pembangunan apartemen tersebut. setelah diselidiki, Gabbar menemukan titik temu bahwa Digvijay Patil, seorang developer kaya yang melakukan korupsi.

Gabbar tidak bisa menyeret Patil pada saat itu bahkan hampir saja, nyawanya melayang saat itu saat terlibat perkelahian dengan Patil. untung saja, Gabbar diselamatkan oleh sekumpulan mahasiswa setelah dirinya dibuang begitu saja oleh Patil di jalanan.

Gabbar is back. setelah beberapa tahun, dia kembali hadir dan berperan sebagai guru sekaligus pemimpin kelompok yang menculik para koruptor yang kemudian dieksekusi tanpa melibatkan aparat hukum. 

Semua korupsi terkait dengan Patil. pada akhirnya, Patil dieksekusi oleh Gabbar yang kemudian divonis hukuman mati. meski mayoritas masyarakat menolak vonis tersebut karena menganggap apa yang dilakukan oleh Gabbar telah membawa dampak yang positif di mana semua pejabat publik tidak mau menerima sogokan.

Gabbar tetap menerima hukuman mati sebagai konsekuensinya melakukan tindakan di luar ketentuan hukum.

nampaknya film ini mencoba mengkritisi penegakan hukum di India yang sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga digambarkan bahwa akan ada pribadi maupun kelompok yang akan melakukan tindakan di luar nalar untuk meluruskan semua kegaduhan di Pemerintahann. mungkin Indonesia juga harus seperti itu.
30 11 16

November 25, 2016

Tetirah

Betapa sulitnya aku menemukan getaranMu Tuhan. betapa saya begitu hampa dalam setiap hari yang kujalani. rutinitas yang memuakkan yang menyerang jiwaku.

bangun dari tempat tidur, menunaikan dua rakaat sebisaku, mandi tanpa pernah merasakan hangatnya air kemudian menyusuri jalanan yang sesak di kota ini.

duduk di sebuah ruangan ber AC yang hampir pasti meremukkan semua tulang belulangku. memandangi layar dengan tatapan kosong kemudian menunggu mentari menjatuhkan dirinya pada senja, lalu berbalik arah pulang.

selalu berulang lima kali dalam seminggu.

kemudian setiap nafasku, setiap gerakku yang kutujukan untuk menemuiMu tetapi selalu gagal. jasadku ada dan bersujud berpuluh-puluh kali namun jiwaku entah kemana.

Aku ingin kembali bermesraan denganMu.

adakah langkahku yang keliru? adakah niatku yang tidak tertuju kepadamu atau mungkin adakah sari-sari makanan yang seharusnya masuk ke dalam aliran tubuhku? sehingga begitu sulitnya aku menangkap iramaMu.

sekali lagi, ingin kudekap setiap pesonaMu, setiap tanda yang Engkau curahkan kepadaku meski dengan cara apa, aku tak tahu.

aku ingin meneteskan air mata ini mengingat betapa Engkau begitu menyayangiku namun kusia-siakan semua kasihMu. aku terbenam dalam angan-angan palsu yang melenakan.

Tuhan, bantulah aku menjemput diriku membawa kembali ke arah yang lurus, hanya lurus kepadaMu, tidak kepada siapa-siapa.

ini diriku yang nampaknya telah jauh melangkah dariMu, namun langkahku tetap kuarahkan menuju hakekatMu.

25 11 16


November 14, 2016

Gadis mungil itu bernama Intan

Kemudian terjadi lagi kekejian atas nama agama. seseorang yang lagi-lagi mengatasnamakan agama membunuh seorang bocah mungil yang sedang menikmati hidupnya dengan bermain-main di beranda rumah ibadah.

anak ini terlalu polos menanggung perilaku biadab seorang. hanya lantaran dia sedang berada di rumah ibadah yang berbeda dengan rumah ibadah yang sering didatangi oleh pelaku.

Setelah kejadian yang merenggut nyawa gadis mungil yang masih polos, mungkin kita akan bertanya kenapa dia Tuhan, kenapa pada saat kejadian, dia harus ditakdirkan bermain di teras gereja, kenapa pada saat pelaku melempar bom, dia di dalam gereja saja sedang lari bersama teman-temannya sambil menunggu orang tuanya beribadah? 

dan pasti begitu banyak lagi pertanyaan menggugat yang tidak bakalan mengembalikan hidupnya. setelah lelah bertanya, akan ada orang yang menyudahinya dengan beranggapan bahwa itulah takdir maka seharusnya diterima dengan sabar. 

oke, saya sendiri meyakini bahwa itu adalah takdir karena sudah terjadi. namun tidak harus sampai pada sebatas menerima pemakluman atas nama takdir akibat ulah manusia.

