December 6, 2016

Mauro, Pemuda yang sedang mencari jati diri


http://mulpix.com/instagram/digitalart_seriea.html


Ditakdirkan menjadi seorang Interisti di saat seperti sekarang memang butuh kesabaran tingkat dewa. penampilan yang angin-anginan dengan materi pemain yang mumpuni semakin menyesakkan dada. bayangkan saja, di Liga Eropa, Inter Milan sudah mengepak koper pulang kampung ketika turnamen masih menyisakkan 2 pertandingan.

coba tengok para pesaing Inter Milan di Liga Eropa yang berada satu group. ada Hapoel Be'er Sheva, Southampton dan Sparta Prague. untuk ukuran kualitas pemain dan nilai jual para pemain, jelas Inter Milan di atas tiga klub tersebut. namun seperti yang diketahui, Inter Milan tergopoh-gopoh menjalani pertandingan di Liga Eropa bahkan Inter Milan dikalahkan dua kali oleh Hapoel Be'er Sheva. 

Begitu memilukan perjalanan Inter Milan dari awal musim sampai 2016/17 sampai akhir tahun ini. tetapi saya tidak akan membahas Inter Milan secara keseluruhan kali ini. saya lebih tertarik menulis tentang sang bomber yang sedang on fire, Mauro Emanuel Icardi Rivero.

Seperti layaknya mayoritas Pemuda Argentina, Mauro dianugerahi talenta yang luar biasa dalam mengolah si kulit bundar. memilih menjadi seorang Striker adalah pilihan yang tepat bagi Mauro, badan yang tegap dengan tinggi badan 1,81 meter membuatnya lebih kuat dalam perebutan bola. tembakan kaki dengan akurasi yang sangat baik dan juga kemampuan heading di atas rata-rata. total 12 gol dari 15 pertandingan menahbiskan seorang Mauro sebagai top skor sementara serie A bersama Edin Dzeko.

meski kemampuan dribel yang tidak terlalu menonjol namun finishing di depan gawang lawan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. di umur yang masih terhitung muda, Mauro sudah membuktikan sebagai kandidat striker masa depan. mungkin Mauro tidak seperti Aguero yang bisa melewati beberapa pemain bertahan sebelum mencebloskan bola ataupun bahkan jauh dari tipe seorang Messi yang bisa meliuk-liuk dari tengah lapangan ke depan gawang lawan. Mauro nampaknya lebih mirip striker Argentina lainnya seperti Crespo, Julio Cruz ataupun Higuain.

Ukuran mencetak gol, Mauro sudah tidak diragukan lagi. akademi La Masia membuatnya lebih matang dalam mengolah si kulit bundar.

sayangnya, kehidupan pribadi Mauro menjadi polemik. pernikahannya dengan seorang perempuan menjadi cerita yang tidak mengenakkan karena dia dianggap merebut isteri orang lain, apatahlagi orang tersebut adalah seniornya dari negara yang sama.

saya sebenarnya fans yang tidak terlalu peduli dengan kehidupan pribadi seorang pemain sepanjang tidak mempengaruhi penampilannya di atas lapangan hijau, toh Mauro tetap produktif dalam mencetak gol. namun masalah muncul ketika sang Isteri, Wanda Nara menjadi agen Mauro. seluk beluk masalah Mauro dengan klub menjadi tanggung jawab si isteri termasuk negoisasi kontrak dan perihal transfer.

"Mauro akan sangat sedih meninggalkan Inter, tapi kami memahami situasi ekonomi klub dan mereka tidak bisa mempertahankan Icardi. Tidak ada klausul pelepasan di kontraknya. Kami berharap Inter tidak meminta jumlah yang di luar nila pasar, melainkan cocok untuk kontraknya," tegas Nara."

Seandainya saja  Wanda lebih profesional saat bertindak lebih baik sebagai agen Mauro, mungkin tidak ada yang mempersoalkannya namun kenyataannya, dia terlalu gegabah dalam berbicara bahkan untuk hal yang belum pasti apatahlagi ditengarai bahwa Wanda sepertinya menjalankan trik tentang kepindahan Mauro supaya pihak klub mau menaikkan gaji sang Pemain.

polemik tersebut secara tidak langsung mempengaruhi psikologi elemen klub termasuk fans.Wanda dianggap terlalu materialistis. dia seharusnya menyadari bahwa Mauro sama sekali belum memberikan satu gelar pun kepada klub meskipun tanpa menafikan produktivitasnya sebagai striker.

Masalah kedua mungkin kecerobohan Mauro menulis dalam biografinya, Mauro pun menjelaskan bahwa dirinya siap menghadapi Curva Nord satu lawan satu. “Berapa jumlah mereka? 50?100? 200? OK. Saya tidak takut. Saya akan bawa 100 penjahat dari Argentina yang akan membunuh mereka di mana pun mereka bersembunyi. Camkan ini!”

Mauro memang terlalu berani berkonfrontasi dengan fans apatahlagi Curva Nord meski saya sendiri menganggap bahwa hal tersebut karena Mauro masih terbilang mudah dan dalam setiap tindakannya terkadang mengikuti emosi. saya meyakini bahwa seandainya saja Mauro bisa menghadirkan banyak gelar di lemari Inter Milan, permasalahan tersebut akan dianggap masa lalu.

satu hal lagi, Mauro terlalu cepat menulis biografinya di saat karirnya sebagai seorang pemain sepakbola baru saja memasuki babak awal. terlalu prematur menurutku.

terlepas dari semua itu, Mauro tetap menjadi amunisi paling diharapkan oleh Inter Milan mengingat torehan golnya yang tidak pernah berhenti.

Semangat bung Mauro. buktikan bahwa kau bisa menjadi suksesor Bung Javier Zanetti meski tidak akan pernah bisa menggantikannya dalam semua hal.

06 12 16

No comments: