Betapa sulitnya aku menemukan getaranMu Tuhan. betapa saya begitu hampa dalam setiap hari yang kujalani. rutinitas yang memuakkan yang menyerang jiwaku.
bangun dari tempat tidur, menunaikan dua rakaat sebisaku, mandi tanpa pernah merasakan hangatnya air kemudian menyusuri jalanan yang sesak di kota ini.
duduk di sebuah ruangan ber AC yang hampir pasti meremukkan semua tulang belulangku. memandangi layar dengan tatapan kosong kemudian menunggu mentari menjatuhkan dirinya pada senja, lalu berbalik arah pulang.
selalu berulang lima kali dalam seminggu.
kemudian setiap nafasku, setiap gerakku yang kutujukan untuk menemuiMu tetapi selalu gagal. jasadku ada dan bersujud berpuluh-puluh kali namun jiwaku entah kemana.
Aku ingin kembali bermesraan denganMu.
adakah langkahku yang keliru? adakah niatku yang tidak tertuju kepadamu atau mungkin adakah sari-sari makanan yang seharusnya masuk ke dalam aliran tubuhku? sehingga begitu sulitnya aku menangkap iramaMu.
sekali lagi, ingin kudekap setiap pesonaMu, setiap tanda yang Engkau curahkan kepadaku meski dengan cara apa, aku tak tahu.
aku ingin meneteskan air mata ini mengingat betapa Engkau begitu menyayangiku namun kusia-siakan semua kasihMu. aku terbenam dalam angan-angan palsu yang melenakan.
Tuhan, bantulah aku menjemput diriku membawa kembali ke arah yang lurus, hanya lurus kepadaMu, tidak kepada siapa-siapa.
ini diriku yang nampaknya telah jauh melangkah dariMu, namun langkahku tetap kuarahkan menuju hakekatMu.
25 11 16
bangun dari tempat tidur, menunaikan dua rakaat sebisaku, mandi tanpa pernah merasakan hangatnya air kemudian menyusuri jalanan yang sesak di kota ini.
duduk di sebuah ruangan ber AC yang hampir pasti meremukkan semua tulang belulangku. memandangi layar dengan tatapan kosong kemudian menunggu mentari menjatuhkan dirinya pada senja, lalu berbalik arah pulang.
selalu berulang lima kali dalam seminggu.
kemudian setiap nafasku, setiap gerakku yang kutujukan untuk menemuiMu tetapi selalu gagal. jasadku ada dan bersujud berpuluh-puluh kali namun jiwaku entah kemana.
Aku ingin kembali bermesraan denganMu.
adakah langkahku yang keliru? adakah niatku yang tidak tertuju kepadamu atau mungkin adakah sari-sari makanan yang seharusnya masuk ke dalam aliran tubuhku? sehingga begitu sulitnya aku menangkap iramaMu.
sekali lagi, ingin kudekap setiap pesonaMu, setiap tanda yang Engkau curahkan kepadaku meski dengan cara apa, aku tak tahu.
aku ingin meneteskan air mata ini mengingat betapa Engkau begitu menyayangiku namun kusia-siakan semua kasihMu. aku terbenam dalam angan-angan palsu yang melenakan.
Tuhan, bantulah aku menjemput diriku membawa kembali ke arah yang lurus, hanya lurus kepadaMu, tidak kepada siapa-siapa.
ini diriku yang nampaknya telah jauh melangkah dariMu, namun langkahku tetap kuarahkan menuju hakekatMu.
25 11 16
No comments:
Post a Comment