Seandainya saja bukan karena bom yang menyebabkan tubuhnya terbakar, seandainya saja dia terkena petir atau bencana yang murni dari alam maka mungkin sekedar pemakluman atas takdir sudah cukup dan doa-doa yang dipanjatkan. namun apa yang dialami oleh gadis ini akibat kekerdilan berpikir seseorang yang melegitimasi tindakannya atas nama agama, demi sebuah angan-angan kehidupan surgawi.

Lantas, dimana letak surgawi yang sedang dikejar ketika jalan yang ditempuh harus mengorbankan orang lain apatahlagi seorang gadis kecil yang tentunya masih dipenuhi jiwa kepolosan tanpa setitik dosa?

Saya sudah punya seorang bayi mungil berumur 4 bulan. tentunya saya tahu betul rasanya punya seorang bocah dan bagaimana saya mengasihi dan menyayangi anak saya.

Dalam beberapa kali episode, anak saya mengalami demam dan itu sudah membuatku panik setengah mati. saya selalu berharap demamnya berpindah ke saya saja. bahkan pada saat dia menangis pun, ada rasa sedih yang kemudian bergelayut di hatiku.

Tidak berlebihan ketika saya sedih melihat foto ayah intan pasca kematiannya akibat bom yang membakar sebagian besar tubuh anaknya. betapa hancur hatinya.

Saya tidak pernah percaya atas ajaran mengejar surgawi yang mengorbankan orang lain apapun alasannya. kita selalu berada dalam perasaan paling benar dan berhak menghakimi orang lain bahkan dalam beberapa kesempatan, kita merasa paling didzalimi kemudian membenarkan tindakan-tindakan kita dalam menista penganut agama lain.

oh Tuhan, kapan berakhirnya kekejaman atas nama agama, atas nama mengejar cintaMu.
Maafkan kami

14 11 16

November 9, 2016

Main Hoon Na (2004)

film lama tetapi masih menarik untuk dinikmati. film yang memadukan antara konflik keluarga dengan semangat menciptakan hubungan harmonis antara India dan Pakisan.

awal cerita, saya mengira bahwa film ini akan banyak bercerita tentang hubungan India dengan Pakistan. dimana film ini dibuka dengan rencana pemerintah India mengadakan proyek milap. proyek yang bertujuan menciptakan hubungan baik dengan Pakistan dengan cara membebaskan orang-orang sipil yang ditangkap di perbatasan India dan Pakistan. hal tersebut dilakukan sebagai tanda kepercayaan dan perdamaian antara dua negara.

Proyek tersebut ditentang oleh seorang yang bernama Raghavan Dutta, seorang mantan polisi yang dipecat dan memiliki dendam pribadi. dia tidak percaya atas semua yang berhubungan dengan Pakistan. 

Raghavan menembak mati Brigadir Jenderal Shekhar Sharma pada acara live di stasiun TV yang sedang membahas proyek milap.

Konflik dimulai setelah kematian Brigjen Shekhar memiliki seorang anak yang berpangkat mayor yang diperankan oleh Shahrukh Khan yang bernama Ram Prasad Sharma.

sebelum meninggal, Brigjen Shekhar menceritakan semua rahasianya kepada Ram. Shekhar memiliki anak yang lain dan seorang isteri yang sah sedangkan Ram sendiri adalah anak selingkuhan. Shekhar berwasiat kepada Ram untuk mencari saudara tirinya tersebut dan bersama-sama mengalirkan abu mayatnya.

sudah bisa ditebak bahwa pada akhirnya, Ram berhasil menemukan keberadaan saudara dan ibu tirinya. proyek milap pun tetap berjalan atas jasa Ram.

satu yang menarik dari isi cerita film ini karena isu yang diangkat masalah hubungan India dengan Pakistan dilihat dari sudut pandang yang lebih fair. memilih untuk menempatkan kedua negara tersebut dalam posisi yang setara tanpa mendiskreditkan salah satunya.

saya percaya bahwa film punya pengaruh kuat sebagai media dalam perdamaian kedua negara apatahlagi industri film Bollywood begitu dominan di India bahkan dunia.

eh satu yang terlupa. Shahrukh Khan terlalu kuat dalam setiap film aksi yang dibintanginya dan tetap menampilkan sisi kelucuannya.

9 11 16