November 30, 2016

Gabbar is Back (2015)

"Bahkan polisi tidak diperbolehkan di dalam kampus ini."

Akhsay Kumar selalu mempesona dalam setiap filmnya. akting yang mendekati paripurna. mimik muka yang meyakinkan dalam setiap perubahan suasana hatinya. 

kali ini, Akhsay berperan sebagai Aditya, seorang Dosen Fisika di sebuah kampus terkenal. Aditya mengajar Mahasiswanya dengan cara learning by doing. 

Selain sebagai seorang Dosen, Aditya juga mengorganisir beberapa orang yang melakukan tindakan melawan hukum. Mereka menculik setiap pejabat yang diindentifikasi melakukan korupsi kemudian menghukum mereka dengan cara digantung di tempat umum.

Aditya menggunakan nama samaran dengan julukan Gabbar. sebelum melancarkan aksinya, Gabbar (aditya) merekam suaranya kemudian dikirim ke pihak kepolisian.

Gabbar menggunakan taktik dengan cara merekrut setiap orang jujur yang bekerja di sebuah instansi. kumpulan rekrutan ini yang menjadi informan siapa saja yang terindikasi melakukan tindak korupsi.

Film ini banyak menguap praktek keji di tataran borjuasi yang sering mengelabui rakyat biasa.

di satu bagian episode, Gabbar bertemu dengan seorang ibu yang dikelabui oleh rumah sakit. suaminya sebenarnya sudah meninggal namun untuk menguras uang dari si ibu, rumah sakit memanipulasi surat kematian dan mengatakan bahwa suaminya masih ditangani dokter ahli. setelah itu, si wanita diberi tahu oleh pihak rumah sakit bahwa suaminya meninggal dan boleh membawanya pulang dengan catatan harus menebus biaya rumah sakit yang amat sangat mahal. Gabbar tahu akan permainan tersebut kemudian membongkar kelicikan rumah sakit dengan membuktikan bahwa sebelumnya, si suami sudah meninggal.

cerita lain berputar pada masalah penculikan pejabat ataupun pengusaha yang korupsi kemudian dieksekusi oleh kelompok Gabbar.

tindakan Gabbar tersebut sejatinya sedikit berbau balas dendam karena beberapa tahun sebelumnya, isterinya meninggal akibat musibah runtuhnya apartemen yang baru ditempatinya. keruntuhan bangunan tersebut bukan murni kecelakaan tetapi ada kecurangan saat pembangunan apartemen tersebut. setelah diselidiki, Gabbar menemukan titik temu bahwa Digvijay Patil, seorang developer kaya yang melakukan korupsi.

Gabbar tidak bisa menyeret Patil pada saat itu bahkan hampir saja, nyawanya melayang saat itu saat terlibat perkelahian dengan Patil. untung saja, Gabbar diselamatkan oleh sekumpulan mahasiswa setelah dirinya dibuang begitu saja oleh Patil di jalanan.

Gabbar is back. setelah beberapa tahun, dia kembali hadir dan berperan sebagai guru sekaligus pemimpin kelompok yang menculik para koruptor yang kemudian dieksekusi tanpa melibatkan aparat hukum. 

Semua korupsi terkait dengan Patil. pada akhirnya, Patil dieksekusi oleh Gabbar yang kemudian divonis hukuman mati. meski mayoritas masyarakat menolak vonis tersebut karena menganggap apa yang dilakukan oleh Gabbar telah membawa dampak yang positif di mana semua pejabat publik tidak mau menerima sogokan.

Gabbar tetap menerima hukuman mati sebagai konsekuensinya melakukan tindakan di luar ketentuan hukum.

nampaknya film ini mencoba mengkritisi penegakan hukum di India yang sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga digambarkan bahwa akan ada pribadi maupun kelompok yang akan melakukan tindakan di luar nalar untuk meluruskan semua kegaduhan di Pemerintahann. mungkin Indonesia juga harus seperti itu.
30 11 16

No comments: